Table of Content

    Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Dagang

    Setiap perusahaan dagang harus memiliki laporan keuangan yang rapi karena menjadi bentuk gambaran kredibilitas perusahaan.

    Dave Ramsey, seorang konselor keuangan tersohor asal Amerika Serikat, mengatakan, “Sebuah perencanaan keuangan memberi tahu ke mana uangmu pergi. Bukan malah membuatmu bertanya ke mana uangmu pergi.”

    Kamu yang sedang menjalankan bisnis atau sebuah UMKM, tentu punya kebutuhan untuk mengetahui modal yang telah digelontorkan pergi ke mana dan jadi apa, bukan?

    Oleh karena alasan itulah sebuah laporan keuangan menjadi penting. Apa pun jenis bisnisnya. Termasuk perusahaan dagang.

    Baca Juga: Kenali Pengertian dan Contoh Faktur Dalam Bisnis! 

    Apa Itu Perusahaan Dagang?

    Perusahaan dagang adalah perusahaan atau bisnis yang fokusnya menjual sebuah barang kepada konsumen.

    Segala yang dijual oleh perusahaan ini adalah barang yang memiliki wujud atau fisik. Misalnya, menjual makanan, gamis, perhiasan, kosmetik, sepatu, kendaraan, mesin, dan masih banyak lagi.

    Barang atau produk yang dijual perusahaan dagang ada tiga jenis, yaitu: barang belum jadi (bahan baku), barang setengah jadi, dan barang jadi.

    Ciri khas perusahaan dagang adalah bisnisnya membeli sebuah barang lalu menjualnya kembali tanpa adanya proses mengubah bentuk dari barang tersebut.

    Oleh sebab itu, perusahaan dagang diminati karena menjadi salah satu bisnis yang sederhana, mudah dijalankan, namun profitnya menjanjikan.

    Lalu dari mana perusahaan mendapatkan profit?

    Keuntungan atau profit perusahaan dagang didapat dari hasil mark-up dan distribusi transaksi sejumlah barang. Inilah bedanya dengan perusahaan jasa yang menjual keahlian untuk mendapatkan keuntungan.

    Semua proses menjual dan membeli di dalam perusahaan dagang dicatat dengan rapi dan dilaporkan setiap periode tertentu dalam bentuk laporan keuangan.

    Ini penting karena nasib perusahaan sangat bergantung dari hasil penjualan yang mendatangkan profit.

    Bentuk dan contoh laporan keuangan perusahaan dagang kita akan bahas tuntas di artikel ini. Simak sampai akhir, ya.

    Mengapa Perusahaan Dagang Perlu Laporan Keuangan?

    Perusahaan dagang memerlukan laporan keuangan karena laporan ini berfungsi sebagai:

    · Pertimbangan Perencanaan dan Pengambilan Keputusan

    Perusahaan bisa menggunakan interpretasi laporan keuangan untuk mengevaluasi kinerja perusahaan. Selanjutnya, laporan keuangan bisa dijadikan bahan perencanaan perbaikan dan pertimbangan dalam pembuatan kebijakan/keputusan.

    · Pertanggungjawaban pada Perusahaan

    Seperti yang kita ketahui, perusahaan berhubungan dengan pihak internal (manajemen) dan pihak eksternal. Hubungannya dengan pihak eksternal, laporan keuangan berfungsi sebagai pertanggungjawaban di depan investor.

    Begitu pun dengan pihak kreditur serta bank. Laporan keuangan digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk melihat kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban membayar utang melalui perhitungan rasio tertentu.

    · Gambaran Kredibilitas Perusahaan

    Laporan keuangan yang transparan menunjukkan bahwa perusahaanmu kredibel. Kredibilitas perusahaan berpengaruh pada calon investor yang akan menaruh saham pada usahamu.

    · Gambaran Kondisi Perusahaan

    Laporan keuangan dapat memperlihatkan kondisi perusahaan secara keseluruhan.

    Kondisi perusahaan sedang mengalami kerugian tergambar dengan jelas dalam laporan tersebut.

    Selain yang disebutkan di atas, fungsi laporan keuangan perusahaan dagang juga meliputi: laporan untuk pengawas keuangan, dasar pembayaran dividen, penentuan nilai investasi, kontrol pengawasan pemerintah, dasar pengendalian biaya, dan dasar prinsip perpajakan.

     Laporan Laba Rugi dan Laporan Arus Kas adalah dua contoh laporan keuangan perusahan dagang yang wajib kamu ketahui.

    Baca Juga: Analisis Laporan Keuangan dan Fungsinya dalam Bisnis

    Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Dagang

    Laporan keuangan perusahaan dagang meliputi: laporan laba rugi, laporan arus kas, laporan utang, laporan piutang, laporan neraca, dan laporan stok barang.

    Masing-masing laporan tersebut memiliki tujuan dan bentuk yang berbeda-beda.

    Laporan Laba Rugi

    Tujuan: mengukur performa perusahaan dalam suatu periode tertentu. Selain itu, untuk membantu perusahaan memikirkan langkah perusahaan di periode selanjutnya.

    Item yang dilaporkan:

    • Pendapatan (revenues): jumlah yang diperoleh melalui penjualan barang.
    • Beban (expenses): harga pokok penjualan dan beban bunga.
    • Keuntungan dan kerugian (gains and losses): penjualan aset tidak lancar dengan jumlah yang berbeda dari nilai asalnya.
    • Pendapatan bersih (net income), yang merupakan hasil pengurangan biaya dan kerugian perusahaan dari pendapatan dan keuntungan perusahaan.

    Contoh laporan laba rugi perusahaan dagang:


    (sumber: jurnal.id)

    Jenis laporan laba rugi:

    1. Laporan laba rugi single step: hanya menunjukkan satu kategori pendapatan dan satu kategori pengeluaran. Mudah dipahami dan cocok untuk usaha berskala kecil. Formulanya adalah seperti di bawah ini.

    Penghasilan Bersih = (Pendapatan + Keuntungan) – (Beban + Kerugian)


    (sumber: accurate.id)

    1. Laporan laba rugi multiple step: memisahkan pendapatan dan pengeluaran yang terkait langsung dengan operasional bisnis dari yang tidak terkait langsung dengan operasinya. Ada 3 formula akuntansi untuk mengetahui laba bersih:

    Laba Kotor = Penjualan Bersih – Biaya Barang Terjual

    Pendapatan Operasional = Laba Kotor – Beban Operasional

    Penghasilan Bersih = Penghasilan Operasional – Item Non-operasional

    Pendapatan operasional ditambahkan ke pendapatan non-operasional bersih, keuntungan, beban dan kerugian. Angka terakhir ini memberikan laba bersih atau rugi bersih bisnis untuk periode pelaporan.


    (sumber: accurate.id)

    Kedua jenis laporan ini memiliki tujuan yang sama yaitu untuk mengetahui perusahaan dalam periode tersebut mendapatkan keuntungan atau mengalami kerugian.

    Dengan mengetahui kondisi tersebut, maka perusahaan dapat mempertahankan yang memberikan untung.

    Selain itu, perusahaan melakukan strategi untuk mendapatkan solusi agar kerugian bisa diatasi.

    Laporan Arus Kas

    Tujuan: melaporkan kas yang dihasilkan dan dibelanjakan selama periode waktu tertentu (misalnya, sebulan, kuartal, atau tahun). Laporan ini menjembatani antara laporan laba rugi dan neraca dengan menunjukkan cara uang masuk dan keluar dari perusahaan.

    Item yang dilaporkan:

    • Aktivitas operasi: aktivitas penghasil pendapatan utama dan aktivitas lain yang bukan merupakan investasi atau pendanaan.
    • Aktivitas investasi: arus kas dari akuisisi, pelepasan aset jangka panjang, dan investasi lain yang tidak termasuk kas.
    • Aktivitas pendanaan: arus kas yang menghasilkan perubahan dalam ukuran dan komposisi modal atau pinjaman entitas (yaitu, obligasi, saham, dan dividen).

    Baca Juga: Laporan Arus Kas: Analisis Laporan Keuangan dan Fungsinya dalam Bisnis

    Dua jenis laporan arus kas:

    1. Laporan arus kas metode langsung (direct method): menghitung langsung arus kas dari komponen aktivitas operasi sesuai catatan pendapatan dan pengeluaran perusahaan.

    Contoh laporan arus kas metode langsung:

     

    (sumber: pakar.co.id)

    1. Laporan arus metode tidak langsung (indirect method): disusun berdasarkan aktivitas operasi perusahaan yang dihitung dari laporan laba rugi setelah dilakukan penyesuaian terhadap penyusutan dan amortisasi (suatu proses pelunasan utang yang dilakukan dengan jangka waktu ataupun periode tertentu dan juga dikerjakan secara bertahap).

    Contoh laporan arus kas metode tidak langsung:

     

    (sumber: pakar.co.id)

    Laporan Utang

    Tujuan: menyajikan rincian transaksi penambahan dan pengurangan utang perusahaan, serta saldo akhir utang masing-masing supplier.

    Item yang dilaporkan:

    • Daftar kode supplier.
    • Nama supplier.
    • Saldo awal utang.
    • Pembelian
    • Potongan pembelian.
    • Retur pembelian.
    • PPN masukan.
    • Pembayaran utang.
    • Saldo akhir utang.

    Contoh laporan utang perusahaan dagang:


    (sumber: jurnal.id)

    Laporan Piutang

    Tujuan: menyajikan rincian transaksi penambahan dan pengurangan piutang perusahaan serta saldo akhir piutang tiap pelanggan.

    Item yang dilaporkan:

    • Data-data kode pelanggan.
    • Nama pelanggan.
    • Saldo awal piutang.
    • Penjualan
    • Uang muka.
    • Potongan penjualan.
    • Retur penjualan.
    • PPN keluaran.
    • Pembayaran piutang.
    • Saldo akhir piutang.

    Contoh laporan piutang perusahaan dagang:

    (sumber: jurnal.id)

    Laporan Stok Barang

    Tujuan: menyajikan rincian stok barang yang ada dalam perusahaan secara lengkap.

    Item yang dilaporkan:

    • Daftar barang beserta kodenya.
    • Harga penjualan.
    • Stok awal.
    • Pembelian barang.
    • Retur pembelian.
    • Penjualan
    • Retur penjualan.
    • Stok akhir pada gudang.

    Laporan stok barang ini terdiri dari dua jenis, yakni laporan fast moving inventory (permintaan tinggi) dan laporan slow moving (permintaan rendah) inventory.

    Contoh laporan stok barang untuk fast moving inventory:


    (sumber: pakar.co.id) 

    Contoh laporan stok barang untuk fast moving inventory:

    (sumber: pakar.co.id)

    Laporan Neraca

    Tujuan: gabungan dari segala laporan keuangan yang dibuat setahun sekali untuk menentukan langkah perusahaan terkait finansial di tahun selanjutnya. Laporan yang menunjukkan sehat tidaknya sebuah perusahaan.

    Laporan neraca merupakan laporan keuangan yang sangat penting. Dalam neraca terdapat informasi mengenai pemegang saham perusahaan, kreditur yang ada, peraturan pemerintah, dan berbagai kebijakan lainnya.

    Item yang dilaporkan:

    • Aktiva. Berupa aktiva lancar (uang tunai) dan aktiva tidak lancar (tanah, bangunan, dan peralatan). Mencakup juga aset aset tidak berwujud, seperti perjanjian waralaba, hak cipta, dan paten.
    • Kewajiban (liabilitas). Berupa kewajiban lancar (faktur pemasok, gaji, pengurangan pajak pendapatan, sewa gedung dan peralatan, utilitas, pinjaman sementara, jalur kredit, bunga, utang jatuh tempo, dan pajak penjualan. Serta  kewajiban jangka panjang (pajak tangguhan, bunga dan pokok obligasi, serta kewajiban dana pensiun).
    • Modal (ekuitas). Mencakup modal pemilik dan laba ditahan.

    Contoh laporan neraca perusahaan dagang bentuk staffel:


    (sumber: pakar.co.id)

    Contoh laporan neraca perusahaan dagang bentuk skontro:

    (sumber: pakar.co.id)

    Baca Juga: Jurnal Khusus Perusahaan Dagang: Begini Cara Membuatnya! 

    Kesimpulan

    Setelah menyimak penjelasan lengkap mengenai laporan keuangan perusahaan dagang di atas, semoga kamu lebih dapat menangkap esensi pentingnya laporan ini.

    Laporan keuangan bisa juga dijadikan panduan untuk perusahaan untuk membuat perencanaan bisnis yang lebih matang di periode selanjutnya. Harapannya, di laporan keuangan tahun depan rapor bisnismu bisa makin baik.

    Kini sudah banyak software yang menawarkan kemudahan jika kamu ingin lebih praktis dan mudah dalam membuat laporan keuangan. Atau jika tidak pun, kamu tetap bisa merekrut akuntan jika sudah memiliki dana untuk membayarnya.

    Namun demikian, laporan keuangan perusahaan dagang sebetulnya bisa dibuat secara mandiri oleh tim dalam perusahaanmu. Bisa karena terbiasa, bukan?

    Apakah kamu termasuk yang kesulitan memantau dan mengelola anggaran dalam bisnis? Jika jawabannya adalah iya, kamu perlu mempertimbangkan untuk menggunakan aplikasi POS majoo.

    Majoo adalah aplikasi POS dengan fitur yang lengkap. Kamu bukan hanya akan mendapatkan aplikasi kasir online, melainkan berbagai fitur lain yang memudahkan pengelolaan bisnis, termasuk laporan keuangan.

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Kenali Apa Itu CV ATS Friendly
    CV ATS Friendly adalah CV yang secara otomatis dapat disortir melalui sebuah aplikasi yang disebut ATS. Lalu, bagaimana membuat CV ATS Friendly yang baik?
    NPV adalah: Rumus, Contoh, dan Cara Menghitung
    Tidak hanya bermanfaat untuk menganalisis untung rugi, perhitungan NPV juga akan sangat membantu dalam menyusun perencanaan keuangan perusahaan.
    Bisnis Proposal atau Proposal Bisnis? Mana yang Benar?
    Apa itu bisnis proposal? Apakah sama dengan proposal bisnis? Sebelum membuatnya, pahami pengertian dan ciri-ciri proposal bisnis lebih dulu.
    Bank Digital adalah Kebutuhan Masyarakat Saat Ini. Kok Bisa?
    Bank digital adalah transformasi layanan perbankan dari luring menjadi daring. Kemunculannya semakin marak di Indonesia. Mau jadi nasabahnya?