Table of Content

    Migrasi Bisnis Menjadi Usaha Online saat Ramadan? Why not?!

    Migrasi bisnis menjadi usaha online dapat dilakukan kapan saja, termasuk di bulan puasa!

    Migrasi bisnis akhir-akhir ini menjadi istilah yang banyak digunakan oleh pelaku usaha. Umumnya, migrasi ini dilakukan dengan mengalihkan operasional bisnis yang tadinya dilakukan secara konvensional menjadi usaha online.

    Namun, beda cerita ketika migrasi ini dilakukan di bulan Ramadan. Pasalnya, tanpa ada kerepotan yang harus dilakukan untuk memindahkan bisnis ke platform baru, bulan puasa bisa dibilang sebagai salah satu periode waktu yang tidak stabil bagi bisnis dengan naik atau turunnya angka penjualan secara ekstrem.

    Sebenarnya, apa alasan yang kuat untuk bermigrasi di bulan puasa ini, sih?

    Perubahan Tren ke Arah Digital

    Jika dibandingkan dengan dulu, saat ini kepercayaan publik terhadap transaksi online memang sudah meningkat jauh, bahkan pada demografi tertentu, transaksi dan belanja online menjadi pilihan yang lebih diandalkan dibandingkan dengan usaha konvensional.

    Situasi ini juga didorong oleh keberadaan pandemi Covid-19 yang membuat transaksi fisik menjadi sangat terbatas, bahkan sebisa mungkin dihindari untuk meminimalkan paparan risiko tertular coronavirus. Karenanya, menjalankan bisnis secara online pun dirasa menjadi sesuatu yang harus segera dilakukan.

    Dampak pandemi dalam dinamika dunia bisnis memang tidak dapat diremehkan, terlebih dengan adanya masa libur di akhir bulan puasa nanti yang kerap diisi oleh banyak orang dengan kegiatan mudik. Tak sedikit orang yang membatasi aktivitas tatap mukanya agar mengurangi risiko menularkan Covid-19 kepada orang-orang terdekat di kampung halaman.

    Berbagai alasan di atas jelas membuat platform digital menjadi lebih diminati jika dibandingkan dengan platform bisnis yang konvensional. Karenanya, tak aneh jika pelaku usaha juga harus mulai memperluas cakupan bisnisnya dengan mengikuti program go digital.

    Baca juga: Mau Kelola Toko Online yang Ramah Pelanggan? Ini Rahasianya!

    Kecilnya Biaya dalam Usaha Online

    Alasan berikutnya yang membuat banyak pelaku usaha mulai berbondong-bondong melirik platform online adalah kecilnya biaya yang harus dikeluarkan untuk mengelola bisnis secara online jika dibandingkan dengan pengelolaan bisnis konvensional.

    Bisnis yang dikelola di platform online tidak membutuhkan tempat usaha fisik yang secara spesifik digunakan untuk memajang produk yang ingin dipasarkan. Padahal, sewa atau kepemilikan tempat usaha merupakan salah satu pos pengeluaran yang paling besar.

    Ditambah lagi, sudah menjadi rahasia umum bahwa bulan puasa kerap diasosiasikan dengan meningkatnya harga barang. Dengan demikian, memilih untuk menjalankan bisnis secara online pun dianggap sebagai solusi yang masuk akal untuk menekan pengeluaran bisnis, dan pada akhirnya memperbesar keuntungan bisnis yang dapat dikantongi oleh pemilik usaha.

    Baca juga: Optimalisasi Jenis Digital Marketing Kampanye Media Sosial

    Ada banyak manfaat yang bisa diperoleh pelaku usaha dengan melakukan migrasi bisnis menjadi usaha online.

    Banyaknya Promo yang Dapat Dimanfaatkan

    Keuntungan berikutnya yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha dengan usaha online yang dijalankannya adalah banyaknya program promo untuk menarik minat pelanggan.

    Sekalipun kepercayaan publik terhadap transaksi online sudah meningkat jauh dibanding satu atau dua dekade yang lalu, keberadaan platform online tetap menjadi barang baru yang penetrasinya masih perlu ditingkatkan. Berangkat dari kondisi tersebut, platform-platform bisnis digital pun banyak melakukan kegiatan pemasaran untuk memastikan tingkat adopsi pelanggan terhadap platform baru ini dapat tetap tinggi.

    Sebagai hasilnya, pelaku usaha yang memanfaatkan platform-platform digital tersebut untuk mengelola bisnisnya pun turut kecipratan untungnya. Tergantung dari platform yang digunakan, ada banyak sekali program promosi yang dapat dimaksimalkan untuk mendorong angka penjualan.

    Di bulan Ramadan seperti sekarang, promo-promo ini tentu membuat bisnis dapat tetap bersaing di tengah menanjaknya harga-harga barang secara umum. Apabila dapat dimaksimalkan dengan baik, bukan tidak mungkin bisnis yang dijalankan pun dapat meraup keuntungan yang lebih besar dibanding sebelumnya.

    Baca juga: Kampanye Digital Memaksimalkan Pemasaran di Bulan Ramadan

    Bentuk Dukungan untuk Program Pemerintah

    Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah saat ini digadang-gadang sebagai ujung tombak yang mampu memastikan adanya kegiatan ekonomi di seluruh lapisan masyarakat, mulai dari tingkat terendah hingga yang paling tinggi. Tak heran jika pemerintah secara gamblang menunjukkan dukungannya kepada UMKM dengan berbagai program yang diluncurkannya.

    Salah satu program tersebut adalah UMKM go digital yang dilakukan dengan mendorong pelaku usaha untuk mulai memanfaatkan platform digital dalam mengelola bisnisnya. Dari tahun ke tahun, jumlah pemilik usaha yang sudah bermigrasi ke platform digital memang bertambah secara stabil, tetapi masih belum memenuhi target yang ditetapkan.

    Dengan memindahkan bisnisnya ke platform digital, pelaku usaha tidak hanya sekadar mencari keuntungan bisnis semata, tetapi juga mendukung program pemerintah yang tentu secara jangka panjang akan bermanfaat dalam menjaga stabilitas ekonomi negara.

    Seperti kebanyakan dukungan terhadap program yang diluncurkan pemerintah, berbagai kemudahan pun bisa diperoleh oleh pelaku usaha. Mulai dari bantuan modal usaha dan juga pelatihan untuk mengoptimalkan operasional bisnis secara online, hingga infrastruktur pendukung seperti QRIS untuk mempermudah pelaku usaha dalam menyediakan pilihan pembayaran nontunai dengan mudah dan cepat.

    Semakin banyak usaha online yang dijalankan, semakin berhasil pula upaya pemerintah dalam menggerakkan roda perekonomian. Jadi, tak ada salahnya untuk berkontribusi pada program-program migrasi bisnis ke platform digital tersebut, kan? Tak perlu cemas, untuk mempermudah proses migrasi, pelaku usaha juga dapat memanfaatkan aplikasi majoo dengan integrasi sistemnya yang mulus ke platform-platform digital!

    Baca juga: Tips UMKM Mampu Bersaing dengan Brand Besar di Pasar Digital

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Intip Bidang Usaha yang Memiliki Peluang Emas pada 2022!
    Setelah situasi ekonomi tidak menentu, apakah masih ada bidang usaha yang potensial? Jangan keliru, beberapa bisnis UMKM ini berpeluang emas pada 2022!
    Manfaatkanlah Ragam Tren Digital Marketing Tahun 2022 Ini!
    Digital marketing selalu berubah. Idealnya bisnis tidak sekadar mengikuti perubahan, akan tetapi memanfaatkannya agar lebih siap menghadapi tahun 2022.
    Melirik Pasar Digital, Tren Bisnis bagi Pelaku UMKM
    Dengan situasi pandemi yang saat ini tengah dihadapi, menarget pasar digital menjadi salah satu tren bisnis baru yang sebaiknya tak dilewatkan oleh UMKM.
    UMKM: Penggerak Perekonomian di Tengah Pandemi
    Pandemi COVID-19 berdampak terhadap perekonomian Indonesia. UMKM merupakan kelompok usaha yang berperan menggerakkan ekonomi di tengah pandemi.