Apa Rumus Disposable Income? Cari Tahu di Sini, Yuk!

Ditulis oleh Faiqotul Himma

article thumbnail

Apa rumus disposable income?

Dalam menjalankan operasional bisnis, tentunya kamu sebagai pemilik bisnis perlu memahami disposable income, lho! Apa itu disposable income? Disposable income adalah kunci untuk mengelola keuangan bisnis dengan bijak.

Disposable income adalah sisa pendapatan setelah mempertimbangkan berbagai biaya dan kewajiban dan memiliki peran krusial dalam merencanakan pertumbuhan dan stabilitas finansial bisnismu.

Dalam artikel ini akan dibahas dengan detail tentang pengertian disposable income hingga rumus disposable income agar kamu tak salah hitung. Yuk, baca sampai selesai ya! 

Pengertian Disposable Income

Secara keseluruhan, disposable income bisa diartikan sebagai uang yang tersisa setelah kamu mengurangkan penghasilan pribadi dengan total pajak yang harus dibayarkan. Pajak ini bisa bervariasi, termasuk pajak properti, pajak penghasilan, dan jenis pajak lainnya.

Dana disposable income ini punya beberapa tujuan penggunaan. Kamu bisa memakainya untuk belanja sehari-hari atau menyimpannya. Besarnya pendapatan ini juga bisa menggambarkan seberapa besar kemampuanmu dalam berbelanja – berlaku buat individu maupun keluarga.

Semakin banyak disposable income yang kamu miliki, semakin tinggi kemampuanmu untuk berbelanja. Ketika kemampuan beli semakin kuat, kehidupan pribadi atau keluargamu bisa lebih nyaman. Prinsip ini juga berlaku bagi perusahaan, ya.

Bila sebuah perusahaan memiliki disposable income yang besar, peluang perusahaan untuk meningkatkan produksi, memperluas area penjualan, berinvestasi lebih dalam bisnis, dan melakukan berbagai aktivitas lainnya semakin terbuka lebar. 

Baca Juga: Disposable Income adalah: Pengertian, Rumus, dan Contoh

Apa Fungsi Disposable Income pada Perusahaan?

Setelah mengetahui pengertian disposable income, tentunya kamu perlu memahami fungsi disposable income bagi bisnismu, ya. Berikut ini beberapa fungsinya, yakni: 

Investasi dan Ekspansi Bisnis

Disposable income perusahaan memiliki peran krusial dalam mendukung investasi dan ekspansi bisnis. Jika perusahaan memiliki sisa pendapatan yang cukup setelah memenuhi semua biaya operasional, perusahaan dapat menggunakan disposable income ini untuk menginvestasikan dalam beberapa hal, misalnya penggunaan teknologi baru untuk operasional perusahaan, menambah fasilitas tambahan, atau mengembangkan produk baru. Jadi, fungsi dari disposable income membantu perusahaan untuk memperluas jangkauan bisnisnya dan meningkatkan pertumbuhan bisnis jangka panjang. 

Mengatasi Tantangan Keuangan

Disposable income juga dapat digunakan untuk menghadapi tantangan keuangan yang tidak terduga atau situasi darurat. Perusahaan mungkin perlu menanggapi fluktuasi pasar atau perubahan ekonomi yang datang secara tiba-tiba. Keberadaan disposable income memberikan fleksibilitas keuangan dan memungkinkan perusahaan untuk mengatasi situasi sulit tanpa harus merusak inti operasional bisnis. 

Diversifikasi Portofolio

Dengan memiliki disposable income yang cukup, perusahaan bisa menjajaki peluang investasi di luar bisnis inti yang dijalani. Diversifikasi ini, misalnya investasi di pasar saham, properti, atau bahkan bisnis baru yang terkait dengan sektor yang berbeda. Diversifikasi portofolio investasi dapat membantu mengurangi risiko dan memberikan peluang untuk mendapatkan penghasilan tambahan, lho!

Pengembangan Sumber Daya Manusia

Perusahaan juga dapat menggunakan disposable income untuk melatih karyawan, meningkatkan kualitas tenaga kerja, dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik. Cara ini digunakan untuk meningkatkan produktivitas, kreativitas, dan loyalitas karyawan, yang pada akhirnya berkontribusi pada pertumbuhan dan kesuksesan perusahaan. 

Dividen dan Penghargaan bagi Pemegang Saham

Jika perusahaan memiliki disposable income yang signifikan, perusahaan dapat membagikan dividen kepada pemegang saham sebagai bagian dari keuntungan yang dihasilkan. Bisa dikatakan fungsi disposable income ini dapat meningkatkan kepercayaan pemegang saham dan memberikan imbalan atas investasi mereka di perusahaan. 

Inovasi dan Penelitian

Disposable income juga dapat ditempatkan dalam penelitian dan pengembangan untuk mendorong inovasi produk atau layanan. Perusahaan bisa menggunakannya untuk mengembangkan teknologi baru, meningkatkan kualitas produk, atau menciptakan solusi yang lebih efisien, ya. 

Menjaga Keberlanjutan Finansial

Pengelolaan disposable income secara bijak dapat membantu perusahaan untuk menjaga keberlanjutan finansial jangka panjang. Dengan memiliki cadangan dana yang cukup, perusahaan dapat mengatasi tantangan ekonomi yang mungkin muncul dan menghindari masalah likuiditas yang dapat mengancam kelangsungan bisnis. 

Baca Juga: Net Income adalah: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

Rumus disposable income untuk mengetahui sisa pendapatan perusahaan selama satu tahun.

Faktor yang Memengaruhi Disposable Income

Dalam konteks keuangan, disposable income merupakan hal yang sangat penting. Namun, banyak faktor yang bisa memengaruhi seberapa besar disposable income perusahaan. Mari kita lihat beberapa faktor utama yang dapat memengaruhi besarnya disposable income berikut ini. 

Pendapatan Usaha

Faktor dasar yang memengaruhi disposable income yaitu dari pendapatan usaha atau total pendapatan yang diterima oleh perusahaan dari penjualan produk atau layanan. Semakin besar pendapatan usaha, semakin besar potensi disposable income perusahaan. 

Biaya Operasional

Besar biaya operasional yang diperlukan untuk menjalankan bisnis adalah faktor penting dalam menentukan disposable income. Biaya produksi, gaji karyawan, bahan baku, dan biaya operasional lainnya akan mengurangi pendapatan usaha dan pada gilirannya memengaruhi disposable income. 

Pajak dan Regulasi

Pajak perusahaan dan peraturan pemerintah yang berlaku juga dapat memengaruhi disposable income, lho! Tarif pajak yang tinggi atau perubahan dalam peraturan pajak dapat berdampak langsung pada besarnya disposable income pada perusahaan. 

Pengeluaran Investasi

Pengeluaran untuk investasi dalam pengembangan produk baru, ekspansi bisnis, atau peningkatan fasilitas juga memainkan peran dalam disposable income. Meskipun pengeluaran ini dapat mengurangi pendapatan sementara, tapi dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi perusahaan. 

Utang dan Biaya Finansial

Jika perusahaan memiliki utang atau harus membayar bunga dan cicilan utang, tentu saja akan mengurangi disposable income. Biaya finansial ini harus diperhitungkan dalam menghitung pendapatan yang dapat digunakan. 

Efisiensi Operasional

Kemampuan perusahaan untuk mengelola biaya operasional dengan efisien dapat memengaruhi disposable income. Upaya untuk mengurangi pemborosan dan meningkatkan efisiensi dapat meningkatkan sisa pendapatan yang dapat digunakan. 

Fluktuasi Pasar dan Permintaan

Perubahan dalam permintaan pasar dan fluktuasi dalam kondisi ekonomi juga dapat memengaruhi disposable income perusahaan. Jika permintaan menurun, pendapatan dapat terpengaruh dan pada akhirnya memengaruhi disposable income. 

Inovasi dan Penetrasi Pasar

Kemampuan perusahaan untuk menghadirkan produk atau layanan baru atau memasuki pasar baru juga berdampak pada disposable income. Strategi ini dapat membuka peluang baru untuk pendapatan yang dapat meningkatkan disposable income.

Jadi pertimbangkan faktor-faktor di atas untuk merencanakan pertumbuhan dan stabilitas keuangan perusahaan, ya. Pengelolaan disposable income perusahaan yang cermat akan membantu perusahaan mengoptimalkan penggunaan sumber daya keuangan untuk mencapai tujuan bisnis jangka panjang. 

Cara Menghitung Disposable Income

Setelah mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi disposable income di atas, mungkin kamu tertarik untuk mengetahui cara menghitung disposable income. Nah, di bawah ini akan dijelaskan tentang cara menghitung disposable income.

Pertama-tama kamu perlu mengetahui rumus disposable income ini, ya. Rumusnya adalah sebagai berikut:

 Rumus disposable income

Keterangan:

  • Pendapatan tahunan: total pendapatan (income) dalam satu tahun.

  • Pajak langsung: Pajak ini termasuk Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

  • Biaya-biaya lainnya: Biaya ini meliputi iuran yang perlu dibayarkan perusahaan, misalnya BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, dan lain-lain. 

Contoh Perhitungan Disposable Income

Misalnya perusahaan AXY memiliki pendapatan usaha sebesar Rp500.000.000 dalam satu tahun. Total biaya operasionalnya adalah Rp300.000.000 dan pajak yang harus dibayarkan mencapai Rp80.000.0000. Perusahaan juga membayar bunga utang sebesar Rp15.000.000 dan memiliki pendapatan pasif dari investasi sebesar Rp10.000.000. Bagaimana cara mencari disposable income-nya? Yuk simak berikut ini!

Disposable Income = Pendapatan Usaha – (Biaya Operasional + Beban Pajak + Beban Finansial) + Pendapatan Pasif

Disposable Income = Rp500.000.000 – (Rp300.000.000 + Rp80.000.000 + Rp15.000.000) + Rp10.000.000

Disposable Income = Rp115.000.000

Dalam contoh ini, nilai disposable income yang diperoleh perusahaan AXY yaitu Rp115.000.000 setelah mempertimbangkan pendapatan, biaya operasional, pajak, beban finansial, dan pendapatan pasif. 

Kesimpulan

Aplikasi wirausaha majoo

Pemahaman tentang cara menghitung disposable income pada perusahaan adalah kunci untuk mengelola keuangan bisnis dengan cerdas. Dengan mengikuti langkah-langkah dan rumus disposable income yang tepat, perusahaan dapat memiliki gambaran yang lebih jelas tentang efektifnya pengelolaan pendapatan dan pengeluaran perusahaan.

Namun, dalam menghadapi tuntutan dunia bisnis yang semakin dinamis, dukungan teknologi juga memainkan peran penting. Tak perlu bingung lagi, kini ada aplikasi majoo yang sudah berbasis cloud storage, lho!

Aplikasi majoo tidak hanya menawarkan kemudahan dalam menghitung disposable income perusahaan, tetapi juga menyediakan berbagai fitur lainnya yang membantu dalam mengelola operasional bisnis secara lebih efisien. Dengan kemudahan akses melalui aplikasi ini, kamu sebagai pemilik bisnis dapat lebih efisien dalam mengelola keuangan, memantau disposable income, dan merencanakan langkah-langkah keuangan yang lebih cerdas guna mencapai pertumbuhan dan kesuksesan bisnis yang berkelanjutan.

Tak perlu berlama-lama lagi, yuk, gunakan aplikasi majoo untuk upgrade bisnismu!


Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
majoo logo circle

Silakan Isi data diri di bawah Ini untuk terhubung dengan majooCare

+62
whatsapp logo