Apa Itu Pivot? Kapan Waktu Terbaik untuk Melakukannya?

Ditulis oleh Ajar Pamungkas

article thumbnail

Pivot dapat menjadi pilihan saat bisnis mulai buntu, apa yang perlu diperhatikan?

Jangan sampai keliru dengan salah satu fungsi sering ditemukan dalam pengolahan dokumen Microsoft Excel, pivot sebenarnya memiliki arti yang berbeda dalam menjalankan bisnis, lho!

Bagi mereka yang bekerja di perusahaan startup atau yang semacamnya, istilah yang satu ini mungkin pernah didengar dan beberapa kali juga diobrolkan dalam diskusi-diskusi penting. Namun, bagi mereka yang fokus untuk menjalankan bisnisnya sendiri, mungkin istilah ini masih terlalu asing.

Apakah benar, hanya start-up saja yang melakukannya? Tidak juga, lho, karena sebenarnya siapa pun yang memiliki model bisnis atau ingin mengembangkan usahanya lebih jauh dapat melakukannya. Apa, sih, artinya? Kita simak bersama-sama, yuk!

Baca juga: Menyasar Pengembangan Bisnis yang Sesuai Kebutuhan Pasar

Mengenal Pivot, Jalan Alternatif Pengembangan Bisnis

Bagi yang belum tahu, sebenarnya ada banyak sekali model bisnis yang bisa dijadikan acuan. Mulai dari B2B atau business to business, B2C atau business to consumer, serta B2B2C atau business to business to consumer. Pemilik usaha bisa memilih untuk fokus pada salah satu model atau menjalankan ketiga-tiganya.

Nah, apa yang terjadi ketika model yang dijadikan acuan tersebut ternyata kurang tepat dan tak optimal dalam menghasilkan keuntungan? Tentu akan ada beberapa hal yang perlu disesuaikan, bukan? Perubahan tersebut bisa saja terjadi pada produk atau jasa yang ditawarkan, atau model usaha yang tengah diterapkan.

Tentunya, perubahan tersebut bukanlah sesuatu yang kecil dan sepele. Bukan tidak mungkin perubahan tersebut bahkan dapat memicu perubahan-perubahan lainnya. Alasannya cukup sederhana, perubahan-perubahan tersebut merupakan perubahan yang mendasar dan secara signifikan memengaruhi arah pengembangan bisnis.

Perubahan semacam inilah yang kita sebut sebagai pivot atau tindakan untuk mengubah arah bisnis secara fundamental.

Baca juga: 4 Cara Meningkatkan Produktivitas Karyawan dalam Bisnis UMKM

  • Kapan waktu terbaik untuk melakukannya?

Karena perubahan arah bisnis ini tergolong fundamental dan dapat memengaruhi banyak hal, mulai dari bagaimana proses produksi akan dilakukan, siapa pasar yang ingin ditargetkan, dan seperti apa cara menjual produk atau jasa yang dimiliki, tentu kita sebagai pemilik usaha tak bisa melakukannya secara asal, kan?

Pertanyaannya, kapankah waktu yang tepat untuk melakukan perubahan fundamental ini? Yap, benar sekali! Perubahan ini sebaiknya dilakukan ketika bisnis mengalami kebuntuan dalam menghasilkan keuntungan atau terus-menerus mencatatkan kerugian.

Jika bisnis berjalan dengan lancar dan performanya cukup baik dalam menghasilkan keuntungan, tentu tak ada yang perlu diubah, kan? Namun, namanya juga bisnis, tentu tak akan selamanya lancar, bisa naik dan bisa juga turun. Ketika performa bisnis terus-menerus turun, pemilik usaha pun perlu melakukan evaluasi bisnis.

Dari evaluasi yang dilakukan, pelaku usaha tersebut pun akan mengetahui jika bisnis yang dijalankannya sudah tidak sesuai dengan kebutuhan pasar yang ingin dipenuhi. Jika sudah demikian, perubahan fundamental ini menjadi alternatif yang baik untuk mengatasi situasi tersebut, bisa melalui perubahan produk atau jasa agar lebih sesuai dengan pasar, atau mengubah model bisnis agar produk dan jasa tersebut bisa lebih mudah diterima pasar.

 

 Jika memang dibutuhkan, pivot dapat membantu mengoptimalkan penjualan bisnis.

  • Model bisnis atau produk? Mana yang perlu disesuaikan?

Pertanyaan berikutnya tentu saja mempertimbangkan apa yang perlu diubahkan. Apakah produk dan jasa yang ingin ditawarkan, atau cara menawarkannya?

Nah, kira-kira mana yang seharusnya dipilih oleh para pelaku usaha yang bisnisnya mulai menemui kebuntuan? Jawabannya tentu saja relatif, tergantung dari hasil evaluasi yang dilakukan dan tantangan yang ditemukan dalam evaluasi tersebut.

Terkadang, produk dan jasa yang ditawarkan sudah menarik dan sangat dibutuhkan oleh pasar, tetapi penjualannya tak begitu baik karena target pemasarannya yang kurang sesuai, kan? Untuk kasus semacam ini, jelas perubahan diperlukan pada operasional bisnis itu sendiri.

Namun, situasi yang sebaliknya juga mungkin terjadi, lho! Target pemasaran sudah tepat, cara berbisnis yang dilakukan juga tergolong baik dan sehat, tetapi angka penjualannya perlahan turun karena pelanggan menemukan penyedia produk atau jasa lain yang lebih baik.

Hmm, jika ini yang terjadi, otomatis kita perlu sedikit mengubah produk dan jasa yang dimiliki agar memiliki nilai tambah. Dengan demikian, bisnis kita pun akan memperoleh daya saingnya kembali dan mampu menunjukkan performa yang baik.

Baca juga: Food Order: Antara Dine In dan Delivery, Mana yang Lebih Baik?

  • Apa yang harus diwaspadai saat mengubah arah bisnis?

Sebuah perubahan, terlebih perubahan untuk sesuatu yang tergolong fundamental, jelas bukan tanpa risiko; terlebih jika dilakukan secara asal dan serampangan. Agar terhindar dari potensi kerugian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pelaku usaha sebelum melakukan pivot.

Pertimbangkan dengan baik seberapa besar perubahan tersebut dibutuhkan. Jangan salah, lho, perubahan ini tak hanya memengaruhi operasional bisnis secara umum saja, tetapi juga bisa memengaruhi persepsi pasar terhadap bisnis kita.

Pasar yang tadinya sudah sangat terbiasa dengan model bisnis atau produk dan jasa yang kita tawarkan, tentu akan kaget dan memberikan respon negatif jika tiba-tiba muncul perubahan. Terlebih jika perubahan tersebut memang tidak dibutuhkan oleh mereka.

Selain itu, implementasi perubahan juga perlu diperhatikan dan direncanakan dengan baik. Apa yang perlu dilakukan setelah perubahan fundamental ini diimplementasikan? Bagaimana cara mengomunikasikannya dengan baik kepada pelanggan setia? Seperti apa rollback plan yang disiapkan jika perubahan ini ternyata tidak diterima dengan baik oleh pelanggan?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut bisa dijawab dengan mudah jika evaluasi bisnis terus dilakukan secara berkala. Agar tak kewalahan, coba gunakan aplikasi majoo yang sudah dilengkapi dengan beragam fitur unggulan seperti fitur keuangan dan keanggotaan yang akan mempermudah evaluasi bisnis!

Yuk, langsung saja gunakan aplikasi majoo sekarang juga!

Baca juga: Cari Strategi Pemasaran di Ramadan? Kampanye Sedekah Saja!

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
whatsapp logo