Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    Merespons Digitalisasi agar Lebih Dekat dengan Konsumen

    Perubahan memang tidak mudah, tetapi penting. Terlebih, bila kamu memiliki bisnis. Adanya digitalisasi atau perubahan digital mengharuskan bisnis di berbagai sektor turut melakukan perubahan.

    Salah satu dampak perubahan digital yang paling terasa ialah peralihan platform. Kini hampir semua bisnis, baik perusahaan mapan maupun usaha kecil, perlu hadir di platform online.

    Perubahan tersebut turut mengubah tren dan perilaku pelanggan. Para pemilik usaha mempunyai opsi untuk mengabaikan perubahan digital atau meresponsnya dengan tepat agar bisa lebih dekat dengan konsumen.

    Nah, untuk kamu yang mau mempunyai engagement lebih baik dengan konsumen, berikut ini cara merespons perubahan digital yang perlu kamu lakukan!

    Baca juga: 5 Perubahan Perilaku Konsumen yang Membentuk Tren Bisnis

    Layani Konsumen dengan Baik

    Klise memang, tetapi ungkapan "jaga pelanggan dan pelanggan akan menjagamu" sepenuhnya benar di era digital. Dari media sosial hingga ulasan online, pelanggan selalu berkomunikasi dengan bisnis. Kamu hanya perlu mendengarkan.

    Untuk memastikan keinginan, kebutuhan, dan ekspektasi konsumen terpenuhi, pastikan kamu memiliki satu atau lebih titik digital yang bisa menampung hal tersebut.

    Kamu bisa memanfaatkan berbagai titik atau kanal digital, mulai dari website, laman media sosial, email, dan lain-lain.

    Idealnya, ada staf yang didedikasikan untuk menangani hal tersebut. Jadi, staf khusus tersebut akan mendengarkan dan melaporkan aktivitas konsumen secara online yang terkait bisnismu. Berdasarkan insight dan data tersebut, kamu dapat menerapkan perubahan atau keputusan yang tepat.

    Manfaatkan Data Pihak Pertama

    Informasi yang diberikan oleh konsumen disebut data pihak pertama atau first-party data. Bisnis bisa mengumpulkan informasi dengan meminta konsumen mengisi survei atau formulir online.

    Selain itu, informasi juga bisa diperoleh dari analisis cara konsumen berinteraksi dengan website-mu atau iklan yang kamu kampanyekan.

    Terlepas dari cara pengumpulannya, data pihak pertama sangat penting bagi bisnis untuk memasarkan dan beriklan secara efektif, terlebih di era digital.

    Jika tren dan perilaku konsumen berubah dengan cepat, misalnya produk tertentu mendadak lebih laris dari yang lain, kamu akan memiliki real time insight yang dapat kamu gunakan untuk menyesuaikan strategi dan operasi digital bisnismu.

    Perubahan digital yang dilakukan tak harus drastis dan besar, kamu bisa mulai dari hal esensial untuk bisnismu.

    Gunakan Analytic Tools

    Bukan rahasia lagi, perilaku digital konsumen berubah dengan cepat. Nah, Google Analytics dan platform online lainnya dapat membantumu memantau tindakan konsumen.

    Analytic tools juga bisa memberikan insight tentang cara agar strategi pemasaran dan periklanan diterima oleh audiens yang berbeda serta lebih banyak lagi.

    Di samping hasil analisisnya, kamu juga perlu menaruh perhatian terhadap analytic tools itu sendiri. Pasalnya, lanskap analytic tools pun cepat berubah. Sebagai contoh, pada 2023, Google akan menghentikan Universal Analytics dan menghadirkan Google Analytics 4.

    Hadir di Platform yang Menjangkau Banyak Konsumenmu

    Kita tahu bahwa konsumen menghabiskan sebagian besar kehidupan digital mereka di media sosial, website, marketplace, dan kanal online lainnya. 

    Sayangnya, sebagian besar usaha kecil memiliki bujet yang terbatas. Karena itu, kamu mungkin tak bisa mengelola pemasaran secara optimal di semua platform digital yang ada. Jadi, kamu perlu memutuskan platform yang dapat menjangkau jumlah maksimum pelanggan potensial.

    Untuk melibatkan dan mengaktifkan pengguna ini, kamu perlu mengoptimalkan pesan, konten, dan materi iklan di seluruh saluran organik dan berbayar. 

    Baca juga: Konten Media Sosial yang Seru, Bagaimana Cara Mengetahuinya?

    Bisnis yang sukses secara online mengenal identitas mereknya serta identitas pelanggan mereka. Konsistensi dalam pesan, citra, dan call to action menjadi faktor penting untuk memaksimalkan brand awareness dan mendorong pelanggan bertindak sehingga tujuan bisnis tercapai.

    Jadikan Skala Bisnis yang Kecil sebagai Keunggulan

    Uang dan sumber daya adalah keunggulan utama yang dimiliki perusahaan nasional dan global dibandingkan usaha kecil serta menengah. Merek besar memiliki karyawan, modal, dan infrastruktur untuk membuat perubahan besar seperti transformasi digital.

    Namun, skala perusahaan yang besar juga bisa menjadi kelemahan. Semakin besar bisnis, semakin banyak bagian yang bergerak untuk mengukur dan menerapkan perubahan. 

    Bisnis kecil memiliki peluang untuk bergerak dengan lebih gesit. Solusi digital dapat diimplementasikan lebih cepat karena lebih sedikit karyawan dan hambatan institusional yang terlibat.

    Di samping itu, beberapa survei menunjukkan bahwa konsumen lebih percaya bisnis kecil daripada perusahaan besar dan mapan. Situasi ini menjadi peluang tersendiri bagi bisnis kecil dalam beradaptasi di tengah digitalisasi.

    Lagi pula, kamu tidak perlu memikirkan strategi perubahan digital yang terlalu rumit. Kamu bisa mulai dari hal-hal esensial seperti mengganti mesin kasir konvensional dengan aplikasi POS. Apakah bisnismu sudah melakukannya?

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Pentingnya Manajemen Inventory yang Efektif Bagi UMKM
    Manajemen inventory merupakan bagian krusial dari menguntungkan atau tidaknya sebuah bisnis, terlebih bagi UMKM.
    Awas! Jangan Coba-Coba Bisnis Kopi Sebelum Tahu 5 Hal Ini!
    Sempat diprediksi bakal meredup, bisnis kedai kopi nyatanya justru semakin merebak. Layakkah terjun ke bisnis kedai kopi?
    Tampilan Dashboard Baru dari majoo Hadir Memudahkan Bisnismu
    Tampilan dashboard baru majoo tidak hanya lebih rapi dan modern, tetapi menghadirkan fungsionalitas yang lebih optimal. Yuk, cari tahu highlight fiturnya!
    Pro Kontra Program Loyalty Pelanggan
    Sebelum mengimplementasikan program loyalitas pelanggan, pelajari dulu pro dan kontranya untuk bisnismu.