Table of Content

    PSAK Adalah: Pengertian dan Macamnya

    PSAK dapat menjadi acuan untuk membuat laporan keuangan

    Menjadi bidang ilmu yang memiliki peran penting, dalam praktiknya akuntansi dapat membantu sebuah perusahaan atau organisasi untuk mengambil keputusan dalam mengalokasikan sumber daya. Untuk menyediakan data yang dibutuhkan, seorang akuntan biasanya akan melakukan pencatatan dan analisa dari data keuangan yang telah dikumpulkan. Selanjutnya, akuntan akan membuat laporan keuangan yang menjadi wadah untuk memaparkan hasil temuannya. Dengan demikian, perusahaan atau organisasi dapat mengambil keputusan yang diperlukan agar kinerja perusahaan meningkat.

    Akan tetapi, dalam membuat laporan keuangan, seorang akuntan perlu mengacu pada sebuah kerangka prosedur yang disebut dengan PSAK. Sebab, laporan keuangan yang mengacu pada PSAK dapat membantu akuntan untuk membandingkan isinya dengan laporan keuangan sebelumnya. Dengan demikian, akuntan atau pihak yang bersangkutan lebih mudah menganalisa perubahan yang terjadi. Memiliki fungsi yang cukup penting, seorang akuntan tentu wajib memahami pengertian dan macam-macam PSAK.

    Sebenarnya, apa kepanjangan PSAK? Saatnya temukan penjelasan lengkap mengenai PSAK melalui artikel ini!

    PSAK Adalah

    PSAK adalah singkatan dari pernyataan standar akuntansi keuangan. PSAK adalah pedoman utama bagi akuntan untuk melakukan penyusunan laporan keuangan  dalam bisnis. Standar akuntansi keuangan sendiri adalah metode dan format baku yang digunakan dalam penyajian informasi laporan keuangan. Pernyataan standar akuntansi keuangan di Indonesia mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan zaman, juga peraturan yang berlaku, dan lain sebagainya.

    Di Indonesia, terdapat beberapa pernyataan standar akuntansi keuangan yang berlaku, yaitu PSAK-IFRS, SAK-ETAP, PSAK Syariah, SAP, dan SAK EMKM. Penasaran dengan penjelasan lebih lanjut? Scroll terus ke bawah dan temukan jawabannya.

    Baca juga: Bagaimana, sih, Cara Membuat Anggaran Keuangan Perusahaan?

    Terdapat 5 macam PSAK yang berlaku di Indonesia

    Macam-Macam PSAK

    Saat ini, macam-macam PSAK yang berlaku di Indonesia berjumlah lima buah. Masing-masing dari pernyataan standar akuntansi keuangan tersebut digunakan sesuai dengan jenis usaha atau organisasinya. Penyusunan dan penerapan jenis-jenis pernyataan standar akuntansi keuangan ini disesuaikan dengan perkembangan bisnis di Indonesia. Lima macam pernyataan standar akuntansi keuangan yang berlaku di Indonesia adalah sebagai berikut:

    1. PSAK-IFRS

    PSAK adalah perubahan nama terbaru dari SAK yang disusun dan diterbitkan oleh DSAK pada tahun 2012 lalu. Penyusunan PSAK tersebut mengikuti standar yang digunakan oleh IFRS atau International Financial Reporting Standards dan dengan menyesuaikan kondisi bisnis di Indonesia. Pembuatan dan penyusunan PSAK tersebut menjadi standar dalam pencatatan, penyusunan, dan penyajian laporan keuangan. Adanya standar yang sesuai dengan PSAK tersebut membuat semua informasi keuangan yang ada mudah dipahami dan relevan bagi semua pengguna laporan keuangan. Penyusunan laporan keuangan berdasarkan jenis PSAK tersebut digunakan oleh perusahaan publik. Pemilihan IFRS sebagai pedoman bagi PSAK adalah adanya penilaian transaksi dan evaluasi pada laporan keuangan yang dapat mencerminkan kondisi ekonomi secara real-time. Penerapan IFRS juga dapat memberikan beberapa manfaat, seperti meningkatkan daya banding dari laporan keuangan, memberikan informasi yang berkualitas pada pasar modal, hingga meningkatkan kualitas dari laporan keuangan itu sendiri.

    2. SAK-ETAP

    Jika sebuah perusahaan atau organisasi belum memiliki atau tanpa akuntabilitas publik, proses penyusunan laporan keuangannya dapat menggunakan SAK-ETAP. Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) digunakan oleh Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (ETAP), yaitu entitas yang tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan dan menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum (general purpose financial statement) bagi pengguna eksternal, seperti pemilik yang tidak terlibat langsung dalam pengelolaan usaha, kreditur, dan lembaga pemeringkat kredit.

    SAK ETAP bertujuan untuk menciptakan fleksibilitas dalam penerapannya dan memberi kemudahan akses ETAP kepada pendanaan dari perbankan. SAK ETAP merupakan SAK yang berdiri sendiri dan tidak mengacu pada SAK Umum, sebagian besar menggunakan konsep biaya historis dalam arti mengatur transaksi yang dilakukan oleh ETAP dalam bentuk pengaturan yang lebih sederhana pada akuntansi dan relatif tidak berubah selama beberapa tahun.

    3. SAK EMKM

    SAK EMKM disusun untuk memenuhi kebutuhan pelaporan keuangan entitas mikro, kecil, dan menengah. Undang-Undang No 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah dapat digunakan sebagai acuan dalam mendefinisikan dan memberikan rentang kuantitatif EMKM. Standar ini ditujukan untuk digunakan oleh entitas yang tidak atau belum mampu memenuhi persyaratan akuntansi yang diatur dalam SAK ETAP. Bentuk sederhana dari SAK-ETAP adalah SAK EMKM yang disusun oleh IAI pada pertengahan tahun 2015 dan berlaku efektif tanggal 1 Januari 2018 lalu. Hal ini dipicu oleh banyaknya UMKM di Indonesia yang belum mampu membuat dan menyusun laporan keuangan sesuai dengan SAK yang berlaku.

    4. SAK Syariah

    Pesatnya perkembangan industri berbasis syariah di Indonesia membutuhkan keberadaan standar akuntansi yang sesuai. Adanya kebutuhan tersebut melahirkan Dewan Standar Akuntansi Syariah (DSAK) yang berada dibawah naungan IAI yang bertugas untuk menyusun Standarisasi laporan keuangan syariah. PSAK Syariah resmi disahkan pada tahun 2002 silam.

    Standar Akuntansi Syariah (SAS) adalah Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Syariah yang ditujukan untuk entitas yang melakukan transaksi syariah, baik entitas lembaga syariah maupun lembaga non syariah. Pengembangan SAS dilakukan dengan mengikuti model SAK umum, namun berbasis syariah dengan mengacu kepada fatwa MUI. SAS terdiri dari PSAK 100 sampai dengan PSAK 106 yang mencakup kerangka konseptual, penyajian laporan keuangan syariah, akuntansi murabahah, musyarakah, mudharabah, salam, dan istishna. PSAK Syariah terdiri atas kerangka konseptual penyusunan dan pengungkapan laporan, standar penyajian laporan keuangan dan standar khusus transaksi syariah, seperti mudharabah, murabahah, salam, ijarah, dan istishna.

    5. Standar Akuntansi Pemerintahan

    Standar akuntansi yang digunakan oleh instansi pemerintahan dalam menyusun laporan keuangan adalah Standar Akuntansi Pemerintah (SAP). SAP ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah No. 71 Tahun 2010 dan digunakan sebagai acuan dalam menyusun laporan keuangan pemerintah, baik pusat maupun daerah. Dengan adanya SAP, pemerintah diharapkan dapat menjamin transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan negara.

    Baca juga: Laporan Posisi Keuangan: Pengertian, Contoh, dan Fungsinya

    Tujuan dan Pentingnya PSAK

    Tujuan utama dari PSAK adalah untuk membantu pengguna laporan keuangan lebih mudah dalam memahami laporan keuangan tersebut. Sebagai catatan, pengguna yang dimaksud adalah orang perorangan serta organisasi yang membutuhkan. Dengan demikian, pengguna akan merasa lebih mudah saat melakukan analisa perubahan perusahaan jika dilihat dari kondisi keuangannya. Dengan menggunakan sebuah standar sebagai pedoman, laporan keuangan akan lebih mudah untuk dibandingkan dengan yang sebelumnya.

    Baca juga: Intip Format Laporan Keuangan Lengkap dan Sederhana di Sini!

    Penutup

    Pada praktiknya, standar akuntansi keuangan di Indonesia terus mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan kondisi dunia usaha, profesi akuntansi, dan peraturan yang berlaku. Perkembangan tersebut membuat para pelaku usaha, perusahaan, maupun organisasi untuk mampu menyusun laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku. Dalam hal ini, PSAK menjadi pedoman utama bagi akuntan untuk melakukan penyusunan laporan keuangan. Pernyataan standar akuntansi keuangan di Indonesia juga mengalami perubahan sesuai dengan kondisi yang ada.

    Tertarik mengetahui informasi seputar laporan keuangan, pasar, dan berbagai hal yang bisa mendukung bisnismu? Langsung temukan informasi yang kamu butuhkan di sini. Saatnya perkaya wawasanmu dengan informasi yang dibutuhkan, jangan ragu untuk memilih majoo yang setia menemani perjalanan bisnismu. Manfaatkan berbagai fitur praktis dan menarik yang dapat disesuaikan dengan segala kebutuhan. Tunggu apa lagi? Saatnya berlangganan sekarang!

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Metode Penyusutan Aktiva Tetap!
    Seiring waktu, aset tetap akan mengalami depresiasi. Untuk mengetahui biaya penggunaan aset, perlu metode penyusutan aktiva tetap. Ketahui caranya di sini!
    Negosiasi adalah: Pengertian, Contoh, Jenis, Ciri-Ciri
    Negosiasi adalah proses interaksi antara pihak-pihak yang berusaha menemukan titik temu. Pahami pengertian, tujuan, contoh negosiasi.
    Rumus Persentase, Cara Menghitung Beserta Contoh Penggunaanya
    Cara menghitung persen merupakan metode untuk mendapatkan sebuah nilai atau data. Pelajari juga tentang rumus persentase di excel, rumus persentase keuntungan.
    PT adalah: Menilik Pengertian dan Cara Membuat Perseroan Terbatas
    PT adalah kepanjangan dari perseroan terbatas, yaitu bentuk badan usaha yang dilindungi oleh hukum dengan modal yang terdiri dari saham.