Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    Konsumen adalah Raja. Benarkah?

    Konsumen adalah pihak yang mengonsumsi suatu produk.

    'Konsumen adalah Raja', istilah ini pastinya sudah sangat sering terdengar di dunia bisnis. Lantas, apakah memang seperti itu pengertian konsumen yang sebenarnya? Tentu saja tidak.

    Konsep konsumen adalah raja biasanya dijadikan sebagai sebuah patokan bagi pelaku bisnis untuk ‘memuliakan’ konsumennya, dengan memberikan sesuatu yang mereka inginkan dan menuruti kemauannya. 

    Jadi, hal itu bukanlah penjelasan dari pengertian konsumen. Hanya sebuah istilah yang digunakan untuk menunjukkan bahwa mungkin suatu bisnis tidak berarti apa-apa tanpa adanya konsumen. 

    Sederhananya, konsumen artinya pihak yang menghabiskan barang dagangan kita. Jadi, tanpa adanya konsumen kegiatan ekonomi tidak akan terjadi.

    Lantaran itulah, pelaku bisnis dituntut untuk selalu bisa memberi pelayanan terbaik kepada konsumen. Pelayanan ini dilakukan dengan bersikap ramah, selalu tersenyum, informatif, dan sabar dalam menghadapi konsumen. 

    Jika tidak dilayani dengan baik, konsumen tidak akan ragu meninggalkan produk atau jasa yang ditawarkan tersebut dan pelaku bisnis pun akan mengalami kerugian. Dengan demikian, perlu tercipta keseimbangan antara produsen dan konsumen. Produsen juga perlu bisa membaca keinginan konsumen.

    Dalam keseharian, kamu tentu cukup akrab dengan kegiatan jual beli. Entah menjadi pedagang, atau menjadi pembeli yang kerap disebut dengan konsumen. Meski secara sadar atau tidak, kamu sudah menjadi konsumen, namun tak semua mengetahui pengertian konsumen atau kegiatan mengonsumsi itu sendiri. 

    Baca Juga: Mengapa Konsumen Dianggap Sebagai Raja?

    Pengertian Konsumen 

    Konsumen adalah seseorang, kelompok tertentu, instansi, lembaga, atau organisasi yang membeli, menerima, mengkonsumsi, atau menggunakan produk barang atau jasa yang ditawarkan. 

    Selain itu, pengertian konsumen adalah setiap orang pemakai barang atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.

    Kegiatan konsumen ini disebut dengan konsumsi. Kepentingan konsumen adalah memenuhi kebutuhannya dengan memperhitungkan keterjangkauan daya belinya. 

    Macam-macam Pengertian Konsumen 

    Menurut Sri Handayani 

    Secara harfiah (sebagai alih bahasa dari consumer), konsumen artinya adalah “seseorang yang membeli barang atau menggunakan jasa''; atau ''seseorang atau sesuatu perusahaan yang membeli barang tertentu atau menggunakan jasa tertentu''.

    Bisa juga diartikan sebagai ''sesuatu atau seseorang yang menggunakan suatu persediaan atau sejumlah barang", ada pula yang memberikan arti lain yaitu konsumen adalah ''setiap orang yang menggunakan barang atau jasa dalam berbagai perundang-undangan negara”.

    Menurut Az. Nasution 

    Konsumen adalah setiap orang yang mendapatkan barang atau jasa digunakan untuk tujuan tertentu. Az Nasution juga mendefinisikan dua pengertian konsumen lainnya, yaitu konsumen antara dan konsumen akhir. Konsumen antara adalah setiap orang yang mendapatkan barang dan/jasa untuk digunakan dengan tujuan membuat barang/jasa lain atau untuk diperdagangkan (tujuan komersial).

    Sementara, konsumen akhir adalah setiap orang alami yang mendapat dan menggunakan barang dan/atau jasa untuk tujuan memenuhi kebutuhan hidupnya pribadi, keluarga dan atau rumah tangga dan tidak untuk diperdagangkan kembali (nonkomersial). 

    Menurut Pasal 1 angka 2 UUPK 

    Pengertian konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.

    Dari beberapa pengertian konsumen tadi, bisa disimpulkan bahwa pada intinya konsumen adalah setiap orang yang memakai barang atau jasa yang tersedia dalam masyarakat dengan maksud untuk memenuhi kebutuhan hidupnya maupun untuk berbagai kepentingan tanpa memperdagangkannya kembali.

     Ada beberapa pengertian konsumen.

    Jenis-jenis Konsumen

    Sesuai dengan penjelasan tadi, ada dua jenis konsumen, yaitu: 

    Konsumen Individu

    Konsumen ini membeli produk untuk digunakan dalam kebutuhannya sendiri. Mereka juga disebut konsumen akhir.

    Konsumen Organisasi

    Konsumen ini menggunakan barang atau jasa yang dibelinya untuk keperluan organisasi tersebut. Misalnya perusahaan membeli stok bahan baku untuk operasional perusahaan.

    Hak Konsumen

    Ada 4 hak dasar konsumen, yaitu:

    • Hak untuk mendapatkan keamanan (the right to safety)
    • Hak untuk mendapatkan informasi (the right to be informed)
    • Hak untuk memilih (the right to choose)
    • Hak untuk didengar (the right to be heard)

    Empat hak dasar ini sudah diakui secara internasional. Bahkan, dalam perkembangannya, organisasi-organisasi konsumen yang tergabung dalam The International Organization of Consumer Union (IOCU) menambahkan lagi beberapa hak, seperti hak mendapatkan pendidikan konsumen, hak mendapatkan ganti kerugian, dan hak mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat 

    Dalam pasal 4 UUPK, hak dasar konsumen tadi dijelaskan secara lebih rinci, seperti berikut. 

    • Hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa
    • Hak untuk memilih barang dan jasa serta mendapatkan barang dan/atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan
    • Hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa
    • Hak untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan jasa yang digunakan
    • Hak untuk mendapatkan advokasi, perlindungan, dan upaya penyelesaian sengketa perlindungan konsumen secara patut
    • Hak untuk mendapatkan pembinaan dan pendidikan konsumen
    • Hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif; Hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi atau penggantian apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya
    • Hak-hak yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya. 

    Hak-hak konsumen dalam UUPK sebenarnya bersumber dari hak-hak dasar hukum yang diakui secara internasional yang pertama kali dikemukakan oleh John F. Kennedy, Presiden Amerika Serikat (AS), pada tanggal 15 Maret 1962, melalui “A Special Message for The Protection of Consumer Interest” atau yang lebih dikenal dengan istilah “Deklarasi Hak Konsumen” (Declaration of Consumer Right). 

    Kewajiban Konsumen 

    Jika ada hak, pastinya ada kewajiban. Sebagai konsumen yang baik, perlu dipahami kewajiban-kewajiban yang ditaati. 

    Hal tersebut merupakan salah satu faktor penting pembentukan konsumen yang cerdas, jadi konsumen tidak hanya memahami dan mengerti akan haknya saja, akan tetapi juga memahami dan mengerti kewajibannya sebagai konsumen yang baik. 

    Pasal 5 UUPK menjelaskan tentang kewajiban konsumen, yaitu:

    • Membaca atau mengikuti petunjuk informasi dan prosedur pemakaian atau pemanfaatan barang dan/atau jasa, demi keamanan dan keselamatan. 
    • Beritikad baik dalam melakukan transaksi pembelian barang dan/atau jasa. 
    • Membayar sesuai dengan nilai tukar yang disepakati. 
    • Mengikuti upaya penyelesaian hukum sengketa perlindungan konsumen secara patut. 

    Baca Juga: Pelanggan Adalah: Pengertian, Jenis, dan Karakteristiknya

    Tipe dan Contoh Konsumen 

    Ada berbagai contoh konsumen bila dilihat dari tipe-tipe yang ada, antara lain: 

    Konsumen yang Hanya Melihat-lihat

    Pada awalnya, semua contoh konsumen pasti berada di tahap ini. Mereka mengunjungi toko online atau offline hanya untuk melihat-lihat tanpa ada tujuan.

    Dalam hal ini, konsumen adalah pihak yang hanya mementingkan pengalaman mereka mengitari toko, sambil melihat-lihat tanpa harus berbelanja, atau sering disebut window shopping

    Namun, bukan tidak mungkin konsumen yang seperti ini melakukan pembelian. Jika memang barang terlihat menarik, disertai dengan promo dan harga yang masuk akal tentu mereka akan membelinya. 

    Karena itulah, penting untuk mengadakan promo-promo menarik yang berbeda setiap waktunya dengan tujuan untuk membuat konsumen tertarik untuk membeli. 

    Konsumen Baru

    Jika contoh konsumen sebelumnya adalah tipe yang belum tahu apa yang mau dibeli, tipe konsumen baru umumnya sudah menentukan barang incaran. 

    Namun, mereka bisa jadi belum tahu brand apa saja yang tersedia di pasaran. Di tahap ini biasanya mereka akan mencari tahu apa saja kelebihan dan kekurangan dari masing-masing brand

    Ditambah lagi, mereka akan mempertimbangkan keuntungan dari segi materi. Misalnya, apakah brand A memiliki promo, diskon atau cashback yang lebih besar. 

    Konsumen yang Mencari Diskon

    Konsumen yang mencari diskon adalah contoh konsumen yang biasanya mencari promo sebesar-besarnya dan paling menguntungkan.

    Untuk menarik jenis konsumen seperti ini, kamu harus pintar merancang promo. Selain menurunkan harga alias diskon, kamu juga bisa menggunakan metode bundling package

    Misalnya, mengadakan promo beli 2 produk jadi lebih murah atau pembelian minimal 3 barang untuk mendapatkan reward atau memanfaatkan metode cashback dengan e-wallet untuk menarik konsumen. 

    Baca Juga: Cashback adalah: Arti dan Bedanya dengan Diskon

    Konsumen Impulsif

    Konsumen seperti ini merupakan contoh konsumen yang dinilai dapat membantumu dalam meningkatkan penjualan. Kenapa? Karena conversion rate yang dihasilkan dari konsumen impulsif cukup besar. Biasanya terbesar kedua setelah para pelanggan yang loyal. 

    Umumnya, tipe konsumen ini tidak memiliki daftar belanja tertentu dan membeli barang secara spontan. Jadi, saat mereka melihat barang menarik dengan promo yang menguntungkan, mereka akan segera membelinya. Oleh karena sifatnya yang impulsif, strategi direct selling juga bisa menjadi metode untuk menggaet konsumen. 

    Konsumen Berbelanja Sesuai Kebutuhan

    Tipe konsumen yang berbelanja sesuai kebutuhan merupakan penggambaran bahwa konsumen adalah pihak yang membeli atau mengonsumsi produk dengan lebih terorganisir.

    Mereka akan belanja dan melakukan pembelian berdasarkan kebutuhan. Biasanya, ketika masuk toko offline, mereka akan langsung menuju etalase produk yang dituju, tanpa melihat produk-produk lainnya.

    Meski sudah tahu barang apa yang akan dibeli, umumnya mereka tetap akan membandingkan satu brand dengan brand lain. 

    Dalam hal ini, mereka akan melihat mana brand yang lebih menguntungkan dari segi manfaat hingga harga. Jika memang produk tersebut cocok, mereka akan menjadi konsumen yang loyal untuk brand-mu.

    Konsumen Loyal

    Tipe konsumen selanjutnya adalah pelanggan yang loyal alias setia. Konsumen ini sudah melakukan pembelian berkali-kali karena sudah percaya dengan brand atau tokomu. 

    Untuk mempertahankan konsumen tipe ini, kamu harus menerapkan strategi retensi konsumen. Misalnya, dengan mengadakan program loyalty atau rewards setiap jumlah pembelanjaan tertentu. 

    Konsumen Ekspresif

    Jenis konsumen yang satu ini umumnya dapat dihadapi dengan melakukan kontak langsung karena mereka adalah contoh konsumen yang ekspresif cenderung mengungkapkan semua emosinya, baik itu senang, kecewa, atau marah. 

    Berbicara langsung dengan konsumen dapat meningkatkan kepercayaannya terhadap brand. Kamu bisa mengajaknya interaksi sambil menjelaskan keunggulan produk. Kamu juga bisa menampilkan berbagai review produk kepadanya supaya lebih tertarik untuk membeli.  

    Baca Juga: Review 5 Toko Online Terbaik dan Terpopuler di Indonesia

    Konsumen Kritis

    Tidak berlebihan bila banyak pebisnis atau pihak sales dan marketer yang mengeluhkan contoh konsumen seperti ini. Karena bila salah bicara atau salah langkah, risikonya adalah brand-mu akan menerima dampak buruk.

    Kamu harus pakai taktik yang tepat dalam menghadapi konsumen kritis dan suka menyampaikan keluhannya. Kamu perlu membangun sebuah sistem customer service yang solid dan bisa membantu pelanggan memecahkan masalahnya.  Bahkan kamu juga harus merancang strategi untuk menanggapi keluhan yang mungkin mereka sampaikan di media sosial.

    Konsumen yang Suka Menganalisis

    Konsumen adalah pihak yang membeli sebuah produk dengan berbagai pertimbangan. Hal inilah yang menjadi inti dari contoh konsumen tipe yang satu ini. 

    Biasanya, konsumen ini akan memeriksa dan memperhatikan detail produk. Mereka akan membandingkan beberapa produk dan mempertimbangkan yang lebih sesuai dengan kebutuhannya. 

    Dalam menghadapi tipe konsumen ini, kamu juga harus memperhatikan setiap detail produkmu. Jangan sampai ada hal yang terlewat sehingga membuat tipe konsumen ini enggan membeli. 

    Dari penjelasan mengenai pengertian konsumen tadi, rasanya sudah menjadi lebih mudah bagi kamu sebagai pebisnis untuk mengambil langkah yang tepat dalam mewujudkan kepuasan konsumen, bukan? 

    Ingat, istilah konsumen adalah raja bisa berlaku pada konsumen yang juga menganggap pihak pebisnis atau produsennya sebagai raja. Artinya, sama-sama bisa menghormati hak dan kewajiban masing-masing sehingga sama-sama bisa mendapatkan keuntungan. 

    Jangan lupa untuk melengkapi bisnismu dengan aplikasi keuangan yang lengkap seperti majoo, ya! Manfaatkan berbagai fitur praktis dan menarik yang dapat disesuaikan dengan segala kebutuhan. Ayo berlangganan sekarang!

    Pertanyaan Terkait

    • Konsumen adalah seseorang, kelompok tertentu, instansi, lembaga, atau organisasi yang membeli, menerima, mengkonsumsi, atau menggunakan produk barang atau jasa yang ditawarkan. Selain itu, pengertian konsumen adalah setiap orang pemakai barang atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.
    • Ada berbagai contoh konsumen bila dilihat dari tipe-tipe yang ada, antara lain: (1) Konsumen yang Hanya Melihat-lihat, (2) Konsumen Baru, (3) Konsumen yang Mencari Diskon, (4) Konsumen Impulsif, (5) Konsumen Berbelanja Sesuai Kebutuhan, (6) Konsumen Loyal, (7) Konsumen Ekspresif, (8) Konsumen Kritis, (9) Konsumen yang Suka Menganalisis
    • Dalam biologi, konsumen tingkat I (primer) adalah organisme yang mengonsumsi produsen (misalnya belalang), konsumen tingkat II (sekunder) adalah organisme yang memangsa konsumen primer (misalnya katak), konsumen tingkat III (tersier) adalah organisme yang mengonsumsi konsumen sekunder (misalnya ular). Dalam dunia bisnis, konsumen tingkat 1 langsung membeli dari produsen, konsumen tingkat 2 langsung membeli dari distributor, sementara konsumen tingkat 3 dari pengecer.

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Quick Ratio adalah: Kelebihan dan Kekurangannya
    Quick ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur likuiditas jangka pendek suatu perusahaan. Apa saja kelebihan dan kekurangan quick ratio?
    Newsletter adalah: Definisi, Manfaat, dan Tips Newsletter
    Newsletter adalah tools yang dapat menjembatani perusahaan dengan pelanggan untuk berbagi informasi penting dan menarik terkait perusahaan secara rutin.
    Benarkah Termin adalah Istilah untuk Cicilan atau Uang Muka?
    Termin adalah sistem pembayaran dengan jangka waktu berdasarkan kesepakatan, atau terkait syarat yang telah disepakati saat akad jual secara kredit.
    Payback Period Adalah: Dari Rumus Sampai Contohnya
    Sederhananya, pengertian payback period adalah jangka waktu yang diperlukan untuk mengembalikan nilai investasi yang telah dikeluarkan.