Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    Benarkah Pinjaman Modal Digital Adalah Solusi Keuangan UMKM?



    Dilihat dari namanya, UMKM adalah singkatan dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Dari sini pun sudah terlihat bahwa usaha atau bisnis ini memang tidak hadir dengan jumlah modal yang luar biasa besar. UMKM muncul dengan modal yang terbatas tapi mengharapkan keuntungan yang tak terbatas. Apakah bisa? Tentu saja. 


    Masalahnya, tidak semua pelaku UMKM pandai dalam mengelola keuangan bisnisnya. Alur kas yang tidak rapi, biaya produksi yang terlalu besar, sampai ke kurang berhasilnya pemasaran produk yang berimbas pada minimnya pendapatan, akan mempengaruhi keuangan mereka. 


    Dalam berbisnis, baik besar maupun kecil, lekat kaitannya  dengan kemampuan dan keberanian pemiliknya dalam mengambil risiko. Masalah sumber pembiayaan atau keuangan ini memang merupakan masalah klasik yang menjadi penghambat pertumbuhan UMKM. Selama ini UMKM juga dikenal sebagai sebuah usaha yang kurang mendapat fasilitas pembiayaan dari sektor perbankan. Padahal kurangnya sumber keuangan ini menjadikan UMKM tidak bisa mengembangkan inovasi untuk meningkatkan produksinya.


    Hadirnya pinjaman modal digital yang saat ini memang sedang menjamur seakan menjawab semua permasalahan yang dialami oleh para pelaku UMKM ini. 


    Kita tahu bahwa ada banyak kebutuhan yang bisa dipenuhi dengan pinjaman modal digital ini. Mulai dari kebutuhan primer, sekunder, dan tersier, mendesak atau tidak, semuanya mampu dituntaskan dengan produk pinjaman digital tersebut. Tak terkecuali bagi para pemilik atau pelaku UMKM yang berencana menambah modal untuk mengembangkan bisnisnya. Karena saat modal ternyata terbatas dan tidak mencukupi pergerakan produksi UMKM, maka tidak ada salahnya untuk mendapatkannya lewat dana pinjaman. 

    Baca Juga: Bisakah Bisnis Bertahan dengan Pinjaman Modal? Ini Tipsnya!


    Berikut ini adalah beberapa alasan kenapa hadirnya pinjaman modal digital bisa dianggap sebagai sebuah solusi keuangan bagi kelancaran UMKM.


    1. Pinjaman modal digital memiliki syarat yang mudah. Bermodalkan gawai saja, kamu sudah bisa mendaftar dan mengajukan pinjaman. Cukup dengan mengunduh aplikasinya, mendaftar, memasukkan beberapa data dan berkas yang diminta, maka pinjaman sudah bisa diajukan. 


    2. Proses persetujuan pinjaman modal digital yang termasuk cepat. Setelah kamu mendaftarkan diri dan mengajukan pinjaman, maka tidak sampai 1x24 jam hasil dari pengajuanmu sudah bisa dilihat. Apakah berhasil disetujui atau tidak. Hal ini jelas mempermudah dan mengurangi beban pikiran para pelaku UMKM.


    3. Pinjaman modal digital tidak memerlukan jaminan. Ya, hal inilah yang mungkin paling disukai oleh para pelaku UMKM yang ingin atau sudah mengajukan pinjaman. Tidak perlu menjaminkan barang atau surat berharga apa pun, kamu sudah bisa mendapatkan pinjaman dengan jangka waktu pembayaran yang beragam. Jika pengajuan pinjaman ini dilakukan di Bank, maka otomatis diperlukan adanya jaminan dari si pelaku UMKM. Ini adalah sebuah rahasia umumnya yang sudah kita pahami sejak dulu, bukan? 


    4. Bukan menjadi pesaing Bank besar, pinjaman modal digital justru merupakan pelengkap peran perbankan dalam menjangkau bisnis UMKM yang selama ini belum tersentuh sepenuhnya oleh perbankan dalam proses menyalurkan dana. 


    5. Hadirnya berbagai aplikasi pinjaman modal digital ini juga memunculkan peluang kerja sama antara pelaku pinjaman digital dengan industri jasa keuangan, termasuk koperasi simpan pinjam dan 

    juga institusi atau lembaga pemerintah yang bergerak di bidang pembiayaan keuangan. Kerja sama ini memang sebaiknya dilakukan sehingga bisa tercapai efisiensi dalam operasi dan bisa berdampak bunga yang lebih murah kepada peminjam yaitu para pelaku UMKM.


    Namun, yang namanya pinjaman tetaplah pinjaman. Dengan syarat yang relatif mudah dipenuhi dan tidak adanya permintaan jaminan, pinjaman modal digital dikenal memiliki tingkat bunga yang relatif tinggi, pinjaman modal ini akhirnya malah terkesan berisiko tinggi bila dimanfaatkan untuk mengembangkan sebuah bisnis UMKM. 


    Karena itulah, sekali lagi para pelaku UMKM diharapkan untuk lebih pandai, jeli, dan teliti dalam mengatur aliran dana keuangan mereka. Apalagi bila ternyata pengajuan pinjaman modal digital sudah disetujui, dan cicilan sudah harus dibayarkan. 


    Bila kamu adalah seorang pelaku bisnis UMKM maka sebaiknya pastikan usaha milikmu mampu menghasilkan pendapatan yang baik, sehingga dapat menutupi cicilan bulanan dan mendapatkan margin keuntungan yang cukup sehingga usaha kamu bisa terus berkembang dan bukan hanya mencari uang untuk membayar cicilan pinjaman saja. 


    Baca Juga: 7 Hal Penting Bagi Pemula dalam Mengelola Bisnis


    Jangan lupa juga, dana yang kamu terima dari pinjaman modal digital sebaiknya digunakan dengan maksimal dan bijaksana untuk pengembangan usaha, bukan untuk tujuan lain. Hal ini akan membuat reputasi kamu dan bisnis UMKM tetap terjaga, sehingga akan memudahkan untuk melakukan pinjaman modal digital kembali nantinya. 

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Ingin Jualan di Media Sosial? Kamu Wajib Baca Ini!
    majoo punya beberapa tips nih, agar kamu bisa memaksimalkan penjualan melalui media sosial. Yuk, disimak!
    Memaksimalkan Bisnis secara Optimal dengan Integrasi GoFood
    Ada banyak cara untuk memaksimalkan bisnis, salah satunya dengan melakukan integrasi GoFood. Wah, maksudnya bagaimana, tuh?
    Bagaimana Digital Marketing Bisa Membantumu Perluas Pasar?
    Saat ini merupakan era menarik bagi digital marketing. Berkat pemasaran digital, bisnis lebih mudah berkomunikasi dengan konsumen dan memperluas pasar.
    Mengapa Pelaku Usaha Perlu Memahami Karakter Gen Z?
    Mengapa pelaku usaha perlu mempertimbangkan karakter Gen Z dalam menjalankan operasional bisnis? Apa, sih, yang akan terjadi jika tidak dilakukan?