Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    Apa Itu Label Produk? Ini Definisi dan Cara Membuatnya!

    Label produk berfungsi untuk memberikan informasi terkait produk.

    Sebagai bentuk branding suatu produk, label memiliki peranan penting. Label sendiri berfungsi untuk memberikan informasi dari suatu produk. Berbeda dengan kemasan yang berguna untuk menyampaikan pesan dari perusahaan, label lebih berfungsi untuk memberi informasi seperti daftar komposisi atau ingredients dari suatu produk.

    Adapun label produk digunakan untuk memberikan informasi terkait produk yang mengandung unsur-unsur haram atau membahayakan bagi kesehatan.

    Di artikel ini akan dijelaskan secara lebih lengkap terkait definisi, fungsi, tujuan, hingga cara membuat label produk.

    Apa Itu Label Produk?

    Label produk adalah salah satu bagian dari produk yang di dalamnya berisi keterangan, baik itu gambaran ataupun kata-kata, yang berguna sebagai informasi produk dan penjualan produk.

    Melalui label produk, kamu dapat menyampaikan informasi pada calon konsumen terkait logo, brand, legalitas, kualitas, kode produksi dan hal lainnya. Contoh label produk ini bisa kamu temukan di dalam produk kerajinan tangan, makanan, minuman, dan produk lainnya.

    Pengertian Label Menurut Beberapa Ahli

    Terdapat beberapa pengertian label menurut beberapa ahli, antara lain:

    Menurut Swasta (1984:141)

    Label adalah bagian dari sebuah barang yang berupa gambaran atau kata-kata keterangan tentang suatu produk. Bisa dikatakan, label adalah bagian dari pembungkusnya, atau mungkin merupakan suatu etiket yang tertempel secara langsung pada suatu barang.

    Tjiptono (1997:107)

    Label adalah bagian dari suatu produk yang menyampaikan informasi mengenai produk dan penjual. Sebuah label biasanya merupakan bagian dari kemasan atau merupakan etiket (tanda pengenal) yang disematkan pada produk.

    Kotler (2000:477)

    Label adalah tampilan sederhana pada suatu produk atau gambar yang dirancang dengan rumit yang merupakan satu kesatuan dengan kemasan. Label bisa hanya mencantumkan merek atau informasi.

    Marinus (2002:192)

    Label adalah suatu bagian dari sebuah produk yang memuat informasi verbal tentang produk atau penjualnya.

    Penggunaan label pada suatu produk juga berfungsi untuk membantu pengklasifikasian kepemilikan dalam suatu perdagangan. Hal ini juga menjadi alasan, sebaiknya seorang produsen tidak melupakan pelabelan pada setiap produk yang dibuatnya.

     Jenis-jenis label ada empat, yaitu label produk, brand, grade, dan descriptive.

    Jenis-Jenis Label

    Menurut Simamora (2000: 502), label diklasifikasikan menjadi empat jenis, antara lain:

    1. Label Produk (Product Label)

    Label produk banyak dipakai untuk memuat informasi lengkap dari produk, misalnya label produk makanan akan membuat bahan dasar, bahan tambahan, informasi gizi, komposisi, kandungan, isi produk, legalitas, dan tanggal keluar.

    2. Label Merek (Brand Label)

    Berbeda dengan label produk, label merek adalah sebuah merek atau logo yang ada pada kemasan produk. Label merek sendiri bertujuan untuk menjelaskan identitas dari produsen produk itu sendiri. Label merk bertujuan untuk membuat ciri khas dari suatu perusahaan agar brand-nya tampak lebih jelas dan dikenal customer-nya.

    3. Label Tingkat (Grade Label)

    Grade label dimanfaatkan untuk memberi informasi tentang mutu dari suatu produk. Pada era industri seperti sekarang ini, grade label ini diwajibkan untuk dicantumkan guna memudahkan konsumen saat membeli suatu barang. Label tingkat ini biasa dijumpai pada industri perangkat wearable.

    4. Label Deskriptif (Descriptive Label)

    Label deskriptif sering dijumpai di hampir semua produk. Sesuai dengan namanya, label ini berfungsi untuk menjelaskan suatu produk, misalnya tentang ciri-ciri produk atau cara pemakaian.

    Baca juga: Mengenal Product Knowledge, Fungsi, dan Contohnya

    Fungsi Label Produk

    Label tidak hanya berfungsi sebagai informasi penting pada setiap produk, tapi label juga berfungsi sebagai branding dan iklan suatu produk.

    Menurut Kotler (2000:478), fungsi label seperti berikut ini, yakni:

    • Label akan mengidentifikasi brand atau produk.
    • Label akan menentukan kelas pada suatu produk.
    • Label juga dapat mempromosikan produk melalui aneka gambar yang menarik.
    • Label menggambarkan beberapa hal mengenai produk, seperti produsen, tempat produksinya, isi dari produk tersebut, cara menggunakannya, dan lain sebagainya.

    Baca Juga: Days Sales Outstanding adalah: Cara Menghitung Penjualan Produk

    Tujuan Label Produk

    Tujuan pemberian label pada suatu produk, antara lain:

    • Memberikan informasi tentang isi produk tanpa harus membuka kemasannya.
    • Berfungsi sebagai sarana komunikasi produsen kepada konsumen tentang hal-hal yang perlu diketahui oleh konsumen, misalnya tentang bahan-bahan dari produk tersebut.
    • Memberi petunjuk yang tepat kepada konsumen hingga mereka dapat memperoleh manfaat dari produk tersebut secara maksimal.
    • Sarana periklanan bagi produsen.
    • Memberi rasa aman bagi konsumen.

    Ketentuan dan Peraturan Label Produk

    Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 69 tahun 1999 tentang label dan iklan pangan, label produk setidaknya memuat nama produk, berat bersih atau isi bersih, serta nama dan alamat pihak yang memproduksi atau memasukkan pangan ke dalam wilayah Indonesia. Berikut ini beberapa informasi yang harus masuk ke dalam label produk pangan, yakni:

    Nama Produk

    Setiap produk pangan harus terdapat nama produk. Nama produk akan memberikan keterangan tentang identitas produk pangan yang menunjukkan sifat dan keadaan produk yang sebenarnya. Untuk produk pangan yang sudah ada dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) penggunaan nama produk bersifat wajib, ya.

    Keterangan Bahan yang Digunakan

    Keterangan bahan yang digunakan diurutkan dari yang paling banyak digunakan kecuali vitamin, mineral dan zat penambah gizi lainnya. Bahan tambahan atau pengawet yang digunakan pada produk juga harus dicantumkan. Pernyataan mengenai bahan yang ditambahkan, diperkaya, atau difortifikasi juga harus dicantumkan selama itu benar dilakukan pada proses produksi.

    Baca Juga: Brand Essence: Definisi, Karakteristik, Manfaat, dan Contoh

    Komposisi dan Nilai Gizi

    Label produk ini menunjukan secara umum informasi gizi yang terkandung di dalam produk makanan atau minuman, seperti kadar air, kadar protein, kadar lemak, vitamin dan mineral.

    Berat Bersih

    Berat bersih atau neto menerangkan berat bersih produk pangan yang terdapat dalam kemasan produk tersebut.

    Penulisan berat bersih atau isi bersih bisa ditulis dengan:

    • Jika produk berbentuk padat ditulis dengan menggunakan satuan kilogram (kg), gram (gr), dan miligram (mg).
    • Bila produk berbentuk cair, maka dicetak dengan menggunakan satuan liter (L) atau mililiter (ml).
    • Bila produk berbentuk semi padat, maka ditulis dengan menggunakan satuan miligram (mg), gram (g), kilogram (kg), milliliter (ml atau mL), liter (l atau L).

    Nama dan Alamat Pabrik

    Label produk juga harus berisi keterangan nama dan alamat pabrik—pihak yang memproduksi, memasukkan, dan mengedarkan pangan ke wilayah Indonesia.

    Tanggal Kedaluwarsa

    Keterangan kedaluwarsa adalah batas akhir suatu produk pangan dijamin mutunya sepanjang penyimpanannya mengikuti petunjuk yang diberikan oleh produsen.

    Nomor Pendaftaran Produk Pangan

    Untuk nomor pendaftaran dapat dibagi menjadi dua, yaitu MD yang menyatakan produk yang diproduksi di dalam negeri dan ML sebagai produk yang diproduksi di luar negeri dan masuk ke Indonesia.

    Baca Juga: Bahan Baku dalam Industri: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

    Kode Produksi

    Kode produksi adalah kode yang dapat mengidentifikasi “batch” suatu produksi produk makanan. Kode produksi ini disertai dengan atau tanggal, bulan dan tahun produk tersebut diolah.

    Penyajian dan Penyimpanan Pangan

    Keterangan tentang petunjuk penggunaan dan atau petunjuk penyimpanan dicantumkan pada produk makanan olahan yang memerlukan penyiapan sebelum disajikan atau digunakan. Selain itu, cara penyimpanan setelah kemasan produk dibuka juga harus dicantumkan pada kemasan bila produk tersebut tidak mungkin dikonsumsi dalam satu kali makan.

    Aspek Penting Cara Membuat Label

    Di bawah ini beberapa hal penting mengenai pembuatan label produk agar kamu bisa menikmati hasil maksimal dalam penjualan produk milikmu.

    Pilihlah Software yang Tepat

    Langkah pertama cara membuat label produk yang efektif adalah memutuskan software yang akan kamu gunakan untuk mendesain. Ada begitu banyak pilihan software grafis yang bagus, di antaranya Adobe InDesign, PagePlus, CorelDraw, Adobe Illustrator, Xara Designer Pro, Microsoft Publisher, dan lain sebagainya. Disarankan untuk menggunakan aplikasi yang paling nyaman di gunakan untuk mendapatkan hasil yang maksimal, ya.

    Mempertimbangkan Pilihan Warna

    Warna pada label produk yang kamu miliki merupakan hal yang sangat penting. Pasalnya satu hal ini memiliki peran penting dalam memengaruhi target audiens untuk membeli produkmu. Selain mempertimbangakn pemilihan warna pada label produk, perhatikan juga warna dari kemasan produk. Jika kamu kesulitan menentukan paduan warna tersebut, terdapat situs online yang dapat membantumu dalam menentukan warna label yang cocok.

    Nama Produk dan Perusahaan

    Cara membuat label produk sebenarnya gampang-gampang sulit. Selain dua faktor di atas, ada hal yang perlu kamu perhatikan yaitu nama produk serta perusahaan. Kedua aspek ini tak boleh ketinggalan saat kamu mendesain atau membuat label produk.

    Nama produk dan perusahaan akan menjadi petunjuk customer untuk mengenali produk milikmu. Usahakan untuk selalu konsisten pada label produkmu agar tak membuat konsumen kebingungan saat kamu berganti label produk.

    Bahan Pembuatan Label

    Sangat disarankan untuk kamu memilih bahan label produk yang umum digunakan, misalnya label berwarna putih, cream, atau foil emas maupun perak. Dengan begitu desain label produkmu akan lebih menonjol dan konsumen pun akan lebih mudah mengenali produkmu.

    Kesimpulan

    Membuat label produk yang baik tidak hanya mampu mempercantik tampilan dan membuat tampilan produk semakin meyakinkan, tapi bisa juga memperlancar operasional bisnis kamu saat ini, lho!

    Dengan membuat label produk yang baik, nantinya produk milikmu bisa bersaing dengan kompetitor lain dan bisa mendatangkan omzet penjualan yang besar setiap bulannya.

    Kamu juga bisa belajar dari label produk yang dibuat oleh kompetitor untuk bisa memberikan inspirasi pada pada bisnis milikmu. Nah, salah satu hal yang harus kamu perhatikan dalam mengembangkan bisnis adalah dengan menggunakan aplikasi bisnis dan akuntansi dari aplikasi majoo.

    Aplikasi majoo adalah aplikasi wirausaha online yang membantu segala operasional bisnismu, misalnya membuat laporan keuangan secara otomatis, cepat, real time, dan akurat.

    Selain itu, aplikasi majoo juga akan membantu bisnismu bergerak lebih efisien dan efektif lewat berbagai fitur yang ada di dalamnya.

    Yuk, upgrade level bisnismu dengan menggunakan aplikasi majoo sekarang juga!

     

    Pertanyaan Terkait

    • Label produk adalah salah satu bagian dari produk yang didalamnya berisi keterangan, baik itu gambaran ataupun kata-kata, yang berguna sebagai informasi produk dan penjualan produk. Melalui label produk, kamu dapat menyampaikan informasi pada calon konsumen terkait logo, brand, legalitas, kualitas, kode produksi dan hal lainnya.
    • Menurut Kotler (2000:478), fungsi label seperti berikut ini, yakni: (1) Label akan mengidentifikasi brand atau produk. (2) Label akan menentukan kelas pada suatu produk. (3) Label juga dapat mempromosikan produk melalui aneka gambar yang menarik. (4) Label menggambarkan beberapa hal mengenai produk, seperti produsen, tempat produksinya, isi dari produk tersebut, cara menggunakannya, dan lain sebagainya.
    • Menurut Simamora (2000: 502), label diklasifikasikan menjadi empat jenis, antara lain: (1) Label Produk (Product Label); (2) Label Merek (Brand Label); (3) Label Tingkat (Grade Label); (4) Label Deskriptif (Descriptive Label)

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Valuasi adalah: Pengertian dan Cara Menghitungnya
    Valuasi adalah perhitungan nilai sebuah perusahaan dengan mempertimbangkan berbagai faktor. Besar maupun kecil, valuasi menjadi hal yang sangat penting.
    Fair Value adalah: Tujuan dan Cara Menghitung
    Nilai Wajar atau Fair Value adalah alat yang sangat berguna untuk membantu pengguna memahami keuangan perusahaan, terutama situasi keuangan saat ini.
    Daftar UMKM Online: Syarat dan Manfaatnya
    Daftar UMKM online bisa dilakukan dengan praktis. Manfaatnya antara lain agar mudah mengembangkan usaha dan untuk mendapatkan bantuan dana dari pemerintah.
    9 Contoh Surat Izin Tidak Masuk Kerja Singkat
    Berikut beberapa contoh surat izin tidak masuk kerja yang dibuat secara singkat dan ringkas. Bisa digunakan sebagai referensi.