Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    Distribusi Adalah: Definisi, Tujuan, Contoh

    Distribusi adalah proses penyaluran dari produsen ke konsumen.

    Kita mengenal tiga kegiatan ekonomi, yaitu produksi, distribusi, dan konsumsi. Kali ini kita akan membahas lebih dalam mengenai proses atau kegiatan distribusi. Secara sederhana, distribusi adalah proses yang bertujuan untuk menyalurkan dan mengantarkan barang hasil produksi kepada konsumen. 

    Lantaran tujuan distribusi adalah untuk menyalurkan barang atau produk, secara umum kegiatan ini berkaitan erat dengan aktivitas perdagangan. Alasannya, distribusi berperan penting agar barang hasil proses produksi dapat sampai ke tangan konsumen dalam kondisi baik. 

    Distribusi Adalah … 

    Distribusi berasal dari istilah bahasa Inggris distribution, yang artinya adalah sebuah proses pengiriman barang dari satu pihak ke pihak lain. Jadi, pengertian kegiatan distribusi adalah suatu proses penyaluran yang mencakup penyampaian dan proses pengiriman pada beberapa orang atau tempat. Dalam dunia bisnis, tujuan distribusi adalah untuk mempermudah proses penyampaian dan juga penyaluran barang ataupun jasa dari produsen ke konsumen.

    Pelaku kegiatan distribusi disebut dengan distributor. Pihak distributor inilah yang akan bertanggung jawab untuk menjadi fasilitator agar setiap konsumen bisa mendapatkan barang atau jasa dari produsen dalam kondisi baik. Distributor biasanya membeli barang terlebih dahulu dari pihak produsen agar selanjutnya bisa dijual kembali kepada para konsumen.

    Pada masa digitalisasi seperti sekarang, saluran distribusi menjadi makin pendek karena hadirnya teknologi digital. Dulu, untuk memasarkan produk yang berada di luar negeri atau luar pulau tidak mudah, namun setelah hadirnya teknologi digital semua prosesnya bisa menjadi lebih mudah. 

    Salah satu contohnya adalah kamu bisa memesan berbagai macam barang kebutuhan melalui online marketplace, tidak perlu jauh-jauh datang ke toko.

    Baca Juga: Kegiatan Distribusi: Tujuan, dan Manfaatnya dalam Bisnis

    Tujuan Distribusi 

    Dari pengertiannya, bisa kamu pahami bahwa tujuan distribusi adalah untuk menyalurkan dan mengantarkan barang hasil produksi dari produsen kepada konsumen. Selain itu, ternyata masih ada tujuan lainnya, bahkan dalam lingkup yang luas, antara lain:

    Untuk Menjamin Keberlangsungan Produksi

    Kegiatan distribusi yang dilakukan dengan baik akan mampu menjaga keterkaitan antara suatu proses produksi, sehingga nantinya tidak ada produk yang menumpuk terlalu lama di gudang.

    Kondisi seperti juga berlaku untuk produsen besar dan menengah. Sedangkan bagi produsen kecil, mereka dapat melakukan penjualan secara langsung untuk mempersingkat saluran distribusi mereka.

    Baca Juga: Benarkah Produksi adalah Faktor Utama dalam Bisnis?

    Untuk Menjaga Sistem Ekonomi dan Bisnis

    Sebenarnya, tidak semua produsen dapat menyediakan barang dan jasa mereka sendiri. Di sinilah, distributor berperan penting dalam menjaga suatu perekonomian bisnis untuk tetap berjalan. 

    Produsen akan mengalami kerugian bila barang dan jasa yang sudah tersedia tidak segera didistribusikan dan hanya tersimpan di gudang. Sementara, konsumen juga akan mendapat kerugian apabila terjadi kekurangan barang dan jasa yang mereka butuhkan. 

    5 Jenis Distribusi

    Kegiatan distribusi dapat digolongkan menjadi lima jenis. Kelima jenis distribusi tersebut adalah:

    1. Distribusi Langsung

    Jenis distribusi langsung dapat diartikan sebagai kegiatan pendistribusian barang dagangan yang dilakukan secara langsung. Dengan kata lain, produsen juga bertindak sebagai distributor untuk memasarkan produknya dan mengantarkannya secara langsung kepada konsumen.

    Ciri utamanya adalah proses distribusi ini dilaksanakan tanpa adanya keterlibatan pihak ketiga. Biasanya, proses pendistribusian secara langsung mengharuskan perusahaan untuk mempertimbangkan kembali ukuran investasinya. Setiap perusahaan juga akan memiliki tingkat investasi yang berbeda untuk menerapkan sistem ini.

    Ada 5 jenis distribusi yang biasa digunakan.

    2. Distribusi Tidak Langsung

    Jenis distribusi tidak langsung tentu saja melibatkan pihak ketiga. Biasanya, produsen barang dan jasa akan menggunakan perantara untuk aktivitas penjualannya, baik oleh perorangan maupun dengan afiliasi.

    Umumnya, setiap bisnis atau perusahaan memiliki layanan pengiriman yang sudah mereka percayai, tergantung pada kebutuhan dan modal dari perusahaan itu sendiri.

    3. Distribusi Intensif

    Distribusi intensif biasanya dilakukan oleh produsen kepada pihak retail. Pihak perusahaan atau produsen akan mengirimkan barang hasil produksinya pada retail di berbagai lokasi. 

    Namun, pada praktiknya, tidak semua produk dapat menggunakan jenis distribusi intensif. Kenapa? Karena, ada beberapa perusahaan yang hanya akan menjual barang ataupun jasa yang mudah dijual dengan mendistribusikannya secara intensif. Contohnya, produk makanan atau minuman yang tidak butuh banyak cara untuk menjualnya.

    4. Distribusi Eksklusif

    Jenis distribusi ini adalah kegiatan yang dilakukan oleh produsen dengan cara membuat kesepakatan dengan pihak pengecer, sebagai penjual produk yang hanya melalui etalase khusus. Contohnya, kesepakatan antara perusahaan Apple dengan AT&T dalam proses pendistribusian produk mereka di Amerika. 

    5. Distribusi Selektif

    Jenis yang terakhir adalah distribusi selektif, yang merupakan jalan tengah antara distribusi eksklusif dan intensif. Jenis ini berjalan dengan mendistribusikan barang ke banyak lokasi. 

    Contohnya, produk sepatu dan pakaian besar yang dipilih secara selektif seperti merek sepatu Nike. Selain menjual pada tokonya sendiri, produk dari merek Nike juga dapat ditemukan di beberapa toko olahraga.

    Dari lima jenis distribusi tadi, ada satu kesimpulan yang bisa ditarik, bahwa saluran distribusi pun bisa digolongkan menjadi lima macam, yakni:

    1. Produsen > Konsumen

    2. Produsen > Pengecer > Konsumen

    3. Produsen > Pedagang Usaha Besar > Pengecer > Konsumen

    4. Produsen > Agen > Pengecer > Konsumen

    5. Produsen > Agen > Pedagang Usaha Besar > Pengecer > Konsumen

    Tahapan Saluran Distribusi

    Ada beberapa tahap yang harus dilalui dalam proses distribusi, yaitu:

    Produsen

    Tahapan ini adalah saat pemilik produk menjual produk mereka pada distributor, sehingga pemilik juga memiliki tanggung jawab dalam hal ketersediaan produk. Pada tahap ini, biasanya produsen harus membuat kesepakatan dengan penyalur agar proses penyaluran produk dapat berjalan dengan baik dan lancar. 

    Baca Juga: Produsen adalah: Definisi, Tujuan, Contoh, Hak dan Kewajiban

    Distributor

    Selanjutnya, pihak penyalur yang melakukan pembelian barang secara langsung dari pembuat/produsen, akan menjual barang kepada pihak retail atau grosir. Jadi, pihak penyalur tidak hanya memiliki satu produsen, untuk menjamin produk mereka dapat dijual kembali dengan harga yang lebih murah.

    Sub-Distributor

    Sub-distributor adalah pihak yang melakukan pembelian produk dari distributor utama. Umumnya, distributor utama yang akan menentukan titik penyaluran untuk produk sub-distributor.

    Grosir

    Grosir merupakan usaha yang dijalankan dengan melakukan perdagangan dengan cara membeli produk dari pihak penyalur, kemudian dijual kembali kepada pengecer dan pedagang besar.

    Pedagang Eceran

    Pedagang eceran atau yang biasa disebut pengecer umumnya melakukan kegiatan penjualan langsung kepada konsumen tingkat akhir. Konsumen tingkat akhir merupakan tujuan utama dari kegiatan distribusi karena mereka tidak akan menjual kembali produk tersebut alias digunakan untuk keperluan pribadi. 

    Konsumen

    Konsumen disebut sebagai tahap terakhir dari saluran distribusi karena merupakan pembeli tingkat akhir yang akan menikmati barang ataupun layanan secara langsung untuk tujuan dan kebutuhan pribadinya masing-masing.

    Cara Melakukan Distribusi

    Proses distribusi adalah suatu hal yang memerlukan cara-cara atau perlakuan-perlakuan khusus agar barang atau jasa tersebut dapat sampai ke tangan konsumen. 

    Berikut cara melakukan distribusi yang biasa dilakukan oleh para produsen dalam mendistribusikan barang atau jasanya kepada konsumen, yaitu:

    • Melalui Pedagang

    Pedagang besar menerima barang dari produsen. Kemudian diteruskan kepada pedagang pengecer atau pedagang kecil, yang akhirnya sampai ke konsumen.

    • Melalui Koperasi

    Koperasi menyalurkan barang-barang yang diperlukan para anggota.

    • Melalui Toko atau Agen

    Ada beberapa jenis hasil produksi yang secara khusus disalurkan melalui toko atau agen perusahaan, misalnya toko sepatu dan toko emas.

    • Melalui Penjualan dari Rumah ke Rumah

    Penyalur barang-barang kadang-kadang menjajakan langsung dari rumah ke rumah (door to door), misalnya gas untuk kompor, tukang kue, dan penjual buah-buahan.

    Cara Memilih Saluran Distribusi

    Jika kamu berpikir bahwa cara melakukan distribusi bisa dengan mudah dilakukan, anggapan itu salah. Perlu adanya tips khusus dalam cara melakukannya agar bisa tepat sasaran, agar proses pendistribusian bisa berjalan dengan baik.

    Mempertimbangkan Kompetitor Bisnis

    Sebelum kamu memilih distribution channel yang tepat, kamu sebaiknya harus mempertimbangkan terlebih dahulu mengenai kompetitor. Ini merupakan hal yang sangat penting, karena bila kompetitor mengabaikan beberapa distribution channel , artinya poin tersebut bisa menjadi celah keuntungan untuk kamu sebagai pihak produsen..

    Contohnya, bila kompetitor memilih untuk mendistribusikan produknya melalui pedagang besar, kamu bisa mengambil celah keuntungan melalui penjualan langsung dari internet, sehingga konsumen bisa lebih mudah dalam menjangkau produk yang kamu hasilkan. .

    Baca Juga: Analisis Kompetitor: Tujuan, Manfaat, dan Contoh

    Periksa Biaya dan Manfaatnya

    Pihak produsen sebaiknya mempertimbangkan untuk membuat suatu sistem pendukung, misalnya biaya dan manfaatnya. Saat kamu sudah memutuskan saluran distribusi tertentu, maka akan cukup sulit untuk mengembalikan keputusan tersebut. 

    Tetapkan Urutan Prioritas

    Sebagai pihak konsumen, kamu bisa mencoba untuk membuat urutan prioritas berdasarkan perkiraan penghasilan paling tinggi yang bisa kamu dapatkan setiap tahun dengan setiap pilihan distribusi yang ada. 

    Akan lebih baik pula kalau kamu memilih pilihan yang bisa menjangkau banyak pelanggan dan masih bisa terjangkau dalam anggaran biaya. .

    Ingat, sebaiknya kamu dan pihak produsen lainnya tidak memilih salah satu saluran distribusi hanya karena alasan standar industri atau memilih cara yang paling nyaman untuk kamu..

    Contoh Distribusi

    Sekarang, kamu sudah mengetahui bahwa distribusi adalah proses penyaluran atau pengantaran barang dan jasa. Kamu juga sudah tahu tujuan distribusi dan jenis-jenisnya. 

    Untuk lebih memperjelas pemahaman mengenai proses distribusi, berikut ada beberapa contoh distribusi yang bisa kamu pelajari. 

    1. Contoh distribusi tidak langsung: Konsumen membeli bawang merah dari pedagang bawang di pasar yang memperoleh bawangnya dari petani bawang. 
    2. Contoh distribusi langsung: Konsumen membeli telur ayam langsung dari peternak unggas. Pendistribusian ini dilakukan tanpa perantara, yaitu produksi telur ayam, didistribusikan langsung dari peternak ayam ke konsumen.
    3. Contoh distribusi langsung: Konsumen yang membeli produk melalui e-commerce belanja online. Ini bisa disebut dengan penjualan langsung jika konsumen membeli dari pihak produsen. Namun, jika ternyata pihak penjual adalah orang yang bertindak sebagai reseller, kegiatan ini tergolong dalam jenis distribusi tidak langsung.

    Kesimpulan

    Pengertian distribusi adalah salah satu kegiatan ekonomi yang bisa dibilang menggabungkan proses produksi dan proses konsumsi dengan cara menyalurkan barang-barang yang dihasilkan oleh produsen kepada konsumen.

    Pelaku distribusi biasa disebut distributor, sedangkan orang atau perusahaan yang melakukan kegiatan usaha biasa disebut mitra usaha. Kegiatan distribusi dilakukan untuk menjamin proses produksi dan memastikan barang sampai ke tangan konsumen dengan aman dan memudahkan dalam memperoleh produk tersebut.

    Kegiatan distribusi tentu erat kaitannya dengan tahapan pemasaran dan penjualan. Jika kamu adalah salah satu pihak produsen, kamu bisa memilih dengan cermat, saluran distribusi seperti apa yang kamu butuhkan. Bila kamu memilih untuk menggunakan sistem distribusi langsung, ada aplikasi seperti majoo yang bisa membantu kamu dalam memudahkan proses pemasaran.

    Aplikasi Majoo menyediakan banyak fitur seperti order online, self order, bahkan aplikasi dashboard untuk membantu kamu mengontrol bisnis lebih mudah dan praktis. So, tunggu apa lagi? Langganan sekarang, yuk

    Pertanyaan Terkait

    • Langkah-langkah kegiatan distribusi bisa digolongkan menjadi lima macam, yakni: (1) Produsen > Konsumen, (2) Produsen > Pengecer > Konsumen, (3) Produsen > Pedagang Usaha Besar > Pengecer > Konsumen, (4) Produsen > Agen > Pengecer > Konsumen, (5) Produsen > Agen > Pedagang Usaha Besar > Pengecer > Konsumen.
    • Pelaku dari distribusi antara lain (1) Produsen, (2) Distributor, (3) Sub-Distributor, (4) Grosir, (5) Pedagang Eceran
    • Saluran distribusi ada 5, yaitu: (1) Produsen, (2) Distributor, (3) Sub-Distributor, (4) Grosir, (5) Pedagang Eceran

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Valuasi adalah: Pengertian dan Cara Menghitungnya
    Valuasi adalah perhitungan nilai sebuah perusahaan dengan mempertimbangkan berbagai faktor. Besar maupun kecil, valuasi menjadi hal yang sangat penting.
    Fair Value adalah: Tujuan dan Cara Menghitung
    Nilai Wajar atau Fair Value adalah alat yang sangat berguna untuk membantu pengguna memahami keuangan perusahaan, terutama situasi keuangan saat ini.
    Daftar UMKM Online: Syarat dan Manfaatnya
    Daftar UMKM online bisa dilakukan dengan praktis. Manfaatnya antara lain agar mudah mengembangkan usaha dan untuk mendapatkan bantuan dana dari pemerintah.
    9 Contoh Surat Izin Tidak Masuk Kerja Singkat
    Berikut beberapa contoh surat izin tidak masuk kerja yang dibuat secara singkat dan ringkas. Bisa digunakan sebagai referensi.