Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    Apa itu Incremental Cost, Contoh, Manfaat

    Kenapa kamu perlu tahu tentang incremental cost?

    Bagi pebisnis, incremental cost merupakan salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi biaya pengembangan perusahaan. Saat kita berbisnis, tentunya kita perlu memproduksi produk dengan cepat agar bisnis terus berkembang, termasuk melakukan perhitungan biaya produksi. 

    Incremental cost atau biaya tambahan merupakan perhitungan penting untuk menentukan perubahan biaya yang akan mereka keluarkan jika mereka memperluas produksinya. Incremental cost juga akan sangat berpengaruh pada keputusan yang dibuat perusahaan mengenai perluasan atau peningkatan produksi. 

    Baca juga: A to Z Biaya Marginal: Pengertian, Rumus, dan Contohnya

    Apa itu Incremental Cost?

    Apa sebenarnya yang dimaksud dengan incremental cost? Incremental cost adalah biaya tambahan yang harus dikeluarkan perusahaan saat memproduksi sejumlah unit tambahan. Incremental cost terkadang disebut sebagai biaya marginal, padahal ada perbedaan antara keduanya. 

    Dalam biaya marginal, kamu akan mempertimbangkan peningkatan biaya total yang bisa timbul dari produksi satu unit lagi. Sedangkan, pada pertimbangan incremental cost, kamu hanya perlu memperhitungkan biaya total yang berubah dari keputusan untuk memproduksi unit tambahan.

    Biaya ini tentunya dapat berpengaruh pada harga produk. Misalnya, jika biaya tambahan menyebabkan peningkatan biaya produksi per unit suatu produk, perusahaan dapat memutuskan untuk menaikkan harga untuk mempertahankan laba atau untuk menghasilkan lebih banyak keuntungan. 

    Namun, jika ternyata biaya produksi per unit menurun sebagai akibat dari biaya tambahan, perusahaan dapat memutuskan untuk mengurangi harga produk dan memperoleh keuntungan dengan menjual lebih banyak unit.

    Sebagai contoh, sebuah perusahaan yang memproduksi 100 unit produk utamanya memutuskan bahwa mereka sebenarnya dapat memuat 10 unit lagi dalam jadwal produksinya. Incremental cost yang harus dikeluarkan untuk memproduksi 10 unit ini adalah biaya tambahan. 

    Perlu dipahami juga, bahwa biaya tambahan ini juga dipengaruhi oleh besarnya biaya variabel dan biaya tetap. Jumlah biaya yang berbeda akan menghasilkan tingkat produk yang berbeda pula. 

    Baca juga: Mari Berkenalan dengan Fixed Cost dan Variable Cost!

     Ada banyak manfaat incremental cost pada bisnis.

    Contoh Incremental Cost

    Saat sebuah perusahaan membuat dan menerapkan keputusan manajerial mengenai produksi barang atau jasa, biaya yang timbul dari keputusan ini adalah biaya tambahannya. Contoh incremental cost atau biaya tambahan mungkin timbul dari:

    • Mengubah lini produk
    • Mengubah tingkat keluaran produk
    • Membeli bahan tambahan atau baru
    • Mempekerjakan tenaga kerja ekstra
    • Menambah mesin baru atau mengganti yang sudah ada
    • Beralih saluran distribusi
    • Biaya overhead variabel

    Untuk menghitung biaya tambahan, kamu hanya dapat menghitung semua biaya eksplisit periode sekarang, biaya peluang implisit, dan implikasi biaya masa depan yang timbul dari keputusanmu untuk meningkatkan output. 

    Bagaimana Cara Hitung Incremental Cost

    Jika kamu bertanya tentang bagaimana cara menghitung incremental cost? Berikut ini contoh cara hitung incremental cost dengan mudah. 

    Contohnya, jika bisnismu mengeluarkan biaya Rp 50 juta untuk produksi 10 ribu botol minuman. Artinya setiap 1 unit produk biayanya adalah Rp 5 ribu. Setelah itu, bisnismu ingin meningkatkan jumlah produksi menjadi 15 ribu unit. Total biaya menjadi Rp 60 juta. Artinya biaya produksi per unitnya akan menjadi Rp 4 ribu. Maka, hasilnya Rp 60 juta-Rp 50 juta = Rp 10 juta.

    Jadi, biaya untuk penambahan 5 ribu botol minuman menjadi Rp 10 juta. Artinya biaya incremental per 1 unitnya adalah Rp 10 juta : 5 ribu unit, dan hasilnya adalah Rp 2 ribu.

    Catatan: Hitungan ini juga dipengaruhi variable cost dan fixed cost. Jadi bisa membuat hasil yang berbeda berdasarkan nilai lainnya. Jadi bagaimana apakah kamu sudah memahami bagaimana cara hitung incremental cost?

    MC adalah turunan pertama dari TC atau C. Incremental cost dapat dihitung dengan menggunakan rumus: 

    Rumus Incremental Cost

    MC = TC’ = dTC / dQ

    MC= Marginal Cost

    TC= Total Cost

    dTC= Perubahan Total Cost

    dQ= Perubahan quantity

    Perbedaan Incremental Cost dan Incremental Revenue

    Biaya tambahan adalah harga yang perlu dibayarkan untuk biaya produksi yang timbul saat kamu memutuskan untuk memproduksi satu unit produk tambahan, pendapatan tambahan adalah pendapatan tambahan yang diperoleh dari menjual unit tambahan tersebut.

    Perusahaan umumnya mengacu pada biaya tambahan untuk memutuskan apakah mereka harus:

    • Meningkatkan output produk mereka
    • Memperkenalkan lini produk baru
    • Pertahankan produksi baru di rumah
    • Mengalihdayakan produksi baruTerima harga jual satu kali untuk unit tambahan
    • Menaikkan atau menurunkan harga produk

    Perusahaan menggunakan incremental revenue atau pendapatan tambahan sebagai ukuran perbandingan dengan tingkat pendapatan dasar mereka dan merujuknya untuk menentukan laba atas investasi mereka. Mereka kemudian dapat memutuskan berapa banyak yang dapat mereka keluarkan untuk kampanye pemasaran dan berapa volume penjualan yang mereka perlukan untuk menghasilkan keuntungan bagi perusahaan.

    Berikut adalah bagaimana biaya tambahan dan pendapatan tambahan memengaruhi satu sama lain:

    • Jika biaya tambahan dalam membuat unit produk lebih rendah dari pendapatan tambahan yang diperoleh dari menjual unit itu, artinya bisnismu memperoleh keuntungan.
    • Jika biaya tambahan dalam membuat unit produk lebih tinggi daripada pendapatan tambahan yang diperoleh dari menjual unit itu, artinya bisnis kamu akan mengalami kerugian.

    Itu sebabnya perlu untuk mengetahui biaya tambahan dari setiap unit tambahan. Kamu dapat membandingkannya dengan harga yang diterima untuk menjual unit untuk mengetahui apakah bisnismu menghasilkan keuntungan yang cukup.

    Contoh Incremental Cost dan Incremental Revenue

    Untuk lebih memahami perbedaan antara biaya tambahan dan pendapatan tambahan, berikut contohnya. Misalkan, kamu memiliki bisnis yang memproduksi ponsel cerdas dan berharap dapat menjual 20.000 unit. Kamu dikenakan biaya $100 untuk memproduksi setiap smartphone, dan harga jual per smartphone adalah $300.

    Contoh incremental cost adalah:

    Kamu menghitung contoh biaya incremental dengan mengalikan jumlah unit smartphone dengan biaya produksi per unit ponsel cerdas.

    Dalam hal ini, kamu akan memiliki:

    20.000 x 100 = 2.000.000

    Jadi, biaya tambahannya adalah $2.000.000.

    Contoh incremental revenue-nya adalah: 

    Kamu menghitung pendapatan tambahan dengan mengalikan jumlah unit smartphone dengan harga jual per unit smartphone.

    Jadi, kamu akan memiliki:

    20.000 x 300 = 6.000.000

    Pendapatan tambahan adalah $ 6.000.000.

    Saat kamu membandingkan keduanya, jelas bahwa pendapatan tambahan lebih tinggi daripada biaya tambahan. Dengan mengurangkan biaya tambahan dari pendapatan tambahan, kamu memperoleh keuntungan sebesar $4.000.000.

    Dengan melakukan analisis biaya jenis ini sebelumnya, kamu dapat memperkirakan berapa banyak yang harus kamu anggarkan untuk bisnis kamu dan berapa banyak keuntungan yang mungkin kamu hasilkan. Kamu kemudian dapat memutuskan apakah masuk akal bisnis atau tidak untuk memperluas operasi.

    Manfaat Incremental Cost 

    Jika kamu menerapkan perhitungan incremental cost, apa manfaat yang bisa kamu dapatkan? Berikut beberapa manfaat incremental cost

    • Bisnis akan lebih hemat dan efisien dalam melakukan pengeluaran
    • Bermanfaat untuk pengambilan keputusan apakah ingin memproduksi barang sendiri atau membelinya dari pihak lain. 
    • Bermanfaat untuk memaksimalkan produksi. 
    • Dapat membantu bisnis menghasilkan keuntungan sesuai target. 
    • Dapat membantu bisnis dengan mudah untuk mengambil keputusan. 
    • Dapat mengetahui harga yang tepat untuk ditawarkan ke pemesan. 
    • Bisa mengetahui dengan rinci keuntungan bisnis yang bisa digunakan untuk menutupi biaya produksi agar tidak rugi.

    Baca juga: Yuk, Kenalan dengan Analisis Keuangan YOY Growth!

    Kesimpulan

    Itulah pembahasan lengkap mengenai incremental cost atau biaya tambahan yang biasa terjadi dalam proses produksi. Untuk memastikan setiap biaya pada bisnis tercatat dengan baik, pastikan kamu menggunakan sistem akuntansi yang mampu memudahkan dalam melakukan pencatatan biaya dan pemasukan dalam bisnis, 

    Jika ternyata kamu adalah seorang pemilik bisnis atau perusahaan yang masih bingung dan mengalami kesulitan dalam melakukan perhitungan dan pencatatan biaya marginal dalam bisnis secara manual, kamu bisa menggunakan aplikasi kasir majoo yang disertai dengan berbagai fitur bisnis lengkap. Tidak ada lagi bingung, yang ada hanya sukses bersama majoo! 

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Quick Ratio adalah: Kelebihan dan Kekurangannya
    Quick ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur likuiditas jangka pendek suatu perusahaan. Apa saja kelebihan dan kekurangan quick ratio?
    Newsletter adalah: Definisi, Manfaat, dan Tips Newsletter
    Newsletter adalah tools yang dapat menjembatani perusahaan dengan pelanggan untuk berbagi informasi penting dan menarik terkait perusahaan secara rutin.
    Benarkah Termin adalah Istilah untuk Cicilan atau Uang Muka?
    Termin adalah sistem pembayaran dengan jangka waktu berdasarkan kesepakatan, atau terkait syarat yang telah disepakati saat akad jual secara kredit.
    Payback Period Adalah: Dari Rumus Sampai Contohnya
    Sederhananya, pengertian payback period adalah jangka waktu yang diperlukan untuk mengembalikan nilai investasi yang telah dikeluarkan.