Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    Valuasi adalah: Pengertian dan Cara Menghitungnya

    Valuasi menjadi hal yang wajib diketahui oleh pemilik perusahaan.

    Saat membahas valuasi, secara otomatis kamu tentu akan mengaitkannya dengan perusahaan startup. Sebab, valuasi menjadi salah satu penilaian sukses atau tidaknya sebuah bisnis secara umum. Melalui valuasi, sebuah bisnis dianggap memiliki kapasitas terhadap suatu industri, sehingga dapat memengaruhi pendanaan yang diberikan investor. Perusahaan startup tentu menjadi perusahaan yang paling banyak membutuhkan dana dari investor. Dengan demikian, tidak heran jika valuasi sering dikaitkan dengan perusahaan yang baru merintis tersebut.

    Lalu, apa itu nilai valuasi? Bagaimana cara perhitungan valuasi? Benarkah valuasi dipengaruhi oleh berbagai faktor tertentu? Penasaran dengan jawabannya? Langsung saja, simak ulasannya berikut ini! 

    Apa itu Nilai Valuasi?

    Valuasi adalah perhitungan nilai sebuah perusahaan dengan mempertimbangkan kualitas manajemen, struktur permodalan, jumlah aset, dan proyeksi pendapatan. Baik besar maupun kecil, valuasi menjadi hal yang sangat penting bagi perusahaan, khususnya perusahaan yang masih membutuhkan pendanaan untuk berkembang. Sebagai contoh, ketika sebuah perusahaan startup mengalami proses akuisisi, perusahaan tersebut dapat mengetahui perkiraan harga yang dapat ditawarkan kepada calon pembeli berdasarkan valuasi yang dimilikinya. Contoh lainnya, ketika performa perusahaan menurun, pemilik perusahaan dapat mengetahui waktu yang tepat untuk menjual perusahaan dengan harga ideal sebelum kondisinya semakin terpuruk dan nilainya jatuh. Tidak bersifat stagnan, valuasi perusahaan dapat berubah naik dan turun sesuai faktor yang memengaruhi nilai tersebut. Lantas, apa saja faktor yang dapat memengaruhi valuasi? Temukan jawabannya pada poin pembahasan selanjutnya.

    Baca juga: Enumerator Adalah: Mengenal Pengertian dan Tanggung Jawabnya

    Apa itu Analisis Valuasi?

    Analisis nilai valuasi perusahaan tidak bisa dilakukan secara asal. Untuk mendapatkan hasil yang tepat, analisis tersebut perlu dilakukan secara rinci, mulai dari menghitung seluruh aset, arus kas, dan juga berbagai data lainnya. Selain itu, seperti yang sudah disinggung sebelumnya, nilai valuasi dapat berubah naik dan turun sesuai faktor yang memengaruhinya.

    Baca juga: Yuk, Kenalan dengan Analisis Keuangan YOY Growth!

    Tidak hanya satu, terdapat enam faktor yang memengaruhi valuasi.

    Faktor-Faktor yang Memengaruhi Valuasi

    Terdapat enam faktor yang memengaruhi naik dan turunnya valuasi. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut:

    • Stabilitas Penjualan Bisnis

    Kegiatan yang memengaruhi berjalannya sebuah bisnis yaitu penjualan. Bukan hanya menjual, perusahaan seharusnya juga memastikan bahwa hasil penjualan stabil dan akan lebih baik jika mengalami peningkatan. Dengan meningkatnya penjualan bisnis, maka nilai valuasi perusahaan juga akan meningkat.

    • Pendanaan

    Biasanya perusahaan rintisan bisa berdiri karena berbagai macam pendanaan yang diterimanya. Atau case lainnya, perusahaan sedang bermasalah, sehingga membutuhkan suntikan dana yang baru. Namun, ketika sudah berdiri sendiri dan menghasilkan profit yang bagus, perusahaan akan lebih jarang menerima dana dari berbagai investor. Jadi, pendanaan juga bisa memengaruhi valuasi. Jika kamu bisa memanfaatkan pendanaan untuk meningkatkan profit, nilai jual bisnis bisa bertambah.

    • Keberhasilan Model Bisnis

    Faktor ketiga yang memengaruhi nilai valuasi yaitu model bisnis. Kamu bisa melihat perusahaan rintisan yang berhasil bertahan lebih dari 5 tahun atau 10 tahun. Rata-rata perusahaan tersebut memiliki model bisnis yang unik, mampu bersaing dengan perubahan waktu, dan membaca kebutuhan konsumen dengan baik. Perusahaan yang mampu bertahan hingga bertahun-tahun, bisa dikatakan perusahaan yang berhasil dan memiliki valuasi yang cenderung meningkat.

    • Manajemen yang Berkualitas

    Manajemen bisnis di sebuah startup juga bisa memengaruhi nilai valuasi. Kamu mungkin juga sudah melihat perusahaan-perusahaan yang memiliki valuasi tinggi tidak dipimpin oleh orang sembarangan. Biasanya mereka memiliki pendidikan yang tinggi dan memiliki pengalaman dalam mengatur bisnis dengan baik. Perusahaan tersebut juga memiliki struktur organisasi yang jelas dan SDM yang berkompeten di bidangnya masing-masing. Jika manajemen bisnis dilakukan dengan baik, memiliki struktur organisasi yang jelas, dan SDM yang berkompeten, maka performa perusahaan bisa meningkat dan memiliki prospek yang baik. Dengan demikian, valuasi startup juga meningkat.

    • Kepemilikan Aset

    Aset yang dimiliki sebuah perusahaan sangat memengaruhi valuasi mereka. Aset bisa berupa gedung, tanah, investasi, dan lain sebagainya. Makin banyak aset yang dimiliki perusahaan, makin tinggi juga valuasinya. Namun, hal yang perlu diingat bukan hanya soal kuantitas asetnya, tapi juga kemampuan perusahaan memanfaatkan aset tersebut sebaik-baiknya, sehingga mampu membuatnya berkembang.

    • Persaingan Industri

    Nilai jual perusahaan juga bisa dipengaruhi oleh persaingan industri. Apabila sebuah startup lebih menjanjikan dibandingkan kompetitor di niche bisnis yang sama, maka valuasinya akan meningkat. Itu artinya, nilai sebuah perusahaan dinilai dari perbandingan kondisi bisnis lain dalam sebuah industri yang ukurannya kurang lebih sama.

    Baca juga: Macam-Macam E-Wallet, Definisi, Kelebihan, dan Kekurangannya

    Manfaat Menghitung Valuasi

    Dengan menghitung nilai valuasi sebuah perusahaan, ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan.

    • Mengetahui Nilai Jual Perusahaan

    Berdasarkan valuasi, kamu bisa tahu nilai jual perusahaan kamu. Hal ini biasanya diperlukan ketika melakukan pengembangan bisnis lewat merger atau akuisisi. Tanpa mengetahui valuasi, perusahaan yang ingin mengakuisisi akan kesulitan menentukan harga penawaran. Di sisi lain, kamu juga akan kesulitan mengambil keputusan yang tepat terkait penawaran akuisisi yang mungkin bisa menimbulkan kerugian terhadap perusahaan.

    • Mengevaluasi Performa Perusahaan

    Valuasi juga digunakan untuk mengevaluasi performa perusahaan. Jika nilainya tinggi, berarti kondisi bisnis dalam keadaan baik. Tetapi, jika nilai perusahaan menurun, kamu harus mengevaluasi faktor-faktor yang memengaruhi dan mencari solusinya. Misalnya ketika persaingan bisnis bertambah ketat, kamu harus mencari strategi baru untuk menghadapinya. Atau ketika manajemen bisnis tidak jelas, maka kamu harus mencari SDM yang lebih berkompeten.

    • Mendatangkan Investasi

    Nilai valuasi yang menjanjikan pasti akan lebih menggerakkan investor dalam menanamkan modal di perusahaan tersebut. Salah satu cara cepat bagi perusahaan untuk bisa memperoleh model yang besar yaitu melalui investasi, sehingga perusahaan bisa lebih besar dan berpotensi untuk melakukan ekspansi pada bidang lainnya.

    • Menghitung Saham setelah Pendanaan

    Sebelum menyetujui sebuah pendanaan, investor pasti ingin tahu jumlah saham yang akan dimilikinya di startup kamu. Untuk mengetahuinya, valuasi adalah salah satu faktor yang dibutuhkan. Rumusnya seperti berikut ini:

    Jumlah Pendanaan : (Valuasi Kamu + Jumlah Pendanaan)

    Sebagai contoh, startup kamu memiliki valuasi Rp400 miliar dan kamu meminta pendanaan Rp100 miliar. Dengan rumus tadi, hasilnya seperti berikut ini: Rp100 miliar : (Rp400 miliar + Rp100 miliar) = ⅕

    Jadi, jika investor menyetujui pendanaan tersebut, saham yang mereka miliki adalah ⅕ atau 25% dari valuasi setelah pendanaan (Rp500 miliar), yaitu Rp100 miliar. Persentase itu investor gunakan untuk memperkirakan pertumbuhan sahamnya. Misalkan valuasi kamu meningkat jadi Rp2 triliun, maka saham investor menjadi Rp250 miliar.

    • Kebutuhan Waralaba

    Manfaat terakhir yang bisa kamu dapatkan dengan mengetahui nilai waralaba yaitu untuk kebutuhan waralaba. Seluruh skala bisnis perusahaan memang sudah sepatutnya memiliki nilai valuasi, khususnya jika ingin melakukan strategi waralaba. Strategi ini dinilai cukup efektif untuk mendatangkan keuntungan bagi perusahaan di bidang kuliner. Mereka biasanya akan menjual hak ciptanya pada mereka yang ingin membuka usaha yang sama di tempat lainnya

    Bagaimana Cara Perhitungan Valuasi?

    Terdapat beberapa metode valuasi yang dapat digunakan, yaitu sebagai berikut:

    • Perbandingan Pasar

    Jika ingin mengetahui valuasi perusahaan, perbandingan pasar adalah salah satu cara yang bisa digunakan. Metode ini dilakukan dengan membandingkan bisnis kamu dengan kompetitor yang pendapatannya kurang lebih sama. Katakanlah, startup kamu bergerak di industri fashion dengan kompetitor yang memiliki valuasi Rp150 juta. Maka, valuasi kamu diperkirakan juga di kisaran Rp150 juta. Pun demikian, cara ini hanya sekadar estimasi. Sebab, banyak faktor lain yang memengaruhi valuasi, contohnya pajak dan utang.

    • Valuasi Aset

    Nilai aset perusahaan merupakan faktor yang menentukan valuasi. Nah, untuk menghitungnya, kamu perlu mengurangi total nilai aset dengan total utang yang kamu miliki. Jadi, jika total aset bisnis kamu Rp1 miliar dan total utangnya Rp300 juta, valuasi aset kamu adalah Rp700 juta. Metode ini bisa digunakan untuk mengukur valuasi dengan cepat meski kurang begitu akurat karena tidak memperhitungkan faktor lain, seperti awareness konsumen terhadap bisnis kamu.

    • Discounted cash flow

    Berbeda dengan valuasi aset yang memperhitungkan data yang ada saat ini, discounted cash flow menggunakan perkiraan arus kas di masa depan. Untuk menggunakan metode ini, kamu perlu memperkirakan jumlah pendapatan dan pengeluaran untuk beberapa waktu ke depan. Setelah itu, kurangi jumlah tersebut dengan total pendapatan dan pengeluaran saat ini. Hasilnya adalah net present value yang menunjukkan nilai ekonomi bisnis.

    Lebih jelasnya, rumus discounted cash flow seperti di bawah ini:

    Perkiraan arus kas – Arus kas saat ini

    Discounted cash flow digunakan jika kamu ingin meyakinkan investor. Dengan prediksi arus kas yang terus membaik, potensi perkembangan bisnis juga diperkirakan meningkat.

    • Revenue

    Untuk menggunakan metode penghitungan ini, kalikan jumlah pendapatan kotor kamu tahun sebelumnya dengan industry multiplier. Jika pendapatan kamu Rp300 juta dan multiplier-nya 4, artinya valuasi perusahaan kamu Rp1,2 milyar. Versi lain dari metode revenue adalah mengalikan pendapatan sebelum bunga dan pajak (EBIT) atau pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) dengan industry multiplier.

    Nah, empat perhitungan di atas akan memudahkan perusahaan untuk mengetahui valuasi yang dimiliki. Terutama bagi startup, valuasi akan membantu untuk menentukan level startup tersebut.

    Penutup

    Saat menjalankan bisnis, terdapat berbagai hal yang wajib diperhatikan. Tidak hanya profit, kamu juga wajib memperhatikan aspek lainnya, khususnya valuasi. Sejalan dengan profit, valuasi juga menjadi faktor penting dalam mendukung perkembangan bisnis. Di sisi lain, valuasi juga dapat berubah naik dan turun sesuai dengan berbagai faktor yang memengaruhinya. Dengan demikian, penting untuk memperhatikan faktor-faktor tersebut, seperti halnya kamu memantau kemajuan bisnismu melalui majoo yang setia menemani langkahmu dalam bekerja dan membangun bisnis, terutama untuk urusan partner pembayaran.

    Dalam aplikasi majoo, terdapat berbagai fitur praktis dan menarik yang dapat disesuaikan dengan segala kebutuhanmu. Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan berbagai informasi menarik seputar kredit, digital marketing, peluang usaha, dan strategi bisnis yang tepat di sini. Tunggu apa lagi? Saatnya berlangganan sekarang!

     

    Pertanyaan Terkait

    • Valuasi adalah perhitungan nilai sebuah perusahaan dengan mempertimbangkan kualitas manajemen, struktur permodalan, jumlah aset, dan proyeksi pendapatan.
    • Analisis nilai valuasi perusahaan tidak bisa dilakukan secara asal. Untuk mendapatkan hasil yang tepat, analisis tersebut perlu dilakukan secara rinci, mulai dari menghitung seluruh aset, arus kas, dan juga berbagai data lainnya. Selain itu, seperti yang sudah disinggung sebelumnya, nilai valuasi dapat berubah naik dan turun sesuai faktor yang memengaruhinya.
    • Terdapat beberapa metode valuasi yang dapat digunakan, yaitu sebagai berikut: (1) Perbandingan pasar, (2) Valuasi aset, (3) Discounted cash flow, (4) Perkiraan arus kas – Arus kas saat ini, (5) Revenue

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Quick Ratio adalah: Kelebihan dan Kekurangannya
    Quick ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur likuiditas jangka pendek suatu perusahaan. Apa saja kelebihan dan kekurangan quick ratio?
    Newsletter adalah: Definisi, Manfaat, dan Tips Newsletter
    Newsletter adalah tools yang dapat menjembatani perusahaan dengan pelanggan untuk berbagi informasi penting dan menarik terkait perusahaan secara rutin.
    Benarkah Termin adalah Istilah untuk Cicilan atau Uang Muka?
    Termin adalah sistem pembayaran dengan jangka waktu berdasarkan kesepakatan, atau terkait syarat yang telah disepakati saat akad jual secara kredit.
    Payback Period Adalah: Dari Rumus Sampai Contohnya
    Sederhananya, pengertian payback period adalah jangka waktu yang diperlukan untuk mengembalikan nilai investasi yang telah dikeluarkan.