Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    Research Gap adalah: Pengertian, Jenis, dan Contohnya


    Riset atau penelitian memang erat sekali dengan science atau pendidikan. Namun, jika ditilik lagi, riset sebetulnya dilakukan di berbagai sektor, termasuk bisnis. Nah, research gap adalah salah satu keadaan yang kadang terjadi dalam penelitian.

    Apa yang dimaksud dengan research gap dan apa hubungannya dengan bisnis? Mari simak penjelasan di bawah ini untuk memahaminya lebih dalam!

    Pengertian Research Gap

    Setiap riset tentu berangkat dari hipotesis tertentu dan akan memberikan hasil tertentu. Hasil penelitian mungkin saja sama atau berbeda dengan hipotesis awal. Namun, hasil penelitian harus selalu selaras dengan data-data dalam riset tersebut. Jika tidak sesuai, itulah yang disebut research gap.

    Jadi, research gap adalah adanya inkonsistensi antara hasil penelitian yang sudah diformulasikan dengan semua data yang mendukung. Research gap mungkin terjadi karena ada bagian yang terlewat dilakukan oleh peneliti ketika riset sehingga memberikan jawaban berbeda.

    Di samping itu, research gap juga didefinisikan sebagai kesenjangan penelitian yang disebabkan oleh perbedaan hasil penelitian terdahulu, mulai dari konsep, teori, data, hingga masalah yang terjadi di lapangan. Akibatnya, terdapat celah dalam penelitian selanjutnya.

    Dalam dunia bisnis, research gap bisa berdampak terhadap profit yang diperoleh perusahaan. Kesenjangan dalam suatu riset juga berisiko menimbulkan kerugian di dalam bisnis. Salah satu kerugian yang cukup fatal, misalnya ada penurunan kepuasan pelanggan.

    Baca juga: Apa Itu Customer Experience? Simak Pengertian dan Contohnya!

    Dengan kata lain, kesenjangan tersebut berdampak negatif. Akan tetapi, kesenjangan ini juga bisa dijadikan sebagai bahan evaluasi perusahaan dalam menjalankan bisnis.

    Jenis Research Gap

    Berbicara kesenjangan dalam penelitian, jenisnya bermacam-macam. Berikut ini beberapa jenis research gap yang perlu kamu ketahui.

    • Theoretical Gap

    Theoretical gap adalah suatu kesenjangan yang diperantarai oleh teori yang menjadi dasar dalam penelitian selanjutnya. Mengapa teori tersebut bisa memicu kesenjangan? 

    Mungkin teori dasar sebelumnya mempunyai keterbatasan atau kelemahan yang belum mampu mendukung penelitian selanjutnya. Kemungkinan lainnya, hasil dari penelitian yang didapat belum pernah dijelaskan oleh teori apa pun.

    • Evidence Gap

    Selanjutnya, ada kesenjangan yang disebut evidence gap. Sesuai namanya, evidence gap adalah kesenjangan yang inkonsistensinya terjadi pada bukti penelitian. Tolok ukurnya ialah fakta umum yang sudah biasa terjadi.

    Jika dijabarkan secara singkat, peneliti menemukan titik kesenjangan antara fenomena yang tidak asing dengan bukti lapangan selama proses penelitian.

    • Population Gap

    Population gap adalah jenis research gap berdasarkan produktivitas bisnis dan jangkauan populasi saat mengambil data penelitian. Dalam dunia bisnis, biasanya dilakukan penentuan target market sebagai dasar penelitian untuk melihat ada population gap dalam penelitian sebelumnya atau tidak.

    • Empirical Gap

    Jenis research gap selanjutnya adalah empirical gap yang merujuk pada kesenjangan fenomena empiris. Adanya kesenjangan akan terlihat pada hasil penelitian. Karena itu, setiap peneliti wajib memperhatikan ada inkonsistensi di dalam penelitiannya atau tidak.

    Secara otomatis, adanya kesenjangan akan dihasilkan dari adanya inkonsistensi antara hasil dan data faktual. 

    Dalam kondisi ini, peneliti bisa memanfaatkan kekurangan yang ada sebagai bahan riset. Jadi, peneliti bisa mengatasi risiko kesenjangan dengan membandingkan fenomena dalam riset dengan kajian sebelumnya. Tentunya ditunjang pula dengan teori yang tepat.

    • Knowledge Gap

    Jenis kesenjangan lain yang mungkin kamu temukan dalam suatu penelitian ialah knowledge gap. Knowledge gap adalah kesenjangan yang muncul dalam penelitian yang mencari sesuatu yang belum ada.

    • Practical-Knowledge Gap

    Sementara itu, practical-knowledge gap adalah kegiatan atau perilaku profesional yang tidak terpenuhi oleh penelitian.

    • Methodological Gap

    Methodological gap muncul karena adanya keterbatasan metode yang bisa diterapkan dalam penelitian.

    Contoh Research Gap

    Setelah menyimak pengertian research gap dan jenisnya, kamu tentu sudah memiliki pemahaman tertentu. Agar kamu bisa memiliki gambaran yang lebih komprehensif terkait kesenjangan dalam penelitian, mari simak contoh kasus berikut ini.

    Sebuah penelitian yang pernah dilakukan oleh peneliti X menunjukkan adanya kebijakan pemberian kompensasi yang tepat kepada karyawan dapat meningkatkan kinerja mereka. 

    Peneliti X turut menyampaikan bahwa kebijaksanaan kompensasi, baik besarannya, susunannya, maupun waktu pembayarannya dapat mendorong kinerja dan keinginan karyawan untuk menunjukkan prestasi atau performa kerja yang maksimal. 

    Dengan demikian, kebijakan kompensasi akan membantu perusahaan mencapai goal atau tujuan bisnisnya.

    Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti X, penelitian yang dilakukan peneliti Y menemukan bahwa kaitan kompensasi terhadap kinerja tidak signifikan.

    Tingkat kompensasi yang tinggi membuat kinerja pegawai meningkat, tetapi kenaikannya tidak nyata. Hasil riset tersebut justru kontra dengan hasil penelitian yang dilakukan sebelumnya oleh peneliti X.

    Baca juga: 9 Faktor Kinerja Karyawan yang Perlu Diketahui

    Contoh lainnya, ada penelitian yang menyebutkan bahwa peningkatan panjang material benda Z akan menyebabkan benda tersebut menjadi lebih kuat. 

    Namun, ada penelitian yang menyebut benda Z justru menjadi lemah jika panjang materialnya ditingkatkan. 

    Kondisi di atas merupakan contoh masalah yang bisa diselesaikan. Jadi, kita dapat melakukan penelitian lanjutan untuk menjawab hasil yang bersifat inkonsisten dalam penelitian-penelitian sebelumnya.

     

     Menemukan research gap dapat menjadi bahan bagi bisnis terus beradaptasi dengan kebutuhan dan keinginan pasar yang makin kompleks dan dinamis.

    Cara Menemukan Research Gap

    Pada kondisi-kondisi tertentu, perusahaan akan melakukan kajian bisnis. Bila suatu perusahaan melakukan riset, semua jenis research gap di atas mungkin tak akan secara langsung diperoleh. 

    Dengan kata lain, dari hasil riset yang kompleks sering kali cukup sulit untuk menemukan poin kesenjangan yang terjadi. Maka dari itu, kamu perlu cara menemukan research gap yang efektif. Di bawah ini, terdapat metode yang dapat dilakukan. Silakan disimak!

    • Mencari Konsep yang Tak Terlihat oleh Peneliti

    Cara pertama ialah mencoba mencari konsep yang mungkin terlewat dalam penelitian sebelumnya. Nah, peneliti yang selanjutnya harus lebih memperhatikan potensi konsep yang terlewat tersebut untuk mencari jawaban ada research gap atau tidak.

    Peneliti selanjutnya bisa melakukan wawancara atau mengajukan pertanyaan kepada peneliti sebelumnya terkait kemungkinan adanya konsep yang terlewat. Akan tetapi, wawancara tersebut tentunya harus tetap dilakukan dengan etika yang baik.

    • Menganalisis Celah dalam Penelitian

    Supaya tidak memberikan hasil yang keliru, metode riset memang harus dilakukan secara ilmiah. Meskipun demikian, biasanya suatu penelitian tidak akan pernah sempurna karena berbagai macam faktor.

    Faktor yang kerap membuat penelitian kurang optimal, salah satunya keterbatasan serta kurang cermatnya peneliti dalam mengambil variabel yang kompatibel dengan penelitian tersebut. Hal inilah yang dikenal dengan celah di dalam suatu penelitian.

    Berbagai kekurangan yang ada akan tergambar di dalam hasil riset dan bisa dicari letak celahnya. Langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah menyempurnakan kekurangan yang ada dengan melakukan berbagai kajian mendalam. Hasil kajian tersebut bisa menjadi dasar dalam membuat strategi baru.

    • Mengacu pada Hasil Riset yang Kurang Jelas

    Cara efektif lainnya yang bisa diterapkan dalam mencari research gap adalah fokus pada hasil penelitian yang memang kurang jelas. Hasil dari suatu penelitian akan memberikan gambaran terkait proses riset tersebut.

    Bila hasilnya kurang jelas, peneliti selanjutnya bisa menarik kesimpulan ada research gap karena kesalahan dalam proses riset sebelumnya.

    Hubungan Research Gap Terhadap Bisnis

    Salah satu pertanyaan krusial bagi para pelaku bisnis: Lalu, apa hubungan research gap terhadap bisnis

    Seperti telah dibahas sebelumnya, bisnis pun memerlukan penelitian atau riset. Dalam semua penelitian, research gap mungkin muncul, tak terkecuali dalam kajian bisnis.

    Contoh research gap yang paling sering muncul di dalam dunia bisnis, salah satunya kesenjangan ketika melakukan riset pasar. Kamu bisa mencari tahu risiko adanya research gap dengan metode yang sudah dijelaskan dalam poin sebelumnya.

    Baca juga: Riset Pasar adalah Persiapan Bisnis Terbaik! Apa Benar?

    Bila perusahaan memang sudah menerapkan strategi bisnis dengan mengikuti hasil dari riset pasar, tetapi hasilnya masih belum sesuai dengan harapan, maka kamu patut mempertanyakan hasil riset pasar tersebut.

    Untuk memahami akar permasalahannya, perusahaan perlu mencari research gap dari riset pasar yang dilakukan sebelumnya. Dengan demikian, perusahaan bisa mengetahui titik kesalahan yang terjadi dan bisa melakukan evaluasi. Akhirnya, perusahaan dapat menyusun strategi baru yang lebih tepat.

    Perlu dipahami, pencarian research gap merupakan kegiatan yang perlu kamu lakukan terus-menerus selama bisnis berjalan. 

    Dengan kata lain, jika kamu ingin bisnis terus bertahan, kamu perlu melakukan penyesuaian dengan kebutuhan dan keinginan pasar secara kontinu. Seperti yang sudah diketahui, pasar terus berkembang dan makin dinamis. Bisnis harus bisa menjawab hal tersebut.

    Nah, cara ilmiah yang bisa dilakukan dalam menjawab hal tersebut adalah melakukan riset pasar. Karena itu, setiap perusahaan harus melakukan riset pasar secara berkala dan mencari research gap yang terjadi di dalam riset tersebut.

    Penutup

    Demikianlah pembahasan tentang research gap. Jadi, bagi pemilik bisnis, pemahaman terkait research gap dibutuhkan untuk menilai validitas hasil penelitian bisnis, terutama riset pasar.

    Mencari research gap pada riset pasar sangat penting untuk mendukung bisnis bisa terus berjalan dengan maksimal. Namun, tentu research gap bukanlah satu-satunya hal yang perlu kamu perhatikan jika ingin bisnis berjalan optimal dan makin maju.

    Sebagai pemilik usaha, kamu juga perlu memastikan pengelolaan operasional bisnis berjalan efektif dan efisien, salah satunya dengan menggunakan aplikasi majoo.

    majoo adalah aplikasi point of sale (POS) yang akan membantu wirausaha mengelola usahanya secara optimal. Mulai dari pengelolaan transaksi penjualan, inventory, loyalitas program untuk konsumen, hingga laporan keuangan bisa dikelola melalui aplikasi majoo.

    Menariknya lagi, aplikasi majoo berbasis cloud sehingga kamu tak harus selalu datang ke gerai bisnis untuk memantau jalannya operasional. Kamu bisa memantau bisnis dari dashboard majoo kapan saja dan di mana saja.

    Mau tahu lebih banyak tentang aplikasi wirausaha yang lengkap ini? Cek selengkapnya di tautan berikut ini!

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Kwitansi adalah: Pengertian, Contoh, Format
    Kwitansi adalah bukti pembayaran yang sah dari sebuah transaksi. Dalam bisnis, ternyata ada berbagai jenis dan contoh kwitansi yang biasa digunakan.
    Kliring adalah: Pengertian, Mekanisme, Jenis, Contoh
    Kliring adalah metode pemindahan uang dari satu rekening ke rekening lain kepada yang berhak dan menunggu 2-3 hari kerja setelah proses kliring diajukan. 
    Kenalan dengan Cloud Computing dan Fungsinya Bagi Bisnis
    Dalam dunia bisnis, kehadiran cloud computing adalah sebuah gerakan peralihan ke sistem kerja yang lebih praktis, efisien, dan terkomputerisasi.
    Apa Iya Micro Influencer adalah Andalan Pemasaran Digital?!
    Bagi yang belum tahu, micro influencer adalah salah satu andalan untuk menjamin berhasilnya kegiatan pemasaran digital. Kok, bisa?! Simak, yuk!