Table of Content

    Best Seller Adalah Frasa Pemikat Konsumen, Apa Artinya?

    Best seller adalah sebutan untuk produk dengan penjualan terbanyak.

    Label best seller adalah sebuah nilai lebih di mata konsumen. Mungkin saat kamu melihat menu di restoran, ada menu-menu tertentu yang diberi tanda best seller. Tanda tersebut menunjukkan bahwa menu yang bersangkutan ialah menu yang paling diminati pengunjung.

    Kamu juga mungkin kerap melihat label tersebut pada buku. Buku dengan label best seller kerap menarik minat konsumen. Terbayang bahwa buku dengan tanda khusus ini ialah buku yang laris sehingga konsumen merasa tak boleh melewatkannya alias ada fear of missing out (FOMO).

    Lalu, apa sebenarnya arti best seller? Simak penjelasannya di sini!

    Memahami Arti Best Seller

    Istilah best seller pertama kali muncul secara tertulis pada 1889 di The Kansas Times & Star, sebuah surat kabar di Kansas City, Missouri. Namun, untuk memahami istilah ini, kita perlu kembali pada masa awal produksi buku cetak.

    Dahulu, jumlah eksemplar buku yang dicetak relatif kecil sehingga cara terbaik untuk menilai penjualan ialah dengan melihat edisi cetakan buku tersebut. Kini, edisi cetakan tidak lagi menjadi patokan.

    Nah, best seller adalah label untuk buku atau media lain yang memiliki penjualan sangat tinggi. Namun, saat ini produk lain pun mungkin menggunakan istilah best selling.

    Sesuai definisi di atas, produk best seller adalah produk-produk dengan angka penjualan tertinggi. Jadi, istilah ini bisa diterapkan pada produk apa pun, meskipun tidak dicantumkan secara tertulis layaknya pada buku.

    Pentingnya Mengetahui Produk Best Seller

    Sebetulnya, para pemilik usaha perlu mengetahui jenis-jenis produk yang paling banyak terjual, terutama pebisnis yang akan membuka usaha baru. Hal ini akan membantu pemilik usaha menentukan komoditas yang akan dijualnya supaya dapat mencapai performa penjualan terbaik.

    Saat kamu akan membuka sebuah bisnis, ada satu hal yang harus sudah pasti, yaitu ada permintaan atas produk yang akan kamu jual. Tentu tidak masuk akal bila kamu menjual produk yang tidak diminati oleh konsumen.

    Hal ini mungkin terasa sangat jelas. Akan tetapi, ketika kamu mengamati lebih jauh, kadang para pemilik usaha tidak memiliki alasan yang cukup jelas di balik keputusan penjualan suatu produk, terlebih penjualan produk secara online.

    Baca juga: 7+ Ide Bisnis Online Rumahan

    Kebanyakan pemilik usaha menjual produk tertentu secara online sebab produk tersebut banyak diminati di gerai offline. Padahal, produk yang laris di gerai fisik, belum tentu memiliki banyak peminat ketika dijual secara online, begitu pun sebaliknya.

    Baca Juga: Integrasi Marketplace Dalam Satu Aplikasi Dengan Omnichannel

    Jenis-Jenis Produk Best Seller

    Suatu produk dapat menjadi best seller karena ada permintaan pasar yang besar dan berkesinambungan. Maka dari itu, pemilihan jenis produk yang akan kamu jual merupakan hal krusial bagi kemajuan bisnis.

    Kamu perlu mempertimbangkan produk yang permintaannya tidak cepat turun, bahkan cenderung stabil dalam angka yang relatif tinggi. Mari intip beberapa produk best seller berikut ini! 

    1. Produk Fesyen

    Menarik sekali, fesyen menjadi top selling industry hampir di seluruh dunia. Terlepas dari karakter produknya yang cukup rumit dan hadir dalam ukuran berbeda-beda, produk fesyen merupakan salah satu produk dengan penjualan terbanyak.

    Makin menarik sebab produk fesyen menempati posisi penjualan terbanyak tidak hanya secara offline, tetapi juga online

    Penjualan produk fesyen secara online diduga meningkat drastis sejak sebagian besar brand dan e-commerce menerapkan return policy yang memudahkan konsumen. Jadi, konsumen tak lagi khawatir jika membeli produk yang kurang pas sebab ada opsi untuk mengembalikan atau menukarnya.

    Namun, bagi pemilik usaha, pengembalian produk tentu menjadi risiko yang perlu diperhitungkan. Selain itu, berhubung produk fesyen merupakan produk best seller, tentu kamu tidak bisa mengharapkan pasar sektor ini akan lapang tanpa pesaing. 

    Baca juga: Analisis Kompetitor: Tujuan, Manfaat, dan Contoh

    Sebaliknya, sudah pasti kamu akan menghadapi pasar dengan kompetisi ketat sebab banyak pemilik usaha lain yang ingin mengoptimalkan permintaan pasar yang besar di sektor ini.

     Ketahui dahulu produk dengan permintaan pasar tinggi supaya angka penjualan pun dapat maksimal.

    2. Food and Beverage

    Produk makanan dan minuman menjadi produk berikutnya dengan permintaan tinggi di pasaran. Makanan dan minuman juga merupakan produk yang dapat kamu jual secara online dan offline dengan penjualan yang relatif sama tingginya.

    Meskipun mungkin juga angka penjualannya akan lebih tinggi di salah satu kanal, tergantung dari bisnis atau merek food and beverage itu sendiri. Namun, produk makanan dan minuman tetap dapat menjadi pilihan jika kamu ingin membuka gerai fisik atau toko online

    Terlepas dari permintaannya yang selalu ada dan cukup tinggi, tidak ada jaminan bisnis ini akan maju. Kamu tentu perlu menyesuaikan dan mengelola berbagai aspek bisnisnya dengan baik agar bisa bersaing di pasar.

    Baca juga: Bisnis F&B Adalah Bisnis yang Menguntungkan. Ini Alasannya!

    3. Produk Perawatan Kulit dan Kosmetik

    Beauty industry merupakan salah satu industri dengan pertumbuhan pasar yang signifikan. Secara global, industri ini tumbuh dari $483 miliar pada 2020 menjadi $511 miliar dalam kurun satu tahun, yaitu pada 2021.

    Angka tersebut diprediksi akan terus meningkat dengan pertumbuhan sekitar 4,75% setiap tahunnya. Jadi, pada 2025 diprediksi pasar industri kecantikan nilainya akan mencapai $716 miliar. Menariknya, 46% dari pasar tersebut berada di Asia Pacific. 

    Tidak heran bila produk perawatan kulit dan kosmetik disebut sebagai salah satu produk best seller. Angka penjualan produk-produk ini memang tak main-main.

    Adapun konsumen produk skincare dan kosmetik masih cukup banyak yang berbelanja di gerai fisik. Meskipun demikian, angkanya terus menurun seiring dengan peningkatan tren berbelanja online.

    Jadi, kalau kamu tertarik berbisnis produk perawatan kulit atau kosmetik, memiliki toko online adalah sebuah keharusan. Sementara itu, gerai fisik justru bersifat opsional. Dengan begitu, kamu dapat menangkap potensi pasar dan demand yang lebih besar.

    Lalu, kamu juga perlu mengetahui jenis produk yang paling banyak mendatangkan penjualan. Angka tertinggi dipegang oleh produk kosmetik atau makeup, disusul oleh produk skincare, dan produk perawatan badan. Di posisi akhir, ada produk pewangi seperti parfum. Jadi, cermatlah dalam menentukan produk yang akan kamu jual!

    4. Perjalanan dan Pariwisata

    Beberapa waktu lalu, sektor pariwisata memang menerima hantaman keras akibat pandemi COVID-19. Namun, terlepas dari merosotnya sektor ini selama pandemi, di situasi normal produk yang berkaitan dengan pariwisata sebetulnya termasuk ke dalam best selling product.

    Sebagai catatan, kini produk-produk tourism lebih optimal dijual secara online. Konsumen sudah jarang sekali mendatangi kantor travel agent untuk membeli tiket atau voucher hotel.

    Begitu juga dengan perjalanan atau paket tour. Kini penjualan jasa paket perjalanan lebih maksimal dilakukan melalui media sosial atau website.

    Baca juga: Social Media Marketing: Pengertian Hingga Contohnya

    Jadi, jika kamu berminat terjun ke sektor ini, kamu sudah tidak bisa menerapkan cara-cara konvensional, yaitu membuka kantor travel agent. Kamu perlu membangun situs atau bahkan aplikasi tepercaya untuk berhasil di sektor ini.

    5. Second-hand

    Produk best seller lain baik secara online maupun offline ialah penjualan barang bekas atau second hand. Akan tetapi, kamu perlu cermat dalam memilih jenis produk yang akan dijual.

    Sebagai contoh, produk furnitur bekas relatif masih banyak dicari di gerai fisik. Sementara itu, kini sudah banyak orang mencari barang elektronik bekas secara online.

    Di sisi lain, preloved produk fesyen cukup bersaing antara penjualan online dan offline. Cukup banyak thrift shop yang menjual produknya secara online dan masih membuka gerai fisik atau mengadakan pameran offline.

    Bila kamu ingin menjual produk second-hand, kuncinya adalah cermat memilih jenis produk serta kanal penjualan yang kamu gunakan.

    Baca juga: Kenalan dengan Sales Funnel dan Contohnya, Yuk!

    Kesimpulan

    Ada banyak faktor yang memengaruhi penjualan produk, salah satunya demand atau permintaan pasar. Jika kamu menginginkan suatu produk menjadi best seller, tentu harus ada permintaan yang besar dari pasar.

    Best seller adalah label yang disematkan untuk produk-produk yang memiliki angka penjualan tertinggi. Khusus buku atau media, label ini biasanya tercetak pada produk. Meskipun begitu, produk lain pun menggunakan istilah ini, tetapi tidak tertulis pada produk.

    Menjual best selling product bukanlah suatu kebetulan. Sebagai pemilik usaha, kamu tidak bisa memilih produk yang akan dijual secara acak, lalu berharap produk tersebut menembus angka penjualan yang tinggi.

    Justru kamu perlu mengidentifikasi jenis produk best seller atau produk yang memiliki histori permintaan pasar yang tinggi serta stabil.

    Beberapa jenis produk yang diketahui mempunyai demand tinggi, antara lain produk fesyen, produk makanan dan minuman, serta produk perawatan kulit dan kosmetik. Menyusul di posisi berikutnya, terdapat produk yang berkaitan dengan pariwisata serta produk second hand.

    Nah, setelah mengetahui komoditas dengan permintaan pasar yang menjanjikan, kamu tinggal memaksimalkan pemasarannya. Jangan lupa untuk menerapkan kampanye digital agar jangkauan strategi pemasaranmu makin luas.

    Bagaimana jika kamu masih awam dengan kampanye pemasaran digital? Tenang saja sebab kini ada aplikasi POS (point of sale) yang sudah dilengkapi dengan fitur kampanye digital seperti majoo.

    Mau tahu lebih banyak? Yuk, pelajari selengkapnya di majoo.id. Segera ambil #langkahmajoo sekarang dan nikmati pengelolaan bisnis yang lebih mudah serta efisien!

     

    Pertanyaan Terkait

    • Sesuai definisi di atas, produk best seller adalah produk-produk dengan angka penjualan tertinggi. Jadi, istilah ini bisa diterapkan pada produk apa pun, meskipun tidak dicantumkan secara tertulis layaknya pada buku.

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Metode Penyusutan Aktiva Tetap!
    Seiring waktu, aset tetap akan mengalami depresiasi. Untuk mengetahui biaya penggunaan aset, perlu metode penyusutan aktiva tetap. Ketahui caranya di sini!
    Negosiasi adalah: Pengertian, Contoh, Jenis, Ciri-Ciri
    Negosiasi adalah proses interaksi antara pihak-pihak yang berusaha menemukan titik temu. Pahami pengertian, tujuan, contoh negosiasi.
    Rumus Persentase, Cara Menghitung Beserta Contoh Penggunaanya
    Cara menghitung persen merupakan metode untuk mendapatkan sebuah nilai atau data. Pelajari juga tentang rumus persentase di excel, rumus persentase keuntungan.
    PT adalah: Menilik Pengertian dan Cara Membuat Perseroan Terbatas
    PT adalah kepanjangan dari perseroan terbatas, yaitu bentuk badan usaha yang dilindungi oleh hukum dengan modal yang terdiri dari saham.