Kas Besar Adalah: Pengertian, Fungsi, dan Contohnya

Ditulis oleh Faiqotul Himma

article thumbnail

Salah satu unsur keuangan bisnis yang tidak boleh diabaikan dalam kelangsungan operasional perusahaan yaitu kas besar. 

Jika kamu seorang pengusaha atau pemilik bisnis, kamu akan tahu betapa pentingnya memahami kas besar dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan bisnismu. Dari penerimaan hingga pengeluaran, setiap transaksi mengandung informasi yang dapat membantu pengambilan keputusan strategis. Agar kamu lebih memahami kas besar, yuk, baca artikel ini sampai selesai, ya! 

Apa Pengertian Kas Besar?

Salah satu kunci sukses dari kelangsungan operasional bisnis yaitu manajemen keuangan yang baik. Komponen penting yang perlu kamu pahami ketika menjalani bisnis ialah kas besar. 

Kas besar adalah jumlah uang tunai yang tersedia di perusahaan untuk memenuhi kebutuhan harian. Jumlah uang tunai ini mencakup uang kertas, uang koin, dan setara kas yang siap digunakan. 

Dalam bisnis, kas besar sangat penting karena mendukung aktivitas sehari-hari, misalnya membayar gaji karyawan, investasi, membayar tagihan, hingga untuk mengatasi situasi tak terduga. Bisa dikatakan, bahwa kas besar adalah sumber likuiditas yang memastikan bisnis tetap berjalan lancar tanpa adanya hambatan finansial. Dengan memahami pengertian kas besar ini, kas besar menjadi landasan untuk pengelolaan keuangan yang efektif, menjaga likuiditas, dan memberikan fleksibilitas dalam pengambilan suatu keputusan bisnis strategis. 

Fungsi Kas Besar

Kas besar memang salah satu kunci sukses operasional bisnis, tapi ternyata terdapat beberapa fungsi lain, lho! Mari, kita telusuri bersama fungsi kas besar dalam menjaga stabilitas operasional bisnismu!

Pembayaran Rutin

Kas besar digunakan untuk membayar gaji karyawan, investasi, hingga membeli aset bisnis. Oleh karena itu, kas besar bisa memastikan bisnis dapat berjalan lancar tanpa adanya hambatan keuangan. 

Penjaga Likuiditas

Fungsi kas besar adalah sebagai cadangan likuiditas yang siap digunakan dalam situasi darurat atau peluang bisnis tak terduga. Cadangan likuiditas ini akan membantu bisnis tetap beroperasi tanpa mengalami keterlambatan akibat kurangnya dana. 

Penanganan Keterlambatan Pembayaran

Ketika pelanggan membayar terlambat membayar tagihan, kas besar memungkinkan bisnis untuk tetap berjalan tanpa harus menghadapi masalah likuiditas. 

Pengelolaan Likuiditas

Kas besar membantu bisnis menghadapi fluktuasi arus kas, seperti ketidakpastian dalam penerimaan dan pengeluaran sehingga memungkinkan bisnis mengatasi tantangan likuiditas dengan lebih baik. 

Pengendalian Pengeluaran

Kas besar mengharuskan bisnis untuk mengelola pengeluaran dengan hati-hati. Dengan mengatur dan mencatat setiap pengeluaran, bisnis dapat mencegah pemborosan dan penyalahgunaan dana. 

Pengembangan Bisnis

Penggunaan yang cerdas dari kas besar dapat mendukung ekspansi bisnis atau pengembangan proyek baru tanpa mengganggu arus keuangan operasional. 

Pengambilan Keputusan

Fungsi kas besar adalah memberikan informasi yang diperlukan untuk pengambilan suatu keputusan keuangan bisnis yang lebih baik, seperti investasi atau penggunaan dana untuk pengembangan bisnis. 

Stabilitas Keuangan

Dengan memastikan adanya cadangan kas yang cukup, bisnis dapat mencapai stabilitas keuangan yang diperlukan untuk tumbuh dan berkembang. 

 Kas besar sangat berpengaruh pada kelangsungan operasional bisnis.

Baca Juga: Bagaimana Cara Kerja Form Bukti Pengeluaran Kas Kecil?

Perbedaan Kas Kecil dan Kas Besar

Dalam mengelola aliran keuangan bisnis, pemahaman tentang perbedaan antara kas besar dan kas kecil memiliki dampak signifikan terhadap efisiensi operasional, lho! Telusuri perbedaan keduanya dalam berbagai aspek, yuk! 

Jumlah Dana

  • Kas Besar: Kas besar adalah jumlah dana yang cukup besar dan biasanya digunakan untuk transaksi berukuran besar atau pembayaran signifikan.

  • Kas Kecil: Kas kecil adalah jumlah dana yang lebih terbatas dan lebih cocok untuk transaksi dalam operasional harian. 

Tujuan Penggunaan

  • Kas Besar: Digunakan untuk tujuan yang lebih besar dan strategis, seperti membayar gaji besar, investasi, atau akuisisi bisnis.

  • Kas Kecil: Digunakan untuk tujuan operasional sehari-hari yang lebih kecil, misalnya membeli bahan baku atau membayar biaya operasional rutin. 

Likuiditas dan Cadangan

  • Kas Besar: Berfungsi sebagai sumber likuiditas yang lebih besar, membantu menghadapi tantangan likuiditas yang kompleks atau peluang bisnis mendadak.

  • Kas Kecil: Meskipun tidak berfungsi sebagai cadangan utama, kas kecil membantu menangani pembayaran sehari-hari yang mendesak. 

Pengendalian Keuangan

  • Kas Besar: Memerlukan pengawasan yang cermat, sebab transaksi besar dapat memiliki dampak yang lebih besar pada arus kas dan keuangan bisnis.

  • Kas Kecil: Pengeluaran dari kas kecil juga perlu diawasi, tetapi tingkat pengawasan bisa lebih fleksibel karena nilainya yang lebih kecil. 

Penggunaan dalam Keputusan Bisnis

  • Kas Besar: Dana dari kas besar bisa digunakan pengambilan keputusan bisnis yang lebih besar, misalnya ekspansi bisnis atau investasi.

  • Kas Kecil: Digunakan untuk pengambilan keputusan operasional harian yang lebih praktis dan mendesak. 

Dengan memahami perbedaan antara kas besar dan kas kecil, kamu sebagai pemilik bisnis dapat mengelola dana tunai dengan lebih efisien dan cerdas sesuai dengan tujuan dan skala operasional yang diinginkan, ya. 

Baca Juga: Kas Kecil Adalah: Memahami Laporan Kas Kecil dan Contohnya

Cara Membuat Kas Besar

Membuat dan mencatat kas besar dengan metode pencatatan yang benar sangat penting dalam mengelola keuangan bisnis, lho! Untuk lebih jelasnya, cara membuat kas besar adalah sebagai berikut: 

1.    Pilih Sistem Pencatatan

Pilih metode pencatatan yang sesuai dengan bisnismu, apakah itu manual atau menggunakan software keuangan.

2.    Buat Buku Kas Besar

Siapkan buku kas besar yang akan digunakan untuk mencatat semua transaksi uang tunai. Buku ini akan menjadi catatan pusat untuk seluruh aktivitas kas besar. 

3.    Tanggal dan Deskripsi

Setiap terjadi transaksi, catatlah tanggal transaksi dan deskripsi singkat tentang transaksi tersebut, ya. 

4.    Penerimaan Uang Tunai

Ketika ada penerimaan uang tunai, misalnya penjualan atau pembayaran, catatlah jumlah penerimaan dan sumbernya dengan rinci. 

5.    Pengeluaran Uang Tunai

Ketika ada pengeluaran uang tunai, misalnya pembelian aset atau investasi, catatlah jumlah pengeluaran dan tujuannya secara rinci. 

6.    Saldo Awal

Awali buku kas besar dengan saldo awal uang tunai yang dimiliki. 

7.    Penambahan dan Pengurangan

Hitunglah total penambahan (penerimaan) dan pengurangan (pengeluaran) dana untuk setiap periode tertentu. 

8.    Saldo Akhir

Hitunglah saldo akhir dengan cara mengurangi saldo awal, dikurangi saldo yang digunakan transaksi, dan ditambahkan saldo yang masuk ke kas besar.

9.    Rekonsiliasi

Lakukan rekonsiliasi berkala antara catatan buku kas besar dengan saldo fisik uang tunai yang sebenarnya ada dalam kas besar. 

10.    Pencatatan Rinci

Selain mencatat jumlah dana kas besar, pastikan juga mencantumkan rincian transaksi seperti nomor faktur, nama pelanggan, atau jenis pembayaran, ya. 

11.    Konsistensi dan Ketelitian

Selalu catat transaksi secara konsisten dan teliti. Hindari penghapusan atau pengubahan data tanpa catatan yang jelas.

Dengan mengikuti metode pencatatan kas besar ini, kamu dapat dengan mudah melacak dan mengelola arus kas besar, memastikan keandalan, dan keteraturan dalam pencatatan keuangan bisnismu. 

Baca Juga: Apa Itu Petty Cash? Bagaimana Cara Mengelolanya?

Contoh Kas Besar

Tentunya kamu ingin mengetahui bentuk atau contoh kas besar, bukan? Berikut contohnya, ya.

Contoh 1.

contoh kas besar 

Contoh 2.

contoh kas besar

Kesimpulan

Aplikasi wirausaha

Dalam perjalanan bisnis, pemahaman tentang kas besar adalah kunci untuk mengelola finansial dengan bijaksana. Kas besar bukan sekadar jumlah uang tunai, tetapi juga mencerminkan aliran keuangan yang berperan penting dalam pertumbuhan dan kelangsungan operasional. 

Dengan pemahaman yang mendalam tentang kas besar ini, kamu memiliki kendali penuh atas kesehatan keuangan bisnismu dan memungkinkanmu untuk membuat keputusan yang lebih taktis dan berkelanjutan. 

Namun, kamu tidak pernah ada waktu untuk membuat laporan keuangan secara cepat dan tepat? Kini, hadir aplikasi wirausaha seperti aplikasi majoo sebagai solusi untuk memudahkan keuangan dan manajemen bisnismu, lho! Fitur-fitur yang ditawarkan aplikasi majoo juga lengkap, mulai dari pelacakan transaksi hingga pembuatan laporan keuangan. Tentunya dengan fitur di dalam aplikasi majoo akan membantumu dalam pengelolaan operasional bisnis. 

Jadi, mengapa masih ragu? Raih kemudahan dan kesuksesan bisnis dengan menggunakan aplikasi majoo, yuk!


 

Sumber

Data:

 

Image:

  • https://www.jurnal.id/


Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
whatsapp logo