Table of Content

    Kenali Perbedaan Founder dan Co Founder, di Sini!

    Mencari co founder yang cocok agar bisnis bisa berjalan lebih siap.

    Dalam sebuah perusahaan, pasti ada satu orang atau lebih yang berperan penting dalam mencetuskan ide hingga mendirikan suatu bisnis atau usaha. Biasanya kita kenal dengan istilah founder atau co founder.

    Namun, bagi sebagian orang, istilah tersebut dirasa asing di telinga. Nah, agar kita lebih mudah untuk memahami apa itu co founder beserta tugas dan perbedaannya dengan founder, simak artikel ini sampai tuntas, ya!

    Founder dan Co Founder

    Founder merupakan seseorang yang pertama membuat atau mencetuskan ide usaha atau dikenal juga sebagai pendiri dari sebuah perusahaan. Founder ini lebih mengarah pada orang yang pertama kali menemukan ide untuk membuka sebuah perusahaan.

    Umumnya, seorang founder akan mencari ide melalui pikirannya sendiri yang kemudian disalurkan melalui rencana, strategi, tindakan, hingga pengontrolan di lapangan.

    Berbeda dengan founder, co founder adalah seseorang yang bekerja mempunyai peran untuk membantu pendiri usaha (founder) dalam mendirikan perusahaannya. 

    Co founder ini bisa berupa perseorangan maupun kelompok individu yang berperan untuk membantu pendirian perusahaan, baik dengan berbagi saran, ide, dan lain sebagainya agar perusahaan dapat mencapai tujuannya.

    Di dalam sebuah bisnis, seorang founder diperbolehkan untuk memiliki satu orang atau lebih untuk menempati posisi sebagai co founder. Masing-masing co founder nantinya akan memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda sesuai dengan keterampilan dan kemampuan yang mereka miliki.

    Untuk bisa mendapatkan co founder yang cocok bukanlah hal yang mudah. Pasalnya, cukup banyak perusahaan yang gagal mencapai tujuannya karena adanya perbedaan visi dan misi antara founder dan co founder.

    Baca juga: Aplikasi Owner, Membantumu Mengetahui Situasi Bisnis Terkini

    Perbedaan Founder dan Co Founder

    Founder sering disebut sebagai orang yang menggagas ide dari suatu bisnis. Namun, seorang founder bisa saja tidak mempunyai keterampilan dalam mengurus sistem dan sumber daya yang digunakan, atau bahkan tidak mempunyai kemampuan yang dibutuhkan untuk dapat mewujudkan ide tersebut.

    Di sinilah peran co founder diperlukan untuk mengisi kekurangan yang ada pada founder tersebut. Saat kamu menjadi co founder, berarti kamu mampu mengambil tanggung jawab untuk membawa bisnis ini mencapai tujuan-tujuannya.

    Meskipun co founder bukanlah orang pertama yang mencetuskan ide sebuah usaha, namun sebagai salah satu pemimpin perusahaan co founder juga memiliki kontribusi dalam pengembangan awal sebuah perusahaan.

    Menjadi seorang co founder harus mempunyai keterampilan yang akan membantu berjalannya sebuah perusahaan, misalnya seperti keterampilan untuk memecahkan suatu masalah, memiliki jiwa kepemimpinan, hingga kemampuan berkomunikasi yang baik. Hal-hal tersebut lah yang menjadi perbedaan founder dan co founder.


    Co founder mempunyai peran yang sama pentingnya dengan founder.

    Tugas dan Tanggung Jawab Co Founder

    Sebagai seseorang yang dipercaya untuk membantu memulai dan memantau perkembangan suatu bisnis, co founder mempunyai beberapa macam tanggung jawab yang tertentu di perusahaan, antara lain:

    Menggalang Dana

    Tidak semua pendiri perusahaan datang dengan membawa investasi ke perusahaan yang akan mereka dirikan. Namun, mereka bisa membantu mencari dan mengumpulkan dana untuk membangun perusahaan tersebut.

    Dengan kemampuan yang dimiliki mengenai produk dan layanan yang ditawarkan perusahaan, co founder bisa melakukan promosi kepada para calon investor untuk berinvestasi pada perusahaan tersebut.

    Hal ini memberikan manfaat bagi co founder untuk meningkatkan modal kerja di perusahaan dengan masuknya investasi yang diberikan oleh para investor.

    Menilai Risiko

    Seorang co founder dituntut untuk dapat memahami setiap risiko yang mungkin terjadi dan membantu seluruh bagian dalam bisnis tersebut untuk mengurangi dampak yang ditimbulkannya. Mereka bisa meminta bantuan profesional dalam bidang tertentu untuk dapat membantu menanggulangi hal ini.

    Membangun Tim 

    Salah satu tanggung jawab penting dari seorang co founder adalah mampu menilai dan mengidentifikasi karakter seorang individu yang sejalan dengan visi dan misi perusahaan. Orang-orang terpilih inilah yang nantinya akan  dijadikan bagian dari tim kepemimpinan dalam perusahaan.

    Seorang co founder akan memberikan tugas dan tanggung jawab kepada tim, memotivasi, serta menjaga moral mereka agar setiap anggota bisa melakukan yang terbaik dalam pekerjaannya. Upaya ini diharapkan dapat menghasilkan individu yang berkomitmen dan berdedikasi pada perusahaan. 

    Mengembangkan Bisnis

    Co founder mempunyai andil besar dalam membangun hubungan kemitraan yang dapat mengembangkan bisnis yang ia kelola. Langkah ini penting untuk dilakukan oleh co founder agar kedepannya bisnis dapat terus bertahan dan berjalan dengan baik.

    Mengidentifikasi Peluang Pasar

    Tugas lain dari seorang co founder adalah mampu menganalisis pasar dan mengidentifikasi produk yang dibutuhkan oleh para calon konsumennya.

    Co founder perlu bisa melihat pasar dengan gambaran yang lebih besar terkait produk apa yang banyak dicari oleh konsumen dan mengoordinasikannya dengan tim untuk mengembangkan produk dan layanan yang mereka miliki agar dapat dipasarkan secara lebih luas lagi.

    Membuat Dokumen Bisnis

    Selanjutnya adalah membuat dokumentasi dari seluruh aktivitas bisnis beserta transaksinya. 

    Biasanya, co founder akan bekerja sama dengan auditor, pakar pajak, dan pengacara untuk memastikan seluruh dokumen yang perusahaan butuhkan sudah dibuat dan disusun dengan rapi sesuai dengan persyaratan undang-undang.

    Mengelola Keuangan

    Co founder dan pendiri lainnya akan bekerja sama secara aktif untuk melacak seluruh pengeluaran dan membelanjakan anggaran yang dimilikinya secara bijak hingga perusahaan bisa mendapatkan aliran dana yang lebih stabil.

    Mengembangkan Produk 

    Sering kali, seorang co founder mempunyai sudut pandang yang berbeda dalam mengembangkan setiap produk yang perusahaan miliki. Perbedaan penilaian ini memberikan angin segar pada setiap proses produksi, mulai dari desain, pengembangan, hingga proses penjualannya.

    Hal seperti inilah yang membuat bisnis bisa terus bertahan dan mengembangkan diri mengikuti perubahan yang terjadi di pasar.

    Merekrut Karyawan Terbaik

    Merekrut karyawan terbaik juga menjadi salah satu tugas dan tanggung jawab seorang co founder. Melalui proses yang tepat, nantinya kandidat yang dipilih adalah orang-orang yang sudah sesuai dengan kebutuhan dan anggaran perusahaan.

    Oleh sebab itu, proses pencarian, pemilihan, serta pembentukan tim menjadi penting untuk dipertimbangkan oleh seorang co founder.

    Memberi Motivasi

    Sering kali, sebuah bisnis tidak selalu berjalan dengan mulus. Beberapa bisnis akan menemui masalah-masalah misalnya dalam hal produksi, proses pemasaran, atau sulitnya mendapatkan pendanaan untuk mengembangkan bisnis tersebut.

    Hal ini tentu dapat mempengaruhi motivasi dan semangat seluruh aspek dalam perusahaan. Nah, di sinilah tugas co founder untuk memberi suntikan motivasi kepada seluruh bagian dari perusahaan agar kembali mendapatkan minat dan tujuannya dalam mengembangkan bisnis tersebut.

    Pentingnya Co Founder dalam Sebuah Bisnis

    Dapat kita ketahui bersama, bahwa mendirikan suatu bisnis bukan perkara yang mudah. Tidak semua founder dapat bertahan menghadapi kesulitan-kesulitan ini sendiri. Itulah sebabnya mengapa perusahaan perlu memiliki seorang co founder di dalamnya.

    Ada beberapa alasan mengapa penting untuk kamu memiliki co founder dalam perusahaanmu.

    1. Memberikan Ide Segar

    Untuk menjaga agar perusahaan dapat terus berjalan sesuai visi dan misi yang sudah ditetapkan, beberapa perusahaan rutin mengadakan pertemuan dengan tujuan untuk saling memberikan pendapatnya mengenai perusahaan tersebut.

    Sering kali, cara pandang antara kamu dengan yang lainnya berbeda. Perbedaan pendapat ini bisa terus digali untuk menemukan hal-hal yang selaras dengan perusahaan.

    Dengan begitu, akan muncul ide-ide baru yang menyegarkan dan bisa membawa dampak positif pada perusahaan tersebut.

    2. Menutupi Kelemahan

    Ada tiga peran penting dalam diri co founder yang sangat dibutuhkan untuk mendirikan sebuah perusahaan, seperti:

    • Delivery person adalah seseorang yang memiliki kemampuan terkait hal teknis, bisnis perusahaan, dan lingkungan secara umum yang dapat mempengaruhi produksi dan pengembangan produk itu sendiri.
    • Domain expert adalah kemampuan seseorang untuk memahami penonton dan mampu menyampaikan visi misi perusahaannya dengan baik.
    • Money person merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang untuk bisa menghasilkan pendapatan dan membuat bisnis bisa ditanami modal.

    3. Membangun Bisnis Bersama

    Membangun perusahaan tidak semudah yang dibayangkan. Banyak hal yang dilalui dan keputusan-keputusan sulit yang mesti diambil, beberapa di antaranya tidak bisa disampaikan kepada seluruh anggota perusahaan.

    Inilah peran penting co founder di dalam sebuah perusahaan, yakni membantu menghadapi hal-hal yang akan terjadi saat kamu membangun suatu perusahaan, menjadi partner diskusi, dan mencari jalan keluar untuk kepentingan perusahaan.

    4. Bisa Menghadiri Acara yang Berbeda dalam Waktu yang Bersamaan

    Tidak jarang suatu perusahaan memiliki jadwal temu atau diundang ke sebuah acara yang berbeda dalam waktu yang bersamaan. Dengan memiliki co founder, kamu bisa berbagi tugas untuk bisa menghadiri acara-acara tersebut.

    Penutup 

    Seperti yang sudah disampaikan di atas, founder dan co founder mempunyai peran yang berbeda di perusahaan. Akan tetapi, keduanya merupakan aspek yang sangat vital dalam mewujudkan seluruh rencana pembentukan sebuah perusahaan.

    Namun, pendiri suatu perusahaan sering kali memiliki kemampuan yang terbatas. Di sinilah tugas co founder untuk melengkapi kekosongan tersebut dengan kemampuan yang mereka miliki.

    Nah, agar seluruh sistem operasional pada perusahaan bisa berjalan lebih mudah, kamu bisa memanfaatkan aplikasi POS. Fitur-fitur di dalamnya seperti aplikasi owner, inventori, dan akuntansi sangat membantu mencatat seluruh aktivitas keuangan hingga dapat membantu membuat laporan keuangannya. Mudah bukan? Yuk, daftarkan perusahaanmu sekarang!

    Pertanyaan Terkait

    • Berbeda dengan founder, co founder adalah seseorang yang bekerja mempunyai peran untuk membantu pendiri usaha (founder) dalam mendirikan perusahaannya. Co founder ini bisa berupa perseorangan maupun kelompok individu yang berperan untuk membantu pendirian perusahaan, baik dengan berbagi saran, ide, dan lain sebagainya agar perusahaan dapat mencapai tujuannya.
    • Founder sering disebut sebagai orang yang menggagas ide dari suatu bisnis. Namun, seorang founder bisa saja tidak mempunyai keterampilan dalam mengurus sistem dan sumber daya yang digunakan, atau bahkan tidak mempunyai kemampuan yang dibutuhkan untuk dapat mewujudkan ide tersebut. Sedangkan co founder adalah orang yang mengisi kekurangan yang ada pada founder. Saat kamu menjadi co founder, berarti kamu mampu mengambil tanggung jawab untuk membawa bisnis ini mencapai tujuan-tujuannya.

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Sistem, Tujuan, Ciri-ciri, dan Contoh Bisnis MLM
    MLM adalah bisnis yang telah berlangsung lama dan tetap menarik perhatian masyarakat, meski dipandang negatif oleh sebagian orang. Kamu tertarik?
    Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Dagang
    Contoh laporan keuangan perusahaan dagang bisa dianalogikan layaknya rapor untuk bisnismu, mulai dari laporan neraca perusahaan, dan laba rugi usaha.
    Ide Jualan Bulan Puasa yang Dijamin Cuan 2022!
    Selain menjadi bulan ibadah umat muslim, Ramadan 2022 juga banyak membawa peluang usaha. Temukan beragam ide jualan bulan puasa penuh cuan di sini!
    Bagaimana Cara Menentukan Biaya Overhead Pabrik?
    Biaya overhead pabrik digunakan untuk mengetahui rincian alokasi dana yang dikeluarkan agar pengeluaran produksi lebih efisien.