Table of Content

    Makin Berkembang Usai Pandemi dengan Strategi Bisnis Ini

    Untuk bergerak maju, bisnis perlu menyusun strategi baru setelah pandemi.

    Setelah terkena hantaman krisis akibat virus COVID-19, hampir semua bisnis di dunia memikirkan cara untuk berdiri kembali, bahkan berkembang. Untuk bisa beroperasi lebih tangguh dari sebelumnya, model dan strategi bisnis perlu disusun ulang.

    Digital transformation dianggap sebagai solusi pemulihan bisnis post pandemic. Hal ini tidak keliru, tetapi transformasi digital saja tidak cukup.

    Baca juga: Tips UMKM Mampu Bersaing dengan Brand Besar di Pasar Digital

    Peluang ini tidak boleh dilewatkan oleh pemilik usaha. Momen bisnis mulai menggeliat merupakan kesempatan untuk meningkatkan permainan agar bisnis lebih siap menghadapi tantangan di situasi ‘normal’ berikutnya.

    Setidaknya, ada empat hal yang perlu menjadi fokus dalam strategi bisnis pasca pandemi COVID-19. Mari simak ulasannya!

    Memulihkan Pendapatan dengan Cepat

    Berbicara situasi bisnis setelah pandemi, kecepatan memegang peranan penting. Bila ingin bertahan dalam jangka panjang, mengembalikan pendapatan secara bertahap tidaklah cukup.

    Bisnis perlu memulihkan pendapatannya secara cepat. Karena itu, penerapan “SHAPE” dapat menjadi pertimbangan.

    • Startup mindset: Mengutamakan tindakan daripada riset serta mengedepankan uji coba dibandingkan dengan analisis. Ritem yang cepat dilakukan untuk mendorong akuntabilitas sekaligus agility.
    • Human at the core: Memikirkan model operasional bisnis berdasarkan pola kerja terbaik tim yang terlibat. Sebagai contoh, bila pola kerja remote ternyata lebih efektif bagi karyawan, perusahaan mungkin perlu mempertimbangkan pola ini menjadi permanen pasca pandemi.
    • Acceleration of digital: Pandemi memang mempercepat digital transformation, tetapi bisnis perlu melakukan upaya ekstra dalam pemanfaatan kanal-kanal digital tersebut.
    • Purpose-driven customer playbook: Bisnis perlu memahami hal yang dianggap penting oleh konsumen setelah berlalunya pandemi COVID-19. Lalu, mengembangkan pengalaman konsumen berdasarkan insight
    • Ecosystem and adaptability: Mengingat krisis akibat pandemi menciptakan disrupsi rantai pasokan, kemampuan adaptasi merupakan hal penting. Artinya, kamu perlu membangun ekosistem yang kondusif dan kerja sama yang tidak biasa dengan mitra lain di dalam rantai pasokan.

     Dengan strategi bisnis yang tepat, bisnis tidak hanya mampu bertahan, tetapi menonjol di tengah persaingan.

    Membangun Operasional Kembali

    Pandemi juga telah mengubah pola permintaan pasar atas produk dan jasa secara radikal. Pada saat bersama, cukup mengejutkan karena cepatnya banyak perusahaan beradaptasi dengan menciptakan level visibilitas, produktivitas dan konektivitas yang baru dengan konsumen.

    Baca juga: 5 Perubahan Perilaku Konsumen yang Membentuk Tren Bisnis

    Lalu, bagaimana agar performa operasional bisnis bertahan, bahkan makin berkembang pasca pandemi? Lakukan langkah-langkah di bawah ini!

    • Membangun ketahanan operasional
    • Mempercepat digitalisasi dari hulu ke hilir
    • Menambah modal dan melakukan transparansi biaya operasional
    • Meninjau ulang keunggulan serta daya saing bisnis
    • Terus bertindak

    Memikirkan Ulang Organisasi Bisnis

    Saat pandemi COVID-19 melanda, bisnis dituntut bekerja dengan cara-cara baru. Tidak sedikit organisasi bisnis yang akhirnya mengubah model operasional mereka. Target yang jelas, tim yang fokus, dan pembuatan keputusan yang cepat telah memangkas aspek-aspek birokrasi dalam organisasi bisnis.

    Sekarang kita mulai menuju fase pasca pandemi, para pemimpin perusahaan atau pemilik bisnis perlu memikirkan ulang organisasi bisnisnya sebab tidak mungkin kita kembali ke fase sebelum pandemi merebak.

    Paling tidak, pemimpin organisasi bisnis perlu mendefinisikan ulang tiga hal berikut ini.

    1. Siapa kita?

    Di tengah krisis, hal yang penting menjadi begitu jelas. Strategi, peran, orientasi eksternal, atau kepemimpinan baik yang suportif maupun banyak menuntut menjadi terlihat demikian jelas.

    Kontrak sosial antara karyawan dengan organisasi bisnis berubah secara mendasar. Pasalnya, di tengah krisis, terlihat jelas sekali pemimpin yang mengupayakan keselamatan seluruh stafnya atau yang hanya berkata bahwa ia peduli.

    Kebanyakan perusahaan yang berhasil beradaptasi ialah perusahaan yang memiliki kepribadian kuat. Perusahaan yang pemimpin dan stafnya berbagi tujuan yang sama.

    Jika kamu adalah pemilik atau pemimpin perusahaan, kamu perlu memikirkan kembali hal ini: Who we are? Perusahaan seperti apa yang kamu bangun?

    2. Bagaimana kita bekerja?

    Selama pandemi, tidak sedikit perusahaan yang membentuk tim khusus untuk menangani situasi darurat kerja terkait penyebaran COVID-19. Tim tersebut diberi wewenang untuk mengambil keputusan cepat dan tentunya harus tepat.

    Hal ini memberikan insight yang tidak dapat diabaikan oleh banyak perusahaan, yaitu organisasi dengan hierarki yang lebih sedikit serta pengambilan keputusan yang dinamis ternyata lebih efektif.

    Karena itu, cara perusahaan bekerja perlu dipikirkan ulang. Apakah struktur perusahaan akan disusun ulang sehingga sirkulasi pengambilan keputusan dapat lebih cepat? Apakah akan ada pemangkasan level jabatan? Dan berbagai pertimbangan lainnya.

    3. Bagaimana kita bertumbuh?

    Keluar dari krisis, bisnis juga perlu menjawab pertanyaan penting tentang pertumbuhan dan scalability.

    Ada tiga faktor penting yang memengaruhi hal tersebut, yaitu kemampuan mengaitkan data dan analisis dengan pengambilan keputusan, penyediaan platform yang memungkinkan individu serta organisasi belajar, dan pembentukan budaya kolaborasi dengan partner atau bisnis lain.

    Hal tersebut telah terbukti menjadikan suatu bisnis lebih tangguh dalam menghadapi tantangan, termasuk krisis.

    Mempercepat Digital Transformation

    Sebagai bentuk adaptasi, perusahaan perlu meninjau ulang customer journey dan mengembangkan solusi digital. Tentunya bentuk digital transformation akan berbeda bagi setiap sektor bisnis.

    Bagi sebagian bisnis, transformasi tersebut mungkin berarti menciptakan pengalaman berbelanja yang lancar melalui  e-commerce. Sementara itu, untuk bisnis lain, menyediakan fasilitas riset hingga transaksi dalam satu website yang informatif.

    Tidak hanya itu, kamu juga perlu memanfaatkan analisis data internet supaya dapat mengambil keputusan tepat secara real time.

    Untuk kemudahan pengelolaan operasional dan transaksi di platform digital, manfaatkanlah aplikasi POS (point of sale) yang memiliki fitur integrasi marketplace!

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Bisnis Maju Dengan Aplikasi Toko Kelontong Modern
    Mengelola bisnis tradisional di tengah gempuran eCommerce tidaklah mudah. Kamu harus mulai mengadaptasi perkembangan teknologi, misalnya menggunakan aplikasi untuk mengelola toko kelontongmu.
    5 Hal Penting dalam Melakukan Market Research
    Informasi dari market research dapat membantumu menyampaikan kampanye pemasaran yang dapat menarik target pasar.
    Keuntungan Integrasi Online Bisnis F&B dengan GrabFood
    Di masa pandemi, integrasi online dengan layanan pesan antar seperti GrabFood bisa menjadi pilihan bijak. Nikmati program terbaru aplikasi majoo.
    Menentukan Jam Buka Restoran Terbaik selama Ramadan
    Apa saja yang perlu diperhatikan pelaku usaha di bidang kuliner saat menentukan jam buka restoran selama bulan puasa?