Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    Apa itu Year to Date (YTD) dalam Keuangan?

    Apa itu metode perhitungan year to date (YTD)?

    Dalam perjalanan bisnisnya, perusahaan perlu melakukan penyajian data keuangan yang berguna untuk menunjukkan pertumbuhan kinerja perusahaan tersebut dalam kurun waktu tertentu. Salah satu metode perhitungan yang digunakan dalam penyajian data keuangan ini dikenal dengan istilah YTD, yang merupakan singkatan dari year to date.

    Year to date atau biasa dikenal sebagai YTD adalah perhitungan yang sering digunakan dalam keuangan, akuntansi, dan manajemen. Jika kamu adalah seorang pemilik bisnis atau pengusaha, mempelajari dan menguasai cara menghitung YTD dapat membantumu dalam menghitung dan menganalisis metrik keuangan yang relevan.

    Baca juga: Analisis Laporan Keuangan dan Fungsinya dalam Bisnis

    Apa itu Year to Date (YTD)?

    Secara umum, pengertian YTD adalah penghitungan tanggal yang dimulai dari hari pertama tahun kalender fiskal sampai saat ini. Year to date biasanya digunakan untuk menghitung tren sepanjang tahun berjalan. Di Indonesia, penghitungan year to date umumnya dimulai dari tanggal 1 Januari. 

    Berdasarkan asal katanya, YTD merupakan istilah yang menunjukkan cara penghitungan suatu variabel dalam periode tertentu. Variabel tersebut dihitung dari titik awal dimulainya periode (dapat berdasarkan tahun kalender atau tahun fiskal) sampai dengan titik akhir di hari atau tanggal tertentu.

    Tahun fiskal adalah periode waktu yang berlangsung satu tahun tetapi tidak harus dimulai pada 1 Januari. Ini digunakan oleh pemerintah, perusahaan dan organisasi lain untuk tujuan akuntansi dan audit eksternal. 

    Informasi YTD berguna untuk melakukan analisis tren bisnis dari waktu ke waktu atau membandingkan data kinerja dengan kompetitor maupun rekan bisnis dalam industri yang sama. 

    Misalnya, perusahaan A membukukan pendapatan YTD sebesar Rp1,5 miliar pada 30/09/2022. Artinya, pendapatan tersebut merupakan akumulasi dari pendapatan yang dimulai pada awal periode tahun 2022, yaitu 01/01/2022 sampai dengan akhir periode, yaitu 30/09/2022.

    YTD merupakan perhitungan yang dapat membantu profesional keuangan, akuntansi, dan pihak manajemen perusahaan dalam menentukan perubahan berbagai metrik yang relevan dari awal tahun fiskal atau kalender. Mereka juga bisa menggunakan metode ini untuk menentukan pengeluaran tahun berjalan, dan menghitung jumlah uang yang diperoleh. 

    Kinerja yang bisa dihitung dengan year to date, antara lain adalah hasil investasi, pendapatan, laba. sedangkan yang menggunakan periode penghitungan ini yaitu perusahaan, pemerintah, atau organisasi lain untuk tujuan akuntansi dan audit. 

    Bahkan, karyawan dan pekerja lainnya juga dapat menggunakan YTD untuk menghitung penghasilan mereka dari awal tahun hingga saat ini.

    Rumus Year to Date

    Apakah ada rumus tertentu dalam cara menghitung year to date? Tentu saja ada. Rumus year to date yang biasa digunakan adalah:

    Tahun ke tanggal = (Nilai tanggal yang ditentukan/Mulai dari nilai tanggal yang ditentukan) – 1 x 100%

    Mengubah hasil perhitungan YTD menjadi persentase (dengan cara mengalikan 100%) dapat mempermudah penilaian perubahan selama periode waktu yang ditentukan. Nilai persentase yang didapat bisa digunakan untuk menganalisis. 

    Hal yang perlu diingat sebelum kamu melakukan perhitungan YTD dengan rumus year to date adalah:

    • Pertumbuhan YTD akan sama dengan perhitungan Year on Year (YOY) untuk 1 tahun fiskal penuh. Artinya, kita membandingkan data di tanggal 31 Desember saat ini dengan 31 Desember tahun sebelumnya.
    • Perbandingan YTD harus dilakukan secara konsisten dengan tanggal mulai tahun fiskal yang sama. Ini dilakukan untuk menghindari munculnya distorsi hasil karena faktor musiman atau lainnya.

    Baca Juga: Yuk, Kenalan dengan Analisis Keuangan YOY Growth!

    Cara Menghitung Year to Date (YTD)

    Setelah mengetahui rumus year to date, kamu juga perlu memahami cara menghitung year to date, step by step, agar tidak sampai terjadi kesalahan dalam perhitungannya. Berikut langkah-langkah yang bisa kamu terapkan. 

    1. Mengumpulkan Data yang Dibutuhkan

    Langkah pertama yang dapat kamu lakukan dalam cara menghitung year to date adalah dengan mengumpulkan semua informasi yang diperlukan. Artinya, kumpulkan semua nilai untuk apa pun yang ingin kamu hitung, baik di awal periode yang bersangkutan maupun pada tanggal saat ini.

    Misalnya, kalau kamu ingin menggunakan YTD untuk menentukan perubahan portofolio investasi, ada dua nilai yang kamu perlukan untuk melakukannya, yaitu nilai portofolio di awal tahun dan nilainya pada tanggal saat kamu ingin membuat perhitungan.

    2. Input Data ke dalam Rumus YTD

    Setelah mengumpulkan nilai awal dan saat ini, kamu bisa mulai memasukkannya ke dalam rumus YTD untuk menentukan perubahan metrik yang dihitung sepanjang tahun.

    3. Lakukan Perhitungan

    Setelah memasukkan data ke dalam rumus, kamu dapat membuat perhitungan sebenarnya dengan menggunakan aljabar dasar. Hasilnya adalah dalam bentuk desimal yang dapat kamu gunakan untuk menentukan perubahan dalam bentuk persentase.

    4. Ubah Hasilnya Menjadi Persentase

    Mengubah data YTD yang dihitung menjadi persentase dapat mempermudah penilaian perubahan selama periode waktu yang ditentukan. Kamu bisa mengubah hasil perhitungan year to date menjadi persentase dengan mengalikan hasil perhitungan awal dengan 100. 

    Informasi YTD berguna untuk menganalisis tren bisnis atau membandingkan data kinerja.

    Fungsi Year to Date (YTD)

    Pada dasarnya, metode perhitungan YTD dapat digunakan oleh perusahaan, organisasi, dan individu dengan cara yang berbeda. Beberapa fungsi year to date bagi bisnis yang umum dilakukan adalah: 

    Menghitung Pengembalian YTD 

    Seseorang atau perusahaan dapat menggunakan rumus YTD untuk menghitung keuntungan atau kerugian dari investasi yang mereka lakukan, dari hari pertama tahun kalender hingga hari tertentu. Informasi ini berfungsi bagi pemangku kepentingan investasi untuk menentukan seberapa baik kinerja satu atau lebih investasi pada titik waktu tertentu.

    Menilai Keuangan Perusahaan

    Perusahaan dapat membandingkan pernyataan YTD saat ini dengan pernyataan dari tahun-tahun sebelumnya untuk menilai evolusi mereka dan untuk mendeteksi tren keuangan yang tidak biasa.

    Menghitung Gaji Bersih Karyawan

    Pembayaran bersih YTD karyawan adalah selisih antara total pendapatan mereka sebelum menghitung semua pajak dan tunjangan dan pendapatan aktual mereka. Jadi, apabila seorang karyawan ingin menentukan gaji bersih mereka, biasanya dapat menemukannya di slip gaji dan itu termasuk semua penghasilan mereka sejak 1 Januari tahun yang bersangkutan, dikurangi pajak dan tunjangan.

    Baca juga: Menerapkan Format dan Contoh Slip Gaji Karyawan Secara Tepat

    Menghitung Pendapatan YTD

    Individu, perusahaan, kontraktor, dan bisnis dapat menghitung pendapatan YTD mereka untuk menentukan total pendapatan mereka dari hari pertama tahun fiskal atau kalender. Entitas komersial lainnya pun dapat menggunakan perhitungan pendapatan YTD untuk memperkirakan berapa banyak pajak yang mungkin mereka bayar untuk periode masing-masing dan untuk menilai kemajuan mereka dalam mencapai tujuan keuangan mereka.

    Menganalisis Kinerja Keuangan 

    Perhitungan YTD yang diiringi dengan penggunaan month to date (MTD) dapat berfungsi dalam menganalisis kinerja keuangan bulanan. MTD adalah variasi dari YTD dan memperhitungkan periode waktu antara hari pertama dalam sebulan dan hari kerja terakhir yang diselesaikan sebelum tanggal saat ini. 

    Contoh Perhitungan Year to Date (YTD) 

    Berikut beberapa contoh perhitungan yang menggunakan metode year to date (YTD). 

    Contoh 1:

    Seorang investor pasar saham memiliki portofolio yang terdiversifikasi yang terdiri dari saham di tiga perusahaan berbeda yaitu PT. Unilever, PT. Antam, dan PT. GG.

    Pada 1 Januari 2020, sahamnya di tiga perusahaan masing-masing bernilai Rp. 40.000.000, Rp. 20.000.000, dan Rp. 50.000.000. Setelah memeriksa portofolio mereka pada tanggal 15 November, investor menemukan bahwa tiga set saham sekarang bernilai Rp. 48.948.000 Rp15.330.000, dan Rp. 51.030.000.

    Bila menggunakan perhitungan YTD untuk menentukan pengembalian YTD atas saham yang mereka miliki, jumlah total nilai portofolio di awal tahun adalah:

    Rp. 40.000.000 + Rp. 20.000.000 + Rp. 50.000.000 = Rp. 110.000.000

    Kemudian, total nilai portofolio pada tanggal 15 November adalah:

    Rp. 48.948.000 + Rp. 15.330.000 + Rp. 51.030.000 = Rp. 115.308.000

    Jadi, perhitungan YTD yang bisa diterapkan adalah:

    YTD = (Nilai saat ini / Nilai awal) – 1

    YTD = (115.308.000/110.000.000) – 1

    YTD = 1,048 – 1

    YTD = 0,048

    Setelah melakukan perhitungan, investor tersebut dapat mengubah angka yang dihasilkan menjadi persentase, dan mendapatkan hasil perubahan YTD dari portofolio sahamnya adalah pertumbuhan sebanyak 4,8%.

    Contoh 2:

    PT Bahagia Sejahtera ingin menghitung pendapatan YTD mereka untuk empat bulan pertama di tahun 2022. Tujuannya adalah untuk membandingkan angka-angka tersebut dengan pendapatan untuk empat bulan pertama tahun lalu, yang totalnya adalah Rp.135.636.000

    Penghasilan bulanan mereka untuk tahun masing-masing hingga saat itu adalah:

    • Januari: Rp. 31.966.000
    • Februari: Rp. 39.993.000
    • Maret: Rp. 41.500.000
    • April: Rp. 40.550.000

    Tim manajemen perusahaan dapat menentukan penghasilan YTD mereka dengan menambahkan setiap angka penghasilan bulanan hingga 1 Mei. Hasilnya adalah:

    Penghasilan 1 Mei YTD = Rp. 31.966.000 + Rp. 39.993.000 + Rp. 41.500.000 + Rp. 40.550.000 = Rp. 154.009.000

    Mereka dapat menganalisis kinerja bisnis perusahaan untuk empat bulan pertama tahun 2022 dengan membandingkannya dengan kinerja tahun lalu pada periode yang sama dan menyatakan perbedaan antara kedua angka tersebut sebagai persentase.

    Untuk melakukannya, yang harus mereka lakukan pertama kali adalah menghitung selisih antara kedua angka tersebut dan menyatakannya sebagai persentase dari pendapatan tahun lalu. Perhitungannya adalah:

    Rp. 154.009.000 – Rp. 135.636.000 = Rp. 18.373.000

    Angka tersebut menunjukkan bahwa perusahaan menghasilkan Rp.18.373.000 lebih banyak dalam empat bulan pertama tahun 2022, dibandingkan dengan empat bulan pertama tahun 2021. 

    Untuk melihat berapa persentasenya, mereka melakukan perhitungan berikut:

    (Rp. 18.373.000*100)/ Rp. 135.636.000 = 13,5%

    Jadi, kesimpulannya adalah dengan melakukan perhitungan year to date, diketahui bahwa PT Bahagia Sejahtera telah meningkatkan pendapatannya untuk trimester pertama tahun 2022 sebesar 13,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

    Kesimpulan

    Perhitungan year to date adalah perhitungan yang dilakukan untuk mengetahui perubahan yang terjadi dari awal tahun atau fiskal hingga tanggal saat ini. Hasil perhitungan YTD tersebut nantinya dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk mengevaluasi kinerja bisnis.

    Satu hal yang bisa dipastikan adalah bahwa perhitungan dengan metode YTD ini hanya bisa dilakukan apabila perusahaan atau bisnismu telah melakukan proses pembukuan yang tepat dan akurat. 

    Jika kamu adalah seorang investor, kamu perlu memahami istilah-istilah seperti ini agar tidak salah menghitung dan menginterpretasikan data keuangan perusahaan dan data perkembangan harga aset investasi. 

    Kemudian, kalau kamu ternyata adalah seorang pelaku bisnis atau pemilik perusahaan, untuk memudahkan proses pembukuan dan perhitungan, serta analisis dalam bentuk lainnya, kamu perlu menambahkan aplikasi keuangan seperti majoo untuk menemani dan membantu proses operasional bisnismu. 

    Aplikasi majoo merupakan aplikasi wirausaha lengkap yang dapat diandalkan untuk solusi segala jenis bisnis agar lebih maju. Tidak ada salahnya mempermudah tugas admin keuangan di perusahaan dengan menggunakan aplikasi ini kan? So, segera tinggalkan cara lama dan mulai langkah praktis dalam berbisnis bersama majoo sekarang juga! 

    Pertanyaan Terkait

    • Secara umum, pengertian YTD adalah penghitungan tanggal yang dimulai dari hari pertama tahun kalender fiskal sampai saat ini. Year to date biasanya digunakan untuk menghitung tren sepanjang tahun berjalan. Di Indonesia, penghitungan year to date umumnya dimulai dari tanggal 1 Januari.
    • Cara menghitung year to date adalah dengan menggunakan rumus: Tahun ke tanggal = (Nilai tanggal yang ditentukan/Mulai dari nilai tanggal yang ditentukan) – 1 x 100%

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Quick Ratio adalah: Kelebihan dan Kekurangannya
    Quick ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur likuiditas jangka pendek suatu perusahaan. Apa saja kelebihan dan kekurangan quick ratio?
    Newsletter adalah: Definisi, Manfaat, dan Tips Newsletter
    Newsletter adalah tools yang dapat menjembatani perusahaan dengan pelanggan untuk berbagi informasi penting dan menarik terkait perusahaan secara rutin.
    Benarkah Termin adalah Istilah untuk Cicilan atau Uang Muka?
    Termin adalah sistem pembayaran dengan jangka waktu berdasarkan kesepakatan, atau terkait syarat yang telah disepakati saat akad jual secara kredit.
    Payback Period Adalah: Dari Rumus Sampai Contohnya
    Sederhananya, pengertian payback period adalah jangka waktu yang diperlukan untuk mengembalikan nilai investasi yang telah dikeluarkan.