Social Selling: Pengertian dan Manfaatnya Bagi Bisnis

Penulis Dwi Ernanda
20 April 2023

article thumbnail


Social selling merupakan pemasaran melalui media sosial


Social  selling merupakan metode pemasaran yang memanfaatkan media sosial. Sistem ini menjadi salah satu metode pemasaran yang banyak diterapkan oleh pebisnis di era digital. Terlebih bermedia sosial telah menjadi salah satu bagian dari aktivitas masyarakat sehari-hari. Karena itu, pebisnis harus memanfaatkan hal tersebut sebagai strategi untuk mempromosikan produk yang mereka tawarkan. Lalu, apa saja manfaat social selling untuk bisnis? Berikut ini penjelasannya secara lengkap.

Apa Itu Social Selling dan Mengapa Penting untuk Bisnis?

Social selling berfokus untuk menjalin hubungan dengan pelanggan


Social selling adalah strategi pemasaran yang dilakukan penjual dengan menggunakan media sosial dan platform lainnya untuk membangun hubungan dengan calon pelanggan, memahami kebutuhan mereka, dan mempromosikan produk atau layanan secara tidak langsung melalui konten yang relevan dan menarik. 


Metode ini bertujuan untuk membantu penjual menjangkau pelanggan potensial secara lebih luas, membangun kepercayaan, dan membantu meningkatkan penjualan. Metode ini biasanya digunakan untuk mempromosikan produk atau layanan berbasis web atau digital. Meski begitu, metode ini bisa digunakan pula untuk mempromosikan bisnis offline yang ingin mempromosikan produk atau layanan melalui media sosial.

Sebagian orang mungkin masih bertanya-tanya mengenai perbedaan antara social media marketing dan social selling. Keduanya sama-sama menggunakan platform media sosial, meski begitu mereka memiliki beberapa perbedaan. Perbedaannya, social media marketing bertujuan untuk membangun brand awareness suatu produk atau layanan yang ditawarkan, sedangkan social selling bertujuan untuk membangun hubungan yang lebih intens dengan calon pelanggan dan menjual produk atau layanan melalui konten yang relevan.


Selain itu, social media marketing lebih berfokus pada pembuatan konten yang menarik agar mencapai audiens target, sedangkan social selling lebih fokus untuk memahami kebutuhan calon pelanggan dan membangun hubungan yang berkelanjutan. Singkatnya, social media marketing melakukan pendekatan secara lebih umum dan luas, sementara social selling melakukan pendekatan lebih fokus kepada target pasar yang sesuai. Meski begitu, keduanya sama-sama penting dan bisa saling melengkapi untuk promosi produk atau layanan.


Baca Juga: Pemasaran Sosial: Konsep, Kendala, Unsur, dan Contoh

Manfaat Social Selling bagi Bisnis

Social selling dapat menghemat biaya pemasaran


Social selling menawarkan berbagai manfaat untuk bisnis, terutama bisnis yang menjual produk atau layanan berbasis web atau digital. Beberapa manfaat tersebut di antaranya:

  1. Mengurangi biaya pemasaran

Pemasaran melalui media sosial cenderung membutuhkan biaya lebih kecil dibandingkan pemasaran secara tradisional melalui iklan televisi, billboard, atau lainnya. Sebab, pemasaran ini hanya perlu menggunakan social media untuk mempromosikan produk dan berinteraksi dengan pelanggan, bahkan tidak perlu mengeluarkan biaya jika menggunakan social  media organic.


Andaikan menggunakan social media yang berbayar pun, biaya yang dikeluarkan tidak sebesar pemasaran secara tradisional. Oleh karena itu, metode ini efektif untuk membantu mempromosikan produk dengan biaya yang lebih hemat.

  1. Meningkatkan kepercayaan pelanggan

Metode ini berfokus untuk membangun hubungan dengan pelanggan secara lebih dekat melalui media sosial. Tujuannya agar penjual bisa mengarahkan pelanggan untuk membeli produk yang mereka tawarkan. 


Selain itu, interaksi yang dekat secara tidak langsung dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan. Dengan demikian, hal ini bisa membantu meningkatkan reputasi bisnis dan meningkatkan loyalitas pelanggan.

  1. Meningkatkan kemampuan penjualan

Pemasaran secara social selling menuntut penjual untuk belajar mengenai pemasaran melalui media sosial. Dengan begitu, kemampuan pemasaran yang dimiliki penjual bisa meningkat sehingga mereka mampu membangun hubungan yang lebih dekat dengan calon pelanggan serta mampu memahami kebutuhan mereka. 

Selain itu, pebisnis juga dapat menganalisis waktu teramai penjualan, produk terlaris, perputaran stok, belanja modal, dan kepuasan pelanggan melalui aplikasi analisa bisnis dari Majoo. Dengan begitu, penjual akan lebih mudah meningkatkan kemampuannya dalam mempromosikan produk sehingga dapat membantu meningkatkan penjualan.

  1. Meningkatkan brand awareness

Penggunaan media sosial memudahkan penjual untuk mempromosikan produk sehingga lebih dikenal  masyarakat. Sebab, media sosial telah menjadi salah  satu platform media yang banyak digunakan masyarakat sehingga sangat potensial untuk promosi produk. Dengan membangun hubungan yang lebih dekat dengan calon pelanggan, tentunya akan mampu meningkatkan brand awareness

  1. Meningkatkan daya saing

Saat ini penggunaan media sosial telah marak digunakan oleh berbagai kalangan. Karena itu, saat semakin banyak bisnis yang melakukan pemasaran melalui media sosial untuk mendapatkan perhatian dari calon pelanggan. Dengan demikian, suatu bisnis yang tidak turut serta melakukan pemasaran dengan metode ini sangat mungkin daya saingnya akan berkurang. Sebaliknya, suatu bisnis bisa memanfaatkan teknik pemasaran ini dengan baik tentu daya saingnya terhadap kompetitor akan meningkat.


Baca Juga: Merancang Program Loyalti untuk Menarik Pelanggan

Strategi Social Selling yang Efektif Menarik Pelanggan

Strategi dibutuhkan agar social selling berhasil


Social selling telah menjadi salah satu strategi pemasaran yang banyak digunakan untuk bisnis. Namun, dalam praktiknya tentu dibutuhkan cara penerapan yang tepat dan efektif. Lalu, bagaimana caranya? Berikut ini penjelasannya.

  1. Membangun citra brand yang positif

Citra brand yang positif merupakan kunci utama dalam pemasaran. Sebab, tanpa itu berbagai strategi pemasaran melalui media sosial yang dilakukan akan sulit berhasil. Terlebih masyarakat sekarang sudah semakin cerdas sehingga penawaran yang dilakukan harus bisa dibuktikan secara nyata. Karena itu, citra positif harus dibangun misalnya dengan menjual produk yang berkualitas, pelayanan yang baik, dan responsif terhadap kritik, keluhan, serta saran dari pelanggan. Dengan demikian, penjual harus mampu menjaga kepercayaan pelanggan agar strategi pemasaran yang diterapkan berhasil.

  1. Fokus pada target pasar

Social selling memang memungkinkan pebisnis untuk menjangkau lebih banyak calon pelanggan. Namun, karena metode ini berfokus untuk menjual produk kepada pelanggan sehingga lebih baik langsung melakukan promosi pada target pasar yang tepat. Karena itu, sebelum berbisnis  sebaiknya sudah menentukan target pasar secara spesifik agar pemasaran bisa lebih efektif. Jika target pasar sudah tepat, potensi konversi penjualan juga akan semakin meningkat.

  1. Dapatkan insight dari media sosial

Media sosial umumnya menyediakan fitur untuk menganalisis perilaku pengguna media sosial, misalnya siapa saja mereka, apa yang mereka sukai, dan bahkan kebiasaan mereka. Karena itu, manfaatkanlah informasi tersebut untuk menarik pelanggan agar mereka bisa lebih dekat dengan bisnis kita serta tertarik untuk membeli produk yang kita tawarkan.

  1. Buat akun khusus customer service

Teknik pemasaran ini bertujuan untuk menjalin hubungan lebih dekat dengan pelanggan sehingga pebisnis perlu menyediakan fasilitas khusus untuk menunjangnya. Salah satunya dengan menyediakan akun khusus untuk customer service, baik di melalui WhatsApp atau media sosial lainnya. Adanya fasilitas ini akan memudahkan pelanggan untuk berkomunikasi dengan penjual. Dengan begitu, hubungan yang erat antara keduanya bisa terjalin sehingga dapat meningkatkan peluang terjadinya penjualan.

  1. Buat konten yang menarik dan sesuai tren

Pemasaran melalui media sosial tidak lepas dari yang namanya konten. Itu sebabnya, pebisnis harus rutin membuat konten yang menarik, mengikuti tren, dan viral. Selain itu, konten yang dibuat juga bisa menggunakan fitur-fitur yang tersedia di media sosial, misalnya stitch video, tanya jawab, dan sebagainya. Strategi ini dinilai cukup efektif untuk menarik perhatian calon pelanggan. Jika calon pelanggan sudah tertarik biasanya akan lebih mudah diarahkan untuk membeli produk yang ditawarkan.


Strategi social selling yang tepat efektif untuk meningkatkan penjualan


Social selling merupakan pemasaran melalui sosial media dengan fokus untuk menjalin hubungan lebih dekat dengan calon pelanggan agar penjual lebih mudah mengarahkan mereka untuk membeli produk. Metode ini sangat penting karena dapat meningkatkan penjualan. Meski begitu, strategi yang dilakukan harus tepat. Salah satunya dengan menentukan target pasar yang tepat dan memanfaatkan berbagai fitur yang tersedia di media sosial. Oleh karena itu, agar metode ini berhasil, penjual harus mampu menerapkan strategi yang tepat dan efektif.



Sumber:

  • https://www.qiscus.com/id/blog/perbedaan-marketing-dan-selling/

  • https://qontak.com/blog/social-selling/

  • https://inmarketing.id/social-selling-adalah.html

  • https://glints.com/id/lowongan/tips-social-selling-sukses/#.ZDNnq-y7pPw

  • https://www.freepik.com

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
Selamat datang di majoo 👋 Hubungi konsultan kami untuk pertanyaan dan info penawaran menarik
whatsapp logo