Menghitung Pertumbuhan Bisnis Tahunan Menggunakan CAGR


CAGR memang penting untuk menganalisa penjualan dari tahun ke tahun.


Membangun sebuah bisnis, penting halnya untuk menghitung tingkat pertumbuhan tahunan. Tingkat pertumbuhan rata-rata tahunan ini digunakan untuk melihat tren dalam satu tahun dan untuk membandingkan pertumbuhan bisnis dalam beberapa tahun terakhir. Persentase pertumbuhan bisnis tahunan digunakan untuk menganalisis penjualan pada tahun tertentu dan membuat suatu keputusan keuangan di masa depan.


Di dalam bisnis dan investasi, terdapat rumus untuk mengetahui rata-rata tingkat pertumbuhan tahunan dalam suatu periode tertentu. Rumus yang digunakan untuk menghitung pertumbuhan bisnis adalah CAGR.

Apa itu CAGR?

CAGR (Compound Annual Growth Rate) merupakan indikator yang digunakan untuk melihat keuntungan (return) dari suatu bisnis. Dari perhitungan ini akan menunjukkan bagaimana nilai pertumbuhan mengalami kenaikan atau penurunan dari waktu ke waktu.


CAGR ini untuk melihat pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang dan rata-rata keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan. Tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (majemuk) sangat menentukan jumlah pertumbuhan yang terakumulasi, hal ini seperti bunga. 


Penting halnya untuk dipahami bahwa CAGR (Compounded Annual Growth Rate) bukanlah angka return yang sesungguhnya, melainkan hanya angka representasi saja.

Cara Menghitung CAGR

Kamu dapat mengetahui pertumbuhan bisnis tahuna dengan menggunakan rumus CAGR sebagai berikut:

Cara menghitungnya dengan tahapan berikut ini:

  1. Bagilah nilai investasi periode akhir dengan periode awal.

  2. Lalu naikkan hasilnya ke eksponen satu dibagi dengan jumlah tahun investasi.

  3. Setelah mendapatkan hasilnya, kurangilah satu.


Misalnya, sebuah perusahaan dari tahun 2017 hingga 2018 mempunyai nilai pertumbuhan bisnis 150 juta atau 50% pada tahun pertama. Sedangkan pada tahun 2019, nilai pertumbuhan bisnis naik menjadi 170 juta (growth rate 13,3%). Serta di tahun 2020, nilainya berakhir dengan 220 juta (growth rate 29,54%). Berapa CAGR-nya?


CAGR = (220 juta:150 juta) 1:3 -1 = 13,61%.

Maka nilai CAGR nya adalah 13,61%. 


Indikator CAGR digunakan untuk melacak kinerja berbagai ukuran bisnis.

Kegunaan CAGR

Sebenarnya terdapat beberapa kegunaan dalam pertumbuhan bisnis perusahaan. Di bawah ini adalah kegunaan lain dari CAGR.

  1. Melacak Kinerja Bisnis

Indikator CAGR digunakan untuk melacak kinerja berbagai ukuran bisnis dari satu atau beberapa perusahaan secara berdampingan.


Sebagai contoh, selama periode lima tahun, CAGR perusahaan A sebesar 1,82%, namun nilai kepuasan pelanggan dalam periode yang sama hanya sebesar 0,58%.


Dari persentase di atas, investor dapat membandingkan kelemahan dan kekuatan perusahaan tempat mereka berinvestasi.

2. Mendeteksi Kelemahan dan Kekuatan Pesaing

Dapat membandingkan tingkat Compounded Annual Growth Rate pada aktivitas bisnis di perusahaan yang sama.  Di mana hal ini akan membantu mengevaluasi kelemahan dan kekuatan pesaing.


Misalnya, selama periode yang sama, CAGR kepuasan pelanggan pada perusahaan A tidak terlalu rendah dibandingkan dengan CAGR kepuasan pelanggan pada perusahaan B.


Baca Juga: Cara Mengelola Usaha Agar Tahan Menghadapi Persaingan

Kelemahan CAGR

CAGR lazim digunakan untuk menilai tingkat pertumbuhan bisnis, namun bukan berarti CAGR  tidak mempunyai kelemahan. Kelemahannya adalah sebagai berikut:


  1. Angkanya yang dihasilkan CAGR terkadang tidak akurat. Hal ini bisa disebabkan oleh tipuan lonjakan pertumbuhan yang terjadi di tahun terakhir saja.

  2. CAGR tidak bisa digunakan untuk melihat perubahan pertumbuhan bisnis yang disertai dengan penurunan.


Sebaiknya CAGR tidak digunakan sebagai satu-satunya instrumen pengukur, karena instrumen ini tidak ideal jika digunakan untuk mendorong hasil investasi tanpa memikirkan faktor risiko yang akan ditanggung. Para investor juga seharusnya mengevaluasi risiko investasi relative di mana hal ini membutuhkan alat pengukuran lain seperti standar deviasi. 


Baca Juga: Analisa Bisnis Dengan Aplikasi Keuangan


Pertumbuhan bisnis adalah salah satu indikator yang paling jelas dari kekuatan pasar di sebuah perusahaan. Tak heran CAGR memiliki peranan penting dalam menjalankan suatu bisnis. Apabila pertumbuhan bisnis pada perusahaan semakin besar, maka semakin meningkat kekuatan pasarnya. 


Upcoming Event

Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

21 Januari 2022
SDM Kompeten, UMKM Kian Paten
Online
Lihat semua event

Download Majalah

Cover majalah wirausaha Indonesia
Lihat semua edisi

Related Article

Omnichannel Marketing: Definisi, Tips, dan Contohnya
Omnichannel marketing adalah strategi yang memungkinkan bisnis menemui target konsumen dengan pesan yang tepat, pada waktu yang tepat pula.
Mengapa Aplikasi POS Penting dalam Strategi Omnichannel?
Demi menghadirkan pengalaman menyeluruh, bisnis dapat menerapkan strategi omnichannel. Aplikasi POS akan mengimplementasikannya secara optimal.
Bisnis Online? Sumber Daya Fisik Apa yang Perlu Disiapkan?
Siapa bilang bisnis online tidak membutuhkan sumber daya fisik yang biasanya hanya dibutuhkan dalam bisnis yang dijalankan secara offline saja?
Permudah Kelola Bisnis dengan Aplikasi Integrasi Marketplace
Aplikasi integrasi marketplace adalah platform yang membantumu mengatur produk, stok, harga, sampai promosi di berbagai marketplace melalui satu dashboard.