Table of Content

    Pengelolaan Bisnis Online Shop yang Dibarengi Offline?!

    Pengelolaan bisnis online shop yang dibarengi dengan bisnis offline memang menguntungkan, tetapi praktiknya tidak mudah dilakukan.

    Jika kita perhatikan tren pengelolaan bisnis yang berjalan sekarang, tak akan sulit untuk menemukan pelaku usaha yang menjalankan bisnis secara online dan offline sekaligus; baik untuk bisnis yang sama, tetapi platform penjualan dan pemasarannya dipisah, maupun dua jenis bisnis yang benar-benar berbeda.

    Penasaran, nggak, sih, bagaimana cara pelaku usaha tersebut untuk mengelola banyak bisnis sekaligus? Terlebih lagi, pengelolaannya dilakukan di dua platform yang berbeda; satu di platform digital secara online, sementara yang lainnya dilakukan di tempat usaha fisik secara offline.

    Mengapa Penjualan Offline Kerap Dibarengi Online Shop?

    Sebelum menyibak rahasia di balik pengelolaan beberapa bisnis sekaligus dalam satu waktu, tak ada salahnya untuk memahami terlebih dahulu alasan di balik mulai banyaknya pelaku usaha yang melirik tren ini.

    Seperti yang sudah kita ketahui bersama, penetrasi literasi digital di Indonesia memang meningkat sejak beberapa tahun terakhir. Ditambah lagi, pada akhir tahun 2019 juga muncul wabah Covid-19 serta pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat yang mengikutinya, membuat banyak orang pun menjadikan online shop sebagai media andalan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

    Sekalipun kini angka kasus aktif Covid-19 perlahan-lahan turun, proses adaptasi selama dua setengah tahun terakhir ini membuat perubahan-perubahan yang kita rasakan tersebut menjadi sebuah kebiasaan baru. Pengguna platform digital dirasa menjadi pasar baru yang menarik untuk digarap, dan menjalankan bisnis secara online pun terasa sebagai pilihan yang masuk akal.

    Dengan kondisi yang demikian, tentu pelaku usaha pun memiliki peluang yang lebih besar ketika menjalankan bisnis secara offline sekaligus menyasar pasar digital dengan membuka pula toko-toko online, kan?

    Baca juga: Memanfaatkan Platform Media Sosial Selayaknya Online Shop

    Untung Rugi Mengelola Beberapa Bisnis Sekaligus

    Sudah memiliki tempat usaha fisik, tetapi juga berminat untuk mengikuti tren dengan mengelola online shop dalam satu waktu sekalipun? Tak masalah, kok, selama memang benar-benar mengerti apa saja keuntungan yang akan diperoleh dan juga kerugian yang harus dihadapi.

    Dengan memahami untung dan ruginya, persiapan yang dilakukan pun dapat lebih baik. Harapannya, pengetahuan ini akan membantu memaksimalkan keuntungan sekaligus meminimalkan risiko kerugian yang muncul. Setiap pelaku usaha tentu memahami bahwa tren bisnis yang ada tidak perlu diikuti secara tergesa-gesa, tidak semua tren tersebut pasti menghasilkan keuntungan yang besar, kok.

    Nah, bagaimana dengan mengelola beberapa bisnis sekaligus di dua platform yang berbeda? Apa saja keuntungan dan kerugian yang bisa diperkirakan dari praktik bisnis ini? Kita simak satu per satu, yuk!

    Pengelolaan bisnis offline dan online shop sekaligus dalam satu waktu memiliki untung dan rugi yang perlu dipertimbangkan dengan baik.

    1. Pendapatan Meningkat, Pengeluaran Bertambah

    Keuntungan yang paling utama, sekaligus yang membuat banyak pelaku usaha untuk mencoba mengikuti tren ini adalah adanya peningkatan keuntungan yang didapatkan dari meluasnya pasar yang bisa ditargetkan.

    Bagaimanapun juga, berbisnis secara offline memiliki batasan karena penjualan baru bisa dicatat setelah pelanggan datang langsung dan melakukan pembelian. Pada bisnis yang dijalankan secara online, batasan ini dapat dihilangkan karena pelanggan dapat tetap melakukan pembelian tanpa perlu mendatangi tempat usaha secara langsung.

    Namun, ingat! Pendapatan bukan satu-satunya yang meningkat saat mengelola beberapa bisnis sekaligus, pengeluaran pun juga akan bertambah sesuai banyaknya bisnis yang dikelola. Selain harus membayar sewa tempat usaha, misalnya saja, pemilik usaha juga harus menambah karyawan untuk mengelola bisnisnya yang dijalankan secara online.

    Baca juga: Cara Cerdas Mengombinasikan Bisnis Offline dan Online

    2. Pengelolaan Keuangan yang Selaras

    Idealnya, setiap bisnis yang dikelola diperlakukan secara berbeda, termasuk perkara keuangannya. Artinya, pengelolaan keuangan setiap bisnis harus dilakukan secara terpisah agar pemilik usaha dapat mengukur perkembangan dari tiap-tiap bisnis yang dikelolanya.

    Tentu saja agar dapat berjalan dengan lancar, pemilik usaha pun harus mengeluarkan upaya tambahan untuk memastikan tidak adanya kesalahan pencatatan transaksi dan juga keuangan bisnis. Dalam mengelola beberapa bisnis sekaligus, terkadang masalah dapat muncul apabila keuangannya tercampur di satu tempat yang sama.

    Akan tetapi, meski pengelolaan keuangan dilakukan secara terpisah, pelaku usaha yang mengelola lebih dari satu bisnis sekaligus tetap harus memiliki rekaman keuangan yang menyeluruh dan meliputi seluruh bisnis yang dikelolanya tersebut. Dengan pengelolaan keuangan bisnis yang terpisah, tetapi tetap dalam satu wadah, analisis strategi bisnis pun lebih mudah untuk dilakukan.

    Baca juga: Tingkatkan Nilai Bisnis dengan Ekspansi Online? Caranya?

    3. Peluncuran Promo yang Beragam

    Promo yang akan diberikan bagi pelanggan online shop tentu berbeda sifatnya dengan promo untuk pelanggan yang datang langsung ke tempat usaha. Meski ini berarti pelaku usaha dapat merancang beragam promo yang menarik dan meningkatkan angka penjualannya, pengelolaannya tidak semudah yang dibayangkan, lho!

    Terlebih lagi, jika bisnis online yang dimiliki dikelola dalam platform digital milik pihak ketiga, pelaku usaha juga harus mempertimbangkan ketentuan promo yang diberlakukan oleh pemilik platform. Seluruh proses ini kerap menjadi sumber sakit kepala karena banyaknya variabel yang harus diperhitungkan.

    Namun, tentu saja pengelolaan bisnis secara offline dan online sekaligus dalam satu waktu bisa menjadi sesuatu yang mudah dan tidak merepotkan apabila pelaku usaha memanfaatkan beragam fitur menarik yang ditawarkan oleh aplikasi majoo. Bagaimana tidak? Aplikasi majoo memungkinkan pelaku usaha untuk mengelola seluruh bisnis yang dimilikinya dalam satu dasbor saja; termasuk untuk mengelola promo dan juga keuangannya.

    Menarik sekali, kan? Yuk, langsung saja berlangganan aplikasi majoo sekarang juga!

    Baca juga: Meningkatkan Brand Exposure Online Shop Tanpa Gagal

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Migrasi Bisnis Menjadi Usaha Online saat Ramadan? Why not?!
    Migrasi bisnis menjadi usaha online tergolong praktik baru yang mulai dilirik. Apa alasan untuk melakukannya, terlebih di bulan Ramadan seperti sekarang?
    Ide Hampers Lebaran yang Unik dan Menarik untuk Dicoba!
    Ada banyak ide hampers lebaran yang unik dan menarik untuk dicoba guna meningkatkan pendapatan bisnis. Tertarik memanfaatkan salah satu ide berikut?
    Melirik Pasar Digital, Tren Bisnis bagi Pelaku UMKM
    Dengan situasi pandemi yang saat ini tengah dihadapi, menarget pasar digital menjadi salah satu tren bisnis baru yang sebaiknya tak dilewatkan oleh UMKM.
    Tren Bisnis yang Diprediksi Akan Mendominasi Pada 2022
    Perubahan dan tantangan global akan membentuk tren bisnis baru pada 2022. Jika kamu ingin usaha sukses, tentunya bisnis milikmu perlu beradaptasi.