5 Perbedaan Shareholder dan Stakeholder dalam Dunia Bisnis

Ditulis oleh Dini N. Rizeki

article thumbnail

Ternyata masih ada sebagian pelaku bisnis yang belum tahu perbedaan shareholder dan stakeholder. Dari namanya, memang terkesan dan terdengar hampir mirip. Wajar bila ada sebagian orang yang menganggap kedua hal tersebut adalah sama. 

Padahal, sebenarnya ada beberapa perbedaan shareholder dan stakeholder yang cukup signifikan, lho! Pemahaman yang baik tentang perbedaan keduanya akan membantu kamu sebagai pemilik bisnis untuk menjalankan bisnis dengan lebih seimbang, bertanggung jawab, dan berkelanjutan. Semua hal tersebut akan sangat berpengaruh pada kesuksesan jangka panjang dan keberlanjutan bisnismu.

Apa Itu Shareholder?

Sebelum mengetahui berbagai perbedaan shareholder dan stakeholder, sebaiknya kamu ketahui lebih dulu arti shareholder dan stakeholder tersebut. 

Jadi, apa itu shareholder? Shareholder, juga dikenal sebagai pemegang saham, adalah individu yang memiliki kepemilikan dalam sebuah perusahaan. Kepemilikan ini biasanya dalam bentuk saham perusahaan. Saham dapat dibeli atau diperoleh oleh individu, investor, lembaga keuangan, atau entitas lainnya. 

Tujuan utama shareholder adalah untuk memperoleh keuntungan finansial dari investasi mereka dalam saham perusahaan. Mereka mengharapkan pengembalian investasi dalam bentuk dividen yang dibayarkan oleh perusahaan dan/atau melalui kenaikan nilai saham seiring berjalannya waktu. 

Bagi beberapa shareholder, saham perusahaan dapat menjadi salah satu sumber pendapatan utama. Selain itu, shareholder juga memiliki hak suara dalam perusahaan. Artinya mereka berhak untuk memilih anggota dewan direksi perusahaan, menyetujui perubahan penting dalam perusahaan, dan mempengaruhi keputusan penting lainnya dalam perusahaan. 

Seperti investasi pada umumnya, shareholder juga harus menanggung resiko. Jika perusahaan mengalami kerugian atau harga saham turun, shareholder bisa saja berpeluang kehilangan sebagian atau seluruh investasi mereka. Namun, jika perusahaan berhasil, shareholder bisa mendapatkan return yang menguntungkan.

Baca Juga: Shareholder adalah Pemegang Saham, Apa Jenis dan Haknya?

Apa Itu Stakeholder?

Lalu, apa itu stakeholder? Stakeholder adalah kelompok individu yang memiliki kepentingan dalam kesuksesan dan operasional suatu perusahaan. Mereka dapat memiliki beragam kepentingan yang melampaui kepemilikan saham dan mencakup berbagai aspek yang terkait dengan perusahaan. 

Stakeholder dapat memengaruhi dan dipengaruhi oleh perusahaan. Jadi, hubungan antara para stakeholder dan perusahaan pun memang sangat beragam. Stakeholder bisa saja adalah seorang pemegang saham perusahaan, namun tidak semua stakeholder merupakan pemegang saham di perusahaan tersebut.. 

Manajemen perusahaan yang baik sebaiknya memahami dan memenuhi kepentingan para stakeholder. Tujuannya adalah untuk menjaga hubungan yang baik, mendukung keberlanjutan bisnis, dan menghindari konflik yang bisa saja muncul. 

Ada lima perbedaan shareholder dan stakeholder yang mendasar.

Perbedaan Shareholder dan Stakeholder yang Mendasar

Agar lebih mudah bagi kamu untuk memahami perbedaan shareholder dan stakeholder, inilah penjelasannya. 

1. Identitas dan Peran Utama

Identitas shareholder adalah sebagai pemegang saham perusahaan. Tujuan utama mereka adalah memperoleh keuntungan finansial dari investasi saham mereka dalam bentuk dividen atau kenaikan nilai saham.

Sementara, stakeholder dapat mencakup berbagai kelompok seperti karyawan, pelanggan, pemasok, komunitas lokal, pemerintah, dan sebagainya. Identitas dan peran utama mereka tidak hanya terkait dengan kepemilikan saham, tetapi juga dengan kepentingan yang lebih luas terhadap perusahaan.

2. Kepentingan Utama

Shareholder memiliki kepentingan utama untuk mendapatkan pengembalian investasi yang maksimal dalam bentuk keuntungan finansial. Sedangkan, kepentingan stakeholder dapat sangat bervariasi. Bisa saja dalam bentuk atensi yang berkaitan dengan isu-isu seperti keberlanjutan bisnis, etika bisnis, dampak sosial, dan lingkungan, sampai dengan keuntungan finansial.

3. Hak Suara dan Pengaruh

Shareholder memiliki hak suara dalam pemilihan anggota dewan direksi perusahaan dan dalam keputusan penting lainnya yang mempengaruhi perusahaan. Sementara, pengaruh stakeholder pada perusahaan dapat bervariasi. Beberapa stakeholder mungkin memiliki pengaruh langsung, sementara yang lain mungkin memengaruhi perusahaan melalui opini publik atau tuntutan hukum.

4. Fokus Waktu

Shareholder cenderung memiliki fokus jangka pendek pada kinerja perusahaan dan biasanya ingin mendapatkan keuntungan atau laba secepat mungkin. Sedangkan, stakeholder biasanya memiliki pandangan jangka panjang. Mereka juga cenderung lebih peduli tentang dampak jangka panjang dari keputusan perusahaan terhadap berbagai pihak.

5. Jenis Kepentingan

Kepentingan utama shareholder adalah keuangan dan investasi. Mereka biasanya mengejar keuntungan finansial sebagai prioritas utama. Sementara, kepentingan stakeholder dapat mencakup berbagai aspek. Mulai dari keadilan sosial, perlindungan lingkungan, keadilan terhadap karyawan, kualitas produk atau layanan, hingga dampak sosial lainnya yang lebih luas.

Baca Juga: Mengapa Memahami EPS adalah Langkah Bisnis yang Tepat?

Aplikasi Owner majoo

Berbagai Contoh Stakeholder dan Shareholder

Berikut adalah berbagai contoh stakeholder dan shareholder yang sangat umum kamu temui dalam dunia bisnis.

Contoh shareholder atau pemegang saham meliputi individu, entitas bisnis, atau lembaga yang memiliki saham dalam suatu perusahaan. Beberapa contohnya antara lain adalah:

  • Individu pribadi, yaitu seseorang yang membeli saham perusahaan untuk investasi pribadi adalah pemegang saham individu. Bisa menjadi pemegang saham minoritas atau mayoritas tergantung pada jumlah saham yang mereka miliki.

  • Investor individu, yaitu seseorang yang aktif di pasar saham, seperti trader saham atau investor jangka panjang.

  • Lembaga keuangan, bisa dalam bentuk Bank, perusahaan asuransi, dan lembaga keuangan lainnya sering memiliki portofolio saham pada berbagai perusahaan.

  • Perusahaan Investasi, yaitu perusahaan ekuitas swasta yang menjadi pemegang saham pada banyak perusahaan sebagai bagian dari strategi investasi mereka.

  • Pemerintah. Dalam beberapa kasus, pemerintah bisa menjadi pemegang saham dalam perusahaan. Khususnya pada perusahaan yang berhubungan dengan industri penting atau strategis.

  • Masyarakat terbuka. Beberapa perusahaan melanjutkan dengan tawaran umum perdana (IPO) dan menjadi perusahaan terbuka. Caranya adalah dengan memperdagangkan saham mereka di bursa saham. 

  • Keluarga pemilik bisnis. Dalam bisnis keluarga, anggota keluarga yang memiliki saham dalam perusahaan adalah salah satu contoh shareholder

Sementara, berbagai contoh stakeholder adalah:

  • Karyawan. Karyawan perusahaan memiliki kepentingan dalam kondisi kerja yang aman, upah yang adil, kebijakan kesejahteraan, peluang pengembangan karir, dan kondisi kerja yang mendukung.

  • Pelanggan, yaitu sebagai salah satu stakeholder penting karena dapat memengaruhi pendapatan dan reputasi perusahaan. Mereka menginginkan produk atau layanan berkualitas, harga yang wajar, dan pelayanan pelanggan yang baik.

  • Pemasok atau supplier, merupakan contoh stakeholder yang menyediakan bahan, komponen, atau layanan yang diperlukan untuk operasi perusahaan. Mereka memiliki kepentingan dalam pembayaran yang tepat waktu, hubungan bisnis yang berkelanjutan, dan kebijakan pengadaan yang adil.

  • Investor institusional, seperti dana pensiun, dana investasi, dan bank memiliki investasi besar dalam saham perusahaan dan berperan penting dalam pengambilan keputusan perusahaan.

  • Pemegang Saham (Shareholder). Shareholder adalah contoh stakeholder yang memiliki saham perusahaan dan tentunya memiliki kepentingan finansial dalam investasi mereka.

Kesimpulan 

Pelaku bisnis perlu tahu perbedaan shareholder dan stakeholder karena dapat membantu mereka dalam mengelola perusahaan dengan bijaksana. Pemahaman tentang shareholder membantu fokus pada kepentingan finansial investor dan mengoptimalkan nilai saham. Ini sangat penting untuk mendapatkan investasi dan mempertahankan dukungan pemegang saham.

Sementara, pemahaman mengenai stakeholder dapat membantu kamu dan pemilik bisnis lainnya untuk memahami kepentingan dan dampaknya terhadap berbagai kelompok. Seperti karyawan, pelanggan, dan komunitas. Ini akan membantu juga dalam mengambil keputusan yang memperhitungkan tanggung jawab sosial dan dampak yang lebih luas bagi perusahaan. 

Perbedaan shareholder dan stakeholder mencerminkan peran dan prioritas yang berbeda antara stakeholder dan shareholder dalam ekosistem perusahaan. Jika kamu adalah seorang yang baru berkecimpung di dunia bisnis, tidak ada salahnya menambah wawasan mengenai kedua hal tersebut.

Menjaga keseimbangan antara kepentingan keduanya dalam pengambilan keputusan bisnis akan lebih mudah bila kamu memahaminya. Selain itu, kamu juga perlu menambahkan aplikasi owner dari majoo untuk bisnismu. Aplikasi owner akan membantu kamu memantau seluruh aktivitas bisnis di setiap outlet atau cabang.

Mulai dari memonitor berbagai transaksi, berbagai laporan bisnis, sampai dengan absensi karyawan, semuanya bisa kamu lakukan hanya dari smartphone. Praktis dan sangat mudah untuk diakses! 

Pemahaman mengenai perbedaan shareholder dan stakeholder dapat membantu kamu dalam mengidentifikasi pihak yang harus diberikan informasi keuangan terperinci, yang bisa kamu dapatkan dari aplikasi owner. Bagaimana? Tertarik untuk pakai majoo? 


Sumber Data:

https://www.akseleran.co.id/blog/pengertian-dan-perbedaan-stakeholder-dan-shareholder/

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
whatsapp logo