Table of Content

    Promosi Digital untuk Pemasaran Produk dan Jasa


    Pemasaran produk dan jasa dapat dilakukan dengan memanfaatkan media sosial.

    Pemanfaatan media sosial dalam aktivitas pemasaran produk maupun jasa tentu bukanlah sesuatu yang baru pertama kali dilakukan, khususnya di era digital seperti sekarang yang memang bisa dibilang mendorong banyaknya perubahan di setiap aspek, tak terkecuali aspek bisnis.

    Begitu juga demikian, tak selamanya penggunaan Instagram atau Twitter memberikan efek yang positif bagi pengembangan bisnis; terlebih apabila sekadar dilakukan dengan alasan ‘ikut-ikutan‘ karena sudah banyak pelaku usaha lain yang melakukannya. Terlepas dari media yang digunakan, kegiatan serta strategi pemasaran yang dipilih perlu dilakukan dengan keseriusan serta alasan yang jelas untuk memperoleh hasil yang maksimal.

    Termasuk Cara Baru dalam Pemasaran Bisnis

    Pengembangan teknologi digital mungkin memang sudah dilakukan sejak lama dan penerapannya sudah merambah berbagai aspek kehidupan. Namun, media sosial sendiri bisa dibilang sebagai barang baru yang usianya masih belum matang.

    Platform yang diketahui pertama kali bermain di bidang ini adalah Six Degrees yang diluncurkan pada tahun 1997, dan berturut-turut disusul oleh platform-platform lain hingga sekarang kita mengenal Twitter, Facebook, dan Instagram. Meski demikian, bukan berarti platform-platform tersebut langsung dimanfaatkan dan diterapkan dalam operasional bisnis segera setelah diluncurkan.

    Pemanfaatan media digital dua arah dalam bisnis sendiri baru muncul belakangan ketika literasi digital sudah meningkat secara umum dan banyak orang mulai paham cara penggunaan media digital untuk mengekspresikan dirinya. Sebelumnya, penerapan produk teknologi informatika dalam bisnis hanya sebatas situs web satu arah yang dimanfaatkan sebagai etalase digital untuk memajang informasi terkait produk atau jasa yang ditawarkan.

    Barulah setelahnya para pelaku usaha mulai melihat manfaat yang bisa diberikan oleh platform digital untuk kegiatan pemasaran dua arah.

    Baca Juga: 5 Brand yang Sukses Memanfaatkan Tren TikTok

    Mengapa Memilih Media Sosial?

    Ada banyak alasan mengapa banyak bisnis kemudian melirik atau bahkan sepenuhnya mengalihkan kegiatan pemasaran yang dilakukannya ke platform-platform digital. Salah satunya adalah luasnya jangkauan yang dimiliki oleh platform digital jika dibandingkan dengan model pemasaran konvensional.

    Keberadaan media digital untuk bersosialisasi, sudah tak perlu diragukan lagi, memungkinkan seseorang untuk menjalin interaksi dengan siapa saja, tanpa memedulikan di mana orang tersebut berada. Jangkauan global inilah yang kemudian dianggap dapat menjawab sebagian pertanyaan dalam kegiatan pemasaran.

    Di samping itu, biaya operasional yang perlu dikeluarkan dalam pemasaran digital juga dianggap jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan pemasaran konvensional. Sebagai contoh, untuk melakukan pemasaran dengan skala global, pemasaran konvensional membutuhkan biaya yang sangat besar, bahkan mungkin harus membuka cabangnya secara global pula.

    Jika dibandingkan, pemasaran melalui media digital memungkinkan seorang pelaku usaha untuk menjangkau pasar global dengan biaya operasional yang jauh lebih terjangkau. Tanpa perlu membuka cabang secara global, pelaku usaha cukup mengelola media digital dan memastikan target pasarnya yang berada di luar negeri dapat mengakses platform yang dipilih. Mudah, bukan?

    Baca Juga: Contoh Campaign Efektif yang Melibatkan Pendekatan Emosi


    Pemasaran produk dan jasa dengan media sosial banyak dipilih karena dianggap dapat lebih dekat dengan pelanggan.

    Lebih Dekat dengan Pelanggan

    Alasan lain yang membuat media digital menjadi andalan bagi banyak pelaku usaha dalam menjalankan kegiatan pemasaran bisnisnya adalah adanya kedekatan yang mudah terjalin secara personal dengan setiap pelanggan yang dimilikinya.

    Seperti yang sudah dijelaskan, platform-platform digital ini umumnya dibuat untuk memungkinkan seseorang bersosialisasi dengan orang lain tanpa memikirkan jarak yang ada secara fisik. Fungsi ini kemudian membuat banyak orang memanfaatkan media sosial untuk mengekspresikan opini atau kegiatannya sehari-hari.

    Karakter tersebut kemudian dimanfaatkan oleh sejumlah pelopor pemasaran digital untuk melakukan analisis yang lebih matang terkait pelanggannya secara personal. Apa saja yang mereka suka, apa yang perlu dihindari, seperti apa komunikasi yang umumnya dibangun, dan semacamnya.

    Pola-pola karakter interaksi tersebut yang akhirnya dijadikan pedoman untuk merancang kegiatan pemasaran yang lebih relevan dengan pasar yang ingin ditarget. Memastikan pelanggan dapat merasa dekat dengan kegiatan pemasaran yang dilakukan, kemudian tertarik untuk membeli produk atau jasa yang ditawarkan.

    Tak jarang, jasa influencer juga digunakan untuk menekankan bahwa produk maupun jasa yang ditawarkan juga digunakan oleh mereka yang memiliki latar belakang sama atau dianggap sebagai idola oleh calon pelanggan.

    Baca Juga: Bagaimana CRM Bisa Membantu Meningkatkan Kepuasan Pelanggan?

    Tidak untuk Semua Jenis Bisnis

    Dengan praktik yang sudah dijabarkan di atas, tentunya jelas bahwa meskipun dirasa efektif dan terjangkau, kegiatan pemasaran melalui media digital tidak diperuntukkan bagi seluruh jenis usaha.

    Usaha mikro, kecil, dan menengah, misalnya saja, mungkin tidak membutuhkan jangkauan pasar yang luas, tergantung dari produk atau jasa yang coba ditawarkan. Untuk jenis usaha semacam ini, model pemasaran konvensional, contohnya saja menawarkan barang dari rumah ke rumah, mungkin akan lebih efektif dalam mendorong angka penjualan dibanding menggunakan pemasaran digital.

    Model bisnis dengan target pasar yang spesifik juga sering kali tidak memanfaatkan platform digital untuk memasarkan produk dan jasa yang dimiliki karena kebutuhan serta hasil yang ingin dicapai justru akan menjadi jauh dengan luasnya jangkauan pasar yang dimiliki platform digital.

    Baik memilih untuk melakukan pemasaran produk dan jasa secara digital maupun dengan metode yang lebih konvensional, pelaku usaha tetap dapat memanfaatkan aplikasi majoo yang dapat memenuhi setiap kebutuhan secara tepat melalui berbagai fitur yang dimilikinya. Jadi, tunggu apa lagi?


    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Mempertahankan Bisnis dengan Memanfaatkan e-Marketplace
    Berbagai e-Marketplace berlomba memberikan dukungan di platform mereka untuk pebisnis, dengan harapan agar ekonomi tetap bergerak di masa pandemi COVID-19.
    Online Shop: Bisnis Paling Tepat di Masa Pandemi
    Di masa pandemi, saat semuanya dibatasi, membuka atau mengalihkan bisnis menjadi online shop dianggap sebagai sebuah strategi bisnis yang tepat.
    Belajar dari Pandemi: 5 Catatan Penting untuk Pemilik Usaha
    Meski sulit, ada pelajaran berharga yang dapat diambil selama pandemi. Dengan memahami ini, pemilik usaha dapat bertahan dan bergerak maju.
    Marketplace Indonesia Ini Turut Dorong Pertumbuhan UMKM Lho!
    Marketplace Indonesia memegang peranan besar dalam mendukung perkembangan UMKM. Apa saja marketplace karya anak bangsa tersebut? Simak daftarnya di sini!