Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    • Solusi
    • Knowledge
    • Dividen Interim Adalah Dividen Sementara, Apa Maksudnya?

    Dividen Interim Adalah Dividen Sementara, Apa Maksudnya?

    Dividen interim adalah dividen yang diberikan sebelum rapat tahunan perusahaan.

    Belakangan ini, konten-konten tentang investasi sangat marak ditemukan di media sosial. Jika kamu termasuk yang mempelajari investasi atau bahkan sudah menjadi investor, kamu pasti familier dengan istilah dividen, baik dividen final maupun dividen interim.

    Dividen interim adalah dividen sementara, sedangkan dividen final merupakan dividen yang sudah diputuskan. Namun, sebelum membahas lebih dalam terkait dividen interim, ada baiknya kamu memahami definisi dividen itu sendiri. Yuk, kita bahas lebih lanjut!

    Apa yang Dimaksud dengan Dividen?

    Dividen adalah istilah dalam investasi saham yang merujuk pada laba bersih perusahaan. 

    Di KBBI, dividen diartikan sebagai bagian laba perusahaan yang besarnya ditetapkan direksi dan disahkan oleh rapat pemegang saham untuk dibagikan kepada para pemegang saham.

    Jadi, bisa disimpulkan bahwa dividen adalah laba bersih yang dibagikan kepada investor atau pemegang saham pada kurun waktu tertentu. 

    Sesuai definisi di atas, pemegang saham berhak menerima dividen setelah ada persetujuan atau hasil rapat umum pemegang saham (RUPS).

    Baca juga: Saham Adalah: Pengertian dan Jenisnya

    Umumnya, pembagi dividen dilakukan satu tahun sekali. Meskipun begitu, tetap ada kemungkinan dividen tidak dibagikan dalam waktu satu tahun. 

    Sebagai contoh, ketika perusahaan mengalami kerugian tentu tidak akan ada dividen yang dibagikan kepada pemegang saham. 

    Dalam situasi demikian, laba bersih yang didapatkan perusahaan pada tahun berjalan akan menjadi laba ditahan sampai kondisi keuangan perusahaan membaik.

    Sebaliknya, saat perusahaan mendapatkan keuntungan, para pemegang saham kemungkinan akan menerima dividen. Adapun mekanisme penerimaan dividen terbagi dua, yaitu dividen interim dan dividen final.

    Dividen Interim Adalah…

    Dividen interim adalah dividen sementara yang dibayarkan kepada pemegang saham sebelum laba  tahunan perusahaan ditetapkan dalam RUPS. 

    Selama tahun berjalan, misalnya dividen dibayarkan setiap triwulan. Dividen ini bukan dividen yang bersifat final berdasarkan keputusan RUPS, melainkan baru merujuk pada keputusan direksi.

    Dividen Final Adalah…

    Berbeda dengan interim dividend, dividen final adalah laba bersih atau keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham setelah diputuskan oleh RUPS pada tahun buku tertentu.

    Jadi, dividen final diberikan satu tahun sekali, tidak secara berkala seperti interim dividend.

    Mengenal Jenis-Jenis Dividen

    Selain dibedakan berdasarkan waktu pemberian dividen serta dasar pengambilan keputusannya, dividen juga terbagi ke dalam beberapa jenis. 

    Tentunya, kamu perlu mengetahui jenis-jenis dividen tersebut bila ingin memiliki pemahaman mendalam terkait keuntungan investasi ini. Di bawah ini penjelas terkait jenis-jenis dividen yang didasarkan pada RUPS.

    1. Dividen Tunai

    Dividen tunai adalah uang yang dibayarkan kepada pemegang saham sebagai bagian dari pendapatan perusahaan saat ini atau akumulasi keuntungan. Jadi, jenis dividen ini dibayarkan langsung dalam bentuk uang, bukan saham atau bentuk aset berharga lainnya.

    Dividen tunai merupakan cara umum yang dilakukan perusahaan untuk mengembalikan modal kepada pemegang saham dalam bentuk pembayaran tunai berkala, umumnya tahunan.

    Meskipun kebanyakan perusahaan membayar dividen tunai secara rutin, ada juga dividen tunai yang diberikan kepada pemegang saham setelah peristiwa tertentu yang tidak berulang.

    Sebut saja, setelah penyelesaian kasus hukum atau peminjaman uang untuk distribusi kas dalam jumlah besar.

    Baca juga: Investor Adalah: Pengertian, Tujuan, dan Jenis-jenisnya

     Saat perusahaan mengalami keuntungan, pemegang saham akan menerima dividen.

    2. Dividen Saham

    Berbeda dengan dividen tunai, dividen saham adalah pembayaran dividen kepada investor dalam bentuk saham. 

    Keuntungan pembayaran dividen saham adalah perusahaan tetap bisa memberikan reward kepada pemegang saham, tanpa mengurangi kas perusahaan. Meskipun begitu, cara ini dapat memicu dilusi laba per saham.

    Bagi pemegang saham, pembagian dividen ini menguntungkan karena aset saham di perusahaan tersebut menjadi bertambah. Selain itu, dividen yang masih berbentuk saham juga terbebas dari kewajiban pajak.

    Baca juga: Mari Mengenal Pengertian Pajak Lebih Dalam!

    3. Dividen Properti

    Dividen properti merupakan alternatif dari dividen tunai atau dividen saham. Perusahaan memberikan dividen dalam bentuk barang, misalnya rumah atau aset investasi lainnya.

    Meskipun dianggap sebagai dividen non-moneter, dividen properti tentu tetap bernilai moneter. Properti  yang diberikan kepada pemegang saham tetap setara dengan kas atau uang tunai.

    4. Dividen Janji Utang

    Jenis dividen yang terakhir adalah dividen utang. Dividen utang adalah pembagian dividen yang dibayarkan oleh perusahaan dalam bentuk skrip.

    Skrip tersebut menjadi acuan pembayaran dividen di kemudian hari. Dengan kata lain, perusahaan berjanji membayarkan dividen atau memiliki utang jangka pendek kepada pemegang saham terkait dividen yang seharusnya diterima.

    Perbedaan Dividen Interim dan Tunai

    Kini kamu sudah mengetahui pengertian dividen, dividen final, serta dividen interim. Kamu juga telah menyimak penjelas tentang jenis-jenis dividen, mulai dari dividen tunai hingga dividen janji utang.

    Nah, tidak sedikit juga yang bertanya terkait perbedaan dividen interim dan tunai. Hal ini karena secara waktu, dividen tunai biasanya merupakan dividen final atau yang diberikan setiap tahun kepada para investor.

    Setidaknya, ada lima poin yang menjadi perbedaan dividen interim dan tunai. Mari simak di bawah ini!

    1. Dividen tunai atau dividen final dibayarkan setelah tahun atau periode akuntansi selesai, sedangkan interim dividend dibayarkan sebelumnya.
    2. Pemberian dividen final tidak dapat dibatalkan, tetapi pembagian dividen interim bisa dibatalkan sesuai kebijakan perusahaan.
    3. Rate dividen tunai atau dividen final biasanya lebih tinggi dibandingkan dengan interim dividend.
    4. Dividen interim harus secara tegas disetujui dalam Anggaran Dasar perusahaan. Namun, syarat khusus tersebut tidak berlaku untuk dividen final atau dividen tunai.
    5. Dividen tunai atau dividen final diumumkan dalam rapat umum tahunan perusahaan.

    Pembagian Dividen Interim

    Seperti yang telah dibahas sebelumnya, pembayaran dividen interim dilakukan sebelum RUPS dan sebelum rilis laporan keuangan tahunan. Dividen yang dibayarkan per bulan atau triwulan ini biasanya disertai laporan keuangan interim.

    Pembagian dividen interim memang diputuskan oleh direksi perusahaan, tetapi tetap memerlukan persetujuan dari pemegang saham.

    Baca juga: Prive: Definisi, Karakteristik, dan Cara Menghitungnya

    Sebelum ada pembagian dividen interim, tentu dilakukan perhitungan terlebih dahulu. Jika dividen final dan interim dibagikan pada tahun fiskal yang sama, interim dividend umumnya dihitung lebih kecil.

    Direksi perusahaan memilih mempertahankan interim dividend pada rate yang rendah agar tidak mengganggu kemampuan operasional perusahaan sebagai antisipasi bila hasil tahunan tidak sebaik yang diharapkan.

    Adapun pembayaran interim dividend biasanya berasal dari laba ditahan yang mencakup keuntungan dari tahun-tahun sebelumnya. Jadi, sumber keuntungan bukanlah laba tahun berjalan karena jumlah pasti keuntungan perusahaan belum diketahui saat pembagian dividen interim dilakukan.

    Kesimpulan

    Dalam operasionalnya, sebuah perusahaan sudah pasti bisa mengalami kerugian atau keuntungan. Ketika perusahaan mendapatkan keuntungan atau laba, biasanya ada bagian laba yang dibagikan kepada para pemegang saham. Bagian laba tersebut dikenal sebagai dividen.

    Berdasarkan mekanisme dan waktu pemberiannya, dividen dapat diberikan dalam bentuk dividen final serta dividen interim.

    Terlihat dari namanya, dividen interim adalah dividen sementara yang dibayarkan kepada pemegang saham sebelum laba tahunan perusahaan diketahui dan ditetapkan dalam rapat tahunan pemegang saham (RUPS).

    Jadi, keputusan pemberiannya bukan berdasarkan RUPS, tetapi merupakan kebijakan direksi perusahaan. Karena itu, direksi juga mungkin membatalkan pemberian interim dividend sewaktu-waktu.

    Kemungkinan pembatalan tersebut merupakan salah satu perbedaan dividen interim dan tunai yang cukup mencolok karena dividen tunai atau final tidak dapat dibatalkan pembagiannya.

    Pembagian dividen interim sendiri cukup bervariasi dari sisi waktu atau frekuensi. Ada perusahaan yang memberikan interim dividend setiap bulan, setiap triwulan, dan ada pula yang membagikannya setiap semester alias enam bulan sekali.

    Dari sisi perhitungan, rate dividen interim biasanya dipertahankan lebih rendah sebagai antisipasi bila keuntungan tahun berjalan tidak sesuai harapan.

    Terlepas dari mekanisme, frekuensi, dan jenis dividen yang akan diberikan perusahaan, poin pertama yang perlu diupayakan ialah perusahaan mengalami profit.

    Untuk itu, operasional perusahaan tentu perlu berjalan optimal. Jika kamu ingin memastikan operasional perusahaan berjalan efisien, pertimbangkanlah penggunaan aplikasi POS yang memiliki fitur lengkap!

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    11+ Faktor Keberhasilan Wirausaha yang Wajib Dimiliki!
    Faktor keberhasilan wirausaha tidak terbatas pada modal uang saja, sehingga dibutuhkan adaptasi, inovasi, dan sikap wirausaha untuk mengembangkan usaha.
    Valuasi adalah: Pengertian dan Cara Menghitungnya
    Valuasi adalah perhitungan nilai sebuah perusahaan dengan mempertimbangkan berbagai faktor. Besar maupun kecil, valuasi menjadi hal yang sangat penting.
    Fair Value adalah: Tujuan dan Cara Menghitung
    Nilai Wajar atau Fair Value adalah alat yang sangat berguna untuk membantu pengguna memahami keuangan perusahaan, terutama situasi keuangan saat ini.
    Daftar UMKM Online: Syarat dan Manfaatnya
    Daftar UMKM online bisa dilakukan dengan praktis. Manfaatnya antara lain agar mudah mengembangkan usaha dan untuk mendapatkan bantuan dana dari pemerintah.