Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    Pahami Pengertian dan Contoh Perusahaan Unicorn, Yuk!

    Apa yang dimaksud dengan perusahaan unicorn?

    Apa yang terlintas di pikiranmu saat mendengar istilah perusahaan unicorn? Bagi beberapa orang yang memang belum paham, mungkin akan sedikit bingung mengartikan istilah tersebut. Mungkin maksudnya adalah perusahaan yang melakukan transaksi jual beli unicorn? Atau perusahaan yang logonya adalah unicorn? 

    Eits, bukan itu jawabannya! Orang-orang yang sudah menggeluti dunia bisnis mungkin sudah paham bahwa yang dimaksud perusahaan unicorn adalah suatu perusahaan startup dalam skala yang besar. Istilah ini sering kali digunakan untuk mengklasifikasikan kelas perusahaan tersebut dari sisi finansialnya.

    Meskipun istilah ini ramai menjadi perbincangan masyarakat, nyatanya memang belum banyak masyarakat awam yang memahami istilah tersebut. Agar tidak semakin bingung, mari kita pahami sama-sama! 

    Baca Juga: Memahami Pengertian Badan Usaha, Ciri-ciri, sampai Tujuannya

    Pengertian Perusahaan Unicorn 

    Perusahaan unicorn adalah sebuah badan usaha, khususnya dalam bentuk perseroan terbatas (PT), yang telah mencapai nilai atau nominal valuasi sebesar US$1 miliar atau sekitar Rp14 triliun. 

    Umumnya, istilah perusahaan unicorn memang cenderung digunakan untuk startup, yaitu jenis perusahaan rintisan di bidang teknologi dan informasi yang berbasis internet, seperti, pengembangan aplikasi, layanan pembayaran, atau transportasi.

    Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Aileen Lee, seorang kapitalis ventura asal Amerika Serikat pendiri Cowboy Ventures. Penamaan unicorn muncul dalam artikelnya yang berjudul “Welcome to The Unicorn Club” yang terbit di Techcrunch pada tahun 2013.

    Lantas, apakah ada hubungannya dengan hewan unicorn?

    Memang berhubungan, kok. Penyebutan unicorn memang merujuk pada mitos mengenai hewan mitologi langka berupa kuda bertanduk yang biasa disebut dengan unicorn. Hewan tersebut diibaratkan perusahaan startup yang telah berhasil meraih nilai valuasi hingga US$1 miliar, sebuah nominal yang sangat tinggi mengingat mereka masih dalam tahap pengembangan.

    Valuasi itu apa? Valuasi adalah nilai ekonomis dari suatu perusahaan, nantinya apabila ada pihak yang ingin mengakuisisinya, mereka harus membayar sebesar nilai tersebut. Bisa dilihat bahwa perusahaan unicorn merupakan suatu badan usaha bernilai fantastis, ya. 

    Selain unicorn, ada dua istilah lainnya, yaitu decacorn dan hectocorn. Penyebutan yang berbeda ini didasarkan pada nilai valuasinya. Decacorn merujuk pada suatu perusahaan startup dengan nilai valuasi USD10 miliar, sedangkan hectacorn merujuk pada perusahaan dengan nilai valuasi sebesar USD100 miliar.

    Saat pertama kali istilah unicorn ini digunakan, jumlah perusahaan unicorn yang ada di seluruh dunia masih berjumlah 39 perusahaan saja. Sekarang, jumlahnya tentu sudah semakin bertambah. 

    Dengan adanya iringan kemajuan teknologi, memang makin banyak startup yang didirikan oleh para pengusaha, meskipun pada akhirnya tidak semuanya mampu berkembang dengan cepat dan memperoleh nilai valuasi tersebut.

    Ciri-Ciri Perusahaan Unicorn

    Bagaimana sih membedakan perusahaan unicorn dengan jenis perusahaan lainnya? Mudah, asalkan kamu paham ciri-cirinya. Ada beberapa ciri yang biasanya dimiliki oleh perusahaan unicorn, yaitu: 

    Inovasi Bisnis

    Ciri utama dari perusahaan unicorn adalah adanya inovasi bisnis. Contoh mudah yang bisa kamu lihat adalah pada Gojek. Dulu, kamu pasti tidak mengenal layanan ojek, antar-jemput, atau food order online. Namun, berkat kemunculan startup tersebut, muncullah sebuah perusahaan besar di bidang transportasi.

    Fokus pada Pelayanan Konsumen

    Layanan yang diberikan oleh perusahaan unicorn adalah B2C (Business to Consumer), yakni strategi bisnis yang memfokuskan pada keterjangkauan pelanggan secara luas. Contohnya, Spotify yang mengembangkan layanan musik dalam aplikasi gratis tapi tetap legal.

    Pengembangan Teknologi

    Ciri yang juga pasti ada pada hampir seluruh perusahaan unicorn adalah adanya pengembangan teknologi yang memungkinkan kamu dapat mengakses berbagai fasilitas hanya dalam satu aplikasi. Misalnya, Gojek yang memberikan layanan ojek online, pesan makanan, antar barang, dan masih banyak lagi. 

    Milik Pribadi

    Kepemilikan perusahaan unicorn adalah pribadi. Inilah yang menjadi alasan perusahaan tersebut bisa berkembang secara pesat hingga meraih predikat unicorn. Kok bisa? Tentu saja, karena dengan begitu, bisnis yang dijalankan menjadi lebih responsif dan cepat dalam mengambil keputusan terkait investasi hingga nilai valuasinya meningkat.

    Baca Juga: Pengertian, Jenis, dan Contoh Perusahaan Perseorangan

    Umumnya, perusahaan unicorn adalah milik pribadi.

    Perusahaan Unicorn Indonesia

    Perkembangan perusahaan startup cukup signifikan di Indonesia. Melansir dari data CB Insights, pada tahun 2022, tercatat ada 6 startup yang mendapat gelar sebagai perusahaan unicorn Indonesia

    Beberapa waktu lalu, mungkin kamu mengenal contoh perusahaan unicorn adalah Gojek dan Tokopedia. Saat ini tidak lagi. Kenapa? Karena Gojek dan Tokopedia telah merger menjadi GoTo pada Mei 2021. Menurut data dari Reuters, nilai valuasi GoTo sudah mencapai USD32 miliar per 26 Oktober 2021 lalu. Dengan demikian perusahaan gabungan tersebut telah masuk dalam kategori decacorn dengan valuasi lebih dari USD10 miliar.

    Berikut beberapa perusahaan unicorn Indonesia, yaitu: 

    1. Traveloka

    Traveloka dibangun pada tahun 2012 dan meraih gelar perusahaan unicorn pada 2017. Perusahaan ini bergerak pada bidang pemesanan hotel dan juga travel. Saat ini, angka valuasi Traveloka mencapai US$3 miliar yang setara dengan Rp42,6 triliun.

    2. J&T Express

    Didirikan pada 20 Agustus 2015 dan bergerak di bidang ekspedisi, J&T Express menjadi perusahaan unicorn pada April 2021. Startup yang bergerak di bidang jasa pengiriman ekspres ini memiliki valuasi USD20 miliar. Investornya antara lain: Hillhouse Capital Management, Boyu Capital, dan Sequoia Capital China. J&T Express 

    3. OVO

    OVO merupakan perusahaan unicorn Indonesia dengan nilai valuasi sebesar USD2,9 miliar. Saat ini, Ovo menjadi perusahaan fintech paling besar di Indonesia. Investor Ovo adalah Grab, Tokopedia, dan Tokyo Century Corporation.

    4. Xendit

    Startup financial technology (fintech), Xendit, masuk ke jajaran unicorn pada September 2021 dengan valuasi USD1 miliar. Xendit didirikan oleh Moses Lo pada 2015 dan menyediakan layanan sistem pembayaran untuk memudahkan proses transaksi pelaku bisnis, mulai dari UMKM, startup, e-commerce, hingga perusahaan besar.

    Baca Juga: Investor adalah: Pengertian, Tujuan, dan Jenis-Jenisnya

    Perusahaan Unicorn di Dunia

    Jika saat ini di Indonesia ada 6 perusahaan unicorn yang berjaya, bagaimana di seluruh dunia? Perusahaan analitik bisnis dan basis data global, CB Insights melaporkan, pada Juni 2022, tercatat ada lebih dari 1.100 unicorn di seluruh dunia. Beberapa contoh perusahaan unicorn yang cukup menonjol adalah:

    1. ByteDance

    ByteDance adalah perusahaan unicorn asal China yang didirikan oleh Zhang Yiming. Tercatat, ByteDance memiliki nilai valuasi US$140 miliar atau sekitar Rp2.200 triliun.

    ByteDance menawarkan platform konten yang memungkinkan orang untuk menikmati konten yang didukung oleh teknologi AI. ByteDance mengoperasikan selusin produk yang dapat diakses di seluruh dunia termasuk TikTok, Vigo, Toutiao, dan TopBuzz.

    2. SpaceX

    SpaceX adalah perusahaan milik Elon Musk yang memiliki nilai valuasi US$127 miliar atau sekitar Rp1.909 triliun. Investornya antara lain adalah Founders Fund, Draper Fisher Jurvetson, dan Rothenberg Ventures.

    Kegiatan SpaceX berfokus pada pembuatan roket ruang angkasa. Mereka mengerjakan segalanya, mulai dari mendesain, memproduksi, sampai dengan meluncurkan roket dan pesawat ruang angkasa canggih. Selain itu, SpaceX juga mengembangkan sistem internet broadband latensi rendah untuk memenuhi kebutuhan konsumen di seluruh dunia, yang dikenal sebagai Starlink. 

    3. Shein

    Shein adalah platform e-commerce B2C asal China yang didirikan pada 2008. Pendirinya adalah Chris Xu, seorang wirausahawan dengan latar belakang spesialis pemasaran SEO. 

    Fokus perusahaan ini adalah pada pakaian wanita, tetapi juga menawarkan pakaian pria, pakaian anak-anak, aksesori, sepatu, tas, dan barang mode lainnya.

    Hal menarik yang membuat Shein berbeda dengan e-commerce fashion lainnya adalah kecepatannya dalam merilis produk baru mengikuti tren, termasuk dengan memproduksi fesyen yang serupa dengan produk brand lain yang baru dirilis. Oleh karena itu, model bisnis Shein dikenal sebagai fast fashion.

    4. Stripe

    Stripe adalah sebuah fintech yang membangun infrastruktur ekonomi untuk internet, dan berasal dari Amerika Serikat. Stripe menawarkan platform pemrosesan pembayaran berbasis online yang menjadikan para pemilik toko online mampu menerima pembayaran kartu kredit melalui penggunaan formulir yang dibuat khusus.

    Didirikan pada 2010, Stripe mampu menghasilkan hampir US$12 miliar dalam pendapatan kotor dan US$2,5 miliar dalam pendapatan bersih pada 2021.

    Perbedaan Perusahaan Unicorn dengan Decacorn dan Hectocorn

    Tadi sudah sempat disebutkan bahwa ada dua jenis istilah lain yang digunakan untuk menyebut perusahaan berdasarkan nilai valuasinya selain perusahaan unicorn. Sebutannya adalah decacorn dan hectocorn. Apa saja sih perbedaannya?

    Decacorn

    Decacorn adalah istilah yang diambil dari bahasa Yunani. Deka merujuk pada angka 10 yang ditambah akhiran dari unicorn. Jadi, bisa diartikan bahwa perusahaan decacorn adalah perusahaan yang memiliki nilai valuasi 10 kali lipat dari nilai unicorn, yakni USD10 miliar.

    Di Indonesia, ada Gojek dan Tokopedia yang sudah merger dan berhasil menyandang gelar sebagai perusahaan decacorn. 

    Hectocorn

    Hectocorn berada dua level lebih tinggi daripada unicorn. Artinya, gelar ini ditujukan untuk perusahaan dengan nilai valuasi yang sudah menyentuh angka USD100 miliar.

    Saat ini, di Indonesia belum memiliki perusahaan dengan level hectocorn. Dari seluruh perusahaan di dunia, perusahaan yang mampu menyandang gelar ini adalah Ant financial yang sebelumnya dikenal dengan Alipay, salah satu perusahaan teknologi financial yang bekerjasama dengan Alibaba Group.

    Penutup

    Dari penjelasan singkat tadi, bisa kamu simpulkan bahwa perusahaan unicorn adalah perusahaan yang memiliki tingkat atau nilai valuasi mencapai USD1 miliar atau setara Rp140 triliun lebih.

    Indonesia tidak ingin kalah dengan negara lainnya. Buktinya, ada beberapa perusahaan yang berhasil menyandang gelar sebagai perusahaan unicorn

    Nilai valuasi perusahaan unicorn tidaklah kecil. Kamu pasti tahu bagaimana roller coaster-nya menjalankan bisnis, kan? Meraih angka tersebut memerlukan usaha yang konsisten dan pemikiran yang hebat. 

    Selain itu, kunci keberhasilan lainnya dalam meraih gelar perusahaan unicorn tersebut tentunya berasal dari adanya manajemen perusahaan yang baik, khususnya dalam hal manajemen keuangan. 

    Manajemen dan pencatatan keuangan yang baik, laporan keuangan yang rapi dan mudah dibaca akan mempermudah jalanmu dalam meyakinkan para investor untuk mau dan bersedia menanamkan modalnya pada perusahaan. Mana bisa meyakinkan investor untuk menanam modal kalau laporan keuanganmu acak-acakan?

    Solusinya, kamu bisa memanfaatkan aplikasi atau perangkat lunak keuangan untuk membantu dalam hal pengelolaan bisnis dan pencatatan keuangan. Aplikasi yang seperti apa? Kamu bisa coba gunakan aplikasi keuangan majoo yang super lengkap

    Hanya dengan satu aplikasi untuk segala solusi semua jenis usaha. Satu aplikasi banyak fungsi, namun bisa dipastikan bahwa harganya sangat terjangkau. Ada aplikasi kasir online, aplikasi inventori, aplikasi keuangan dan akunting, aplikasi absensi dan karyawan, aplikasi CRM, serta aplikasi analisa bisnis. Nggak akan rugi kalau berlangganan majoo! 

    Pertanyaan Terkait

    • Perusahaan unicorn adalah sebuah badan usaha, khususnya dalam bentuk perseroan terbatas (PT), yang telah mencapai nilai atau nominal valuasi sebesar US$1 miliar atau sekitar Rp14 triliun, sementara perusahaan decacorn memiliki valuasi US$ 10 miliar.
    • Semua perusahaan unicorn adalah perusahaan startup, dengan valuasi mencapai US$ 1 miliar, sementara tidak semua perusahaan startup masuk ke dalam kategori unicorn.

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Valuasi adalah: Pengertian dan Cara Menghitungnya
    Valuasi adalah perhitungan nilai sebuah perusahaan dengan mempertimbangkan berbagai faktor. Besar maupun kecil, valuasi menjadi hal yang sangat penting.
    Fair Value adalah: Tujuan dan Cara Menghitung
    Nilai Wajar atau Fair Value adalah alat yang sangat berguna untuk membantu pengguna memahami keuangan perusahaan, terutama situasi keuangan saat ini.
    Daftar UMKM Online: Syarat dan Manfaatnya
    Daftar UMKM online bisa dilakukan dengan praktis. Manfaatnya antara lain agar mudah mengembangkan usaha dan untuk mendapatkan bantuan dana dari pemerintah.
    9 Contoh Surat Izin Tidak Masuk Kerja Singkat
    Berikut beberapa contoh surat izin tidak masuk kerja yang dibuat secara singkat dan ringkas. Bisa digunakan sebagai referensi.