Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    ISO Adalah? Ketahui Tujuan dan Jenisnya di Sini!

    ISO adalah singkatan dari The International Standard of Organization.

    Saat ini, sertifikasi ISO sangat penting bagi sebuah perusahaan, mengingat di era globalisasi persaingan tidak lagi hanya secara lokal, tapi sudah berskala internasional atau global. Sertifikat ISO diberikan kepada perusahaan yang telah memenuhi standar ISO. Standar ISO adalah sebuah spesifikasi level dunia yang mengukur berbagai hal, antara lain kualitas produk, manajemen lingkungan, penerapan IT dalam bisnis, hingga sistem keamanan.

    Pengembangan produk saja tidak cukup untuk memenangkan hati customer. Tentunya perusahaan perlu melakukan berbagai strategi dan taktik lain untuk diterapkan. Misalnya, para pebisnis dapat menerapkan berbagai macam strategi. Strategi yang dilakukan perusahaan untuk menghadapi pihak eksternal perusahaan, ada juga strategi untuk internal perusahaan. Strategi eksternal ini berhubungan dengan promosi, branding, sales, distribusi, dan lain sebagainya.

    Berbeda dengan strategi internal yang berfokus pada penguatan sistem manajemen, seperti membuat karyawan yang produktif, aktif, dan kreatif. Cara lain untuk menguatkan dan meningkatkan kinerja internal perusahaan yaitu menerapkan The International Standard of Organization (ISO).

    Supaya kamu lebih memahami ISO, berikut ini pengertian, tujuan, hingga tujuan penerapan ISO.

    Apa Itu ISO?

    Kepanjangan ISO yaitu International Organization for Standardization. Organisasi ini bertanggung jawab dalam mengembangkan standar untuk berbagai industri yang mempromosikan kualitas, keamanan, serta efisiensi.

    ISO adalah badan penetap standar internasional yang beranggotakan para wakil badan standardisasi nasional dari setiap negara untuk mewujudkan kesetaraan standar. ISO dan anggotanya memiliki kapasitas untuk mengeluarkan sertifikasi terhadap suatu standar tertentu. ISO dibuat untuk mengukur mutu dari sebuah organisasi atau perusahaan dan memfasilitasi perdagangan agar berjalan dengan baik.

    Lebih dari 160 negara di ISO bertanggung jawab untuk meningkatkan standar produk, jasa, dan sistem untuk memperhatikan kualitas, keamanan, dan efisiensi dari suatu organisasi atau perusahaan.

    Dalam menetapkan standar tersebut ISO mengundang wakil anggotanya dari 160 negara untuk duduk dalam Komite Teknis (TC), Sub Komite (SC), dan Kelompok Kerja (WG). Peserta ISO termasuk dalam satu badan standar nasional dari setiap negara dan perusahaan-perusahaan besar.

    Perusahaan atau organisasi memang tidak wajib patuh pada standar yang ditetapkan oleh ISO, tapi perusahaan yang telah memiliki sertifikasi ISO dapat dipastikan memiliki, sistem, produk atau jasa yang terjamin kualitasnya. Memiliki sertifikasi ISO membuat perusahaan lebih dipercaya oleh konsumen dan berpeluang menjadi unggul di persaingan pasar global.

    Sertifikat ISO diberikan kepada perusahaan yang telah memenuhi standar ISO.

    Fungsi ISO

    Secara umum, fungsi atau tujuan ISO dalam bisnis adalah untuk menerapkan standar internasional di bidang komersial dan industrial. Namun, ISO masih memiliki beberapa manfaat lainnya, antara lain:

    Membangun image positif perusahaan

    Manfaat langsung yang dapat dirasakan oleh perusahaan bersertifikat ISO adalah memiliki image yang lebih baik secara global. Artinya, perusahaan tersebut akan mudah untuk berkembang hingga ke mancanegara dan unggul di persaingan pasar global.

    Menjamin kredibilitas perusahaan

    Ketika sistem manajemen mutu suatu perusahaan sesuai dengan standar internasional, tingkat kredibilitasnya pun akan lebih terjamin. Semua hal yang berkaitan dengan perusahaan tersebut telah memiliki standar yang baik sehingga akan memberikan nilai positif pada kepuasan konsumen (customer satisfaction).

    Menambah tingkat kepercayaan konsumen

    Apabila kredibilitas suatu perusahaan sudah terjamin, customer pun akan lebih tertarik untuk memilih perusahaan tersebut dibanding kompetitor yang belum mendapatkan sertifikat ISO. Sebagai dampaknya, tingkat kepercayaan customer akan turut bertambah hingga memungkinkan mereka untuk menjadi loyal customer.

     

    Baca juga: Apa Itu KPI? Pentingkah Menetapkan KPI dalam Bisnis?

    Mencegah pemborosan

    Perusahaan yang telah memiliki standar ISO akan dapat menghemat budgeting yang berkaitan dengan kinerja dan produk gagal.

    Pasalnya, perusahaan tersebut akan menggunakan sistem manajemen khusus untuk dapat mengetahui kinerja di dalam perusahaan. Saat terdapat penurunan kinerja atau ada produk yang akan gagal, perusahaan dapat segera melakukan antisipasi terhadap masalah tersebut.

    Kualitas produk bertaraf internasional

    Memiliki produk yang berstandar internasional jelas memberikan nilai lebih di mata konsumen. Namun untuk mendapatkannya, suatu perusahaan harus melalui siklus PDCA (Plan, Do, Check, Act). Pada siklus ini terdapat proses identifikasi, analisis, dan eksekusi untuk menyelesaikan suatu masalah yang nantinya akan menjamin kualitas kinerja perusahaan sesuai standar internasional.

    Kinerja karyawan lebih optimal

    Prinsip manajemen mutu yang ditetapkan oleh ISO dibuat untuk dilaksanakan seluruh karyawan pada perusahaan yang sudah mendapatkan sertifikasi ISO. Alhasil, kinerja karyawan menjadi lebih efisien, berkualitas, dan produktif sesuai dengan standar ISO.

    Memiliki standar ISO adalah sebuah hal besar bagi suatu perusahaan. Meskipun untuk mendapatkan sertifikasi ISO harus melalui berbagai proses yang rumit, tapi hasil yang didapat tentu akan sangat sepadan.

    Baca juga: Ceteris Paribus adalah Jargon Ekonomi. Apa Artinya?

    Beberapa Jenis ISO

    Pada umumnya ISO memiliki berbagai jenis standar yang dapat digunakan perusahaan untuk melakukan persaingan global. Setelah membahas pengertian ISO akan ada beberapa jenis ISO yang bisa kamu pelajari dan sebagai pemahaman untuk kamu yang berencana untuk mendapatkan sertifikasi ISO.

    Di sini ada beberapa jenis ISO yang sudah digunakan oleh banyak produk di Indonesia, antara lain:

    1. ISO 9001

    Standar ISO 9001 memiliki banyak manfaat bagi industri manufaktur. ISO 9001 membantu perusahaan untuk menemukan cara yang lebih efektif untuk menyelesaikan masalah kualitas dan expenses.

    ISO 9001 merupakan sistem manajemen mutu yang paling populer dan sempat diperbaharui. Versi ISO 9001 yang terbaru adalah ISO 9001:2008.

    Standar ini membantu bisnis dalam mengidentifikasi, mendokumentasikan, dan meningkatkan sistem yang memenuhi kebutuhan pelanggan seperti berikut ini.

    • Standar keamanan;
    • Manufaktur ramah lingkungan;
    • Efisiensi produksi yang diharapkan;
    • Spesifikasi dimensi dan fungsional.

    ISO adalah badan internasional dan standardisasinya untuk memastikan produk yang diproduksi perusahaan. Dengan ini tentunya akan meningkatkan perdagangan nasional dan internasional, sekaligus mengurangi biaya untuk semua pihak.

    Karena standar ISO mengharuskan perbaikan secara continue, perusahaan yang telah terdaftar ISO 9001 akan cenderung mengurangi kesalahan kinerjanya sehingga mencegah pemborosan.

    Tujuan utama dari jenis ISO ini yaitu untuk menaikkan efektivitas manajemen mutu dengan memanfaatkan pendekatan proses.

    Pendekatan proses akan mengedepankan aktivitas identifikasi, penerapan, pengelolaan, dan peningkatan yang berkesinambungan.

    2. ISO/IEC 17025

    ISO/IEC 17025 merupakan standar yang berhubungan dengan tata kelola laboratorium dan lembaga pengujian. Fokus utama yang ditekankan pada jenis ISO ini adalah kompetensi laboratorium dan kalibrasi.

    Poin vital keberadaan jenis ISO ini yaitu memastikan keakuratan hasil pengujian terkait bidang perdagangan, produksi, kesehatan, dan perlindungan customer.

    ISO/IEC 17025 memungkinkan laboratorium untuk menunjukkan bahwa mereka beroperasi secara kompeten dan menghasilkan hasil yang valid, sehingga akan meningkatkan kepercayaan pada pekerjaan mereka baik secara nasional maupun global.

    Ini juga membantu memfasilitasi kerja sama antara laboratorium dan badan-badan lain dengan menghasilkan penerimaan yang lebih luas sehingga laporan pengujian dan sertifikat dapat diterima dari satu negara ke negara lain tanpa perlu pengujian lebih lanjut.

    3. ISO 28000

    ISO 28000 merupakan standar sistem keamanan supply chain (rantai pasokan). Pengadopsi standarisasi ini adalah perusahaan-perusahaan yang mempunyai tingkat ancaman berisiko tinggi. Contohnya saja perusahaan manufaktur alat-alat berat, perbankan, pertambangan, fasilitas umum, dan lain sebagainya.

    Standar ini menetapkan aspek-aspek untuk membantu perusahaan dalam menilai ancaman keamanan dan mengelolanya saat muncul ke dalam supply chain mereka.

    Dengan ISO 28000, perusahaan dapat menentukan langkah-langkah keamanan yang tepat dan dapat melindungi properti mereka dari berbagai ancaman.

    Baca juga: Memahami Masalah Ekonomi dan Faktor yang Memengaruhinya

    4. ISO 50001

    Sebagai standar internasional, ISO 50001 menetapkan persyaratan bagi perusahaan untuk mengembangkan, mengimplementasikan, dan meningkatkan Sistem Manajemen Energi. Ini memungkinkan perusahaan untuk mengikuti kerangka kerja spesifik yang membantu mereka dalam mencapai kinerja energi, efisiensi, penggunaan, dan konsumsi secara berkelanjutan.

    ISO 50001 mengharuskan perusahaan untuk membuat kebijakan baru untuk penggunaan energi yang efisien, menetapkan tujuan, dan sasaran sehingga kebijakan tersebut benar-benar mencapai peningkatan berkelanjutan dalam manajemen energi.

    5. ISO 14001

    ISO 14001 merupakan standar yang menitikberatkan kepada manajemen lingkungan. Pihak yang mengadopsi ISO 14001 harus dapat menelaah dan memahami aspek serta efek lingkungan yang muncul akibat kegiatan operasional perusahaan tersebut.

    Kerangka kerja yang didasarkan pada ISO 14001 akan membantu organisasi mengelola proses jangka pendek dan jangka panjang mereka melalui penggunaan sumber daya yang efisien serta memiliki dampak positif terhadap lingkungan.

    6. ISO 22000

    ISO 22000 merupakan standar yang berhubungan dengan sistem tata kelola keamanan pangan. Didirikan pada tahun 2005, ISO 22000 berlaku untuk semua organisasi yang terlibat dalam rantai makanan dan tujuan utamanya untuk memastikan keamanan pangan.

    Perusahaan yang bidang usahanya berkutat pada bidang makanan dan minuman, diharuskan memperhatikan aspek kesehatan dan keselamatan customer.

    Standar ini menguraikan kerangka kerja yang menyelaraskan semua bagian rantai pasokan makanan, dari produsen ke konsumen. Selain itu penerapan jenis ISO ini untuk membantumu dalam mengurangi bahaya pangan, mengendalikan risiko, serta mencegah kontaminasi pangan yang diproduksi.

    7. ISO/IEC 27001

    ISO/IEC 27001 merupakan standar sistem manajemen keamanan informasi. Beberapa pihak juga mengenalnya dengan nama Information Security Management System (ISMS). Pengadopsi utama standar ini adalah perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi.

    ISO 27001 merupakan kerangka kerja yang membantu perusahaan dalam membangun, menerapkan, mengoperasikan, memantau, meninjau, memelihara, dan terus meningkatkan sistem manajemen keamanan informasinya.

    Baca Juga: Struktur Organisasi: Bagan, Jenis, dan Faktor Penentu

    8. ISO TS 16949

    ISO TS 16949 merupakan standar teknis yang dikeluarkan untuk sistem manajemen mutu pada industri otomotif. ISO TS 16949 adalah persyaratan sistem kualitas umum yang dikembangkan bersama oleh industri otomotif dari Amerika Serikat, Jerman, Prancis, dan Italia dalam upaya terpadu untuk meningkatkan kualitas serta memastikan integritas pasokan ke industri.

    Jenis ISO ini mempunyai konsep perbaikan berkelanjutan, kontrol rantai pemasok, tindakan perbaikan, dan pencegahan.

    Penutup

    Itulah informasi mengenai pengertian, tujuan, dan jenis ISO dalam bisnis yang dapat menjadi referensi perusahaan.

    Dengan menggunakan ISO, bisnis yang kamu jalani akan mendapatkan banyak keuntungan sehingga perusahaan dapat bersaing secara global. Dengan persaingan tersebut akan membuat konsumen lebih percaya dan meningkatkan keuntungan pada perusahaan.

    Hal lain yang tak kalah penting dalam pengelolaan bisnis adalah memperhatikan pembukuan dan urusan finansial usaha secara menyeluruh.

    Bagi kamu pemilik usaha yang sedang mencari solusi kemudahan pencatatan keuangan bisnis, kamu bisa mencoba menggunakan aplikasi kasir all in one seperti aplikasi majoo.

    Tidak hanya sebatas sebagai aplikasi kasir, majoo juga memiliki fitur terbaik yang akan memudahkan seluruh operasional bisnismu karena memiliki fitur seperti inventory, CRM (Customer Relationship Management), karyawan, dan masih banyak lagi.

    Tunggu apa lagi? Yuk, gunakan aplikasi majoo agar bisnismu berkembang seperti #majoopreneurs lainnya!

     

    Pertanyaan Terkait

    • ISO dibuat untuk mengukur mutu dari sebuah organisasi atau perusahaan dan memfasilitasi perdagangan agar berjalan dengan baik.

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Quick Ratio adalah: Kelebihan dan Kekurangannya
    Quick ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur likuiditas jangka pendek suatu perusahaan. Apa saja kelebihan dan kekurangan quick ratio?
    Newsletter adalah: Definisi, Manfaat, dan Tips Newsletter
    Newsletter adalah tools yang dapat menjembatani perusahaan dengan pelanggan untuk berbagi informasi penting dan menarik terkait perusahaan secara rutin.
    Benarkah Termin adalah Istilah untuk Cicilan atau Uang Muka?
    Termin adalah sistem pembayaran dengan jangka waktu berdasarkan kesepakatan, atau terkait syarat yang telah disepakati saat akad jual secara kredit.
    Payback Period Adalah: Dari Rumus Sampai Contohnya
    Sederhananya, pengertian payback period adalah jangka waktu yang diperlukan untuk mengembalikan nilai investasi yang telah dikeluarkan.