Table of Content

    Menjadi Seorang Manajer: Tugas, Peran, dan Level

    Menjadi manajer berarti harus memiliki kemampuan mengatur operasional di perusahaan agar alur pekerjaan dapat berjalan dengan baik.

    “Bisnismu sudah besar, waktunya kamu punya manajer supaya nggak keteteran,” saran seorang pengusaha besar ketika berbincang dengan seorang pengusaha kecil.

    “Hubungi saja manajernya, endorse artis X nggak bisa dihubungi langsung,” celetuk teman yang sudah memakai jasa endorsement selebriti.

    Ya, manajer. Tukang atur-atur. Begitu versi sederhananya. Sebuah peran vital yang diperlukan ketika bisnismu makin berkembang.

    Saat bisnis masih merangkak di bawah, banyak kegiatan usaha yang masih bisa dilakoni sendirian atau dengan tim kecil.

    Namun ketika usahamu membesar, kegiatan produksi bertambah besar juga. Pun jumlah karyawan kian banyak, dan urusan makin kompleks.

    Agar lebih memahami fungsi, peran, dan hal penting lainnya dari seorang manajer. Yuk, simak penjelasannya di bawah ini.

    Baca Juga: Apa itu Leadership: Jenis-jenis dan Contoh Leadership 

    Definisi Manajer

    Sebelum bahasan makin jauh, mari kita mulai memahami definisi manajer dari para ahli. Berikut beberapa di antaranya:

    Kimbal dan Kimbal (The Principle of Management, 1951). Manajer adalah seseorang yang fungsi dan tugasnya meliputi pengaturan perusahaan dalam hal pembiayaan, penyediaan, dan mengatur seluruh peralatan di sebuah perusahaan/organisasi.

    James A.F. Stoner (Management, 1872). Manajer adalah seseorang yang melakukan segala perencanaan, proses, pengorganisasian, pengarahan, serta pengawasan usaha dari para anggota organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.

    KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi ke-5). Manajer adalah (1) Orang yang mengatur suatu pekerjaan atau kerja sama di antara berbagai kelompok atau sejumlah orang untuk mencapai sasaran. 

    (2) Orang yang berwenang dan bertanggung jawab untuk membuat rencana, mengatur, memimpin, dan mengendalikan pelaksanaannya untuk mencapai sasaran tertentu.

    Robert Tanenbaum (Leadership Organization, 1961). Manajer adalah seseorang yang dapat mengarahkan orang lain dan bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut.

    Oxford Learner's Pocket Dictionary, 2020. Manajer adalah orang yang dapat mengorganisir bisnis, tim olahraga, dan lain-lain.

    Millet (Management in the Public Service, 1954). Manajer adalah orang yang memimpin serta mengatur kinerja sekumpulan orang. Orang tersebut sudah diatur secara formal dalam sebuah kelompok dengan tujuan memperoleh tujuan bersama.

    Dari beberapa definisi di atas, ada tiga kata kunci jika kita membahas mengenai manajer: orang yang mengatur, sekumpulan orang yang diatur, dan aktivitas pengaturan untuk tujuan bersama.

    Perbedaan Manajer dan Pemimpin

    Jika manajer bertugas mengatur keberlangsungan sebuah usaha, lalu sebetulnya apa bedanya dengan seorang pemimpin?

    Mari kita bahas perbedaannya satu per satu, ya.

    • Fokus Utamanya

      Pemimpin: Membangun visi. Berfokus pada visi mengenai gambaran pencapaian di masa depan kemudian menginspirasi orang lain agar mewujudkan visi tersebut menjadi hal yang nyata.

      Manajer: Membangun tujuan. Berfokus pada aktivitas yang sifatnya mengatur dan  mengukur agar tujuan yang sudah dibuat pemimpin perusahaan dapat tercapai.

    • Fleksibilitas

      Pemimpin: Berinovasi. Sering kali harus berinovasi untuk menciptakan pembaruan dengan tetap berfokus pada tujuan perusahaan.

      Manajer: Mempertahankan. Menjaga budaya dan sistem yang telah ditetapkan pemimpin agar aktivitas di perusahaan tetap dapat diawasi dan terukur demi tercapainya tujuan perusahaan.

    • Ide

      Pemimpin: Memberikan ide. Ide yang ada dalam pikiran pemimpin diberikan kepada karyawan untuk diwujudkan.

      Manajer: Mewujudkan ide. Berusaha keras mengatur semua sumber daya di perusahaan  untuk membuat ide yang dilontarkan pemimpin dapat diwujudkan.

    • Risiko

      Pemimpin: Mengambil risiko. Selalu ingin berinovasi yang diikuti serangkaian risiko. No pain, no gain, kan? Pemimpin berani mengambil keputusan berisiko namun tetap berpotensi meraup keuntungan.

      Manajer: Mengatur risiko. Risiko yang membayangi keputusan pemimpin diatur sedemikian rupa dengan mengeset tim kerja yang baik. Hal ini dilakukan manajer agar tujuan perusahaan tetap tercapai tanpa gangguan dari risiko tersebut.

    • Fokus Operasional

      Pemimpin: Fokus pada proses. Proses adalah hal yang dipelajari oleh pemimpin. Keberhasilan dan kegagalan dalam sebuah proses menjadi bahan pertimbangan untuk pembuatan keputusan perusahaan.

      Manajer: Fokus pada hasil. Hasil menjadi fokus aktivitas manajer ketika mengerahkan sumber daya perusahaan. Manajer akan membuat strategi yang baik untuk mendapatkan hasil terbaik dan menguntungkan perusahaan.

    • Tujuan

      Pemimpin: Misi jangka panjang. Membuat tujuan jangka panjang dan rencana besar dari sebuah perusahaan. Membuat misi baru, mengubah arah tujuan perusahaan biasa dilakukan pemimpin

      Manajer: Mematuhi misi pemimpin. Bekerja sesuai dengan apa yang sudah dicanangkan oleh pemimpin. Manajer memecah misi jangka panjang menjadi jangka pendek beserta strateginya yang terukur. Manajer tak punya wewenang mengubah tujuan, hanya merealisasikan.

    • Karyawan

      Pemimpin: Pengikut. Pemimpin memiliki orang yang percaya padanya dan mengikutinya.

      Manajer: Bawahan. Memimpin tim yang isinya adalah orang-orang yang memang sudah ditentukan oleh perusahaan.

    Sampai sini sudah jelas ya kalau pemimpin dan manajer itu berbeda. Namun, bukan berarti kamu tak bisa menjadi keduanya. Kebutuhan adanya manajer atau tidak tentu dipengaruhi oleh besar kecilnya usaha yang sedang kamu rintis.

    Memang, secara ideal seorang pemilik usaha yang sukses merupakan seorang manajer sekaligus seorang pemimpin yang baik.

    Baca Juga: Penilaian Kinerja Karyawan: Pengertian, Indikator, & Contoh

    Tugas Manajer

    Oke, sekarang kamu sudah memahami mengenai definisi manajer dan bedanya dengan pemimpin. Kini, kita pelajari 5 tugas manajer dalam perusahaan.

    1. Perencanaan. 

    Manajer merencanakan mengenai soal rencana bisnis, kebutuhan tenaga kerja, target pertumbuhan, hingga penyusunan anggaran bersama timnya agar perusahaan dapat berkembang dan tujuan perusahaan bisa tercapai.

    2. Pengaturan. 

    Manajer melakukan pengaturan pekerjaan, pendistribusian tugas, penetapan target, penyusunan prosedur operasional dan standar kinerja, serta penerapan proses kerja yang efisien.

    3. Pengawasan. 

    Tugas ini diikuti dengan pengendalian tim agar semua kegiatan dilakukan sesuai rencana. Dalam pengawasannya, manajer harus mampu mengidentifikasi hambatan tim dan memberikan solusinya.  

    4. Evaluasi. 

    Tugas mengevaluasi ini mencakup proses dalam kegiatan perusahaan dan juga evaluasi kinerja setiap karyawan.

    5. Kepemimpinan. 

    Tugas manajer ini adalah yang utama karena manajer merupakan pemimpin di setiap divisi. Sebagai pemimpin, manajer harus mampu memotivasi seluruh karyawan untuk bekerja sesuai arahan agar dapat mencapai tujuan bersama.

     Menjadi ahli strategi dan pemecah masalah adalah peran manajer yang sangat dibutuhkan agar perusahaan dapat menemukan solusi dengan baik.

    Peran Manajer

    Di dalam perusahaan, manajer memiliki peran vital yang tak bisa ditiadakan. Terlebih jika bisnismu sudah menjadi lebih besar dengan jumlah karyawan yang banyak, dan kegiatan operasional yang makin kompleks.

    Dari beragam peran manajer dalam perusahaan, mari kita rangkum menjadi 3 kelompok peran:

    • Peran antarpribadi.

      Peran manajer ini melibatkan hubungannya dengan orang lain dan kewajibannya. Manajer harus menjadi figur panutan untuk atasannya maupun tim yang berada di bawahnya. Juga untuk pihak di luar perusahaan.

    • Peran informasional.

      Peran ini maksudnya manajer sebagai penyebar dan pemantau informasi, dan sebagai juru bicara yang baik.

    • Peran pengambil keputusan.

      Peran manajer dalam perusahaan sebagai pengambilan keputusan, pemecah masalah, serta pengatur sumber daya.

    Dari 3 peran di atas, jika dijabarkan maka peran manajer dalam perusahaan bisa saja meliputi beberapa hal di bawah ini.

    Mediator Andal 

    Marcus Buckingham dan Curt Coffman dalam buku First, Break All the Rules (1999) mengatakan bahwa tugas utama seorang manajer adalah menjadi mediator antara kepentingan perusahaan dan karyawan.

    Bisa dibilang manajer adalah ‘isian sandwich’ karena berada di tengah-tengah antara pemimpin perusahaan dan karyawan.

    Karenanya dibutuhkan kemampuan komunikasi dan karakter interpersonal yang sangat baik agar mampu menjalin komunikasi yang baik.

    Tentu saja, CEO akan kesulitan jika harus menyampaikan kebijakan ke setiap karyawan dalam perusahaan. Pun demikian dengan karyawan yang aspirasinya tak bisa begitu saja disampaikan para pemimpin perusahaan.

    Butuh seorang manajer yang tanggap dan luwes untuk menjembatani kedua belah pihak.

    Ahli Strategi 

    Manajer merupakan orang yang bertanggung jawab di sebuah divisi. Walaupun manajer mengikuti target yang ditetapkan pemimpin, namun manajer adalah pengambil keputusan yang efektif agar keputusan pemimpin bisa diwujudkan dengan baik.

    Dengan pengalaman, pengetahuan, kompetensi, dan kemampuannya, manajer adalah pembuat keputusan strategis, mulai dari pembagian tugas sampai detail pengerjaannya.

    Bahkan manajer berperan juga sebagai pihak yang menentukan nasib bawahannya. Misalnya promosi dan sanksi.

    Pemecah Masalah

    Peran manajer yang sama pentingnya dengan yang lain adalah sebagai pemecah masalah yang terjadi di dalam divisi berada di bawah pimpinannya.

    Masalah yang dimaksud meliputi setiap proses kerja yang terjadi di dalam divisi sampai dengan konflik yang bisa saja ada antar karyawan.

    Misalnya manajer pemasaran perlu menyelesaikan masalah menurunnya pembelian di area tertentu dan juga menyudahi konflik di dalam tim pemasaran yang dikarenakan pembagian insentif.

    Pemandu Kekompakan Tim

    Seperti yang kita tahu, kepuasan karyawan adalah kunci dari tingginya produktivitas perusahaan. Karyawan puas, perusahaan cuan. Begitu singkatnya.

    Karyawan yang puas lahir dari senangnya mereka bekerja di dalam tim yang kompak dan produktif. Situasi yang kondusif ini membutuhkan manajer yang memiliki sikap dan kepribadian yang baik. Luwes, tegas, jelas, dan pandai mengarahkan.

    Menurut Gallup Consultant, manajer yang buruk menjadi faktor penyebab utama seseorang meninggalkan pekerjaannya. Hal ini berarti, manajer merupakan peran penting dalam perusahaan karena memengaruhi tingkat kepuasan karyawan.

    Tingkatan/Level Manajer

    Berdasarkan tinggi rendahnya wewenang, tingkatan manajer dibagi menjadi 3 tingkat. Ike Kusdyah Rachmawati dalam bukunya Manajemen Sumber Daya Manusia (2004) membaginya menjadi:

    • Manajer puncak (top management), yaitu manajer yang tugasnya membuat perencanaan jangka panjang dari perusahaan. Lalu membuat strategi secara umum dan melakukan pengarahan kepada tim manajemen di bawahnya agar tujuan perusahaan tercapai. Jabatannya: CEO (Chief Executive Order), CIO (Chief Information Officer), dan CFO (Chief Financial Officer).
    • Manajer tingkat menengah (middle management), yaitu manajer yang tugasnya menghubungkan manajer puncak dengan manajer lini pertama. Jabatan: kepala bagian, kepala proyek, atau manajer pabrik.
    • Manajer lini pertama (first-line management), yaitu manajemen dengan tingkat paling bawah. Bertugas sebagai pengawas karyawan nonmanajerial selama proses produksi. Jabatannya: penyelia/supervisor, manajer shift, manajer kantor, ataupun manajer departemen.

    Sedangkan menurut Stephen P. Robbins dan Mary Coulter (2009), berdasarkan keahlian-keahliannya, tingkatan manajer dibagi sebagai berikut:

    • Manajer puncak.  Manajer yang keahliannya lebih ke arah membuat konsep, visi, dan rencana taktis jangka panjang.
    • Manajer menengah. Manajer dengan keahlian di bidang hubungan antarmanusia.
    • Manajer jenjang bawah. Manajer yang keahliannya di bidang teknis.

    James A. F. Stoner, Edward Freeman, dan Daniel R. Gilbert (1996), membuat kategorisasi manajer berdasarkan pada cakupan aktivitas manajemen yang mereka lakukan. Menurut mereka, ada dua jenis manajer:

    • Manajer fungsional. Manajer yang bertanggung jawab atas satu aktivitas dalam perusahaan. Misalnya, manajemen keuangan atau manajemen pemasaran.
    • Manajer umum. Manajer yang bertanggung jawab atas semua aktivitas produksi, penjualan, pemasaran, dan keuangan di sebuah perusahaan atau anak perusahaan.

    Bidang-Bidang Manajer

    Di dalam suatu perusahaan, biasanya terdapat bidang-bidang yang dipimpin oleh seorang manajer. Bidang ini dibedakan berdasarkan keahlian manajerial.

    • Manajer sumber daya manusia. Tugasnya membuat strategi dan pengawasan proses dalam hal merekrut, menerima, dan melatih karyawan, mengevaluasi kinerja, dan menentukan besarnya kompensasi.
    • Manajer operasi. Tugasnya memastikan seluruh kegiatan operasional perusahaan dalam memproduksi barang dan jasa sesuai dengan waktu dan target yang ditentukan.
    • Manajer pemasaran. Tugasnya mencakup pengembangan, penetapan harga, promosi, dan distribusi barang dan jasa yang diproduksi oleh perusahaan.
    • Manajer keuangan. Tugasnya adalah merencanakan dan mengawasi fungsi akuntansi dan sumber-sumber keuangannya. Manajer ini selalu ada dalam setiap perusahaan.
    • Manajer lainnya. Bidang-bidang lain bisa jadi membutuhkan seorang manajer ataupun tidak. Selain yang tadi disebutkan di atas ada juga manajer humas, manajer litbang, dan sebagainya.

    Keterampilan yang Harus Dimiliki Seorang Manajer

    Young Entrepreneur Council (YEC) menyebutkan bahwa manajer yang baik harus memiliki kualitas dan sikap seperti: akuntabilitas terukur, sikap dan karakter yang menyenangkan, luwes bergaul, bersikap hangat, sabar, jujur, tegas, berempati, selalu positif, kompeten memimpin, dan fleksibel.

    Kualitas juga perlu dilengkapi dengan beberapa keterampilan yang harus dimiliki seorang manajer. 

    Robert Katz dalam Stephen P. Robbins dan Timothy A.Judge (2008), mengidentifikasi tiga keterampilan dasar dari seorang manajer:

    Keterampilan Teknis

    Keterampilan manajer dalam hal pengetahuan atau keahlian khusus. Keterampilan teknis merupakan dasar bagi manajer lini pertama atau tingkat rendah. 

    Misalnya keterampilan akuntansi, memperbaiki mesin, mengoperasikan software, dan sebagainya.

    Keterampilan Personal

    Keterampilan personal adalah kemampuan untuk bekerja sama, memahami, dan memotivasi anak buahnya, secara individu maupun dalam tim.

    Keterampilan personal juga meliputi keahlian berkomunikasi dan berhubungan dengan orang lain. 

    Misalnya manajer dengan kemampuan komunikasi yang persuasif mampu membuat karyawan diminta melakukan pekerjaannya dengan senang hati tanpa disuruh

    Komunikasi yang hangat dan bersahabat dari manajer akan membuat bawahannya merasa dihargai sekaligus membuat atasannya merasa didengarkan.

    Keterampilan Konseptual

    Keahlian manajer ini adalah kemampuan manajer secara mental untuk menganalisis dan mendiagnosis situasi-situasi yang sulit.

    Misalnya manajer puncak harus memiliki keterampilan dalam membuat konsep, ide, dan gagasan untuk kemajuan sebuah perusahaan.

    Dari situ, manajer dengan keterampilan konseptual yang baik akan membuat rencana kegiatan dan strategi untuk mewujudkan ide tersebut.

    Keterampilan konseptual juga menyoal keterampilan manajer dalam membuat keputusan di saat yang genting. 

    Manajer biasanya melakukan langkah ini dalam menghadapi membuat keputusan: mendefinisikan masalah, mencari beragam alternatif penyelesaian, mengevaluasi tiap alternatif, memilih alternatif terbaik, mengimplementasikan sambil diawasi.

    Baca Juga: Melakukan Manajemen Aset dan Memperlancar Operasional Bisnis 

    Kesimpulan

    Sampai sini, kamu tentu sudah memahami bahwa keterampilan seorang manajer yang begitu banyak ini tak lahir begitu saja. Ada proses yang harus dilaluinya.

    Namun demikian, jika kamu mulai merasa membutuhkan seorang manajer, semoga artikel ini membantumu. Setidaknya kamu sudah mengetahui ruang lingkup dan kemampuan apa saja yang harus dimilikinya agar tujuan dari usahamu terpenuhi.

    Agar kebutuhan perusahanmu terpenuhi, kamu perlu menambah wawasan lebih baik dengan membaca aneka artikel yang sudah majoo sediakan di sini. Semoga bisnismu kian berkembang, ya, Majoopreneurs!

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    9 Cara Memulai Bisnis dari Nol, Perhatikan Di Sini!
    Diperlukan langkah dan strategi yang matang untuk memulai sebuah bisnis. Pertimbangan ini dapat membantumu melewati setiap hambatan yang mungkin terjadi.
    Tokopedia Paylater adalah Bentuk Kenikmatan Belanja Online
    Tokopedia Paylater membantu lebih dari 100 juta pelanggan aktif Tokopedia untuk beli sekarang bayar nanti. Mau mencoba? Baca dulu tipsnya!
    RAB adalah Rencana Anggaran Biaya, Bagaimana Cara Buatnya?
    RAB adalah singkatan dari rencana anggaran dan biaya, lalu mengapa dokumen yang satu ini sangat dibutuhkan oleh pemilik usaha dalam operasional bisnis?
    Stakeholder adalah: Pengertian, Fungsi, dan Jenis
    Operasional sebuah bisnis mustahil dijalankan tanpa adanya peran stakeholder. Namun, seberapa penting sebenarnya keberadaan peran ini dalam bisnis?