Suku Bunga: Pengertian, Fungsi, dan Jenisnya

Ditulis oleh Faiqotul Himma

article thumbnail
Tentunya kamu sering mendengar istilah suku bunga, bukan? Suku bunga menjadi aspek penting dalam industri perbankan. Dampak adanya suku bunga ini pun meluas ke berbagai aktivitas perbankan, mulai dari belanja, menabung, investasi, hingga pembelian properti. Sebagai pengusaha, kamu perlu mengamati suku bunga ini dengan seksama. Pasalnya suku bunga ini bisa memengaruhi operasional bisnismu.

Secara tidak langsung, suku bunga memiliki pengaruh yang signifikan bagi seluruh masyarakat dan dunia bisnis. Mengapa hal ini terjadi? Sebelum kamu mengenal lebih jauh tentang suku bunga, penting bagi kamu untuk memahami definisi suku bunga secara menyeluruh, ya. Simak, yuk!

Apa Itu Suku Bunga?

Suku bunga memiliki beberapa pengertian yang berbeda. Menurut OJK, suku bunga adalah biaya yang harus dibayarkan peminjam atau imbalan bagi pemberi pinjaman.  Suku bunga Bank Indonesia ditetapkan oleh Bank Indonesia dan akan memengaruhi suku bunga bank.

Dalam dunia perbankan, suku bunga adalah imbalan jasa yang diberikan oleh bank kepada nasabah. Suku bunga juga merupakan biaya yang harus dibayarkan oleh nasabah yang meminjam uang. Perhitungan suku bunga dilakukan untuk memastikan kenyamanan dalam transaksi pinjam meminjam karena melibatkan biaya peluang dan risiko. 

Baca Juga: Suku Bunga adalah: Pengertian, Fungsi dan Contoh Rumusnya

Fungsi Suku Bunga

Suku bunga memiliki beberapa fungsi penting dalam berbagai aspek keuangan dan perekonomian. Berikut ini beberapa fungsi dari suku bunga yang perlu kamu ketahui, ya. 

1.    Mendorong Investasi

Suku bunga dapat mendorong arus investasi yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi. Dengan suku bunga yang rendah, biaya pinjaman atau pendanaan menjadi lebih terjangkau, mendorong pengusaha untuk melakukan investasi dalam proyek baru atau memperluas bisnis mereka. 

2.    Menarik Investor

Tingkat suku bunga menjadi faktor daya tarik bagi investor untuk mengalokasikan dan menginvestasikan dana mereka. Ketika suku bunga tinggi, investor cenderung mencari peluang investasi yang memberikan imbal hasil yang lebih tinggi. Sebaliknya, jika suku bunga rendah dapat menarik investor untuk mengalihkan dana ke sektor investasi yang lebih menguntungkan. 

3.    Pengaturan Mata Uang dan Inflasi

Suku bunga membantu suatu negara dalam menjaga keseimbangan antara jumlah mata uang yang beredar dengan permintaan uang. Melalui pengaturan suku bunga, bank sentral dapat mengendalikan inflasi dengan mengatur tingkat pinjaman dan kebijakan moneter. 

4.    Kebijakan Pemerintah

Suku bunga dapat digunakan sebagai alat kebijakan pemerintah untuk meningkatkan jumlah tabungan dan investasi dalam perekonomian. Dengan menaikkan suku bunga, pemerintah dapat mendorong masyarakat untuk menyimpan lebih banyak dan mengurangi pengeluaran konsumsi, sehingga meningkatkan tabungan dan pendanaan bagi sektor investasi.

5.    Pengaruh terhadap Produksi dan Inflasi

Tingkat suku bunga juga dapat mempengaruhi tingkat produksi dan mengontrol tingkat inflasi. Ketika suku bunga rendah, pinjaman dan investasi meningkat, yang pada gilirannya dapat mendorong pertumbuhan produksi. Namun, suku bunga yang terlalu tinggi dapat menghambat aktivitas investasi dan mengendalikan inflasi yang berlebihan.


Jenis Suku Bunga

Setelah memahami fungsi suku bunga, mari kita bahas tentang berbagai jenis suku bunga beserta contohnya. Informasi ini akan membantu kamu dalam menentukan produk keuangan yang tepat.

Dalam industri perbankan, suku bunga terbagi menjadi lima jenis, yaitu: 

1.    Fixed Interest Rate (Suku Bunga Tetap)

Suku bunga tetap tidak berubah selama periode kredit berlangsung hingga tanggal jatuh tempo berakhir. Suku bunga tetap sering digunakan dalam produk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) untuk rumah bersubsidi. Selain itu, suku bunga tetap juga umum digunakan dalam kredit motor.

Rumus untuk menghitung bunga tetap, yaitu:

Bunga per bulan = (pokok pinjaman awal x jumlah tahun jangka waktu kredit x suku bunga per tahun) / jumlah bulan dalam jangka waktu kredit. 

2.    Floating Interest Rate (Suku Bunga Mengambang)

Berbeda dengan suku bunga tetap, suku bunga mengambang umumnya berubah berdasarkan suku bunga acuan. Jadi, jika suku bunga di pasar naik, suku bunga kredit juga akan naik.

Misalnya, dalam produk KPR, bank mungkin memberlakukan suku bunga tetap selama dua tahun pertama. Namun, pada tahun ketiga, suku bunga akan mengikuti suku bunga mengambang.

3.    Flat Interest Rate (Suku Bunga Flat)

Perhitungan atas suku bunga flat ini berdasarkan jumlah pinjaman awal dari setiap periode cicilan. Perhitungannya sederhana. Biasanya, suku bunga flat digunakan dalam kredit jangka pendek seperti Kredit Tanpa Agunan (KTA). 

4.    Effective Interest Rate (Suku Bunga Efektif)

Perhitungan suku bunga efektif berdasarkan pada sisa utang nasabah. Oleh karena itu, jumlah cicilan bulanan akan bervariasi. Hal ini terjadi karena jumlah bunga yang dibayarkan akan berkurang seiring berkurangnya utang pokok, sedangkan jumlah angsuran tetap.

Penerapan suku bunga efektif dianggap lebih meringankan nasabah karena semakin sedikit jumlah pinjaman pokok, semakin sedikit pula jumlah bunga yang harus dibayarkan.

Rumus untuk menghitung bunga efektif, yaitu:

Bunga = saldo pokok pinjaman bulan sebelumnya x suku bunga per tahun x (30/360) 

5.    Annuity Interest Rate (Suku Bunga Anuitas)

Dalam perhitungan suku bunga anuitas, jumlah bunga yang harus dibayarkan pada awal periode kredit lebih tinggi daripada pembayaran pokok. Namun, situasi ini akan berbalik mendekati akhir periode kredit. Annuity interest rate ini sering digunakan pada pinjaman jangka panjang seperti KPR atau kredit investasi jangka panjang.

Rumus untuk menghitung bunga anuitas, yaitu:

Bunga = saldo pokok pinjaman bulan sebelumnya x suku bunga per tahun x (30/360) 

Baca Juga: Kebijakan Diskonto: Definisi, Contoh, serta Dampaknya

Pengaruh Suku Bunga pada Bisnis

Suku bunga memiliki berbagai pengaruh terhadap bisnis dan dunia usaha. Kamu sebagai pemilik bisnis, penting halnya mengetahui pengaruh suku bunga ini terhadap bisnismu. Berikut ini tiga pengaruh suku bunga terhadap bisnis, di antaranya: 

1.    Pengaruh Suku Bunga pada Pinjaman

Adanya perubahan suku bunga akan memengaruhi pinjaman. Sebagai pebisnis, tentunya membutuhkan dana untuk kelangsungan bisnismu, bukan? Seringkali pebisnis mengambil pinjaman jangka pendek untuk menutup kekurangan biaya operasional, misalnya pembayaran gaji.

Dengan adanya suku bunga yang lebih tinggi, biaya pinjaman menjadi lebih tinggi karena kamu harus membayar bunga yang lebih tinggi kepada pemberi pinjaman.

Untuk perusahaan besar, seringkali mengambil utang jangka panjang untuk perbaikan dan pengembangan infrastruktur. Semakin tinggi tingkat suku bunga yang berlaku, jumlah hutang bisnis akan meningkat, tentunya akan menghambat perkembangan dunia usaha.

2.    Pengaruh Suku Bunga terhadap Strategi Bisnis

Suku bunga memiliki peran penting dalam menentukan strategi bisnis yang kamu jalani. Pada dasarnya, setiap bisnis bertujuan untuk mencapai keuntungan yang optimal.

Dalam mengembangkan strategi bisnis, perusahaan harus mempertimbangkan tingkat suku bunga yang berlaku. Suku bunga yang tinggi bisa membuat pilihan investasi menjadi kurang menarik, karena nasabah lebih condong pada simpanan atau deposito yang menawarkan keuntungan tetap.

Suku bunga yang lebih tinggi dapat memengaruhi keseimbangan antara risiko dan keuntungan dalam rencana bisnis. Kamu juga perlu memperhitungkan alternatif lain, seperti memilih sumber pendanaan yang lebih terjangkau atau menyesuaikan harga produk atau layanan untuk mengatasi pengaruh suku bunga yang tinggi ini. 

3.    Pengaruh Suku Bunga terhadap Investasi

Dampak suku bunga terhadap bisnis adalah pengaruhnya terhadap peningkatan modal melalui penjualan saham. Ketika sebuah perusahaan akan go public, mereka akan menjual saham untuk meningkatkan modal. Investor yang tertarik dengan perusahaan tersebut dapat membeli sahamnya dengan harapan memperoleh dividen dan kenaikan nilai saham di masa depan. Maka dari itu, ketika suku bunga tinggi, permintaan investasi cenderung menurun sehingga perusahaan akan kesulitan dalam mengumpulkan dana melalui penawaran saham. 

Kesimpulan

Suku bunga memiliki peran penting dalam arus kas, investasi, tabungan, dan pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh. Selain memengaruhi keputusan setiap individu dalam meminjam dana atau investasi, suku bunga juga berdampak pada pengeluaran konsumen, harga saham, dan pasar keuangan.

Suku bunga adalah alat kebijakan pemerintah untuk mengendalikan inflasi, meningkatkan investasi, dan menjaga stabilitas ekonomi. Mengikuti perkembangan ekonomi dan memahami rumus-rumus perhitungan suku bunga membantu kamu dalam membuat suatu keputusan finansial yang cerdas sehingga kamu pun akan terhindar dari risiko yang tidak diinginkan.

Di era teknologi yang kita jalani saat ini, kita memiliki kesempatan untuk memanfaatkan kemajuan teknologi untuk mendapatkan laporan keuangan yang akurat dan real-time. Salah satu solusi terbaik yang bisa digunakan adalah aplikasi majoo.

Aplikasi majoo adalah aplikasi wirausaha online untuk semua jenis bisnis dan berbasis digital. Di dalamnya terdapat banyak fitur menarik dan bisa membantu semua operasional bisnismu, lho! Salah satu fitur yang sangat membantumu dalam membuat laporan keuangan adalah fitur akuntansi. Dengan menggunakan fitur ini, kamu bisa membuat lebih dari 30 laporan keuangan  secara otomatis. Wah, sangat membantu, ya!

Nikmati beragam fitur dan layanan menarik untuk kelola bisnismu dengan majoo! Yuk, mulai majoo sekarang!

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
whatsapp logo