Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    • Solusi
    • Knowledge
    • Mengenal Dollar Cost Averaging sebagai Strategi Investasi

    Mengenal Dollar Cost Averaging sebagai Strategi Investasi

    Dollar cost averaging adalah salah satu strategi dalam berinvestasi.

    Kamu pernah mendengar istilah Dollar Cost Averaging atau yang biasa disingkat DCA? Jika kamu adalah orang yang aktif dalam dunia investasi, istilah ini pastinya sudah sangat akrab. 

    Dollar cost averaging adalah salah satu strategi investasi di pasar modal yang kerap digunakan untuk bisa mendapatkan untung atau return. Memang, pada dasarnya tidak ada yang benar-benar bisa memberikan prediksi atau menebak secara akurat pergerakan pasar modal. Karena itulah, dibutuhkan adanya strategi dalam berinvestasi. 

    Bagi investor pemula, salah satu penghambat untuk melakukan investasi yakni memahami waktu yang tepat untuk membeli dan menjual. Untuk itu, strategi investasi dollar cost averaging ini bisa dikatakan merupakan solusi bagi para investor pemula. Strategi dollar cost averaging dinilai merupakan salah satu strategi investasi yang tepat jika digunakan untuk mengelola risiko dan imbal hasil. 

    Baca Juga: Pasar Modal adalah …? Wah, Kenapa Kita Harus Tahu, ya?

    Dollar Cost Averaging adalah … 

    Dollar cost averaging adalah proses untuk menyebarkan transaksi investasi dengan memasukkan jumlah dana yang sama dalam beberapa waktu, alih-alih melakukan investasi dalam satu waktu sekaligus. 

    Bisa dibilang, dengan konsep dollar cost averaging, investor membagi porsi investasi secara rutin setiap bulan. Dengan kata lain, penerapan strategi investasi dollar cost averaging adalah bila kamu membeli sebuah aset untuk investasi secara rutin tanpa memandang harga aset tersebut. Dampaknya, strategi ini mengurangi banyak pekerjaan terkait dengan perhitungan waktu yang tepat untuk masuk ke pasar dan membeli sebuah aset dengan harga terbaik.

    Singkatnya, dollar cost averaging adalah strategi investasi secara rutin di setiap periode (misalnya setiap bulan) dalam jumlah yang sama tanpa memperhatikan harga NAB/unit (nilai aktiva bersih per unit) Reksa Dana.

    Cara Kerja Dollar Cost Averaging 

    Dengan penerapan dollar cost averaging, kamu sebagai investor bisa menghilangkan emosi dari investasi dengan membeli sejumlah kecil aset dalam jumlah yang sama secara teratur, misalnya secara bulanan atau mingguan. 

    Artinya, saat kamu membeli saham dengan dollar cost averaging, kamu membeli dalam jumlah yang lebih sedikit ketika harga tinggi dan dalam jumlah yang lebih banyak ketika harga rendah. 

    Satu hal yang perlu diperhatikan adalah strategi dollar cost averaging hanya bisa bekerja dengan baik bila performa dari saham atau produk investasi yang dipilih terus meningkat seiring dengan berjalannya waktu. Maka dari itu, kamu perlu mempelajari kinerja historis dari produk investasi tersebut. 

    Meski bisa mengurangi risiko, tetap saja strategi ini tidak bisa sepenuhnya melindungi investor dari penurunan harga sebuah aset investasi. Ide umum dari strategi ini muncul dengan asumsi, harga sebuah aset bakal terus naik. 

    Bila investor individu menggunakan konsep dollar cost averaging tanpa memahami detail informasi atas perusahaan yang menerbitkan saham, pada akhirnya tetap akan berdampak buruk. 

    Dapat disimpulkan, strategi dollar cost averaging bisa mengurangi risiko, namun kamu harus tetap berhati-hati dan memperhatikan kinerja sebuah perusahaan atau aset, sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

    Baca Juga: Jangan Sampai Tertipu, Inilah Ciri-ciri Investasi Bodong!

    Contoh Kasus: 

    Misalnya, kamu memiliki Rp1.000.000 untuk diinvestasikan. Alih-alih menginvestasikan semuanya sekaligus, kamu bisa menginvestasikan Rp100.000 setiap bulan selama 10 bulan, meskipun ada perubahan nilai pasar dari waktu ke waktu selama periode tersebut. 

    Jika misalnya NAB/unit Reksa Dana pilihanmu adalah Rp1.000 pada bulan pertama, artinya kamu akan membeli 100 unit penyertaan. Kemudian jika pada bulan kedua NAB/unit turun menjadi Rp800, kamu akan membeli 125 unit penyertaan, dan jika pada bulan ketiga NAB/unit menjadi Rp1.250, kamu akan membeli 80 unit, demikian seterusnya. 

    Pada akhirnya, kamu akan membeli lebih banyak unit penyertaan Reksa Dana ketika NAB/unit turun dan lebih sedikit ketika NAB/unit naik. Hasilnya kamu mungkin telah berinvestasi lebih hati-hati daripada hanya menginvestasikan uang sekaligus.

    Konsep dollar cost averaging biasa diterapkan oleh investor pemula.

    Manfaat Dollar Cost Averaging 

    Berikut adalah manfaat strategi dollar cost averaging:

    Sederhana dan Relatif Mudah

    Strategi dollar cost averaging adalah strategi investasi yang mirip dengan menabung, yaitu tetap menabung dengan jumlah yang sama dalam kondisi apapun.

    Cicilan Investasi

    Strategi dollar cost averaging dapat dilihat sebagai suatu bentuk cicilan pada investasi. Jadi jika ternyata kamu belum tersedia dana yang besar untuk diinvestasikan sekaligus (lump sum) kamu sudah dapat mulai melakukan investasi. Selain itu, cicilan investasi membuat strategi investasi kamu menjadi lebih obyektif. 

    Menghindari Penentuan Waktu (Timing) yang Buruk

    Berinvestasi secara seketika (lump sum) dan mencoba menebak waktu terbaik untuk masuk (menebak kapan harga terendah untuk membeli atau harga tertinggi untuk menjual) dikenal dengan istilah market timing dan merupakan sesuatu yang sangat sulit dilakukan, atau bahkan mustahil. 

    Banyak investor yang pastinya telah mencoba, namun seringkali mengalami kegagalan karena memang tidak ada seorang pun yang tahu persis kapan posisi terendah dan tertinggi akan terjadi, dan tidak ada yang bisa menghentikan kejutan yang tidak diinginkan terjadi. Intinya, tidak terendah dan titik tertinggi hanya dapat diketahui setelah titik tersebut telah dilalui!

    Dollar cost averaging dapat membantu kamu memiliki disiplin karena memastikan kamu tidak terlalu terekspos terlalu dalam saat membeli di harga tinggi; sementara di sisi lain membantu kamu ketika pasar pulih, karena telah membeli ketika pasar mengalami koreksi.

    Dengan tidak tergantung pada waktu, dollar cost averaging dapat meminimalisir efek naik turunnya pasar terhadap portofolio kamu karena harga rata-rata perolehan tidak akan terlalu tinggi ataupun terlalu rendah.

    Mengurangi Risiko

    Dollar cost averaging dinilai sebagai sebuah strategi yang cukup efektif untuk melakukan penghematan jangka panjang. 

    Saat pasar bergerak naik dan turun, dollar cost averaging bisa mengurangi risiko dari waktu ke waktu untuk mencoba memilih waktu terbaik untuk berinvestasi. 

    Dengan melihat koreksi pasar sebagai peluang pembelian, kamu juga dapat secara signifikan meningkatkan potensi pengembalian jangka panjang ketika pasar mengalami pemulihan (rebound).

    Baca Juga: Pengertian, Manfaat, dan Resiko Investasi

    Meminimalisir Pengambilan Keputusan Investasi secara Emosional

    Tidak sedikit orang yang seringnya membuat keputusan investasi berdasarkan emosi atau rasa takut kehilangan. Hal ini mengacu pada kecenderungan investor yang lebih suka menghindari kerugian daripada memperoleh keuntungan.

    Studi menunjukkan bahwa kerugian dua kali lebih kuat, secara psikologis, daripada keuntungan. Dengan demikian, investor cenderung memiliki pola pikir investasi yang salah kaprah, yaitu menjual kepemilikan dan beralih ke uang tunai saat pasar mengalami koreksi.

    Dengan menghindari tren atau ketakutan dalam memilih waktu yang tepat, kamu sebagai investor dapat menghindari jebakan euforia dan depresi dalam investasi.

    Kesimpulan

    Pada dasarnya, investasi merupakan langkah sederhana yang bisa dilakukan bahkan oleh investor pemula. Rahasianya adalah konsistensi. 

    Sama seperti dalam menjalankan bisnis atau usaha, diperlukan adanya konsistensi untuk terus mencari strategi yang tepat untuk mendapatkan keuntungan besar dan menjadikan bisnismu bertahan di antara para kompetitor. 

    Selain itu, ingatlah untuk melakukan pengelolaan bisnis yang dibantu oleh aplikasi keuangan seperti majoo dengan beragam fiturnya yang memudahkan pemilik bisnis. Tidak ada lagi yang namanya kesalahan catat, adanya selisih stok atau pemilihan program promo yang tidak tepat sasaran. Bagaimana? Tertarik untuk mencoba majoo? 

    Pertanyaan Terkait

    • Dollar cost averaging adalah proses untuk menyebarkan transaksi investasi dengan memasukkan jumlah dana yang sama dalam beberapa waktu, alih-alih melakukan investasi dalam satu waktu sekaligus.
    • DCA dalam crypto adalah proses strategi untuk membeli crypto dengan jumlah dana yang sama dalam rentang waktu tertentu, untuk mengurangi risiko kerugian akibat perubahan nilai overtime.
    • DCA adalah singkatan dari dollar cost averaging.

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Quick Ratio adalah: Kelebihan dan Kekurangannya
    Quick ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur likuiditas jangka pendek suatu perusahaan. Apa saja kelebihan dan kekurangan quick ratio?
    Newsletter adalah: Definisi, Manfaat, dan Tips Newsletter
    Newsletter adalah tools yang dapat menjembatani perusahaan dengan pelanggan untuk berbagi informasi penting dan menarik terkait perusahaan secara rutin.
    Benarkah Termin adalah Istilah untuk Cicilan atau Uang Muka?
    Termin adalah sistem pembayaran dengan jangka waktu berdasarkan kesepakatan, atau terkait syarat yang telah disepakati saat akad jual secara kredit.
    Payback Period Adalah: Dari Rumus Sampai Contohnya
    Sederhananya, pengertian payback period adalah jangka waktu yang diperlukan untuk mengembalikan nilai investasi yang telah dikeluarkan.