Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    Revaluasi Adalah: Pengertian, Tujuan, dan Contohnya

    Nilai aset dapat meningkat atau menurun sehingga perlu dilakukan revaluasi.

    Apakah kamu familier dengan istilah revaluasi? Secara singkat, revaluasi adalah penilaian kembali aset sehingga nilainya sesuai atau mencerminkan nilai saat ini.

    Asumsinya, setiap bisnis kemungkinan besar memiliki aset. Seperti yang sudah diketahui, ada beberapa jenis aset atau aktiva, yaitu aktiva lancar dan aktiva tetap. 

    Baca juga: Memahami Definisi dan Contoh Aktiva dalam Dunia Bisnis

    Seiring dengan waktu, aset tetap yang digunakan untuk kegiatan bisnis bisa mengalami perubahan nilai. Karena itu, perusahaan melakukan revaluasi. 

    Jadi, apa yang dimaksud revaluasi dan kenapa hal tersebut dilakukan? Mari simak pembahasan berikut ini!

    Pengertian Revaluasi

    Sebelum membahas pengertian revaluasi, perlu dipahami terlebih dahulu bahwa aset dapat berpengaruh terhadap nilai bisnis. Maka dari itu, pencatatan aset secara akuntansi harus tepat.

    Nah, revaluasi adalah pendekatan akuntansi untuk menghitung nilai baru suatu hal yang sudah dimiliki.

    Merujuk pada pengertian tersebut, revaluasi aset adalah praktik akuntansi yang dilakukan untuk menilai kembali aset perusahaan. Kenapa terjadi revaluasi? Karena ada kenaikan nilai aset di pasaran atau nilai aset di laporan keuangan terlalu rendah sehingga tidak lagi mencerminkan nilai yang wajar. 

    Nilai aset yang menjadi objek revaluasi akan disesuaikan dengan nilai pasar terkini. Revaluasi dibutuhkan untuk menilai aset yang cenderung mengalami kenaikan seperti tanah atau bangunan sehingga kenaikan nilainya sejalan dengan kenaikan nilai di pasaran.

    Meskipun begitu, revaluasi juga tetap dilakukan jika nilai aset menurun. Dengan kata lain, nilai baru hasil revaluasi aset tetap mungkin saja lebih besar atau lebih kecil dibandingkan dengan nilai aset tersebut yang tercatat sebelumnya.

    Inti dari proses revaluasi adalah nilai baru aset tetap selaras dengan nilai pasar ketika revaluasi dilakukan atau dikenal dengan istilah nilai wajar.

    Lalu, jika ada revaluasi aset, apakah berarti revaluasi juga berlaku untuk komponen selain aset? Ya, benar. Revaluasi juga dapat diterapkan untuk kewajiban atau utang. 

    Tujuan Revaluasi

    Dari uraian di atas, tentu kamu sudah memahami bahwa tujuan revaluasi yang utama ialah memperbarui nilai aset jangka panjang sehingga mencerminkan nilai wajar terkini. 

    Dengan begitu, perusahaan bisa menghitung penghasilan dan biaya secara akurat dan wajar. Selain itu, perusahaan mengetahui nilai dan kemampuan perusahaan yang sebenarnya. 

    Adapun secara rinci, revaluasi mempunyai beberapa tujuan seperti disebutkan dalam poin-poin di bawah ini.

    • Menunjukkan nilai aset wajar perusahaan kepada masyarakat dan investor.
    • Dasar pengambilan keputusan bisnis yang lebih mencerminkan kondisi perusahaan.
    • Memperoleh investasi baru dengan menunjukkan nilai aset yang wajar.
    • Membantu proses merger perusahaan dengan diketahuinya nilai aset masing-masing.
    • Mengendalikan permodalan supaya debt-to-ratio atau rasio utang terhadap ekuitas turun sehingga lebih berpeluang memperoleh kredit usaha dari bank.
    • Mengurangi kewajiban perpajakan pada tahun revaluasi bila nilai aset terbaru lebih rendah daripada nilai buku sebelumnya.


    Dengan melakukan revaluasi, nilai wajar aset dapat diketahui.

    Manfaat Revaluasi Aset

    Setelah menyimak tujuan revaluasi di atas, kita bisa menyimpulkan manfaat revaluasi dalam beberapa poin, yaitu:

    • Menunjukkan Posisi Kekayaan yang Wajar

    Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, tujuan revaluasi aset adalah memberikan nilai riil pada aset tetap perusahaan. Dengan begitu, nilai aset tetap di dalam laporan keuangan mencerminkan nilai yang wajar.

    • Mengontrol Modal

    Revaluasi aset dapat menurunkan debt to equity ratio perusahaan sehingga bank dapat memberikan pinjaman dengan mudah bila kamu mengajukan pinjaman. Pasalnya, bila jumlah modal meningkat, capital adequacy ratio juga meningkat.

    Dengan demikian, bank dapat memberikan pinjaman ke perusahaan dan nasabah lain. Dengan kata lain, bank pun mendapatkan manfaat dari keuntungan yang diperoleh perusahaan. Itulah alasan revaluasi aset disebut dapat mengontrol permodalan.

    • Menarik Minat Investor

    Manfaat revaluasi aset berikutnya adalah meningkatkan kinerja keuangan perusahaan. Mengapa hal tersebut penting? Alasannya, kinerja keuangan perusahaan dapat digunakan untuk menarik investor.

    Kamu dapat memulainya dengan melakukan penerbitan obligasi atau penawaran saham perusahaan.

    Melalui perhitungan debt to assets ratio dan debt to equity ratio perusahaan, kreditur akan memberikan kepercayaannya untuk menanamkan modal di perusahaanmu.

    Baca juga: Debt to Equity Ratio (DER): Definisi dan Rumus Menghitungnya

    • Mengurangi Kewajiban Pajak

    Seiring berjalannya waktu, nilai aset perusahaan mungkin meningkat. Pertambahan nilai aset berpengaruh juga terhadap biaya penyusutan.

    Semakin tinggi nilai aset, semakin tinggi pula biaya penyusutannya. Tentunya, nilai tersebut berdampak juga terhadap laporan keuangan. Laba yang dihasilkan akan menurun sehingga kewajiban pajak pada tahun tersebut berkurang.

    • Keuntungan Bila Perusahaan akan Merger

    Revaluasi aset dapat membantu perusahaan yang akan melakukan merger karena perusahaan harus melakukan penilaian kembali setiap aset tetapnya. Jadi, nilai aset yang sesungguhnya atau nilai wajar perusahaan baru akan diketahui.

    Kapan Revaluasi Dilakukan?

    Setelah mengetahui pengertian, tujuan, dan manfaat revaluasi, beberapa dari kamu mungkin bertanya, kapan revaluasi dilakukan? Waktu pelaksanaan revaluasi sebetulnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan masing-masing.

    Revaluasi bukanlah pendekatan akuntansi yang harus dilakukan pada tiap periode pembukuan. Revaluasi dilakukan ketika nilai suatu aset telah berubah dari harga perolehannya pertama kali. 

    Dengan kata lain, perusahaan dapat melakukan revaluasi kapan saja sesuai dengan kondisi saat itu. Namun, karena berkaitan erat dengan perpajakan, terdapat aturan dari pemerintah yang mengatur revaluasi aset perusahaan. 

    Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 79/PMK.03/2008 tentang Penilaian Kembali Aktiva Tetap Perusahaan untuk Tujuan Perpajakan yang mengacu pada Pasal 18 ayat 1 Undang-Undang Pajak Penghasilan menyatakan Menteri Keuangan berwenang menetapkan peraturan tentang revaluasi aset dan faktor penyesuaian jika ada ketidaksesuaian antara unsur biaya dan penghasilan akibat perkembangan harga.

    Perkembangan harga yang signifikan atas suatu aset bisa menyebabkan biaya dan penghasilan tidak selaras sehingga bisa timbul beban pajak yang kurang wajar. Berdasarkan PMK No. 79 tahun 2008, perusahaan diperbolehkan melakukan revaluasi aktiva tetap untuk tujuan perpajakan asal telah memenuhi semua kewajiban pajak sampai masa pajak terakhir sebelum revaluasi dilakukan.

    Masih dalam kaitannya dengan pajak, ada juga istilah cadangan revaluasi aktiva tetap. Cadangan revaluasi adalah cadangan yang dibentuk dari selisih penilaian kembali aktiva tetap yang telah disetujui Direktorat Jenderal Pajak. 

    Contoh Revaluasi

    Sebuah perusahaan membeli tanah untuk lokasi parkir karyawan dengan biaya Rp100.000.000 pada 2017. Dalam peninjauan kembali pada 2022, nilai lahan tersebut di pasaran adalah Rp125.000.000. 

    Maka dari itu, perusahaan melakukan revaluasi dengan menambahkan nilai sebesar Rp25.000.000 dalam pembukuan 2022 sehingga nilai aset tetap itu menjadi Rp125.000.000.

    Terdapat beberapa faktor yang bisa menyebabkan perubahan nilai aset. Pada contoh di atas, nilai aset meningkat seiring dengan peningkatan nilai di pasar. 

    Selain perubahan harga pasar, masih ada faktor lain yang memengaruhi nilai aset, misalnya inflasi ekonomi. Inflasi bisa mendorong harga aset menjadi lebih tinggi. Pembangunan oleh pemerintah di sekitar aset berupa tanah dan bangunan juga bisa meningkatkan nilai aset tersebut.

    Kebijakan revaluasi pemerintah juga turut berdampak pada nilai aset. Kebijakan revaluasi adalah kebijakan ekonomi yang dikeluarkan pemerintah dengan cara meningkatkan nilai uang dalam negeri terhadap mata uang asing.

    Sementara itu, penurunan nilai aset lebih banyak disebabkan oleh penggunaan aset tersebut dari waktu ke waktu sehingga terjadi penurunan performa dan pengurangan manfaat, salah satu contohnya pada mesin pabrik.

    Perlu diingat, ketika kamu melakukan revaluasi aset, tidak ada aliran kas yang masuk atau keluar. Sebagai contoh, saat revaluasi menghasilkan kenaikan nilai aset sebesar Rp25.000.000, perusahaan tidak mendapatkan kas senilai itu. 

    Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, revaluasi adalah metode akuntansi untuk mendapatkan nilai wajar suatu aset saja. Selain itu, perusahaan memerlukan jasa asesor atau penilai saat melakukan revaluasi. Dengan demikian, ada biaya tambahan ketika perusahaan melakukan revaluasi.

    Baca juga: Menilik Pengertian Devaluasi, Tujuan, Hingga Contohnya

    Mungkin tidak semua bisnis melakukan revaluasi secara berkala, terutama jika skala bisnis tersebut masih relatif kecil. Hal tersebut tidak masalah sebab waktu pelaksanaan revaluasi memang cukup fleksibel.

    Aspek yang perlu kamu pastikan ialah pendataan uang masuk dan keluar secara rapi, misalnya dari penjualan dan pengadaan barang. Untuk membantumu, terlebih bila bisnismu masih kecil, manfaatkanlah digital tools seperti aplikasi POS yang membuat pengelolaan operasional lebih efisien. 

    Pertanyaan Terkait

    • Revaluasi terjadi karena ada kenaikan nilai aset di pasaran atau nilai aset di laporan keuangan terlalu rendah sehingga tidak lagi mencerminkan nilai yang wajar.
    • Waktu pelaksanaan revaluasi sebetulnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan masing-masing. Revaluasi bukanlah pendekatan akuntansi yang harus dilakukan pada tiap periode pembukuan. Revaluasi dilakukan ketika nilai suatu aset telah berubah dari harga perolehannya pertama kali.

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Quick Ratio adalah: Kelebihan dan Kekurangannya
    Quick ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur likuiditas jangka pendek suatu perusahaan. Apa saja kelebihan dan kekurangan quick ratio?
    Newsletter adalah: Definisi, Manfaat, dan Tips Newsletter
    Newsletter adalah tools yang dapat menjembatani perusahaan dengan pelanggan untuk berbagi informasi penting dan menarik terkait perusahaan secara rutin.
    Benarkah Termin adalah Istilah untuk Cicilan atau Uang Muka?
    Termin adalah sistem pembayaran dengan jangka waktu berdasarkan kesepakatan, atau terkait syarat yang telah disepakati saat akad jual secara kredit.
    Payback Period Adalah: Dari Rumus Sampai Contohnya
    Sederhananya, pengertian payback period adalah jangka waktu yang diperlukan untuk mengembalikan nilai investasi yang telah dikeluarkan.