Table of Content

    Apa Itu Remarketing dan Bagaimana Cara Melakukannya?

    Remarketing adalah kegiatan pemasaran ulang untuk produk atau jasa yang sebelumnya sudah pernah dipasarkan.

    Berbeda dengan marketing yang mungkin sudah banyak dikenal oleh para pemilik usaha, remarketing adalah jenis kegiatan yang memiliki tujuan yang lebih spesifik. Oleh karena itu, penerapannya pun tak bisa disamakan dengan jenis kegiatan pemasaran lain yang biasa dilakukan.

    Nah, sebenarnya apa, sih, yang dimaksud dengan remarketing? Bagaimana cara melakukannya agar angka penjualan dapat lebih ditingkatkan lagi? Apa yang membuatnya berbeda jika dibandingkan dengan kegiatan marketing pada umumnya?

    Yuk, mari kita bahas bersama-sama agar bisnis yang dikelola dapat memperoleh keuntungan yang lebih besar melalui kegiatan menarik ini!

    Remarketing adalah …

    Secara luas, remarketing adalah istilah dalam bahasa Inggris yang dapat diterjemahkan menjadi pemasaran ulang. Sesungguhnya, kegiatan ini sudah banyak dilakukan sejak dahulu. Meski demikian, efektivitasnya kemudian dapat lebih ditingkatkan lagi sejak para pemilik usaha mulai melakukan kegiatan pemasaran di berbagai platform online.

    Perubahan ini terjadi karena platform-platform digital memungkinkan pemilik usaha untuk memperoleh insight atau wawasan terkait audiens yang menjadi sasaran kegiatan pemasarannya. Bukan berarti kegiatan pemasaran yang dilakukan di luar platform digital tidak memungkinkan praktik ini, lho, tapi harus diakui bahwa platform digital menawarkan fungsi yang berbeda dalam pelaksanaan kegiatan pemasaran.

    Fungsi yang dimaksud tersebut adalah analisis audiens yang menjadi target kegiatan pemasaran tersebut, sesuatu yang sulit untuk diketahui secara tepat apabila kegiatan pemasaran dilakukan di media-media konvensional seperti radio, televisi, maupun surat kabar.

    Melalui platform digital, pemilik usaha dapat mengetahui berapa banyak orang yang melihat posting kegiatan pemasaran, bahkan tak jarang pula platform digital memberikan detail informasi seperti jenis kelamin, usia, dan lokasi. Selain itu, interaksi audiens dengan posting yang dibagikan pun dapat direkam sehingga kegiatan remarketing pun bisa dilakukan dengan lebih tepat sasaran.

    Baca juga: Memaksimalkan Digital Marketing dengan Engagement Rate

    Remarketing Campaign adalah …

    Remarketing campaign adalah salah satu jenis kegiatan pemasaran yang bentuknya merupakan rangkaian aktivitas dan ditujukan untuk melakukan pemasaran ulang. Sama seperti marketing campaign, kegiatan ini dilakukan dengan bertahap untuk membangun animo audiens sehingga di akhir kegiatan, audiens pun tergerak untuk melakukan pembelian.

    Pada dasarnya, jika dilihat dari jenis kegiatannya saja, tak ada perbedaan yang terlalu mencolok antara campaign yang ditujukan untuk marketing maupun remarketing. Namun, audiens serta tujuan pelaksanaan kegiatan itu sendiri yang akan menjadi pembeda.

    Dibilang perbedaannya tidak mencolok, karena tujuan marketing campaign dan juga remarketing campaign adalah mendorong audiens untuk melakukan pembelian. Audiens yang menjadi sasaran keduanya pun bisa jadi sama. Hanya saja, untuk remarketing, pemilik usaha umumnya melihat kembali performa dari marketing campaign yang pernah dilakukan, menganalisis faktor-faktor yang masih bisa ditingkatkan, dan melakukan penyesuaian yang diperlukan sesuai dengan hasil analisis tersebut.

    Dengan kata lain, remarketing campaign dapat disebut sebagai bagian dari marketing, tetapi tidak berlaku sebaliknya karena marketing campaign belum tentu dilakukan untuk tujuan remarketing.

    Jenis Remarketing Berdasarkan Tujuannya

    Ada dua jenis remarketing yang bisa dilakukan oleh pemilik usaha. Faktor yang menjadi pembeda untuk kedua jenis kegiatan ini terletak pada audiens yang menjadi tujuannya. Seperti yang sudah kita ketahui, kegiatan pemasaran mengenal pemisahan pendekatan berdasarkan segmen audiens yang disasar.

    Pemisahan jenis remarketing ini dilakukan untuk memastikan kegiatan pemasaran ulang yang dilakukan benar-benar tepat sasaran, misalnya saja dengan melakukan kegiatan persiapan yang sesuai dengan segmen audiens target. Agar lebih jelas, yuk, perhatikan penjabarannya berikut:

    Baca juga: Marketing Mix 7P: Pentingnya Implementasi dalam Bisnis

    1. Menyasar Pelanggan Baru

    Tidak selamanya kegiatan pemasaran yang dilakukan memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi dalam mendorong angka penjualan. Terkadang, hasil dari kegiatan pemasaran yang dilakukan tidak memengaruhi angka penjualan secara signifikan, salah satunya karena audiens yang menjadi target pemasaran tidak sesuai dengan karakter produk atau jasa yang dipasarkan.

    Dalam situasi di atas, kegiatan remarketing perlu dilakukan untuk menyasar segmen audiens baru yang lebih sesuai agar angka penjualan pun dapat ditingkatkan secara optimal. Tentunya, sebelum masuk dalam penerapan kegiatannya sendiri, sejumlah persiapan perlu dilakukan terlebih dahulu.

    Pemilik usaha dapat mencoba untuk mengidentifikasi hasil kegiatan pemasaran yang pernah dilakukan sebelumnya, misalnya saja mencari tahu apa yang membuat kegiatan pemasaran tersebut dinilai gagal? Apakah memang kegiatan pemasaran yang pernah dilakukan tersebut tidak dikemas secara baik, atau memang ada kesalahan dalam menentukan target audiens, misalnya saja memasarkan produk-produk kecantikan ke segmen audiens laki-laki?

    Dari hasil analisis tersebut, pemilik usaha pun dapat menentukan segmen audiens yang tepat untuk produk atau jasa yang ingin dipasarkan. Selanjutnya, produk atau jasa yang pernah dipasarkan itu dapat dipasarkan kembali dengan cara berbeda yang lebih sesuai dengan segmen target baru.

    Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk melakukan penyesuaian ini, mulai dari memasang kata kunci yang lebih menarik bagi segmen audiens yang baru atau mengganti influencer dengan niche yang lebih sesuai dengan segmen yang ditargetkan.

    Ada dua jenis kegiatan remarketing yang dapat dilakukan sesuai dengan sasaran yang ingin dicapai. 

    2. Menyasar Pelanggan Lama

    Tidak hanya untuk audiens yang benar-benar baru, kegiatan remarketing juga dapat dilakukan untuk menyasar pelanggan lama. Umumnya, situasi ini terjadi ketika suatu produk atau jasa sudah dipasarkan ke segmen audiens yang sesuai, tetapi dengan pendekatan yang kurang tepat sehingga audiens yang ditargetkan tersebut tidak dapat terkonversi untuk melakukan pembelian.

    Seperti biasa, dalam memasarkan ulang suatu produk dan juga jasa, analisis dari hasil kegiatan pemasaran yang pernah dicoba perlu dilakukan untuk mengetahui apa yang bisa ditingkatkan saat melakukan pemasaran ulang, terlebih jika penentuan segmen audiens yang ditargetkan sudah tepat.

    Iklan atau kegiatan pemasaran untuk segmen usia remaja, misalnya saja, akan jauh berbeda dengan iklan untuk segmen usia yang lebih dewasa. Wajar saja, kan? Karena sesuatu yang mungkin bisa menarik perhatian audiens dewasa mungkin jauh berbeda dengan hal yang bisa menarik perhatian audiens remaja. Penyesuaian pun perlu dilakukan dalam kegiatan pemasaran ulang agar audiens semakin tertarik untuk membeli produk maupun jasa yang ditawarkan.

    Baca juga: 5 Perbedaan Sales dan Marketing yang Pebisnis Harus Tahu!

    Cara Membuat Remarketing

    Cara membuat remarketing yang memiliki tingkat keberhasilan tinggi sebenarnya tak terlalu sulit, hanya saja pemilik usaha memang diharapkan rela untuk melakukan persiapan yang matang dengan berbagai riset pembuka.

    Langkah pertama yang harus dilakukan jelas menganalisis apa yang membuat kegiatan pemasaran sebelumnya kurang signifikan dalam meningkatkan penjualan. Setelah berhasil mengidentifikasi hal ini, pemilik usaha pun dapat lebih mudah untuk meningkatkan performa kegiatan pemasaran yang dilakukannya.

    Selanjutnya, dari hasil riset atau analisis yang sudah dilakukan, pemilik usaha dapat memutuskan apakah masih ingin menggunakan materi pemasaran yang pernah digunakan, tetapi dikemas secara berbeda, atau perlu menyiapkan materi yang baru. Umumnya, materi pemasaran yang pernah dibuat masih dapat digunakan kembali dengan sejumlah penyesuaian.

    Tak perlu takut bingung terkait cara membuat remarketing selama riset dan juga analisis yang dilakukan sudah benar. Jika perlu, manfaatkan CRM atau Customer Relation Management untuk mengetahui jenis pemasaran seperti apa yang lebih disuka oleh pelanggan dan membuat mereka lebih tertarik untuk melakukan pembelian.

    Contoh Iklan Remarketing

    Masih bingung dalam melakukan kegiatan pemasaran ulang? Coba perhatikan contoh iklan remarketing berikut:


    Sebuah produk kecantikan berupa sunscreen dari Merek A untuk remaja pernah dipasarkan melalui Instagram dengan caption di bawah:


    Pastikan kulit wajah selalu cerah ceria dengan Sunscreen A yang sudah dilengkapi dengan SPF untuk menangkal efek buruk sinar matahari ini! Tanpa paparan sinar matahari berlebih, kulit pun lebih cerah, bebas flek hitam, dan jauh dari penuaan diri!


    Hasil kegiatan pemasaran dirasa kurang cukup dalam mendorong audiens melakukan pembelian, sehingga dilakukan kegiatan pemasaran ulang melalui Instagram dengan caption baru, yaitu:


    Pulang sekolah siang-siang, kulit jadi hitam karena sinar matahari yang menyengat berlebihan? Sayang, dong, kalau kulit jadi rusak! Yuk, gunakan Sunscreen A yang sudah dilengkapi dengan SPF, jadi pulang sekolah siang-siang pun tetap lega karena sudah ada perlindungan terbaik untuk kulit wajahmu!

     

    Dari contoh iklan remarketing di atas, kita dapat melihat bahwa materi pemasaran yang digunakan masih sama, tetapi dengan pembaruan caption yang dapat membuat audiens remaja lebih relate karena mengambil contoh dari aktivitasnya sehari-hari. Dengan kegiatan remarketing pun, angka penjualan yang tadinya terasa stagnan dapat lebih ditingkatkan lagi!

    Bingung bagaimana cara menganalisis kegiatan pemasaran dan penjualan yang sudah dilakukan? Manfaatkan aplikasi majoo yang sudah dilengkapi dengan berbagai fitur untuk menyajikan data penjualan secara lengkap dan akurat! Yuk, berlangganan aplikasi majoo sekarang juga!

    Baca juga: Strategi dan Jenis Digital Marketing

    Pertanyaan Terkait

    • Secara luas, remarketing adalah istilah dalam bahasa Inggris yang dapat diterjemahkan menjadi pemasaran ulang. Sesungguhnya, kegiatan ini sudah banyak dilakukan sejak dahulu. Meski demikian, efektivitasnya kemudian dapat lebih ditingkatkan lagi sejak para pemilik usaha mulai melakukan kegiatan pemasaran di berbagai platform online.
    • Contoh remarketing adalah ketika suatu perusahaan memasarkan ulang produk atau jasa yang sudah pernah dipasarkan sebelumnya, dengan pendekatan dan kampanye marketing yang baru.

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Contoh Surat Bisnis dan Fungsinya
    Contoh surat bisnis ini akan bikin kamu lebih tahu dan paham cara membuat surat bisnis yang benar dan efektif.
    Sistem, Tujuan, Ciri-ciri, dan Contoh Bisnis MLM
    MLM adalah bisnis yang telah berlangsung lama dan tetap menarik perhatian masyarakat, meski dipandang negatif oleh sebagian orang. Kamu tertarik?
    Apa Itu Retargeting? Ketahui Pengertian & Cara Melakukannya!
    Retargeting adalah bentuk online advertising yang membantu brand berada di bagian depan bounced traffic setelah pengunjung meninggalkan website.
    Online Single Submission Adalah: Pengertian dan Penerapannya
    Online Single Submission (OSS) adalah izin berusaha terintegrasi secara elektronik yang diterbitkan oleh Kementerian Investasi/BKPM untuk para pelaku usaha.