Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    Manajemen Pemasaran adalah: Pengertian, Tugas, Contoh

    Benarkah pebisnis perlu paham manajemen pemasaran?

    Marketing management atau yang lebih dikenal dengan sebutan manajemen pemasaran adalah salah satu jenis manajemen yang dibutuhkan untuk semua bisnis. Manajemen pemasaran biasanya berkaitan dengan tips dan strategi memasarkan produk atau jasa agar lebih dikenal konsumen. Lantaran itulah, pebisnis dianggap harus memahami hal-hal yang berhubungan dengan manajemen pemasaran ini.

    Baca Juga: Apa itu Manajemen? Definisi, Fungsi, dan Unsur-Unsurnya!

    Manajemen Pemasaran adalah … 

    Pada dasarnya, yang dimaksud dengan manajemen pemasaran adalah proses menganalisis, merencanakan, menerapkan, mengawasi, dan mengendalikan seluruh kegiatan pemasaran dengan tujuan untuk mencapai target perusahaan. 

    Secara umum, bisa pula diartikan bahwa manajemen pemasaran adalah analisis perencanaan, implementasi, dan pengendalian atas program-program yang didesain untuk menciptakan, membangun dan menjaga pertukaran yang menguntungkan dengan pembeli sasaran untuk mencapai tujuan-tujuan organisasional atau tujuan-tujuan perusahaan. Dengan adanya manajemen pemasaran, perusahaan bisa meraih target pasar yang diinginkan dan mendapat lebih banyak konsumen.

    Pengertian Manajemen Pemasaran Menurut Para Ahli

    Beberapa ahli di bidang ini, menyatakan berbagai pengertian marketing pemasaran. Begini menurut pendapat mereka. 

    Menurut Kotler dan Keller 

    Manajemen pemasaran adalah suatu usaha untuk merencanakan, menerapkan yang terdiri dari kegiatan mengorganisasikan, mengarahkan serta mengawasi atau mengendalikan kegiatan pemasaran dalam suatu perusahaan agar tercapai tujuan perusahaan secara efisien dan efektif.

    Menurut Sofyan Assauri 

    Manajemen pemasaran merupakan suatu kegiatan penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian program-program yang dibuat untuk membentuk, membangun, dan memelihara keuntungan dari pertukaran melalui sasaran pasar guna mencapai tujuan perusahaan dalam jangka panjang.

    Menurut Philip 

    Manajemen pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan, pemikiran, penetapan harga promosi, serta penyaluran barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memenuhi sasaran-sasaran individu dalam organisasi.

    Tugas Manajemen Pemasaran

    Tugas manajemen pemasaran ialah untuk memasarkan produk perusahaan, sehingga tercapai tingkat keuntungan jangka panjang perusahaan. Selain itu juga untuk menjamin kelangsungan hidup serta pengembangan perusahaan. 

    Bila disimpulkan, beberapa tugas manajemen pemasaran antara lain adalah:

    • Mengembangkan konsep yang ditujukan untuk memuaskan dan melayani konsumen yang belum terpenuhi.
    • Mempelajari kebutuhan dan keinginan konsumen.
    • Membuat rancangan produk.
    • Mengadakan pengujian terhadap berlakunya konsep produk tersebut.
    • Mengembangkan pembungkusan dan merek.
    • Menetapkan harga untuk mendapatkan return on investment yang layak.
    • Mengatur jalannya distribusi.
    • Menciptakan komunikasi pemasaran yang efektif dengan berbagai media.
    • Memperhatikan kepuasan konsumen.
    • Evaluasi dan terus mengembangkan rencana pemasaran yang didasarkan pada hasil.

    Tujuan Manajemen Pemasaran

    Dari pengertian dan tugas yang tadi sudah dijelaskan, tujuan manajemen pemasaran yang bisa kita lihat dengan jelas adalah: 

    Untuk Menciptakan Demand atau Permintaan

    Salah satu tujuan manajemen pemasaran adalah untuk menciptakan permintaan (demand) melalui berbagai cara. Intinya adalah cara yang berhubungan untuk mengetahui selera konsumen dan preferensi konsumen terhadap barang atau jasa yang diproduksi untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

    Untuk Meningkatkan Keuntungan

    Tim pemasaran merupakan satu-satunya tim yang bisa menghasilkan pendapatan untuk perusahaan. Keuntungan yang cukup harus diperoleh sebagai hasil dari penjualan barang atau jasa yang ingin memuaskan. Apabila perusahaan tidak menghasilkan keuntungan, maka perusahaan tersebut tidak akan mampu bertahan. Selain itu, keuntungan juga diperlukan untuk pertumbuhan dan menganekaragamkan perusahaan.

    Baca juga: Menilik Lebih Dalam Apa itu Komunikasi Pemasaran

    Tujuan manajemen pemasaran salah satunya untuk meningkatkan keuntungan.

    Untuk Menciptakan Pelanggan Baru

    Perusahaan didirikan untuk menjual produk atau jasa kepada pelanggan. Jadi,, konsumen adalah dasar dari sebuah bisnis perusahaan. Menciptakan konsumen baru artinya mengeksplorasi dan mengidentifikasi kebutuhan pelanggan secara lebih luas. Jika suatu perusahaan ingin maju dan bertahan dalam bisnis, menciptakan pelanggan baru menjadi hal yang krusial. Maka perlu analisis dan memahami keinginan konsumen.

    Untuk Memuaskan Pelanggan

    Perusahaan harus mengembangkan dan mendistribusikan produk (barang atau jasa) yang memenuhi ekspektasi pelanggan untuk memberikan kepuasan. Jika konsumen tidak puas, bisnis yang kamu jalankan tidak akan dapat menghasilkan pendapatan untuk memenuhi biaya dan untuk mendapatkan pengembalian modal yang wajar.

    Konsumen atau pelanggan yang puas bukan berarti hanya membeli barang atau jasa sesuai dengan kebutuhan konsumen. Mereka juga akan melakukan rekomendasi pada orang-orang terdekat mereka dan bisa membuat barang atau jasa yang dipasarkan semakin dikenal oleh banyak orang.

    Baca juga: Peran Penting Strategi Customer Relationship dalam Bisnis

    Untuk Memberikan Citra Produk yang Baik 

    Membangun citra produk yang baik di masyarakat merupakan salah satu tujuan manajemen pemasaran lainnya. Apabila tim pemasaran menyediakan barang dan jasa berkualitas kepada konsumen dengan harga yang wajar, tentu akan menciptakan citra yang baik pada konsumen.

    Proses Strategi Pemasaran

    Proses strategi pemasaran dapat dipahami sebagai serangkaian kegiatan yang dilakukan tim yang kamu susun, untuk menginformasikan produk kepada pelanggan atau pasar yang dimiliki. 

    Bukan hanya pada praktik promosinya, namun juga mencakup keseluruhan kegiatan pemasaran. Mulai dari perencanaan, riset pasar, penyusunan strategi pemasaran, eksekusi penjualan, upaya promosi, melayani pelanggan, hingga layanan after sales yang diberikan. Semua ini masuk dalam satu rangkaian proses pemasaran yang wajib disusun secara matang.

    Proses pemasaran sama pentingnya dengan kualitas produk yang dimiliki sebuah perusahaan. Semakin matang perencanaan dan eksekusi pemasaran, semakin mudah pula produk yang berkualitas menemukan pasar loyal yang akan melakukan pembelian secara berulang.

    Konsep Manajemen Pemasaran

    Konsep manajemen pemasaran yang ada saat ini telah mengalami perkembangan. Dulunya, lebih sering digunakan untuk memonopoli departemen pemasaran, namun sekarang menjadi sebuah kegiatan dari semua departemen dalam sebuah perusahaan. Lima konsep alternatif dalam manajemen pemasaran adalah:

    1. Konsep Produksi

    Konsep produksi merupakan konsep konvensional yang banyak dianut perusahaan dengan sistem manajemen yang sudah stabil. Sebab, produksi massal lebih diutamakan untuk menekan biaya produksinya. Selain itu, biaya distribusi pun ikut disisir. Dengan begitu, harga jual produk atau jasa dapat lebih murah.

    Hal tersebut bisa dipahami karena ada banyak konsumen yang lebih berorientasi pada harga murah ketimbang kualitas. Namun ada konsumen tertentu yang tak peduli jika harus merogoh kocek lebih demi mendapatkan produk atau jasa berkualitas baik.

    2. Konsep Produk

    Konsep bahwa konsumen akan menyukai produk bermutu terbaik dan sifat paling inovatif bahwa perusahaan harus mencurahkan energi untuk terus menerus melakukan perbaikan produk.

    3. Konsep Penjualan

    Konsep yang menyatakan bahwa konsumen tidak akan membeli produk perusahaan dalam jumlah yang cukup, kecuali perusahan mengadakan usaha penjualan dan promosi berskala besar. Konsep ini biasanya dilakukan pada barang yang mungkin tidak terpikirkan untuk dibeli oleh konsumen, contohnya asuransi. 

    4. Konsep Pemasaran

    Konsep pemasaran ini berkeyakinan bahwa konsumen adalah segalanya bagi perusahaan yang menganut konsep ini. Kebutuhan konsumen akan benar-benar menjadi prioritas. Perusahaan akan menyediakan waktu untuk berinteraksi dan mendengarkan suara konsumen lebih banyak.

    5. Konsep Pemasaran Umum

    Dalam konsep ini, perusahaan tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tapi memperhatikan manfaatnya bagi orang lain. Perusahaan percaya, bahwa bisnis yang dijalankan akan sukses bila konsumen puas dan ternyata produk barang atau jasa yang dihasilkan memiliki dampak baik ke konsumen maupun masyarakat luas.

    Strategi Manajemen Pemasaran

    Sebagai pemilik bisnis atau perusahaan, kamu perlu menerapkan strategi manajemen pemasaran yang tepat agar perusahaan bisa berkembang, maju pesat, dan mampu bersaing dengan kompetitor lain. Beberapa strategi yang bisa dicoba, yaitu: 

    Pemasaran Melalui Media Sosial

    Media sosial, seperti Instagram, Facebook, Twitter, YouTube saat ini menjadi senjata ampuh sebagai media yang digunakan dalam strategi manajemen pemasaran, khususnya untuk melakukan pemasaran produk atau jasa. 

    Bukan hanya untuk menjual atau memasarkan barang atau jasa, media sosial juga bisa digunakan untuk membangun citra perusahaan. Berinteraksi langsung dengan konsumen, dan menampung saran maupun kritik dari konsumen. Pemasaran lebih mudah dan praktis melalui media sosial.

    Pemasaran Melalui Komunitas 

    Strategi manajemen pemasaran lainnya adalah melalui komunitas. Kamu bisa menggandeng atau bekerja sama dengan komunitas tertentu, misalnya, menjadi sponsor untuk acara mereka. Pilih komunitas yang sesuai dengan lini bisnis yang kamu jalankan. 

    Pemasaran Melalui Email atau Newsletter

    Semakin banyak masyarakat yang punya akun email, bisa kamu manfaatkan sebagai ajang pemasaran. Melalui email maupun konten marketing, di antaranya newsletter, dan lainnya.

    Email bisa digunakan untuk mengumpulkan database konsumen. Kalau sudah punya database alamat email konsumen, kamu akan lebih mudah untuk mengirimkan iklan atau promosi produk. 

    Contoh Manajemen Pemasaran

    Salah satu contoh manajemen pemasaran yang diterapkan oleh pemilik bisnis adalah seperti berikut.

    Seorang wirausaha pemula menjual minuman kopi hits, yang saat ini sedang viral. Ia ingin melakukan strategi manajemen pemasaran, dengan tujuan agar produk minuman kopinya bisa dikenal konsumen dan mendapatkan untung dari pemasaran tersebut.

    Trik yang ia lakukan sebagai manajemen pemasaran adalah dengan memilih toko franchise minuman kopi murah, namun sudah memiliki merek dagang yang cukup terkenal. Selanjutnya, ia menentukan lokasi penjualan. Ia melakukan riset dan menemukan bahwa ternyata ada beberapa pilihan lokasi yang bagus, yakni di dalam mall, di pasar, halaman minimarket, dan sekolah atau kampus.

    Akhirnya, ia menentukan bahwa halaman minimarket adalah lokasi yang tepat jika dilihat dari segi jenis minuman yang dijual, merek, harga produk yang dijual (sekitar Rp5.000 – Rp10.000 per gelas), dan harga sewa tempat.

    Untuk menarik perhatian konsumen, ia memberikan harga spesial di awal pembukaan bisnisnya, yaitu dengan menerapkan promo buy 1 get 1. Ini dilakukan untuk menarik minat konsumen, agar mereka tahu bahwa saat ini di lokasi tersebut, sudah tersedia minuman kopi hits, dengan harga terjangkau, dan enak.

    Agar tidak rugi, satu hari setelah opening, ia kembali menjual kopinya dengan harga normal. Namun, ke depannya sudah merencanakan akan tetap melakukan promo, misalnya ketika menjelang gajian, atau ketika konsumen membeli lebih dari dua, dan lain sebagainya.

    Kesimpulan

    Dari penjelasan tadi, bisa kita ketahui bahwa manajemen pemasaran adalah proses menganalisis, merencanakan, menerapkan, mengawasi, dan mengendalikan seluruh kegiatan pemasaran dengan tujuan untuk mencapai target perusahaan. Manajemen pemasaran erat kaitannya dengan kepuasan konsumen. Selain itu, kamu tetap harus bisa meningkatkan penjualan dengan menerapkan strategi manajemen pemasaran

    Intinya, jangan sampai, konsumen puas, tapi kamu harus mengorbankan beberapa hal yang bisa membuat perusahaan kamu tidak untung. Pastikan segalanya harus seimbang dan terencana dengan baik. 

    Salah satu cara yang bisa kamu lakukan agar perencanaan bisnis atau perusahaanmu berjalan lancar adalah dengan mengatur keuangan bisnis secara baik dan konsisten. Sebaiknya, bekali perusahaanmu dengan aplikasi keuangan yang memuaskan dengan fitur yang lengkap seperti majoo. Bukan hanya bisa membantumu menyusun laporan keuangan, majoo juga memiliki fitur aplikasi owner yang memberikan semua bantuan untuk mengontrol bisnismu secara online. Bisnis maju dengan majoo? Siapa yang tidak mau? 

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Quick Ratio adalah: Kelebihan dan Kekurangannya
    Quick ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur likuiditas jangka pendek suatu perusahaan. Apa saja kelebihan dan kekurangan quick ratio?
    Newsletter adalah: Definisi, Manfaat, dan Tips Newsletter
    Newsletter adalah tools yang dapat menjembatani perusahaan dengan pelanggan untuk berbagi informasi penting dan menarik terkait perusahaan secara rutin.
    Benarkah Termin adalah Istilah untuk Cicilan atau Uang Muka?
    Termin adalah sistem pembayaran dengan jangka waktu berdasarkan kesepakatan, atau terkait syarat yang telah disepakati saat akad jual secara kredit.
    Payback Period Adalah: Dari Rumus Sampai Contohnya
    Sederhananya, pengertian payback period adalah jangka waktu yang diperlukan untuk mengembalikan nilai investasi yang telah dikeluarkan.