Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    • Solusi
    • Knowledge
    • Sedang Mencari Ide Usaha? Coba Bisnis Rice Bowl Rumahan!

    Sedang Mencari Ide Usaha? Coba Bisnis Rice Bowl Rumahan!

    Kalau kamu sedang mencari ide usaha yang bisa dilakukan di rumah, bisnis rice bowl dapat menjadi pertimbangan.

    Sejak beberapa tahun terakhir, bisnis rice bowl menjadi salah satu tren di dunia kuliner. Permintaan pasar yang masih tinggi sampai hari ini membuat lebih banyak orang tertarik untuk membuka bisnis rice bowl rumahan.

    Rice bowl adalah sebutan untuk menu olahan nasi dan lauk yang disajikan di dalam mangkuk. Hidangan ini memang sangat cocok dijadikan menu untuk bisnis makanan rumahan. 

    Pasalnya, konsumen yang memilih menu ini kemungkinan ingin menyantap makan siang yang praktis. Sesuai sekali dengan karakter bisnis rumahan yang hanya menyediakan pilihan take away.

    Bagi pebisnis pun, usaha yang satu ini terbilang tidak terlalu rumit sehingga layak dipertimbangkan oleh kamu yang baru akan mencoba buka usaha rumahan.

    Baca juga: 10+ Peluang Usaha Rumahan 2022

    Meskipun begitu, kamu tentu tetap perlu melakukan perhitungan bisnis rice bowl secara rinci, mulai dari modal usaha hingga harga jual rice bowl. Maka dari itu, simak artikel ini sampai selesai karena kami telah menyiapkan pembahasannya!

    Berapa Modal Usaha Rice Bowl?

    Seperti menjawab pertanyaan tersebut untuk jenis bisnis lain, jawabannya ialah bervariasi. Nominal modal yang dibutuhkan sering kali tergantung pada skala bisnis serta kebutuhan awal untuk bisnis yang akan kamu bangun.

    Berhubung bisnis ini dikerjakan di rumah, tentu kamu tidak akan membutuhkan biaya sewa tempat. Lalu, kamu juga tidak harus langsung membeli peralatan masak khusus untuk bisnis ini.

    Asumsinya, kamu sudah memiliki peralatan untuk masak sehari-hari. Nah, peralatan masak tersebut dapat kamu gunakan jika ingin menekan jumlah modal awal.

    Jadi, biaya awal yang sudah pasti perlu kamu siapkan ialah untuk bahan dan kemasan. Tergantung bahan yang kamu gunakan, satu mangkuk rice bowl rata-rata memiliki Harga Pokok Penjualan (HPP) antara Rp10.000-Rp20.000.

    Baca juga: Memahami HPP: Pengertian, Rumus, dan Cara Menghitungnya

    Dari angka tersebut, kamu dapat mengira-ngira, berapa modal usaha rice bowl yang kamu butuhkan? Anggap saja, kamu berencana mulai dengan menyediakan 50 porsi rice bowl. Dengan perhitungan harga pokok per porsi di atas, kamu membutuhkan modal antara Rp500.000-Rp1.000.000.

    Di samping itu, kamu perlu menyiapkan biaya untuk riset resep dan biaya-biaya pemasaran. Melalui perhitungan kasar, dengan Rp2.500.000 saja, kamu sudah bisa membuka bisnis rice bowl rumahan.

    Contoh Menu Rice Bowl

    Perhitungan biaya di atas tentu tergantung menu yang kamu sajikan. Berbeda menu, berbeda pula kebutuhan bahannya sehingga HPP setiap porsi yang perlu dimasukkan dalam perhitungan modal pun berbeda.

    Karena itu, sebelum melakukan perhitungan bisnis rice bowl, kamu juga perlu merencanakan menu yang akan dijual terlebih dahulu. Di bawah ini beberapa contoh menu rice bowl yang bisa kamu jadikan inspirasi.

    Rice Bowl Ayam dengan Saus Telur Asin

    Rice bowl ayam dengan saus telur asin merupakan salah satu contoh menu rice bowl yang banyak digemari konsumen. Kamu bisa menyajikan ayam dalam bentuk ayam crispy atau katsu, lalu diberi baluran saus telur asin.

    Sebetulnya, tidak mengherankan bila menu ini memiliki banyak peminat sebab memang sulit menolak perpaduan nasi hangat, ayang yang garing, serta saus telur asin yang creamy.

    Meskipun begitu, kamu tetap selalu bisa berkreasi dengan aneka pilihan saus lain yang sesuai dengan minat target pasarmu. 

    Baca juga: 14 Ide Bisnis Kuliner yang Menjanjikan Keuntungan Besar

    Rice Bowl dengan Sambal Matah

    Selain saus telur asin, sambal matah juga merupakan condiment yang banyak diminati. Maka dari itu, kamu bisa mempertimbangkan menu rice bowl yang dilengkapi sambal matah.

    Adapun protein atau lauk yang menjadi hidangan utama dapat beragam, baik ayam, daging sapi, ataupun ikan. Ikan dori sambal matah termasuk contoh menu rice bowl yang banyak dijual di pasaran.

    Rice Bowl Daging Sapi dengan Bumbu Blackpepper

    Masih ingin menambah variasi menu? Beef blackpepper bisa menjadi salah satu menu andalan untuk bisnis rice bowl rumahan milikmu.

    Tak perlu khawatir soal risiko HPP yang akan tinggi karena menggunakan bahan utama daging sapi sebab kamu selalu bisa menyiasatinya dari segi ukuran atau jumlah porsi.

    Kamu juga bisa menambahkan telur, misalnya telur mata sapi atau scramble egg, pada ketiga menu di atas. Dengan begitu, menu yang kamu tawarkan terasa makin menarik.

     Modal awal yang dibutuhkan untuk bisnis rice bowl rumahan terbilang tidak terlalu besar.

    Menghitung Harga Jual Rice Bowl

    Kamu sudah menyimak contoh menu rice bowl dan perhitungan modal awal. Pertanyaanmu selanjutnya mungkin, berapa harga jual rice bowl yang bisa kamu tawarkan? Sebelum masuk ke perhitungan, kamu perlu mempertimbangkan beberapa faktor berikut ini.

    • Ketahui target pasarmu: Harga perlu disesuaikan dengan target pasar. Tentu kamu tak ingin menawarkan harga yang terlalu tinggi untuk segmen pasar pelajar. Sebaliknya, kamu juga tidak bisa menjualnya dengan harga terlalu rendah di lingkungan yang tergolong elit.
    • Hitung HPP terlebih dahulu.
    • Ketahui harga yang ditawarkan kompetitor.
    • Tetapkan persentase keuntungan: Kamu bisa menentukan persentase profit, misalnya 5%, 30%, atau 50% dari modal utama.

    Baca juga: Mau Tahu Ide dan Modal Bisnis Food Truck? Simak di Sini!

    Apabila faktor di atas sudah kamu pertimbangkan dan ketahui, kamu bisa mulai menghitung harga jual rice bowl. Salah satu cara paling mudah untuk menghitungnya ialah dengan rumus mark up pricing.

    Harga jual = Bahan baku modal + (Bahan baku modal x Persentase profit)

    Sebagai contoh, nilai bahan baku modal untuk menu rice bowl dengan saus telor asin ialah Rp15.000. Kemudian, kamu ingin memiliki persentase keuntungan sebesar 50%, maka perhitungan harga jualnya:

    Harga jual = Rp15.000 + (Rp15.000 x 50%)

    Harga jual = Rp15.000 + Rp7.500

    Harga jual = Rp22.500

    Dengan menjual menu tersebut seharga Rp22.500 per porsi kamu akan memperoleh keuntungan sebesar Rp7.500 dari setiap porsinya. 

    Memulai Bisnis Rice Bowl Rumahan

    Langkah berikutnya, kamu tinggal menentukan metode pemasaran dan penjualannya. Berhubung usaha yang kamu jalankan ialah bisnis rice bowl rumahan, tentu kamu tidak bisa menawarkan layanan dine-in. Konsumen hanya bisa menikmat rice bowl yang kamu tawarkan secara take away.

    Dengan kata lain, kamu perlu memutuskan untuk menerima pesanan melalui media sosial atau Whatsapp, lalu memiliki kurir untuk mengantarkan pesanan atau mendaftarkan bisnismu di aplikasi jasa pesan antar makanan.

    Dari sisi operasional, tentu mendaftarkan bisnis di platform layanan pesan antar makanan merupakan pilihan yang lebih efisien. Kerepotanmu hanya pada proses pendafataran sebagai merchant. Selanjutnya, kamu tinggal menerima pesanan melalui aplikasi.

    Bagi konsumen, opsi ini juga kemungkinan besar lebih disukai. Mereka dapat memesan makanan secara online dengan simpel melalui aplikasi yang kemungkinan besar sudah mereka gunakan sehari-hari.

    Baca juga: Ingin Memaksimalkan Layanan Food Order Online? Coba Trik Ini!

    Perlu diingat, kalau kamu memutuskan menggunakan jasa aplikasi pesan antar untuk pemasaran dan penjualan, pastikan kamu menambahkan biaya administrasi ke dalam harga jual rice bowl.

    Alasannya platform layanan pesan antar biasanya menerapkan sejumlah biaya administrasi. Jika kamu tidak memasukkannya ke dalam perhitungan harga, jumlah keuntungan yang kamu peroleh tentu berkurang.

    Supaya penjualan bisnismu maksimal, kamu juga perlu melakukan promosi. Memiliki akun media sosial dan mempromosikan bisnismu di platform tersebut merupakan langkah baik sebab kini konsumen hampir selalu memeriksa kehadiran brand di media sosial.

    Namun, kamu juga jangan lupakan promosi yang bisa menggaet konsumen di sekitar lokasi bisnismu. Biar bagaimanapun target potensial untukmu tentu konsumen lokal.

    Kamu bisa mengikuti program promosi yang diadakan oleh platform layanan pesan antar. Program-program pemasaran ini kebanyakan cukup efektif. Selain itu, kamu juga bisa melakukan promosi secara offline seperti memasang banner di depan rumah agar calon konsumen mengetahui keberadaan bisnismu.

    Kesimpulan

    Dunia kuliner selalu memiliki tren yang berganti dari waktu ke waktu. Satu di antaranya ialah tren menu rice bowl. Awalnya menu ini mungkin ditemui di kafe, tetapi munculnya pandemi dan adanya perubahan perilaku konsumen, membuat banyak orang tertarik membuka bisnis rice bowl rumahan.

    Bisnis kuliner yang satu ini terbilang menarik sebab bisa kamu jalankan di rumah sehingga tidak memerlukan banyak biaya untuk set up. Peralatan yang digunakan untuk memasak pesanan pun tidak harus khusus, kamu bisa menggunakan peralatan masak yang kamu gunakan sehari-hari.

    Jadi, berapa modal usaha rice bowl? Bisa dibilang tidak besar, dengan berbekal modal sekitar Rp2.500.000 saja, kamu sudah bisa membuka bisnis ini. 

    Menimbang HPP produk yang tidak terlalu tinggi dan potensi keuntungan yang cukup menjanjikan memang sayang jika kamu melewatkan peluang bisnis yang satu ini.

    Kalau perhitungan bisnis rice bowl sudah mantap, kamu bisa coba membuka usaha ini. Namun, selain perhitungan, rencana pemasaran, dan promosi, pastikan kamu juga sudah menggunakan aplikasi point of sale (POS) yang akan sangat mempermudah pengelolaan operasional bisnis.

    Belum tahu tentang aplikasi POS? Yuk, pelajari lebih lanjut sekarang juga!

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Quick Ratio adalah: Kelebihan dan Kekurangannya
    Quick ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur likuiditas jangka pendek suatu perusahaan. Apa saja kelebihan dan kekurangan quick ratio?
    Newsletter adalah: Definisi, Manfaat, dan Tips Newsletter
    Newsletter adalah tools yang dapat menjembatani perusahaan dengan pelanggan untuk berbagi informasi penting dan menarik terkait perusahaan secara rutin.
    Benarkah Termin adalah Istilah untuk Cicilan atau Uang Muka?
    Termin adalah sistem pembayaran dengan jangka waktu berdasarkan kesepakatan, atau terkait syarat yang telah disepakati saat akad jual secara kredit.
    Payback Period Adalah: Dari Rumus Sampai Contohnya
    Sederhananya, pengertian payback period adalah jangka waktu yang diperlukan untuk mengembalikan nilai investasi yang telah dikeluarkan.