Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    Karir adalah: Definisi, Jenis, dan Cara Menemukan Karir

    Dengan memiliki tujuan karir, kamu akan mengetahui alasan untuk mengambil pekerjaan tersebut.

    Siapa, sih, yang tidak ingin sukses? Kesuksesan karir merupakan impian dan pencapaian di dalam hidup seseorang, termasuk kamu juga, bukan?

    Setiap orang yang ingin memulai karir, harus memikirkannya baik-baik. Walaupun ada beberapa yang sudah memiliki impian pekerjaan atau cita-cita sejak masih kecil, tidak jarang ada juga yang baru memikirkannya sebelum selesai menempuh pendidikan. Keduanya memang tidak ada yang salah, yang penting cara untuk meraih kesuksesan.

    Bagi kamu yang ingin mengetahui lebih lengkap mengenai definisi, jenis-jenis, hingga cara menemukan karir yang tepat, simak artikel ini sampai selesai, ya.

    Apa Itu Karir?

    Bagi sebagian besar orang, karir adalah pekerjaan yang sudah atau sedang dilakukan. Namun, arti tersebut belum mewakili definisi karir yang sesungguhnya, lho!

    Karir adalah kombinasi dari jumlah pekerjaan yang sudah diambil, berbagai pencapaian, hingga pelatihan yang sudah dilalui agar dapat meraih tujuan profesionalitas.

    Setiap pengalaman dan pekerjaan yang kamu kerjakan akan diikuti dengan berubahnya jenjang karir yang kamu miliki. Untuk itu dikenal dengan sebutan perkembangan karir atau progres karir.

    Tentunya memilih karir harus dilakukan dengan hati-hati, karena nantinya akan berdampak pada arah hidup, profesionalitas, dan rasa kepuasan di dalam hidup.

    Ketika kamu memilih karir harus memiliki pendidikan dan skill yang tepat untuk mendukung karir yang kamu jalani. Buatlah tujuan karir agar kamu dapat mengambil keputusan dengan hati-hati dan matang sehingga kamu dapat meraih kesuksesan.

    Berikut ini terdapat beberapa contoh karir pada engineer, business analyst, web developer, desain grafis, public relation, social media specialist, dan lain sebagainya.

    Jenis-Jenis Karir

    Setidaknya terdapat tiga jenis karir yang harus kamu ketahui, antara lain:

    1. Karier dari pekerjaan yang tidak terkait

    Karir yang kamu jalani bisa terdiri dari berbagai jenis pekerjaan yang tidak berkaitan antara satu dengan yang lain, baik itu dari sisi posisi sampai dengan industrinya.

    Contohnya, kamu menjadi seorang sales associate di dalam industri retail, lalu menjadi seorang customer service pada perusahaan IT, lalu menjadi seorang community manager di perusahaan startup keuangan.

    Dengan jenis ini, kamu bisa mempunyai banyak sekali pengalaman dalam berbagai jenis bidang. Namun, karena setiap posisi memiliki tanggung jawab yang berbeda-beda, kamu akan sulit untuk memperkirakan posisi apa yang selanjutnya akan kamu jalani.

    Selain itu, kamu juga akan kesulitan untuk memperoleh peningkatan gaji dan tanggung jawab yang signifikan pada pekerjaan selanjutnya.

    2. Karier yang berkembang dari satu pekerjaan

    Jenis karir yang satu ini umumnya dikenal dengan jalur karir linear. Kamu akan lebih fokus pada satu bidang ataupun satu industri saja di sepanjang perjalanan karir linearmu, terlepas dari perusahaan yang sama atau berbeda.

    Sebagai contoh, kamu memulai karir di bidang penulisan sebagai seorang asisten editor di perusahaan XY. Mungkin saja kamu akan menjadi seorang editor ketika pindah ke perusahaan ZX, dan kemudian diangkat sebagai editor senior setelah setahun bekerja.

    Jenjang karir seperti contoh di atas banyak dilakukan banyak orang karena perkembangan karirnya jelas.

    3. Karir dari pekerjaan yang berbeda di satu industri

    Bentuk dari alur karir ini adalah kamu bekerja di satu industri, tapi menjalani berbagai jenis pekerjaan.

    Sebagai contoh, kamu memiliki tujuan untuk menjadi seorang creative director di bidang industri kreatif. Kamu bisa saja memulai karirmu dengan bekerja sebagai seorang copywriter di agency lalu pindah ke agency lain sebagai videographer.

    Seiring berjalannya waktu, kamu mungkin memiliki peran dan tanggung jawab yang berbeda di setiap pekerjaan, tapi tetap berada di industri kreatif. Dengan alur karir seperti itu, kamu masih punya kesempatan untuk meraih impianmu menjadi creative director.

    Baca juga: Mengenal Timesheet Kerja Karyawan: Pengertian dan Fungsinya

    Salah satu manfaat karir bagi perusahaan yakni menjaga loyalitas karyawannya.

    Manfaat Perencanaan Karir

    Di dalam dunia kerja, manfaat perencanaan karir dapat diperoleh jika kamu maksimal dalam melakukannya.

    Tentunya perencanaan karir memiliki banyak manfaat. Berikut ini beberapa manfaat perencanaan karir bagi karyawan dan perusahaan.

    Manfaat Perencanaan Karir bagi Karyawan

    Individual career planning adalah perencanaan karir yang lebih fokus pada karir individu daripada kebutuhan organisasi. Berikut ini manfaat perencanaan karir bagi karyawan, yaitu:

    1. Mencapai kepuasan pribadi

    Dalam membangun perencanaan karir, kepuasan karir adalah tujuan yang harus dimasukkan secara pribadi. Kamu akan menghabiskan waktumu untuk bekerja, jadi kamu harus memilih karir yang tepat agar kamu mendapatkan keuntungan serta kepuasan pribadi.

    2. Memperoleh kesadaran dan pemahaman diri

    Manfaat perencanaan karir dari sisi pengembangan diri adalah untuk mendapatkan pemahaman terhadap diri sendiri secara sadar. Pemahaman seseorang terhadap dirinya untuk mendapatkan pengetahuan dalam mengelola kesulitan-kesulitan yang terjadi di dalam hidupnya.

    Akhirnya, dengan cara tersebut dapat memahami dan menerima diri sendiri dan membuat individu lebih memahami dan menerima orang lain.

    3. Membangun efisiensi usaha dan penggunaan waktu

    Manfaat perencanaan karir lainnya adalah untuk membangun efisiensi dalam memanfaatkan waktu dan usaha. Di sini kamu dapat memilih tahapan karir secara lebih sistematis. Dengan perancangan karir yang baik, harapannya bahwa kamu dapat meminimalisasi proses trial-and-error serta membuat lebih dekat dengan arah tujuan yang kamu inginkan.

    4. Mempersiapkan diri dalam memperoleh tempat dan penghasilan yang sesuai

    Manfaat perencanaan karir bagi seorang individu adalah mempersiapkan diri untuk mendapatkan tempat atau posisi yang cocok dalam pekerjaannya. Dengan perencanaan karir ini, kamu dapat fokus bekerja pada karir yang tepat sesuai dengan kemampuan dan skill-mu.

    Sebagai pekerja, kamu juga perlu membandingkan aset dan kewajiban dengan syarat dan permintaan dari berbagai jenis karir. Pendekatan tersebut akan membantumu dalam menemukan karir serta siap untuk menerima kesempatan karir yang akan datang.

    Baca juga: Rekrutmen adalah: Pengertian, Tujuan, dan Proses

    Manfaat Perencanaan Karir bagi Perusahaan

    Perusahaan juga cukup diuntungkan dengan mengarahkan karyawannya dalam perancangan karir. Berikut beberapa manfaat perencanaan karir dari sisi perusahaan, yakni:

    1. Mendorong pertumbuhan karyawan

    Perencanaan karir yang baik akan mendorong para karyawan untuk memiliki semangat kerja serta tumbuh dan berkembang bersama perusahaan. Dengan adanya acuan yang jelas, hal ini tentu akan berdampak baik untuk perusahaan.

    2. Menjaga loyalitas karyawan yang menurunkan perputaran karyawan

    Menaruh perhatian terhadap jenjang karir pada setiap karyawan dapat memberikan mereka tujuan yang jelas untuk terus bertahan di perusahaan yang sama. Tentunya cara ini membuat perusahaan akan memiliki karyawan yang loyal serta terus meningkat secara kualitas. Dengan loyalitas karyawan yang terjaga, turn over pegawai di perusahaan juga dapat ditekan.

    3. Siap akan regenerasi

    Perusahaan menjadi lebih siap dalam menghadapi regenerasi. Ketika setiap karyawan sudah memiliki mapping yang baik, mereka dapat mengisi posisi-posisi kosong di dalam perusahaan tersebut di masa depan.

    4. Mempersiapkan penempatan di luar negeri

    Bagi perusahaan yang sudah taraf global, membuat perancangan karir yang baik dapat membantu perusahaan untuk mengidentifikasi serta mempersiapkan penempatan karyawan potensial di luar negeri.

    5. Mengembangkan promosi pegawai

    Perencanaan karir juga dapat mengembangkan para pegawai untuk promosi jabatan. Dalam hal ini penawaran internal atas pegawai yang bisa dipromosikan akan terbangun.

    Perusahaan juga dengan mudah dapat mencari pengganti kekosongan jabatan yang disebabkan oleh masa pensiun, karyawan resign, atau lain sebagainya.

    6. Memuaskan kebutuhan karyawan sehingga dapat mendukung karyawan potensial

    Perencanaan karir juga bisa memberikan jalan untuk karyawan potensial. Mereka menjadi lebih berani untuk melangkah maju dan meningkatkan kemampuan potensial mereka karena adanya tujuan karir yang lebih spesifik.

    Baca Juga: Jangan Abaikan Tanda-tanda Workaholic dan Dampak Buruknya!

    Cara Menemukan Karir

    Dengan menemukan karir yang tepat, kamu bisa menikmati pekerjaan dan mengetahui jenjang karir kamu di masa yang akan datang. Nah, cara yang bisa kamu lakukan untuk menemukan karir tersebut adalah sebagai berikut.

    1. Melakukan networking

    Dengan melakukan networking, kamu bisa membangun dan menjaga hubungan profesional dengan orang lain. Hal tersebut akan membantumu untuk melihat dan memilih karir yang sesuai dengan kemampuan serta skill-mu.

    2. Membuat planning

    Awalilah meniti karir dengan membuat planning. Walaupun kamu sudah membuat rencana, kamu harus tetap terbuka dan fleksibel saat ada kesempatan lain yang hadir. Ketahuilah hal penting yang berguna untukmu, tujuan profesional, dan hal yang kamu sukai dari pekerjaanmu saat ini.

    3. Terus belajar

    Tentunnya belajar adalah suatu kewajiban, terlebih lagi dengan adanya perkembangan teknologi yang mewajibkan kamu untuk terus berinovasi dan juga beradaptasi.

    Kamu bisa belajar dari senior atau sesama pekerja di dalam industri yang saat ini kamu tekuni. Cari tahu skill yang diperlukan untuk bisa mengembangkan karir, baik itu soft skill maupun hard skill.

    4. Memperhatikan dunia industri yang sedang dijalani

    Sebisa mungkin, cobalah untuk membaca beragam berita terkait industri yang ingin atau sedang kamu jalani saat ini. Pasalnya, cara ini akan membuatmu untuk terus mengikuti tren dan memperoleh gambaran pekerjaan yang sesuai untuk karirmu.

    5. Bersiap untuk mengubah karir

    Apabila kamu berada di dalam industri yang trennya sedang mengalami penurunan, pertimbangkanlah untuk beralih ke karir yang berbeda.

    Baca juga: Bagaimana Cara Mendapatkan Sertifikat Keahlian? 

    Faktor yang Mempengaruhi Karir

    Kamu bisa menemukan banyak faktor yang memengaruhi karirmu. Berikut ini beberapa faktornya, antara lain:

    1. Kepribadian karyawan

    Kepribadian dan motivasi karyawan adalah syarat yang diperlukan untuk bekerja pada posisi pekerjaan tertentu. Kepribadian karyawan merupakan salah satu kunci yang berpengaruh langsung terhadap pengembangan karir.

    2. Pendidikan, pelatihan, dan kursus yang diikuti

    Pendidikan yang memadai, kursus yang diselesaikan, dan program pelatihan adalah salah satu faktor dasar yang memengaruhi perkembangan karir serta promosi jabatan dalam struktur organisasi perusahaan.

    3. Prestasi kerja dan faktor atasan

    Salah satu faktor yang mempengaruhi karir yakni hasil kerja yang dicapai. Akan tetapi, jika kamu bekerja dalam suatu perusahaan, yang dilihat tidak hanya itu saja. Terdapat faktor penting yang mempengaruhi karirmu yaitu penilaian dari atasan secara langsung.

    4. Posisi pekerjaan yang dilakukan

    Posisi pekerjaan yang dilakukan harus sesuai dengan tujuan karirmu. Jika ingin membangun karir di bidang penelitian, kamu harus menemukan tempat kerja yang memadai untuk pengembangan karirmu.

    5. Situasi perusahaan

    Situasi perusahaan juga berpengaruh signifikan terhadap karir setiap karyawannya. Misalnya, karyawan memiliki semua syarat untuk promosi jabatan, tapi situasi di perusahaan tidak memungkinkan sehingga pengembangan karir bisa saja terhambat.

    Penutup

    Karir adalah sebuah alur atau rangkaian perilaku serta sikap yang berkaitan dengan pengalaman kerja pada kehidupan seseorang dan menjadi serangkaian kegiatan kerja berkelanjutan.

    Untuk kamu yang saat ini sedang meniti karir sebagai pebisnis perusahaan, kamu harus mengerti dengan baik tentang keuangan bisnis dan membuat laporan keuangan bisnis.

    Namun, bila kamu tidak memiliki waktu yang cukup atau belum bisa membuat laporan keuangan yang baik, tenang saja. Karena Kamu bisa memanfaatkan fitur akuntansi dari aplikasi majoo.

    Dengan menggunakan aplikasi majoo, kamu bisa mendapatkan lebih dari 30 jenis laporan keuangan secara otomatis, cepat, dan akurat. Selain itu, kamu juga bisa mengakses data laporan tersebut di mana saja kamu butuhkan.

    Jika kamu membutuhkan bacaan seputar keuangan dan bisnis, kamu bisa baca di sini, ya.

    Tunggu apa lagi? Yuk, gunakan aplikasi majoo segera!

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Quick Ratio adalah: Kelebihan dan Kekurangannya
    Quick ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur likuiditas jangka pendek suatu perusahaan. Apa saja kelebihan dan kekurangan quick ratio?
    Newsletter adalah: Definisi, Manfaat, dan Tips Newsletter
    Newsletter adalah tools yang dapat menjembatani perusahaan dengan pelanggan untuk berbagi informasi penting dan menarik terkait perusahaan secara rutin.
    Benarkah Termin adalah Istilah untuk Cicilan atau Uang Muka?
    Termin adalah sistem pembayaran dengan jangka waktu berdasarkan kesepakatan, atau terkait syarat yang telah disepakati saat akad jual secara kredit.
    Payback Period Adalah: Dari Rumus Sampai Contohnya
    Sederhananya, pengertian payback period adalah jangka waktu yang diperlukan untuk mengembalikan nilai investasi yang telah dikeluarkan.