Table of Content

    Apakah Member Card Masih Berlaku dalam Bisnis Zaman Now?

    Apakah menerapkan sistem keanggotaan dengan member card masih relevan untuk bisnis masa kini?

    Siapa di sini yang masih rutin mengumpulkan member card atau kartu anggota di dalam dompetnya? Di antara sekian banyak orang, mungkin masih ada saja orang yang dompetnya penuh kartu anggota tempat usaha ini dan itu, kan?

    Seiring dengan berkembangnya zaman, pengelolaan bisnis pun turut maju dan berkembang. Pertanyaannya, apakah keberadaan kartu-kartu anggota tersebut masih relevan untuk diterapkan dalam operasional bisnis ‘zaman NOW’? Apakah memang sistem keanggotaan masih bisa dimaksimalkan untuk menarik pelanggan?

    Mari kita bahas bersama-sama jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan tersebut!

    Sistem Keanggotaan Tetap Relevan bagi Bisnis Masa Kini

    Dalam bisnis masa kini, keberadaan sistem keanggotaan masih tetap relevan. Bagaimana tidak? Dengan persaingan bisnis yang terus memanas, setiap pelaku usaha pun dituntut untuk dapat memberikan nilai lebih bagi pelanggan yang berbelanja di tempatnya. Jika tidak, bukan tak mungkin pelanggan tersebut akan beralih ke pihak kompetitor, kan?

    Lebih dari itu, sekadar membuat bisnis terasa berbeda jika dibandingkan dengan bisnis serupa lainnya yang mulai menjamur jelas tidak cukup untuk memastikan bisnis dapat bertahan, bahkan terus maju dan berkembang. Memastikan pelanggan untuk terus melakukan pembelian berulang pun menjadi target dalam setiap operasional bisnis.

    Melalui pelanggan setia yang selalu melakukan pembelian berulang, pemilik usaha bisa memastikan siklus pendapatan yang tetap dari pelanggan tersebut. Selain itu, pelaku usaha juga dapat lebih mudah membangun relasi yang baik terhadap pelanggan setia, dan sebagai akibatnya, pelaku usaha pun berpotensi mendapatkan penilaian baik yang dapat membuat bisnisnya lebih dikenal secara luas.

    Baca juga: Optimasi Program Loyalitas sebagai Apresiasi Pelanggan!

    Ada dan Relevan, Tetapi dengan Bentuk Berbeda

    Sekalipun tetap relevan, dengan perkembangan zaman yang kian maju, kartu anggota kerap diberikan dalam bentuk digital, bukan lagi secara fisik seperti yang digunakan pada dekade-dekade lalu. Wajar saja, sebenarnya, karena toh dengan banyaknya produk teknologi yang saat ini bisa dinikmati untuk mempermudah aktivitas harian, karakter masyarakat kita pun mulai bergeser ke arah cashless society.

    Artinya, keberadaan dompet sendiri sudah tidak lagi menjadi sesuatu yang signifikan dengan adanya format dompet digital yang sudah memungkinkan pelanggan menyelesaikan pembayaran secara nontunai, khususnya di kota-kota besar yang infrastrukturnya sudah sangat mendukung. Dengan keadaan yang demikian, mencetak kartu anggota secara fisik pun menjadi sesuatu yang kurang efisien.

    Alasan lainnya mengapa kartu anggota sudah tidak lagi dicetak secara fisik juga didukung oleh meningkatnya kecenderungan pelanggan untuk memanfaatkan layanan pesan antar dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kecenderungan ini praktis membuat kartu anggota fisik semakin kehilangan fungsinya karena penyedia layanan pesan antarlah yang akan berhubungan langsung dengan penjual.

    Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, kartu anggota pun tetap dicetak; tidak secara fisik, melainkan secara digital. Melalui kartu anggota digital, pelanggan sudah tidak perlu lagi membuat dompetnya penuh dengan berbagai jenis kartu anggota, tetapi tetap dapat menikmati benefit yang biasanya hanya ditawarkan secara khusus kepada pelanggan yang tergabung dalam sistem keanggotaan saja.

    Baca juga: Efektifkah Rewards Point dalam Pengembangan Bisnis Digital?

     Member card tidak harus dicetak secara fisik, dalam bisnis masa kini ada pula kartu anggota digital.

    Tak Hanya Diterapkan untuk Bisnis Saja

    Menariknya, tidak hanya bisnis masa kini saja yang menerapkan kartu anggota digital. Beberapa badan pemerintah yang membutuhkan masyarakat bergabung sebagai anggota atau peserta untuk dapat menikmati layanan yang ditawarkan pun juga berbondong-bondong menyediakan kartu anggota digital.

    Peserta BPJS Kesehatan dan juga BPJS Ketenagakerjaan, misalnya saja, sudah tidak perlu lagi secara fisik memiliki kartu anggota untuk membuktikan bahwa mereka berhak untuk menerima manfaat jaminan sosial yang disediakan oleh negara. Praktik ini jelas sangat mempermudah, khususnya dalam situasi gawat darurat yang mengharuskan masyarakat memperoleh pertolongan medis dan mungkin terlalu panik untuk mencari kartu anggotanya terlebih dahulu.

    Praktik serupa juga diterapkan oleh Direktorat Jenderal Pajak yang juga menyediakan kartu NPWP digital di samping memberikan kartu cetak. Bagaimanapun juga, dalam kasus ini yang dibutuhkan memang bukanlah keberadaan kartu anggota fisik, melainkan informasi wajib pajak yang ada di dalamnya, sehingga ketika dikemas secara digital pun sebenarnya tidak akan terlalu bermasalah.

    Baca juga: Menjaga Kepuasan Pelanggan dalam Relasi Jangka Panjang

    Dapat Difungsikan Sebagai Collectible Item

    Pun demikian, masih ada pula beberapa bisnis yang masih mencetak kartu anggotanya secara fisik. Bukan tanpa alasan, lho, karena dalam bisnis masa kini yang menuntut setiap pelaku usaha untuk dapat memberikan nilai tambah bagi bisnisnya, kartu anggota fisik dapat dijadikan collectible item yang bisa dikumpulkan oleh pelanggan.

    Tentu praktik ini bukan tanpa upaya tambahan. Agar pelanggan tertarik untuk menjadi anggota dan mengantongi kartu anggotanya, pelaku usaha harus dapat mengemas tampilan kartunya seunik dan semenarik mungkin agar tetap layak dikoleksi.

    Di antara banyak bisnis, Starbucks merupakan salah satu bisnis yang mengemas kartu anggotanya selayaknya collectible items. Sama sekali tidak mengherankan, sebenarnya, karena kartu anggota untuk gerai kopi yang sudah mendunia ini memang dikemas secara serius sehingga menarik untuk dikoleksi.

    Ingin menerapkan pula sistem keanggotaan dengan berbagai jenis member card untuk diberikan kepada pelanggan? Manfaatkan sistem keanggotaan yang terintegrasi penuh dalam layanan aplikasi majoo!

    Baca juga: Tips Memaksimalkan Info Promo sebagai Benefit Anggota 

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Mempertahankan Bisnis dengan Memanfaatkan e-Marketplace
    Berbagai e-Marketplace berlomba memberikan dukungan di platform mereka untuk pebisnis, dengan harapan agar ekonomi tetap bergerak di masa pandemi COVID-19.
    Online Shop: Bisnis Paling Tepat di Masa Pandemi
    Di masa pandemi, saat semuanya dibatasi, membuka atau mengalihkan bisnis menjadi online shop dianggap sebagai sebuah strategi bisnis yang tepat.
    Belajar dari Pandemi: 5 Catatan Penting untuk Pemilik Usaha
    Meski sulit, ada pelajaran berharga yang dapat diambil selama pandemi. Dengan memahami ini, pemilik usaha dapat bertahan dan bergerak maju.
    Marketplace Indonesia Ini Turut Dorong Pertumbuhan UMKM Lho!
    Marketplace Indonesia memegang peranan besar dalam mendukung perkembangan UMKM. Apa saja marketplace karya anak bangsa tersebut? Simak daftarnya di sini!