Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    • Solusi
    • Knowledge
    • Mencermati Siklus Hidup Produk, Mengenal Kerja Anak Produksi

    Mencermati Siklus Hidup Produk, Mengenal Kerja Anak Produksi

    Setiap pemilik usaha harus memahami siklus hidup produk agar tak salah menyusun strategi bisnis.

    Apa, sih, yang dimaksud dengan siklus hidup produk itu?

    Pernah bertanya-tanya, tidak, kenapa di sebuah perusahaan ada satu divisi yang dikhususkan untuk mengurus produk dengan beragam personel yang mencakup product manager, product researcher, product designer, dan bahkan terkadang juga membutuhkan product writer.

    Keseluruhan divisi ini dibutuhkan untuk menjaga siklus hidup dari produk yang akan dijual. Nah, kita kembali pada pertanyaan pertama: Apa, sih, arti siklus yang dimaksud tersebut?

    Pengertian Siklus Hidup Produk

    Pengertian siklus hidup produk sebenarnya tak sulit dicerna, karena bisa dengan mudah dimaknai sebagai sebuah rangkaian tahapan dari pertama kali produk direncanakan hingga akhirnya digunakan oleh pelanggan dan bahkan ditinggalkan yang menandakan siklus hidupnya sudah selesai. Artinya, produk yang baru sudah harus mulai disiapkan untuk dipasarkan.

    Singkat cerita, siklus hidup ini tak ubahnya perjalanan yang menjelaskan apa pun yang terjadi pada suatu produk ketika dia diproduksi dan digunakan oleh pelanggan. Karena rentang cakupan yang cukup jauh tersebut, lah, divisi produk biasanya dipenuhi dengan orang-orang yang berorientasi pada perancangan (product designer), perencanaan (product researcher), dan juga pengelolaan (product manager).

    Jika dicermati, dari pengertian siklus hidup produk di atas, beberapa kali muncul kata tahapan atau rangkaian. Hal ini terjadi karena siklus ini memang melewati tahapan-tahapan tertentu. Pertanyaannya, apa saja tahapan yang ada dalam sebuah siklus hidup untuk sebuah produk?

    Baca juga: Kenali Produkmu! Begini Cara Cek BPOM dengan Mudah

    Mengenal Tahap Siklus Hidup Produk

    Setidaknya ada empat tahap siklus hidup produk yang harus diawali dari awal, yaitu ketika produk tersebut masih menjadi sebuah gagasan semata tanpa ada bentuk fisiknya, hingga akhir, yaitu ketika pelanggan sudah tidak lagi menggunakan produk tersebut dan beralih ke produk lainnya.

    Tiap-tiap tahapan menjelaskan progress yang berbeda dan umumnya berlaku secara kronologis. Artinya, tahap-tahap ini sangat terikat dengan waktu dan normalnya terjadi secara berurutan. Setelah tahap pertama, berikutnya pasti akan masuk ke tahap kedua atau memiliki kemungkinan yang sangat kecil untuk langsung lompat ke tahap ketiga atau keempat.

    Daripada terlalu lama merasa bingung sendiri, langsung saja kita samak bersama-sama setiap tahapan tersebut, yuk!

    • Introduction

    Introduction atau tahapan perkenalan dimulai ketika gagasan produk mulai digarap menjadi sesuatu yang nyata dan hasil produksinya mulai diperkenalkan kepada masyarakat.

    Umumnya, bisnis harus menanggung biaya pemasaran yang besar di tahap ini tanpa bisa mengandalkan adanya pemasukan yang sama besarnya terlebih dahulu. Pasalnya, produk yang dijual ini masih baru lahir, sehingga perlu dipasarkan besar-besaran untuk memperkenalkan produk tersebut kepada pelanggan.

    Sangat sedikit sekali produk yang bisa langsung boom begitu diluncurkan. Umumnya, pemilik usaha perlu bakar uang dulu sedikit banyak untuk bisa membuat produk tersebut dikenal banyak orang. Di fase ini pula, staf bagian produksi, khususnya yang menangani riset, akan sedikit sibuk untuk melakukan berbagai evaluasi mulai dari survei kepuasan pelanggan hingga survei terkait seberapa bergunanya produk yang telah diluncurkan.

    • Growth

    Tahap berikutnya adalah growth atau pertumbuhan. Dalam tahap ini, hasil riset yang dilakukan oleh tim riset akan mulai bermunculan, sehingga pemilik usaha bisa mengetahui apakah masyarakat menerima produk yang telah diluncurkan atau tidak.

    Apabila produk ternyata tidak diterima dengan baik, bisa jadi siklus produk akan berakhir sampai di sini saja dan produk tidak lagi diproduksi, kecuali jika pemilik usaha melakukan evaluasi untuk mengetahui penyesuaian apa yang dibutuhkan agar produk dapat diterima. Sebenarnya, jika produk ternyata diterima oleh pasar, evaluasi pun tetap diperlukan untuk mengetahui pengembangan semacam apa yang diinginkan oleh pelanggan.

    Proses pengembangan produk seolah akan mengulang tahap sebelumnya, yaitu perkenalan. Staf produksi akan kembali melakukan riset untuk memastikan pengambangan produk yang dilakukan akan diterima oleh pasar.

    Baca juga: Identitas Produk Berupa Apa Saja? Pengaruhkah ke Branding?

    • Maturity

    Tahap siklus hidup produk yang ketiga adalah maturity atau kedewasaan. Di fase ini, penjualan produk mencapai puncaknya, akan tetapi tidak bisa ditingkatkan lagi. Dengan demikian, grafik penjualan yang stabil dan stagnan dapat menjadi penanda bahwa produk sudah memasuki siklus hidup dewasa.

    Dengan mengetahui hal tersebut, pemilik usaha dapat bersiap dengan memulai pengembangan produk baru untuk menggantikan produk saat ini. Namun, bukan berarti produk yang sudah masuk ke tahap kedewasaan dalam siklus hidupnya akan diabaikan begitu saja, ya!

    Sekalipun sudah tidak lagi mengalami lonjakan-lonjakan atau peningkatan drastis pada grafik penjualannya, beragam data masih bisa dikumpulkan untuk memastikan pengembangan-pengembangan berikutnya dapat lebih bisa diterima dan sesuai dengan kebutuhan pasar. Dengan kata lain, staf produksi akan kembali sibuk di tahapan ini untuk memulai persiapan.

    Ada empat tahap siklus hidup produk yang perlu diperhatikan oleh pemilik usaha.

    • Decline

    Tahapan yang terakhir adalah decline atau penurunan. Sesuai dengan namanya, di tahapan ini, angka penjualan produk akan mulai menurun, bisa karena ada produk lain yang lebih baru untuk menggantikan, atau pasar sekadar bosan dengan produk yang dipasarkan.

    Jangan terburu-buru melakukan pengubahan atau pengembangan baru untuk produk yang sudah memasuki fase decline. Selain belum tentu dapat menarik kembali pasar yang sudah kehilangan minatnya, bisa jadi justru pengembangan-pengembangan yang selama ini dilakukan itulah yang menjadi penyebab hilangnya minat pasar.

    Sekali lagi, riset menjadi sesuatu yang penting. Coba cari tahu apa yang menyebabkan pelanggan kehilangan minatnya untuk melakukan pembelian berulang, atau melanjutkan langganan apabila produk dijual dengan model subscription, dengan demikian pemilik usaha pun bisa belajar dari pengalaman dan merancang produk yang lebih baik lagi di kemudian hari.

    Baca juga: Biaya Produksi: Pengertian, Jenis, Rumus, dan Unsur

    Apa Faktor Penyebab Munculnya Siklus Hidup Produk?

    Apa faktor penyebab munculnya siklus hidup produk? Jika harus menjelaskan secara sederhana, waktu bisa dibilang menjadi faktor utama munculnya siklus hidup produk. Pasalnya, seiring waktu, muncul pula banyak hal lainnya, mulai dari perubahan tren pasar, pergeseran nilai yang dianut masyarakat, tumbuhnya kompetitor di bidang serupa, perkembangan teknologi, dan perubahan situasi ekonomi.

    Produk yang sedang meningkat pesat di tahap pertumbuhan, misalnya saja, bisa tiba-tiba mati dan ditinggalkan ketika ada perubahan yang signifikan pada stabilitas ekonomi suatu negara. Tak ada yang tahu perubahan apa yang dibawa oleh waktu, oleh karena itu pemilik usaha juga harus selalu bersiap dengan seluruh potensi dan risiko yang ada. Sebaliknya, dengan adanya waktu pula, produk bisa bertumbuh dan perlahan-lahan dikenal serta diterima oleh pasar. 

    Contoh Siklus Hidup Produk

    Seperti apa, sih, contoh siklus hidup produk? Sebenarnya kita bisa melihatnya dari setiap produk yang ada di sekitar kita, lho! Atau, jika memiliki bisnis sendiri, coba perhatikan grafik penjualannya untuk mengetahui produk yang tengah dipasarkan sedang berada di tahap yang mana.

    Minuman gula aren kekinian yang sempat ngetren beberapa waktu lalu sebenarnya dapat menjadi contoh siklus hidup yang menarik. Ketika pertama kali muncul, hanya ada beberapa pelaku usaha saja yang tertarik untuk menjual minuman kopi gula aren.

    Tak lama kemudian, produk ini menjadi terkenal dan banyak diminati. Satu per satu pelaku usaha yang bahkan sebelumnya mungkin tidak melirik bisnis ini sama sekali, mulai bermain juga di dalamnya. Lama-kelamaan, dengan banyaknya merek minuman kopi gula aren yang beredar, pasar pun merasa bosan dan bisnis tersebut pun mulai masuk tahap declining.

    Namun, bisnis harus terus berjalan, penyesuaian pun perlu dilakukan agar produk lama yang sudah masuk ke tahap declining dapat terlahir kembali sebagai produk baru. Perubahan-perubahan pun terjadi dan kini kita tak hanya dapat menemukan kopi gula aren, tapi beragam jenis minuman lain yang menggunakan gula aren, dan, agar semakin menarik, ditambah pula dengan topping boba.

    Tak jauh berbeda, tren matcha pada makanan juga bisa dijelaskan dengan siklus serupa, lho! Nah, apa lagi, nih, contoh siklus hidup produk yang ada di sekitar?

    Menerapkan Strategi Siklus Hidup Produk

    Setelah mengetahui apa yang dimaksud dengan siklus hidup dari sebuah produk, pertanyaan berikutnya jelas bagaimana cara menerapkan strategi siklus hidup produk?

    Mudah saja, kok! Dari penjelasan terkait siklus hidup ini, tentu kita sudah sama-sama tahu bahwa setiap produk pasti memiliki masa pasang dan surutnya. Oleh karena itu, agar strategi dapat diimplementasikan secara optimal, tak berhenti mencari umpan balik dari pelanggan adalah kuncinya.

    Terus kumpulkan informasi terkait apa yang disuka pelanggan, apa yang tak disukai, apa yang sebaiknya ditingkatkan, dan semacamnya. Data-data ini akan berguna untuk pengembangan produk ke depannya. Selanjutnya, jangan merencanakan satu produk saja, lakukan iterasi dan inisiasi pengembangan-pengembangan baru. Dengan demikian, begitu produk masuk ke tahap declining, bisnis juga tidak kaget karena bisa mengubah fokus pemasaran ke produk yang lain.

    Tak perlu pusing, selama digarap dengan fokus dan teliti, siklus hidup produk tak akan menjadi akhir dari bisnis, kok! Agar makin fokus mengurus produk, manfaatkan aplikasi majoo dengan beragam fitur unggulannya yang sudah dirancang untuk mempermudah pengelolaan bisnis.

    Yuk, langsung saja berlangganan layanan aplikasi majoo sekarang juga!

    Baca juga: Review Produk: Definisi, Contoh, dan Cara Membuatnya

    Pertanyaan Terkait

    • Secara sederhana, waktu bisa dibilang menjadi faktor utama munculnya siklus hidup produk. Pasalnya, seiring waktu, muncul pula banyak hal lainnya, mulai dari perubahan tren pasar, pergeseran nilai yang dianut masyarakat, tumbuhnya kompetitor di bidang serupa, perkembangan teknologi, dan perubahan situasi ekonomi.

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Kwitansi adalah: Pengertian, Contoh, Format
    Kwitansi adalah bukti pembayaran yang sah dari sebuah transaksi. Dalam bisnis, ternyata ada berbagai jenis dan contoh kwitansi yang biasa digunakan.
    Kliring adalah: Pengertian, Mekanisme, Jenis, Contoh
    Kliring adalah metode pemindahan uang dari satu rekening ke rekening lain kepada yang berhak dan menunggu 2-3 hari kerja setelah proses kliring diajukan. 
    Kenalan dengan Cloud Computing dan Fungsinya Bagi Bisnis
    Dalam dunia bisnis, kehadiran cloud computing adalah sebuah gerakan peralihan ke sistem kerja yang lebih praktis, efisien, dan terkomputerisasi.
    Apa Iya Micro Influencer adalah Andalan Pemasaran Digital?!
    Bagi yang belum tahu, micro influencer adalah salah satu andalan untuk menjamin berhasilnya kegiatan pemasaran digital. Kok, bisa?! Simak, yuk!