Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    Multiplier Effect adalah Hal yang Penting, Mengapa?

    Multiplier effect adalah salah satu langkah yang dapat dimaksimalkan untuk meningkatkan investasi.

    Bisa dibilang multiplier effect adalah sebuah istilah yang masih belum diketahui banyak orang, termasuk mereka yang sehari-hari bergelut mengelola bisnis sebagai pemilik usaha. Terlebih bagi pelaku usaha yang bergerak di bidang usaha mikro, kecil, dan menengah, mungkin akan lebih tidak familier lagi dengan istilah yang satu ini.

    Wajar saja, sebenarnya, karena analisis yang berkaitan dengan hal ini umumnya dilakukan oleh pemerintah atau perusahaan-perusahaan berskala besar saja. Meski demikian, tak ada salahnya, kok, belajar lebih jauh karena mau tidak mau, disadari maupun tidak, setiap orang yang bergerak di bidang bisnis akan menghadapi efek ini, lho!

    Sebenarnya apa, sih, yang dimaksud dengannya? Kita simak bersama-sama, yuk!

    Multiplier Effect adalah …

    Secara sederhana, multiplier effect dapat diterjemahkan sebagai efek berganda. Umumnya, efek ini akan muncul ketika pemilik usaha maupun pemerintah melakukan intervensi dengan menambah jumlah input, walau tidak semua peningkatan input dapat memunculkan efek yang satu ini, ya!

    Efek berganda kerap diartikan sebagai pengaruh yang meluas akibat adanya peningkatan pengeluaran nasional. Alasannya cukup sederhana, pengeluaran yang dilakukan oleh suatu negara secara umum akan memengaruhi pendapatan serta konsumsi terkait komoditas di negara tersebut, sehingga ketika pengeluaran ini ditingkatkan, efeknya pun akan berlipat ganda.

    Pengaruh yang ditimbulkan oleh multiplier effect adalah sesuatu yang berskala besar, karena satu kegiatan akan memengaruhi hasil dari kegiatan lain dan kegiatan tersebut pun akan memengaruhi kegiatan yang lain lagi. Oleh karena itu, sebuah analisis perlu dilakukan untuk mengukur peningkatan dampak yang mungkin terjadi sehingga persiapan yang tepat untuk mengantisipasinya pun bisa dilakukan dengan baik.

    Baca juga: Pengertian, Manfaat, dan Resiko Investasi

    Mengenal Beragam Jenis Multiplier Effect

    Jika kita lihat dari pengertiannya semata, mungkin mudah membayangkan bagaimana peningkatan pengeluaran nasional dapat berdampak secara luas ke berbagai bidang. Namun, jika ditelisik lebih lanjut, sebenarnya kita dapat membuat kategori terkait apa saja yang dapat terdampak.

    Setiap jenis multiplier effect akan berdampak pada hal yang berbeda. Agar lebih jelas dalam memahaminya, langsung saja simak penjabarannya berikut!

    • Output Multiplier

    Hal pertama yang sangat mungkin terdampak oleh peningkatan pengeluaran nasional adalah output atau sesuatu yang dihasilkan dari sebuah kegiatan. Tentu saja output yang dimaksud sendiri dapat beragam karena bentuknya bisa apa saja, terlebih karena adanya peningkatan pengeluaran nasional tentu dilakukan dengan skala nasional atau memiliki cakupan yang sangat luas sekali, kan?

    Agar lebih mudah membayangkan, mari kita coba mengecilkan skalanya sebagai ilustrasi pembantu. Untuk melakukannya, coba bayangkan peningkatan pengeluaran nasional sebagai peningkatan input.

    Dalam kegiatan usaha sehari-hari, kita dapat membayangkan peningkatan input ini sebagai penambahan jumlah bahan baku yang nantinya akan diolah dalam sebuah proses produksi. Misalnya saja, jika umumnya seorang pelaku usaha menyiapkan 1 rim kertas untuk membuat 100 kerajinan tangan, tentu jika input ditambah menjadi 1,5 rim kertas, kerajinan tangan yang dihasilkan pun akan ikut bertambah jumlahnya.

    Nah, dengan konsep yang serupa, output multiplier dapat dicapai secara luas apabila kita kembalikan lagi input yang ditingkatkan menjadi pengeluaran nasional. Apabila pemerintah melakukan suatu intervensi dengan memperbesar pengeluaran nasional, misalnya saja untuk membeli bahan baku tambahan, tentu hasil produksi yang bisa diperoleh pun akan lebih besar.

    • Income Multiplier

    Selain output atau hasil produksi, peningkatan pengeluaran nasional juga dapat berdampak pada peningkatan sesuatu yang lain seperti income atau pendapatan.

    Semisal kita gunakan penurunan skala seperti sebelumnya untuk mempermudah memahami jenis multiplier effect yang satu ini, kita dapat membayangkan upaya yang dilakukan oleh seorang pemilik usaha untuk menambah jumlah bahan baku yang akan diproduksi.

    Memang benar bahwa dengan menambah bahan baku, artinya pemilik usaha tersebut harus merogoh kocek lebih dalam untuk menutup biaya pembelian bahan baku. Akan tetapi, dengan adanya penambahan bahan baku, hasil produksi pun akan lebih besar yang artinya pemilik usaha dapat mengantongi pendapatan yang lebih besar pula seiring dengan bertambahnya angka penjualan produk.

    Ingat selalu bahwa dalam setiap kegiatan produksi, kita perlu menanggung biaya tetap dan biaya variabel. Semakin banyak hasil produksi, biaya variabelnya pun akan semakin besar; akan tetapi biaya tetapnya tidak akan berubah berapa pun banyaknya barang yang diproduksi.

    Peningkatan pemasukan bisa diperoleh dari selisih antara biaya tetap, biaya variabel, serta harga jual akhirnya. Tidak terlalu sulit, kan, untuk membayangkan keseluruhan proses ini dalam skala nasional jika kita mengganti pemilik usaha dengan pemerintah yang meningkatkan pengeluaran nasionalnya?

    • Employment Multiplier

    Jenis efek berganda yang berikutnya, sekalipun dilakukan oleh pemerintah dengan skala kegiatan yang nasional, sebenarnya dapat dirasakan pula oleh masyarakat dari lapisan mana pun.

    Sederhana saja, kok, ketika pemerintah berupaya meningkatkan pendapatan dengan memperbesar pengeluaran nasionalnya, otomatis akan ada banyak lapangan pekerjaan yang terbuka dan dapat diisi untuk memastikan adanya peningkatan produksi. Situasi inilah yang kemudian disebut sebagai employment effect.

    Contohnya tak perlu dicari terlalu jauh. Ketika pemerintah memutuskan untuk menjalankan proyek pembangunan tertentu, misalnya saja pembangunan stadion atau jalan tol, besarnya pengeluaran nasional pun semakin bertambah, bukan?

    Pun demikian, sebagian dari penambahan pengeluaran tersebut akan dinikmati pula oleh masyarakat yang kemudian dipekerjakan dalam proyek tersebut. Bagaimanapun juga, sebuah stadion atau jalan tol tidak mungkin akan rampung apabila tidak ada manusia yang mengerjakannya, kan?

    Berkat adanya proyek-proyek tersebut, angka penerimaan kerja pun ikut meningkat dan angka pengangguran pun turun. Inilah mengapa dampak yang satu ini kerap disebut sebagai employment effect. Terlebih lagi, efek ini tak hanya bisa didapatkan melalui kegiatan pembangunan saja, lho! Disadari atau tidak, ketika pemerintah melakukan intervensi apa pun, lapangan pekerjaan umumnya akan terbuka sekalipun tidak ditujukan untuk pembangunan secara fisik.

    Baca juga: Pengertian, Jenis, dan Tugas Karyawan

    • Government Revenue Multiplier

    Apa dampak multiplier effect terhadap pendapatan nasional? Tentu saja dengan adanya efek ini, pendapatan nasional pun diharapkan juga akan mengalami peningkatan. Ketika hal ini terjadi, efek berganda yang muncul dapat digolongkan sebagai government revenue multiplier.

    Menariknya, meski peningkatan pengeluaran nasional umumnya dilakukan untuk satu sektor tertentu saja, peningkatan pendapatan nasional yang dapat dikumpulkan tidak terbatas pada sektor tersebut saja. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, sebuah kegiatan dapat memengaruhi kegiatan lain dan begitu pula seterusnya hingga efeknya berlipat ganda.

    Contoh saja ketika pemerintah melakukan intervensi dengan meningkatkan pengeluaran nasional untuk sektor migas, bisa jadi pendapatan nasional dari sektor tersebut tidak mengalami peningkatan yang signifikan. Akan tetapi, karena banyak kegiatan lain yang bergantung pada kebutuhan migas, bisa jadi pendapatan nasional bisa diperoleh dari sektor-sektor lain tersebut.

    Meski demikian, sulit untuk memperkirakan sektor apa saja yang akan mengalami peningkatan pendapatan nasional tanpa adanya analisis yang tepat. Oleh karena itu, analisis multiplier effect pun menjadi sesuatu yang penting untuk dilakukan setiap kali pemerintah hendak melakukan intervensi dengan meningkatkan pengeluaran nasionalnya.

    Salah satu dampak multiplier effect adalah adanya peningkatan pendapatan negara.

    • Gross Value Added Multiplier

    Jenis multiplier effect yang terakhir adalah gross value added multiplier atau efek berganda yang dimunculkan dari adanya balas jasa terhadap faktor produksi yang terjadi ketika suatu kegiatan produksi dilakukan.

    Mungkin memang agak sedikit sulit untuk memahami jenis efek berganda yang satu ini. Secara sederhana, kita dapat membayangkan bahwa setiap kegiatan produksi pasti akan diikuti oleh kegiatan konsumsi, dalam konteks bisnis, artinya akan ada pelanggan yang membeli barang hasil produksi.

    Dengan kata lain, apabila kegiatan produksi tersebut ditingkatkan, otomatis akan ada lebih banyak barang yang dihasilkan, artinya kegiatan konsumsi yang ada pun akan semakin besar baik secara intensitas atau frekuensi. Nah, besarnya kegiatan konsumsi ini nantinya dapat memicu banyak sekali faktor yang berujung pada bertambahnya pemasukan negara.

    Dari mana kira-kira tambahan pemasukan negara tersebut? Yak, benar sekali, dari adanya Pajak Pertambahan Nilai atau PPN.

    Memahami Dampak Multiplier Effect

    Seperti yang sudah dijelaskan, dampak multiplier effect dapat memengaruhi beberapa hal, dan umumnya setiap efek yang muncul akan saling berkaitan. Namun, untuk memahami dampak-dampak tersebut, kita perlu memahami terlebih dahulu cara kerja setiap efeknya.

    Secara umum, dampak yang disebabkan oleh efek berganda dapat digolongkan menjadi tiga jenis, efek langsung, efek tidak langsung, dan juga efek lanjutan. Apa, sih, maksud dari setiap efek tersebut? Daripada berlama-lama penasaran, langsung saja kita bahas bersama-sama!

    • Efek Langsung (Direct Effect)

    Sesuai dengan nama yang dimilikinya, efek ini dapat secara langsung dirasakan ketika pengeluaran nasional ditingkatkan.

    Sebenarnya tidak sulit untuk memahami maksud dari efek langsung ini. Sebagai contoh, apabila kita menambah jumlah bahan baku untuk diolah dalam proses produksi, otomatis output yang dihasilkan pun akan bertambah. Dalam situasi tersebut, efek yang muncul akan langsung dirasakan dari adanya intervensi yang dilakukan.

    Dengan kata lain, outcome multiplier dapat digolongkan sebagai efek langsung dari peningkatan pengeluaran nasional. Dengan alasan serupa, efek langsung ini umumnya menjadi dampak yang diharapkan terjadi dari intervensi yang dilakukan.

    Dalam skala yang lebih kecil, dampak ini juga diterapkan dalam berbagai intervensi yang dilakukan oleh pemilik usaha. Misalnya saja dengan beriklan, pemilik usaha berharap merek yang diusungnya akan lebih cepat dikenal dan banyak orang yang melakukan pembelian. Apabila pemilik usaha memutuskan untuk tidak beriklan, tentu bisnisnya akan stagnan dan sulit untuk membangun kesadaran produk yang baik terhadap pelanggan.

    Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi: Pengertian, Faktor, dan Ciri-Cirinya

    • Efek Tidak Langsung (Indirect Effect)

    Berkebalikan dengan efek langsung, efek tidak langsung atau indirect effect merupakan dampak multiplier effect yang tidak bisa langsung dirasakan.

    Kita dapat melihat contoh dari jenis dampak yang satu ini dari peningkatan pengeluaran nasional yang dilakukan oleh pemerintah terhadap sektor migas. Tentu pemerintah tidak bisa berharap adanya pemasukan yang secara langsung diterima dari sektor tersebut. Namun, karena adanya penambahan pengeluaran nasional pada sektor migas, muncul peningkatan pemasukan nasional dari sektor lain yang berkaitan dengan kebutuhan migas.

    Karena tidak dapat langsung dirasakan, dampak yang tergolong sebagai efek tidak langsung kerap dijadikan sasaran jangka panjang yang memang tidak ditargetkan untuk dicapai dalam waktu dekat. Bahkan, tidak jarang pula dampak yang terjadi secara tidak langsung baru bisa dirasakan pada periode berikutnya.

    Meski tidak bisa memberikan dampak secara langsung, bukan berarti efek tidak langsung ini menjadi lemah urgensinya, ya! Bukan tidak mungkin efek tidak langsung dari suatu intervensi justru menjadi sasaran akhir dari suatu kegiatan ekonomi.

    Untuk memastikan sasaran tersebut tercapai, lagi-lagi kita membutuhkan analisis multiplier effect untuk memastikan besarnya pengaruh dari suatu kegiatan ekonomi terhadap kegiatan lain yang mungkin secara sekilas tidak berhubungan. Dengan adanya analisis ini, pemerintah pun dapat membuat proyeksi target yang ingin dicapai dalam jangka panjang ketika meningkatkan pengeluaran nasionalnya.

    • Efek Lanjutan (Induced Effect)

    Dampak yang terakhir dari adanya multiplier effect merupakan dampak yang paling unik karena dampak ini dihasilkan dari efek yang ditimbulkan oleh efek langsung serta efek tidak langsung.

    Sebagai contoh, apa yang akan terjadi apabila jumlah hasil produksi bertambah akibat meningkatnya jumlah bahan baku yang diolah dalam suatu proses produksi? Apa yang akan terjadi apabila banyak sektor lain yang diuntungkan dengan adanya subsidi terhadap sektor migas dari pengeluaran nasional?

    Dampak-dampak yang terjadi itulah yang disebut sebagai efek lanjutan atau efek yang muncul dari hasil yang diperoleh oleh seseorang dengan adanya intervensi yang dilakukan terhadap suatu kegiatan ekonomi.

    Dalam peningkatan pengeluaran nasional, misalnya saja, kita akan menemukan efek semakin luasnya lapangan pekerjaan yang terbuka, bertambahnya hasil produksi, dan juga meningkatnya pemasukan yang dapat diterima di setiap sektor bisnis yang berkaitan. Dari efek-efek tersebut, kita dapat mengharapkan masyarakat pun mengalami peningkatan daya beli, dan situasi inilah yang menjadi efek lanjutan dari peningkatan pengeluaran nasional yang dilakukan.

    Tentu saja, baik secara langsung maupun tidak langsung, seluruh dampak yang dinikmati akan berujung pada meningkatnya pemasukan negara secara nasional, termasuk ketika daya beli masyarakat meningkat.

    Analisis Multiplier Effect dan Multiplier Investasi

    Sempat disinggung beberapa kali pada pembahasan di atas, analisis multiplier effect dibutuhkan untuk membuat proyeksi sejauh apa efek yang bisa diterima dari adanya peningkatan pengeluaran nasional di suatu sektor. Dengan demikian, pemerintah pun dapat mengharapkan adanya multiplier investasi.

    Eh, sebentar! Apa yang dimaksud dengan multiplier investasi? Secara singkat, multiplier investasi adalah perubahan tingkat investasi yang dipengaruhi oleh perubahan pendapatan nasional. Artinya, dengan meningkatkan pengeluaran nasional, negara tidak hanya berharap adanya peningkatan pendapatan nasional, tetapi juga adanya peningkatan investasi yang disebabkan oleh bertambahnya pendapatan nasional itu sendiri.

    Sama seperti kebanyakan bisnis lainnya, semakin kuat ekonomi suatu negara, artinya semakin stabil pula pengembangan ekonomi yang ada di dalamnya. Dengan demikian, investasi pun akan semakin banyak mengalir karena yakin dengan stabilitas ekonomi yang dimiliki oleh negara tersebut.

    Pun demikian, proyeksi ini tentu tak dapat dilakukan secara akurat tanpa adanya analisis yang mendalam ketika pemerintah mengambil langkah intervensi dalam kegiatan ekonomi apa pun yang terjadi di negaranya. Oleh karena itu, analisis multiplier effect adalah sesuatu yang sangat penting sekali karena dampaknya akan jauh terasa apabila dilakukan dengan baik.

    Untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan pemasukan negara, pemilik usaha pun harus dapat mengelola bisnisnya seefektif dan seefisien mungkin sehingga muncul efek pengganda yang nantinya akan berakhir pada bertambahnya pendapatan negara. Untuk melakukannya, manfaatkan layanan aplikasi majoo dengan berbagai fiturnya yang dapat mempermudah pengelolaan bisnis, kapan pun, di mana pun!

    Yuk, segera gunakan aplikasi majoo sekarang juga!

    Baca juga: Investasi adalah: Pengertian, Biaya, dan Manfaat

    Pertanyaan Terkait

    • Tentu saja dengan adanya efek ini, pendapatan nasional pun diharapkan juga akan mengalami peningkatan. Ketika hal ini terjadi, efek berganda yang muncul dapat digolongkan sebagai government revenue multiplier.
    • Secara singkat, multiplier investasi adalah perubahan tingkat investasi yang dipengaruhi oleh perubahan pendapatan nasional. Artinya, dengan meningkatkan pengeluaran nasional, negara tidak hanya berharap adanya peningkatan pendapatan nasional, tetapi juga adanya peningkatan investasi yang disebabkan oleh bertambahnya pendapatan nasional itu sendiri.

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Valuasi adalah: Pengertian dan Cara Menghitungnya
    Valuasi adalah perhitungan nilai sebuah perusahaan dengan mempertimbangkan berbagai faktor. Besar maupun kecil, valuasi menjadi hal yang sangat penting.
    Fair Value adalah: Tujuan dan Cara Menghitung
    Nilai Wajar atau Fair Value adalah alat yang sangat berguna untuk membantu pengguna memahami keuangan perusahaan, terutama situasi keuangan saat ini.
    Daftar UMKM Online: Syarat dan Manfaatnya
    Daftar UMKM online bisa dilakukan dengan praktis. Manfaatnya antara lain agar mudah mengembangkan usaha dan untuk mendapatkan bantuan dana dari pemerintah.
    9 Contoh Surat Izin Tidak Masuk Kerja Singkat
    Berikut beberapa contoh surat izin tidak masuk kerja yang dibuat secara singkat dan ringkas. Bisa digunakan sebagai referensi.