Table of Content

    • Solusi
    • Knowledge
    • Pitching adalah: Pengertian, Tips, dan Hal-hal yang Perlu Dihindari

    Pitching adalah: Pengertian, Tips, dan Hal-hal yang Perlu Dihindari

    Pitching menjadi salah satu cara untuk menarik calon investor.

    Di Era Industri 4.0, keterampilan berwirausaha atau entrepreneurship menjadi salah satu keterampilan yang dibutuhkan. Didukung oleh kreativitas dan pola pikir inovatif, tidak heran jika saat ini makin banyak startup yang muncul dan berkembang. Akan tetapi, dalam berwirausaha dan membangun startup, para entrepreneur sering kali dihadapkan pada kebutuhan modal yang tidak tercukupi. Salah satu solusi untuk menjawab masalah tersebut adalah melalui pitching untuk mendapatkan investor yang mau menanamkan modal.

    Pada dasarnya, pitching dapat diartikan sebagai presentasi bisnis kepada investor yang potensial. Pitching dilakukan karena adanya kebutuhan akan sumber daya. Nah, sumber daya yang dimaksud tidak selalu berkaitan dengan sumber pendanaan (modal). Selain mendapatkan modal, pitching juga dilakukan untuk menjalin relasi yang potensial, mendapatkan review dan feedback untuk perkembangan produk, dan menjadi ajang untuk melatih soft skill dalam menyampaikan ide bisnis di hadapan banyak orang.

    Pitching menjadi bagian penting dalam keberhasilan bisnis seorang entrepreneur. Walau demikian, tidak sedikit entrepreneur yang gagal dalam memperoleh tujuan dari pitching. Alasannya, bukan karena bisnis yang dipresentasikan kurang menarik dan tidak potensial, melaikan gagal karena tidak mampu melakukan pitching dengan tepat. Sebab, sama seperti bisnis lainnya, startup juga perlu "dijual” dalam arti diperkenalkan atau ditawarkan ke banyak orang.

    Hingga saat ini, makin banyak entrepreneur yang bermunculan tiap tahunnya, khususnya di Indonesia. Tidak sedikit orang yang mendirikan startup yang membuat persaingan menjadi semakin ketat. Dengan demikian, keberhasilan pitching untuk menarik minat investor agar mau menanamkan modal dan mendanai bisnis menjadi hal yang sangat penting.

    Lantas, sebenarnya apa pengertian pitching? Apakah berbeda dengan arti pitching dalam bisnis? Bagaimana teknik pitching yang tepat? Apa saja konten wajib dalam pitching atau pitch deck adalah? Bagaimana tips melakukan pitching agar tidak terjadi kesalahan dalam pitching bisnis? Temukan jawaban dari berbagai pertanyaan tersebut secara lengkap dalam artikel ini. Yuk, kita simak bersama-sama.

    Pitching Adalah, Pitching Artinya…

    Dikutip dari Marketing Craft, pitching adalah hal yang dilakukan seseorang untuk meyakinkan orang lain. Dalam dunia bisnis, umumnya pitching menjadi kesempatan yang digunakan untuk meyakinkan “pelanggan” (calon klien, klien, partner bisnis, atau calon investor). Biasanya, metode yang dilakukan dalam pitching adalah menggunakan presentasi singkat untuk meyakinkan pihak yang ingin diyakinkan.

    Contoh penerapan pitching adalah ketika kamu mengajukan produk bisnis milikmu kepada calon klien, klien, partner bisnis, atau calon investor yang potensial. Dalam pitching, penting untuk memberi audiens pemahaman yang jelas tentang rencana atau tujuan mendapatkan keuntungan. Sebagai usaha mendukung hal tersebut, memberikan data berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya juga tidak kalah penting untuk dilakukan.

    Baca juga: Intip Pengertian Startup dan Perbedaannya dengan Corporate!

    Kesalahan dalam Pitching Bisnis

    Beberapa kesalahan dalam pitching bisnis yang sering dilakukan adalah sebagai berikut:

    1. Struktur penyampaian kurang menarik

    Kesalahan dalam pitching bisnis yang pertama adalah struktur penyampaian kurang menarik. Sebelum melakukan pitching, cek struktur dan alur cerita deck pitching, serta jangan sungkan untuk meminta feedback dari rekan kerja atau atasan. Sebab, alur cerita menjadi salah satu bagian penting ketika memperkenalkan produk pada calon klien, khususnya saat melakukan pitching. Agar calon klien bisa memahami gagasan mengenai produk dan bisnis yang dijalankan, ceritakan dengan jelas, runtut, dan mudah untuk dimengerti.

    2. Tidak melakukan riset secara mendalam

    Kesalahan dalam pitching bisnis yang kedua adalah tidak melakukan riset secara mendalam. Sebelum memperkenalkan produk pada calon klien, lakukan riset mendalam mengenai produk yang bersangkutan. Sebab, persiapan matang menjadi salah satu kunci agar kamu lebih percaya diri saat melakukan pitching di hadapan calon klien.

    3. Terlalu banyak informasi yang disampaikan

    Kesalahan dalam pitching bisnis yang ketiga adalah terlalu banyak informasi yang disampaikan. Waktu yang diberikan untuk melakukan pitching biasanya tidak banyak. Oleh sebab itu, gunakan waktu secara efektif dan efisien dengan memberikan informasi yang proposional dan tidak berlebihan. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan memilah informasi yang akan disampaikan. Hindari pula memberikan informasi yang dapat menimbulkan kesalahpahaman.

    4. Minimnya latihan presentasi

    Kesalahan dalam pitching bisnis yang keempat adalah minimnya latihan presentasi. Walau terlihat sepele, nyatanya kurang berlatih berpengaruh besar saat pitching dilakukan. Jika sudah latihan sebelumnya, kamu akan terbiasa berbicara di hadapan banyak orang tanpa rasa canggung, lebih luwes, dan mampu menguasai materi presentasi.

    Menandatangani perjanjian kerja sama setelah sukses melakukan picthing.

    Tips Melakukan Pitching

    Beberapa tips melakukan pitching yang bisa kamu lakukan adalah sebagai berikut:

    1. Ketahui masalah calon klien

    Tips melakukan pitching yang pertama sekaligus yang utama adalah ketahui kebutuhan, ekspektasi, dan masalah yang dihadapi oleh calon klien. Dengan mengetahui hal tersebut, materi pitching yang dibuat tentu lebih tepat sasaran.

    2. Buat dirimu lebih dekat dengan calon klien

    Tips melakukan pitching yang kedua adalah buat dirimu lebih dekat dengan calon klien. Coba posisikan dirimu dengan masalah yang serupa dan tunjukkan rasa simpatimu. Dengan demikian, calon klien akan merasa lebih dekat denganmu yang memahami perasaan mereka.

    3. Jangan lupa lakukan persiapan teknis

    Tips melakukan pitching yang ketiga adalah jangan lupa lakukan persiapan teknis. Sebab, berbagai hal teknis biasanya sering terlupakan, padahal hal tersebut adalah sesuatu yang krusial dan penting untuk diingat. Oleh sebab itu, pastikan seluruh dokumen presentasi sudah disiapkan dan dapat ditampilkan tanpa koneksi listrik dan internet sekalipun.

    4. Buka dengan hal yang menarik

    Tips melakukan pitching yang keempat adalah buka dengan hal yang menarik. Ketika akan memulai presentasi pitching ke calon klien, pastikan untuk selalu memulainya dengan hal yang menarik. Sebagai contoh, tunjukkan data statistik yang mengejutkan atau kisah lucu yang menggelitik. Setelah berhasil mendapatkan perhatian mereka, saatnya tampil meyakinkan dengan menjual unique value proposition (UVP).

    5. Gunakan unique value proposition milikmu

    Tips melakukan pitching yang kelima adalah gunakan unique value proposition milikmu. Dikutip dari Inc, UVP adalah suatu bentuk penjelasan, pernyataan, ataupun detail tentang hal-hal yang membuat produk milikmu berbeda dengan produk lainnya. Dengan memanfaatkan UVP, kamu bisa mencoba menarik perhatian calon klien agar tidak berpaling ke arah kompetitor.

    6. Sampaikan ide dan informasi dengan jelas

    Tips melakukan pitching yang keenam adalah sampaikan ide dan informasi dengan jelas. Tidak melulu soal konten, cara berbicara juga dapat memengaruhi penilaian calon klien. Dengan demikian, tidak ada salahnya untuk melatih kemampuan public speaking agar dapat menyampaikan ide dan informasi dengan jelas.

    7. Tunjukkan manfaat produk dengan jelas

    Tips melakukan pitching yang ketujuh adalah tunjukkan manfaat produk dengan jelas. Daripada membahas berbagai fitur yang tidak terlalu penting, coba perhatikan kembali masalah yang dihadapi klien dan bagaimana produk milikmu bisa menjadi jawaban dari masalah tersebut. Manfaat produk yang nyata tentu akan lebih diterima dan menjadi nilai plus.

    8. Gunakan kata ganti orang kedua

    Tips melakukan pitching yang kedelapan adalah gunakan kata ganti orang kedua. Saat melakukan presentasi, cobalah untuk mengganti kata orang pertama dengan kata ganti orang kedua, seperti Anda, kamu, teman-teman, saudara-saudara, dsb. Dengan demikian, calon klien akan merasa lebih dekat.

    9. Pastikan durasi pitching tidak terlalu lama

    Tips melakukan pitching yang kesembilan adalah pastikan durasi pitching tidak terlalu lama. Calon klien biasanya memiliki waktu yang terbatas karena adanya berbagai kegiatan bisnis yang tidak bisa ditinggalkan. Dengan demikian, penting untuk memperhatikan dan memastikan durasi pitching tidak terlalu lama. Sampaikan materi pitching yang sudah disiapkan sebelumnya secara singkat, padat, dan jelas.

    10. Akhiri dengan CTA

    Tips melakukan pitching yang kesepuluh adalah akhiri dengan CTA. Jangan lupa untuk selalu menyampaikan kalimat call-to-action (CTA) di akhir sesi pitching. Hal ini sangat penting agar calon klien mengetahui langkah apa yang selanjutnya harus dilakukan. Akan tetapi, CTA juga dapat disisipkan di bagian awal atau tengah sesi pitching sesuai kebutuhan.

    11. Jangan lupa follow up

    Tips melakukan pitching yang kesebelas adalah jangan lupa follow up. Salah satu hal yang sering dilupakan adalah proses follow up atau menanyakan kembali ketertarikan calon klien atas produk yang sudah ditawarkan. Padahal, proses follow up bisa menjadi salah satu kunci calon klien berubah menjadi klien. Sebab, tidak semua orang langsung tertarik pada pandangan pertama, sehingga ada kemungkinan calon klien resmi menjadi klien saat dihubungi kembali.

    Baca juga: Studi Kelayakan Bisnis: Pengertian, Contoh dan Tujuannya

    Pitch Deck Adalah…

    Dikutip dari Visme, pitch deck adalah sebuah presentasi singkat yang menjelaskan gambaran umum mengenai rencana bisnis milikmu. Melalui pitch deck, kamu berkesempatan untuk menjelaskan seperti apa produkmu kepada calon investor dan membuat mereka tertarik untuk memberikan pendanaan. Di sisi lain, tidak hanya untuk menjelaskan produk, pitch deck juga dapat digunakan untuk menjelaskan rencana bisnis saat bertemu dengan perusahaan lain untuk bekerja sama atau pihak lan yang menjadi calon co-founder.

    Oleh sebab itu, pitch deck tidak bisa asal dibuat. Selain berisi informasi penting, tampilan pitch deck juga harus dibuat semenarik mungkin. Biasanya, pitch deck dibuat menggunakan berbagai macam tools, seperti PowerPoint, KeyNote, atau Prezi. Dengan demikian, slide yang berisi informasi tentang bisnismu bisa tampil dengan lebih menarik dan tidak monoton.

    Baca juga: Partnership adalah: Pengertian, Strategic dan Jenis-Jenis Partnership

    Konten Wajib dalam Pitch Deck

    Setelah memahami pengertian pitch deck, langkah selanjutnya adalah mengetahui konten wajib dalam pitch deck. Dikutip dari Forbes, terdapat tiga hal yang menjadikan pitch deck potensial untuk menarik perhatian, yaitu:

    • Tampilan yang sederhana
    • Meyakinkan
    • Tujuan bisnis yang realistis untuk dijalankan

    Sementara itu, dikutip dari Slidebean, jumlah ideal untuk sebuah pitch deck adalah sekitar sepuluh slide dengan konten wajib dalam pitch deck sebagai berikut:

    1. Judul
    2. Permasalahan yang menjadi alasan perusahaan tersebut hadir
    3. Nilai lebih yang ditawarkan perusahaan
    4. Besaran market
    5. Model bisnis yang dijalankan
    6. Rencana pemasaran
    7. Analisis terhadap kompetisi bisnis yang dijalankan
    8. Team management
    9. Proyeksi keuangan
    10. Apa yang telah dilakukan, serta apa yang akan dilakukan jika mendapatkan pendanaan

    Akan tetapi, walau menjadi konten wajib dalam pitch deck, isi dari pitch deck tentu dapat disesuaikan dengan kebutuhan informasi yang ingin disampaikan. 

    Baca Juga: Pentingnya Memahami Manfaat Laporan Keuangan

    Penutup

    Adanya konsep pitching merupakan peluang untuk mendatangkan lebih banyak audiens, mulai dari pelanggan, calon investor, atau bahkan partner bisnis. Akan tetapi, pitching tidak selalu berjalan mulus dan menghasilkan kerja sama yang menjanjikan. Dengan demikian, penting untuk memahami pengertian pitching, mengenali dan berhati-hati pada kesalahan pitching, mempraktikkan berbagai tips yang berguna untuk pitching, memahami apa yang dimaksud dengan pitch deck, dan memasukkan berbagai konten yang wajib ada dalam pitch deck.

    Demikian penjelasan seputar pengertian pitching (pitching adalah, pitching artinya), arti pitching dalam bisnis, teknik pitching yang tepat, tips melakukan pitching agar tidak terjadi kesalahan dalam pitching bisnis, pengertian pitch deck (pitch deck adalah), dan konten wajib dalam pitch deck. Tidak tanggung-tanggung, kamu bisa langsung mempraktikkan sebelas tips ampuh untuk melakukan pitching.

    Selain pitching, kamu juga membutuhkan berbagai informasi seputar startup, bisnis dan ekonomi secara umum? Langsung temukan berbagai informasi yang kamu butuhkan di sini. Jangan ragu untuk melangkahkan kaki bersama majoo yang selalu setia menemani. Manfaatkan berbagai fiturnya, yuk berlangganan sekarang!

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    9 Cara Memulai Bisnis dari Nol, Perhatikan Di Sini!
    Diperlukan langkah dan strategi yang matang untuk memulai sebuah bisnis. Pertimbangan ini dapat membantumu melewati setiap hambatan yang mungkin terjadi.
    Tokopedia Paylater adalah Bentuk Kenikmatan Belanja Online
    Tokopedia Paylater membantu lebih dari 100 juta pelanggan aktif Tokopedia untuk beli sekarang bayar nanti. Mau mencoba? Baca dulu tipsnya!
    RAB adalah Rencana Anggaran Biaya, Bagaimana Cara Buatnya?
    RAB adalah singkatan dari rencana anggaran dan biaya, lalu mengapa dokumen yang satu ini sangat dibutuhkan oleh pemilik usaha dalam operasional bisnis?
    Stakeholder adalah: Pengertian, Fungsi, dan Jenis
    Operasional sebuah bisnis mustahil dijalankan tanpa adanya peran stakeholder. Namun, seberapa penting sebenarnya keberadaan peran ini dalam bisnis?