Sistem Konsinyasi Dalam Bisnis: Kelebihan dan Kelemahan

article thumbnail


Ada beberapa kelebihan dan kelemahan sistem konsinyasi dalam bisnis yang perlu untuk kamu ketahui

Dalam menjalan bisnis terdapat berbagai cara yang dapat dilakukan untuk bisa mendapatkan keuntungan, baik itu dalam hal metode, cara, sistem, perjanjian atau apapun itu guna meningkatkan penjualan. Salah satu sistem yang dapat digunakan adalah sistem konsinyasi. Lantas, apa maksud dari sistem konsinyasi ini dalam penjualan? Simak penjelasannya secara lengkap berikut ini. 

Pengertian Konsinyasi

Istilah konsinyasi sebetulnya tidak hanya berkaitan dengan bidang bisnis saja, melainkan juga berkaitan dengan bidang hukum. Dalam bidang hukum, konsinyasi berarti suatu keadaan dimana sudah ada uang yang dititipkan pada pengadilan. Biasanya dalam bidang hukum konsinyasi dapat terjadi saat ada seorang penagih hutang yang menolak untuk menerima pembayaran dari seorang tertagih hutang.

Sementara di dalam bidang bisnis, konsinyasi dapat diartikan sebagai suatu bentuk kerja sama yang dilakukan oleh supplier atau pemasok dengan penerima barang atau pengecer. 

Dalam sistem konsinyasi ini pengirim barang akan mengirimkan produk atau barang kepada pihak penerima barang. Walaupun memberikan ketersediaan barang, namun pengirim barang tidak akan memperoleh penghasilan selama barang atau produk yang sudah diberikan belum terjual oleh penerima barang. 

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), konsinyasi dalam dunia bisnis dapat diartikan sebagai penitipan barang dagangan kepada pihak agen atau orang yang menjual dengan pembayaran. 

Konsinyasi dalam bidang bisnis juga sering disebut dengan istilah “jual titip”. Secara sederhana, pemasok barang atau supplier akan menjual barang atau produk dengan cara menitipkan barang tersebut kepada pengecer, kemudian nantinya hasil keuntungan akan dibagi berdasarkan dengan penjualan akhir dan kesepakatan bersama.

Dalam melakukan kerja sama menggunakan sistem konsinyasi, pemberi barang dan penerima barang akan sama –sama memperoleh keuntungan sebab pemberi barang dapat melihat perkembangan produknya. Sementara, penerima barang dapat memperoleh keuntungan dari produk yang telah dijual. 

Kelebihan Sistem Konsinyasi

Dengan adanya sistem konsinyasi antara pihak pemberi barang dan pihak yang menerima barang dapat sama-sama memperoleh keuntungan dari penjualan barang yang telah laku. Selain itu, ada beberapa kelebihan lainnya dalam sistem konsinyasi yaitu sebagai berikut:

  • Bagi consignor (Pengirim Produk)

  1. Tidak perlu untuk menyewa toko

Pemilik atau pengirim produk tidak perlu untuk menyewa atau memiliki toko guna menjual produk yang ingin dipasarkannya. Pemilik produk tetap dapat melakukan penjualan produk dengan menggunakan sistem konsinyasi.


Pemilik produk dapat menitipkan produknya pada beberapa toko yang dapat dipercaya dan bisa diajak untuk bekerja sama. hal ini membuat pemilik produk tidak akan mengeluarkan biaya untuk menyewa toko sehingga keuntungan yang akan didapatkan akan menjadi lebih besar.

  1. Dapat memperkenalkan merek produk

Para pelaku usaha atau bisnis pasti ingin sekali jika produk yang mereka miliki dapat diketahui oleh banyak orang sehingga produknya dapat bersaing di pasaran dengan produk kompetitor.


Hal ini akan lebih menguntungkan jika produk ini diperkenalkan dengan pelanggan baru secara langsung. Hal ini sangat bermanfaat sekali bagi perkembangan dan kemajuan bisnis supaya semakin banyak orang yang dapat mengenali produk kamu.

  1. Meningkatkan penjualan

Bagi pengirim barang atau produk, dengan adanya sistem konsinyasi ini dapat membantu dalam meningkatkan penjualan produk. Keuntungan ini berasal dari produk yang terjual dengan laris manis. 


Karena itulah, agar pemilik produk dapat menjual produk mereka secara cepat, maka dilakukanlah sistem konsinyasi. Selain itu, produk yang dititipkan juga bisa kepada beberapa toko.

  1. Tidak perlu membayar penyimpanan

Bagi pemilik barang, sistem konsinyasi ini juga tidak perlu untuk membayar penyimpanan sehingga menghemat pengeluaran biaya produksi. Selain itu, tidak adanya biaya ini dikarenakan produk yang tidak laku dapat langsung dibuang (barang atau produk kadaluarsa).

  1. Mudah mengetahui barang laku atau tidak

Dengan adanya penjualan dengan sistem konsinyasi maka pemilik produk juga dapat mudah untuk mengetahui barang apa saja yang laris di pasaran dan yang tidak. 


Hal ini sangat bermanfaat dikarenakan pemilik produk dapat meningkatkan produk yang laris manis serta melakukan evaluasi pada produk yang tidak laku. 

  1. Dapat menjalin kerja sama lebih lama dengan pengecer

Sistem konsinyasi dapat dikatakan sebagai kerja sama yang saling menguntungkan sehingga dapat meningkatkan hubungan kerja sama yang lebih lama dengan pengecer. Hal ini sangat penting bagi pemilik produk karena pengecer mau menjual produknya dalam waktu yang lama.

  1. Menambah keuntungan

Pemilik produk tentu akan mendapatkan keuntungan dari sistem ini tanpa harus turun langsung untuk melakukan penjualan produk. Dengan adanya sistem konsinyasi, pemilik produk akan mengalami peningkatan keuntungan sehingga dapat memajukan perusahaan yang tengah dibangun. 

  1. Menghemat biaya pelayanan dan SDM

Penggunaan sistem konsinyasi ini juga dapat menghemat biaya pelayanan dan SDM bagi pemilik produk. Hal ini dikarenakan pemilik produk hanya perlu menitipkan barang saja sehingga akan dijual oleh pengecer. 


Hal ini juga membuat pemilik produk tidak perlu lagi untuk melayani konsumen atau pelanggan secara langsung sehingga dapat menghemat sumber daya manusia untuk melakukan pemasaran dan juga pelayanan.

  1. Fokus terhadap produk

Kelebihan sistem konsinyasi berikutnya bagi pemilik produk yaitu mereka dapat fokus terhadap produk mereka. Pemilik produk hanya akan fokus terhadap kualitas produk yang mereka jual tanpa perlu memusingkan mengenai penjualan.


Selain itu, pemilik produk juga dapat melakukan berbagai inovasi supaya produk mereka lebih unggul di pasaran. Untuk urusan pemasaran dan penjualan telah diatasi oleh penerima produk sehingga menghemat waktu untuk dapat mengembangkan produk lagi. 

  • Bagi consignee (Penerima Produk atau Penjual)

  1. Tidak perlu untuk membayar barang

Bagi penjual atau penerima produk tidak perlu untuk melakukan pembayaran terhadap produk yang dititipkan. Walaupun tidak membutuhkan banyak modal, namun ketersediaan barang pada toko akan semakin banyak. Hal ini tentu saja akan membuat banyak konsumen tertarik untuk membelinya.

  1. Barang yang tidak laku dapat dikembalikan

Keuntungan sistem konsinyasi ini bagi penjual berikutnya yaitu barang yang tidak laku dapat dikembalikan. Penjual atau penerima produk tidak perlu untuk melakukan ganti rugi untuk produk yang tidak laku kepada pengirim produk.

  1. Tidak kehabisan stok barang

Setiap penjual yang mempunyai warung sembako kecil agar bisa mendapatkan banyak pembeli adalah dengan selalu menyetok barang, salah satunya dapat dilakukan dengan sistem konsinyasi


Dengan sistem konsinyasi, maka penjual warung kecil akan terjamin stok barangnya karena pemilik warung dapat memesan kembali produk yang telah habis tanpa perlu berbelanja lebih dulu.

  1. Barang titipan dapat membuat konsumen tertarik

Barang titipan yang diberikan kepada penerima produk mampu menarik pelanggan sehingga memberikan keuntungan. Hal ini juga akan menarik perhatian pelanggan baru karena barang yang dijual adalah produk terbaru yang dikirimkan oleh pengirim produk.

  1. Risiko kecil

Sistem konsinyasi juga mempunyai risiko kecil pagi penerima produk atau penjual. Risiko yang dimaksud disini adalah barang yang tidak laku. Jika terdapat barang yang tidak laku terjual atau mengalami kerusakan, maka penerima produk tidak akan mengalami kerugian, hanya saja keuntungan yang akan diperoleh akan menurun.

Kelemahan Sistem Konsinyasi

Sistem konsinyasi memang memiliki kelebihan atau keuntungan bagi pengirim produk atau penerima produk. Meskipun begitu, tetap saja menggunakan sistem konsinyasi dalam penjualan juga memiliki beberapa kelemahan, baik bagi pengirim produk maupun bagi penerima produk. Berikut beberapa kelemahan dari sistem konsinyasi:

  • Bagi consignee (Pengirim produk)

  1. Tidak mendapat pembayaran di awal

Pengirim produk harus berani untuk menitipkan produknya meskipun tidak mendapatkan pembayaran di awal. Inilah yang menjadi salah satu kelemahan dalam menerapkan sistem konsinyasi ini. Pengirim produk tidak mempunyai jaminan bahwa produknya akan laku terjual. 

  1. Dapat mengalami banyak kerugian

Kelemahan sistem konsinyasi bagi pemilik produk yaitu dapat menyebabkan banyak kerugian. Hal ini jika pemilik produk salah dalam memilih penjual atau pengecer yang akan menjual produknya. Kesalahan inilah yang dapat menyebabkan terjadinya kerugian karena produk tidak laku terjual.

  1. Wajib mengambil produk yang tidak terjual

Jika terdapat produk atau barang yang tidak laku atau terjual maka pemilik produk wajib untuk mengambil produk tersebut. Hal ini dapat menyebabkan kerugian bagi pemilik barang.

  1. Ada beberapa barang yang tidak cocok dengan penjualan konsinyasi

Salah satu kelemahan dari sistem penjualan konsinyasi ini adalah tidak dapat berlaku untuk semua jenis barang. Karena alasan itulah pemilik produk harus dapat memastikan apakah jenis produk yang dimiliki dapat dijual dengan sistem konsinyasi atau tidak.

  1. Promo tidak sesuai

Dikarenakan pemilik produk tidak melakukan penjualan secara langsung maka terdapat kemungkinan jika promosi yang dilakukan oleh penjual tidak seperti atau sesuai dengan yang diharapkan.


Hal ini wajah mengingat pemilik produk dapat menitipkan produk mereka pada toko-toko kelontong karena umumnya mereka tidak akan melakukan promosi terhadap produk kamu.


Salah satu cara untuk mengatasinya, kamu dapat menempatkan SPG di mall atau supermarket. Sementara di toko kelontong, kamu dapat memberikan tawaran bonus atau fee yang menarik. 


  • Untuk penerima produk (Consignee)

  1. Wajib memberi ruang

Penerima produk atau penjual wajib untuk menyediakan ruang yang cukup untuk produk yang dititipkan. Hal ini mengakibatkan ruangan akan semakin kecil, terlebih bagi warung sembako. Untuk itulah, ini menjadi salah satu kelemahan dari menerapkan sistem konsinyasi bagi penerima produk.

  1. Dapat mengakibatkan terjadinya konflik

Konflik yang terjadi bisa saja ketika ada produk yang sama di jual di toko yang sama. Hal ini dapat mengakibatkan konflik antara pemilik barang dan penerima barang.

  1. Pemilik barang tidak mau menanggung kerusakan produk

Dalam beberapa perjanjian sistem konsinyasi mengharuskan penerima produk untuk mengganti produk yang mengalami kerusakan meskipun kerusakannya tidak tahu disebabkan oleh apa. Hal ini tentu saja akan merugikan pihak penerima barang dikarenakan pemilik barang tidak mau untuk menanggung kerusakan barang. 

Untuk meningkatkan keuntungan kamu, maka manfaatkan penggunaan layanan Omnichannel majoo. Penggunaan layanan ini dapat kamu jadikan salah satu strategi untuk menaikkan penjualan dan keuntungan bisnis.


Kamu dapat mengintegrasikan marketplace kamu dengan fitur omnichannel Majoo. Dengan mengintegrasikan online seller dalam satu aplikasi, maka dapat membantu kamu supaya dapat mengelola stok inventori, pencatatan penjualan, website usaha, dan laporan keuangan secara efektif.


Keuntungan lainnya yang akan kamu peroleh dari layanan ini yaitu menghemat biaya operasional bulanan hingga 30%, pantau dan kontrol penjualan dari manapun, meningkatkan penjualan toko online dan ecommerce omnichannel, serta laporan penjualan yang lengkap dan akunting otomatis.


Segera upgrade level bisnis kamu sekarang juga dengan menggunakan layanan omnichannel Majoo. Tingkatkan penjualan online dan raih keuntungan maksimal.

Tips Agar Penjualan Sistem Konsinyasi Saling Menguntungkan

Agar tidak ada yang merasa dirugikan dalam melakukan kerja sama dengan sistem konsinyasi, maka ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan. Berikut beberapa tips yang dapat kamu perhatikan saat menjalankan sistem penjualan konsinyasi:

  • Wajib mempunyai perjanjian konsinyasi secara jelas dan menguntungkan

Dalam melakukan sistem penjualan konsinyasi sebaiknya harus mempunyai perjanjian konsinyasi yang jelas dan menguntungkan kedua belah pihak

Supaya sistem konsinyasi dapat berjalan baik bagi pemilik barang ataupun penerima barang, maka wajib untuk mempunyai perjanjian konsinyasi yang jelas serta menguntungkan kedua belah pihak. 


Hal ini dilakukan supaya tidak ada yang merasa dirugikan dengan melakukan penjualan sistem konsinyasi. Selain itu, perjanjian konsinyasi juga harus bersifat terbuka dan jelas sehingga tidak ada kecurangan di dalamnya.

  • Sesuaikan produk dengan toko

Pemilik barang juga harus dapat menyesuaikan produk dengan toko yang akan dijadikan sebagai penitipan barang

Tips berikutnya yang harus dilakukan yaitu kamu harus menyesuaikan produk dengan toko yang akan menjadi tempat penitipan produk. Pemilik produk harus memilih toko yang ramai serta penjualan baik sehingga produk dapat laku terjual.


Dengan banyaknya produk yang terjual maka keuntungan yang akan diperoleh pun akan semakin besar dan merek produk juga akan lebih dikenal oleh banyak orang. Untuk itulah, kamu harus cermat dan pintar untuk memilih toko yang tepat untuk menitipkan produk.

  • Kenali produk dengan baik

Baik bagi pemilik barang atau penerima barang harus dapat mengenali produk dengan baik supaya dapat melakukan penjualan

Saat kamu telah memutuskan kerja sama dengan sistem konsinyasi, maka kamu harus dapat mengenai produk tersebut dengan baik. Hal ini bukan hanya berlaku bagi pengirim barang saja, melainkan juga untuk penerima barang.


Saat kedua belah pihak telah mengenali produknya dengan baik maka berarti telah mengetahui setiap tanggung jawabnya. Bagi pengirim barang, pada saat menitipkan barang harus menunjukkan barang tersebut dalam keadaan yang baik.

  • Tempatkan produk di area yang dapat terlihat banyak orang

Letakkan produk di area atau tempat yang mudah terlihat oleh banyak orang supaya memperbesar kemungkinan terjual

Hal yang harus diperhatikan lainnya yaitu menempatkan produk di tempat atau area yang mudah untuk dilihat banyak orang. Jika produk terlihat maka akan besar peluangnya untuk terjual.


Sebaliknya, jika produk ditempatkan pada area yang tidak terlihat maka akan kesulitan untuk habis terjual. Karena itulah, sebaiknya pengirim produk atau penerima produk ikut berperan dalam menentukan tempat yang tepat untuk produk yang dititipkan. 

  • Harus berpikir untuk kerja sama dalam jangka panjang

Lakukan hubungan yang baik supaya dapat melakukan kerja sama dalam jangka panjang

Perjanjian sistem konsinyasi ini harus dapat berlangsung dalam waktu lama sehingga akan terjalin hubungan baik dan saling menguntungkan antara pemilik produk dan penerima produk. Intinya, kedua belah pihak akan diuntungkan sehingga dapat melakukan kerja sama dalam jangka panjang. 

Sistem konsinyasi adalah salah satu metode atau cara yang dapat dilakukan oleh bisnis dalam melakukan penjualan produk. Penggunaan sistem konsinyasi ini mempunyai beberapa kelebihan dan juga kelemahan, baik itu bagi pemilik barang maupun bagi penerima barang. Untuk itulah, kamu harus menerapkan sistem ini secara tepat supaya dapat memaksimalkan penjualan dan keuntungan. 

Sumber: 

  • https://www.jurnal.id/id/blog/kelebihan-sistem-penjualan-konsinyasi/

  • https://www.gramedia.com/best-seller/konsinyasi/

  • https://www.freepik.com

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
majoo logo circle

Silakan Isi data diri di bawah Ini untuk terhubung dengan majooCare

+62
whatsapp logo