Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    Payback Period Adalah: Dari Rumus Sampai Contohnya

    Payback period adalah istilah dalam dunia bisnis.

    Jika kamu aktif di dunia bisnis, khususnya investasi, istilah payback period adalah hal yang mungkin sudah cukup familiar karena banyak digunakan. Namun, bila ternyata kamu ingin memulai suatu bisnis yang memerlukan dana atau investasi dari pihak luar, sebaiknya kamu pelajari lebih dalam mengenai payback period ini.

    Payback period adalah salah satu materi ilmu ekonomi yang mungkin dulunya memang sudah kamu dapatkan di bangku sekolah maupun kuliah. Mungkin juga kamu lebih mengenalnya dengan istilah lain, seperti periode pengembalian modal. 

    Kalau mendengar istilah periode pengembalian modal, sepertinya jadi lebih mudah dipahami bahwa payback period adalah suatu proses pengembalian modal investasi bisnis yang didapatkan dari keuntungan atau profit dalam periode waktu perhitungan tertentu.

    Payback Period Adalah …

    Secara harfiah, memang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, arti payback period adalah periode pengembalian modal. 

    Menurut Dian Wijayanto dalam bukunya Pengantar Manajemen yang diterbitkan tahun 2012, payback period didefinisikan sebagai suatu periode yang diperlukan untuk menutup kembali pengeluaran investasi (initial cash investment).

    Sedangkan, menurut penjelasan dalam buku Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan karya Bambang Riyanto, terbitan tahun 2004, pengertian payback period adalah jangka waktu periode yang diperlukan untuk bisa menutup kembali seluruh pengeluaran investasi dengan menggunakan proceeds atau aliran kas netto (net cash flows).

    Dari beberapa definisi tersebut, bisa disimpulkan bahwa payback period merupakan jangka waktu yang diperlukan agar dana investasi yang sudah masuk ke dalam kegiatan investasi dapat diperoleh kembali secara utuh atau seluruhnya.

    Baca juga: 4 Jenis Pinjaman Modal Usaha bagi Industri Kecil

    Penggunaan Metode dan Analisis Payback Period

    Penggunaan metode payback period banyak dilakukan oleh para investor dalam membantu proses penentuan dan pengambilan keputusan investasi. Apapun hasil keputusannya, itulah yang nanti akan digunakan sebagai penentu investasi suatu proyek. 

    Pada tahap ini, hal yang sering terjadi adalah para investor biasanya tidak terlalu senang dengan investasi yang payback time-nya terlalu lama.

    Analisis payback period merupakan indikator penentu atau suatu kriteria khusus yang diperlukan dalam pengambilan keputusan investasi. Tujuannya adalah untuk menilai kelayakan suatu proyek untuk mendapatkan tambahan investasi dalam bentuk modal. Jika ternyata ada suatu proyek yang menetapkan periode pengembalian keuntungannya dalam waktu yang cukup lama, para investor biasanya akan menjadi kurang tertarik untuk menanamkan investasinya.

    Dengan alasan tersebut, para pebisnis maupun investor dirasa perlu memiliki pengetahuan dan pemahaman tersendiri mengenai cara menghitung payback period

    Analisis payback period juga dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui jangka waktu periode investasi yang akan dikembalikan saat terjadinya kondisi break even-point (titik impas). 

    Dua hal yang perlu diperhatikan dalam metode payback period adalah:

    1. Berapa lama harus membiayai proyek?
    2. Kapan manfaat akan diperoleh? 

    Indikator payback period:

    • Jika periode pengembalian lebih cepat dari waktu yang ditentukan, artinya layak diterima untuk melakukan investasi
    • Jika periode pengembalian lebih lama atau melebihi waktu yang telah ditentukan, artinya tidak layak untuk melakukan investasi
    • Jika alternatif proyek investasi lebih dari satu, periode pengembalian yang diambil adalah opsi yang lebih cepat.

    Baca Juga: BEP adalah: Arti, Manfaat, hingga Cara Menghitung BEP

    ͢͢͢͢͢Rumus Payback Period

    Cara menghitung payback period dapat dilakukan dengan menggunakan rumus payback period. Konsep perhitungannya adalah dengan cara membagi nilai investasi (cost of investment) dengan aliran kas bersih yang masuk per tahun (annual net cash flow). 

    Rumus Payback Period: 

    Perhitungan metode payback period dapat dirumuskan sebagai berikut:

    PP = Investasi/Proceeds (laba sesudah pajak = depresiasi)

    Catatan:

    Rumus payback period yang digunakan ini mengasumsikan bahwa besaran atau nominal kas masuk bersih adalah sama pada setiap periode atau pada arus kas tetap setiap tahunnya.

    Investor perlu memahami analisis payback period.

    Cara Menghitung Payback Period

    Penerapan rumus tersebut dalam cara menghitung payback period tentunya ada pada perhitungan yang biasa dilakukan oleh perusahaan. Agar kamu lebih mudah dalam memahaminya, simak contoh berikut, ya!

    Perusahaan PT. Bahagia mengusulkan proyek investasi yang membutuhkan dana sekitar Rp900 juta. Target penerimaan dana dari hasil investasi setiap tahunnya ada pada angka Rp90 juta. Berapakah perhitungan payback period dalam investasi tersebut?

    Jawab:

    Diketahui

    Nilai Investasi = Rp900 juta

    Proceeds = Rp90 juta

    Maka,

    Payback Period = Rp900.000.000 : Rp90.000.000 = 10

    Jadi, hasilnya adalah dengan nilai proyek sebesar Rp900 juta, nilai investasi dapat kembali dalam jangka waktu 10 tahun. 

    Satu hal yang perlu kamu perhatikan dengan cermat dalam perhitungan seperti itu adalah apabila ternyata proceeds proyek per tahunnya tidak sama, harus dilakukan perhitungan satu per satu (pertahun), seperti ini:

    Capital outlay = Rp …

    Proceed tahun 1 = Rp …

    Sisa = Rp …

    Proceed tahun 2 = Rp …

    Sisa = Rp …

    Cara perhitungan satu persatu ini harus terus dilakukan sampai nilai sisa lebih kecil dari nilai proceed tahun berikutnya. Nilai sisa yang dibagi dengan nilai proceed, bila dirumuskan adalah sebagai berikut:

    Payback Period = n + a - b / c - b x 1 tahun 

    Keterangan:

    • n : Tahun terakhir dimana jumlah arus kas masih belum menutup investasi mula-mula
    • a : Jumlah investasi mula-mula
    • b : Jumlah investasi arus kas pada tahun ke-n
    • c : Jumlah kumulatif arus kas pada tahun ke-n + 1

    Contoh Payback Period

    Berikut salah satu contoh payback period bagi para investor yang bisa membuat kamu memahami lebih dalam mengenai metode dan analisis payback period.

    Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang event organizer melakukan kerja sama investasi dengan sebuah perusahaan media. 

    Berdasarkan pendapatan yang diperoleh dari biaya berlangganan beberapa pengguna serta pengurangan biaya pengeluaran perusahaan, didapatkan angka Rp100.000.000 pada aliran kas perusahaan media tahun 2021. Sedangkan, dana yang diberikan oleh pihak event organizer adalah sebesar Rp125 juta. 

    Dalam kasus ini, cara menghitung payback period adalah:

    PP (Payback Period) = Total dana investasi : Kas netto

    = 125.000.000 : 100.000.000

    = 1,25 tahun

    Dari penghitungan tersebut, didapatkan hasil bahwa jangka waktu periode payback period adalah 1,25 tahun atau 16 bulan. Jadi, pihak event organizer akan mendapatkan keuntungan dari dana yang telah diinvestasikan setelah masa investasi selama 1 tahun 4 bulan di perusahaan media tersebut. 

    Kelebihan dan Kekurangan Payback Period

    Jika seorang investor bisa memahami dengan baik mengenai analisis payback period, secara otomatis ia akan bisa jauh lebih waspada dan berhati-hati saat ingin menanamkan modal karena sudah tahu dengan pasti pemetaan risikonya.

    Metode ini bisa membantu para investor dalam memperhitungkan biaya-biaya lain yang ia harus keluarkan nantinya dalam penanaman investasi, jadi akan lebih mudah pula baginya untuk meminimalisir risiko mengalami kerugian investasi. 

    Salah satu kelebihan payback period adalah bisa membantu kamu mengetahui seberapa lama investasi yang kamu keluarkan akan kembali. Rumusnya yang sederhana dan mudah untuk dihitung akan memperlihatkan hasil hitungannya dalam waktu yang tidak lama.

    Beberapa kelebihan lain dari payment period adalah:

    • Bisa digunakan untuk mengetahui jangka waktu pengembalian investasi.
    • Bisa digunakan untuk membandingkan dua proyek investasi dengan risiko dan rate of return yang sama.
    • Metode dan cara menghitungnya cukup sederhana.
    • Proses analisisnya mudah untuk dilakukan.
    • Dapat digunakan untuk menggambarkan informasi mengenai Break Even Point (BEP).
    • Bisa dimanfaatkan sebagai alat pertimbangan risiko investasi.

    Meskipun memang dinilai mudah dan sederhana untuk dilakukan, layaknya dua sisi mata uang, metode ini juga masih memiliki sisi kurang yang dianggap sebagai kelemahan.

    Misalnya, kita tahu bahwa perhitungan payback period adalah perhitungan yang dianggap sangat mudah dan terlalu sederhana untuk dilakukan. Sayangnya, perhitungan tersebut sebenarnya belum memperhitungkan unsur profit atau dividen yang diterima oleh investor. 

    Beberapa kekurangan atau kelemahan metode payback period, antara lain:

    • Tidak memprioritaskan jumlah penerimaan total investasi atau proceeds yang didapat. 
    • Kurang mementingkan adanya Time Value Of Money (Nilai Waktu Uang). 
    • Payback period dinilai kurang mampu menghadirkan informasi tentang tambahan value perusahaan.
    • Kurangnya prioritas tingkat likuiditas perusahaan. 
    • Payback period tidak digunakan untuk mengukur keuntungan proyek pembangunan, melainkan hanya untuk menghitung cepatnya pengembalian dana.
    • Metode perhitungan ini menyamaratakan proyek yang membutuhkan investasi kas dalam jumlah berbeda.
    • Mengabaikan perhitungan biaya yang digunakan untuk mendukung investasi, bahkan selama payback period 
    • Tidak memperhitungkan nilai sisa dari investasi

    Ternyata ada cukup banyak juga ya kelemahannya? Namun, meskipun analisis payback period memiliki banyak kekurangan, namun metode ini masih sangat populer untuk digunakan dalam dunia bisnis, khususnya investasi.

    Kenapa begitu? Alasan utamanya adalah metode perhitungan payback period memang bisa memberikan beberapa manfaat bagi para pelaku usaha dan investor.

    Baca juga: Investor adalah: Pengertian, Tujuan, dan Jenis-Jenisnya

    Penutup

    Demikian penjelasan mengenai payback period. Diharapkan, setelah kamu mengetahui dan memahaminya, kamu akan bisa memilih proyek investasi yang tepat untuk dilakukan oleh perusahaan atau bisnis yang sedang dijalankan saat ini.

    Dengan memilih investasi yang tepat, perusahaan milikmu tentunya akan mendapatkan keuntungan dan pengembalian modal yang maksimal.

    Sebaliknya, jika perusahaan yang kamu jalankan belum siap untuk menanamkan modal pada proyek lain, kamu bisa menggunakan dana tersebut ke dalam berbagai macam produk investasi lainnya. 

    Payback period adalah metode analisis yang tepat untuk kamu pilih bila merasa bingung untuk menanamkan modal atau investasi. Namun, kamu juga harus selalu ingat bahwa dana investasi dalam bisnis jangan sampai tercampur dengan dana modal usahamu sendiri. Karena hal tersebut akan membuat kacau pencatatan dan laporan keuangan. 

    Jangan sampai melakukan kesalahan dalam mencatat, ya! Jika kamu masih merasa khawatir akan terjadinya kesalahan pencatatan atau mungkin peluang untuk adanya transaksi yang terlewatkan, kamu bisa berlangganan aplikasi keuangan bisnis seperti majoo. Pencatatan transaksi dan laporan keuangan dijamin bisa sangat tepat dan akurat. Yuk, langganan majoo sekarang!

    Pertanyaan Terkait

    • Menurut Dian Wijayanto dalam bukunya Pengantar Manajemen yang diterbitkan tahun 2012, definisi payback period adalah periode yang diperlukan untuk menutup kembali pengeluaran investasi (initial cash investment). Sedangkan, menurut penjelasan dalam buku Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan karya Bambang Riyanto, terbitan tahun 2004, yang dimaksud dengan payback period adalah suatu periode yang diperlukan untuk dapat menutup kembali pengeluaran investasi dengan menggunakan proceeds atau aliran kas netto (net cash flows).
    • Cara menghitung payback period dapat dilakukan dengan menggunakan rumus payback period. Konsepnya adalah dengan cara membagi nilai investasi (cost of investment) dengan aliran kas bersih yang masuk per tahun (annual net cash flow).
    • Tujuan utama dari perhitungan payback period adalah membantu kamu mengetahui seberapa lama investasi yang sudah kamu keluarkan akan dikembalikan. Rumusnya pun cukup sederhana, sehingga bisa diketahui dalam waktu relatif singkat.

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Quick Ratio adalah: Kelebihan dan Kekurangannya
    Quick ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur likuiditas jangka pendek suatu perusahaan. Apa saja kelebihan dan kekurangan quick ratio?
    Newsletter adalah: Definisi, Manfaat, dan Tips Newsletter
    Newsletter adalah tools yang dapat menjembatani perusahaan dengan pelanggan untuk berbagi informasi penting dan menarik terkait perusahaan secara rutin.
    Benarkah Termin adalah Istilah untuk Cicilan atau Uang Muka?
    Termin adalah sistem pembayaran dengan jangka waktu berdasarkan kesepakatan, atau terkait syarat yang telah disepakati saat akad jual secara kredit.
    Payback Period Adalah: Dari Rumus Sampai Contohnya
    Sederhananya, pengertian payback period adalah jangka waktu yang diperlukan untuk mengembalikan nilai investasi yang telah dikeluarkan.