Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    • Solusi
    • Knowledge
    • Pasiva adalah Pengorbanan Finansial Pebisnis. Apa Maksudnya?

    Pasiva adalah Pengorbanan Finansial Pebisnis. Apa Maksudnya?

    Pasiva adalah bentuk pengorbanan finansial yang seperti apa?

    Dalam ilmu akuntansi, yang dimaksud pasiva adalah istilah untuk menunjukkan posisi modal dan utang yang dimiliki oleh perusahaan saat operasional usaha berlangsung. Tidak heran bila ada yang menyebut bahwa pasiva adalah suatu bentuk pengorbanan ekonomi yang dilakukan oleh pihak perusahaan atau suatu bisnis karena adanya aktivitas usaha yang berjalan.

    Jika kamu adalah pebisnis yang sudah lama memulai dan menjalankan usaha, mungkin istilah pasiva atau nilai pasiva adalah hal yang sudah tidak asing. Namun, jika yang terjadi adalah sebaliknya, kamu adalah pebisnis pemula, istilah tersebut mungkin masih asing, ya. 

    Kali ini kita akan membahas secara lengkap mengenai pasiva. Mulai dari pengertian pasiva, rumus untuk menghitungnya, sampai dengan jenis-jenisnya. 

    Pengertian Pasiva

    Pasiva biasa disebut juga dengan utang, terkadang dinamakan pula sebagai liabilitas. Secara umum, pengertian pasiva adalah sebuah bentuk pengorbanan finansial yang dilakukan oleh suatu perusahaan dengan pihak ketiga di masa depan, yang disebabkan oleh adanya suatu kegiatan atau aktivitas usaha. 

    Kenapa pasiva bisa dinamakan liabilitas? Karena pasiva adalah suatu hal yang memang identik dengan kewajiban suatu perusahaan terhadap pihak lain. Kamu tahu bahwa istilah liabilitas merupakan kata yang diambil dari bahasa Inggris liability. Liabilitas dipilih untuk menggantikan istilah sebelumnya, yaitu kewajiban. Istilah ini mengalami pergantian karena memang kata kewajiban saat ini lebih merujuk pada istilah bahasa Inggris lainnya, yaitu obligation.

    Baca juga: Memahami Pengertian, Jenis, serta Rumus Liabilitas

    Jenis-Jenis Pasiva

    Jenis-jenis pasiva dikategorikan berdasarkan jangka waktu. Ada dua jenis pasiva yang paling utama, yaitu pasiva atau utang jangka pendek atau current liabilities, dan utang jangka panjang atau long term liabilities.

    Utang Jangka Pendek (Current Liabilities)

    Utang jangka pendek atau current liabilities adalah jenis utang yang memang sebaiknya dibayarkan atau dilunasi dalam waktu singkat dan cepat oleh suatu perusahaan. 

    Kenapa begitu? Karena jenis utang pendek memiliki jangka waktu pelunasan yang juga tidak terlalu lama, maksimal dalam satu tahun pembukuan.

    Contoh pasiva dalam bentuk utang jangka pendek atau current liabilities, antara lain adalah

    Utang Dagang (Account Payable)

    Account payable atau yang dikenal juga dengan sebutan utang dagang adalah jenis utang jangka pendek yang timbul karena adanya tindakan pembelian barang. Barang yang dimaksud umumnya adalah berupa bahan baku untuk suatu kebutuhan operasional perusahaan. Account payable biasanya harus dibayarkan oleh pihak perusahaan kepada pihak perusahaan rekanan atau supplier.

    Utang Wesel (Notes Payable)

    Utang wesel atau yang dikenal juga dengan notes payable adalah jenis utang jangka pendek yang wajib dilunasi oleh perusahaan kepada pihak pemberi dana pinjaman. Masa tenggang pembayaran yang diberikan biasanya adalah sekitar 30, 60, dan 90 hari.

    Beban yang Perlu Dibayarkan (Accrued Interest Payable)

    Accrued Interest Payable adalah suatu jenis utang jangka pendek atau current liabilities yang sebenarnya memiliki status masih belum bisa dilunasi dalam suatu periode akuntansi waktu tertentu. Seperti, beban gaji karyawan, beban biaya sewa gedung, beban upah, dan lain-lain. 

    Penghasilan yang Ditangguhkan (Deferred/Unearned Revenue)

    Deferred Revenue adalah suatu kontraprestasi jasa perusahaan kepada pihak ketiga dengan kondisi penghasilan tersebut belum sepenuhnya menjadi milik perusahaan, namun pembayarannya sudah diterima. Inilah yang menyebabkan kondisi ini termasuk dalam bentuk utang. 

    Penghasilan yang Ditangguhkan (Deferred Liability)

    Deferred Revenue adalah jenis pendapatan yang diterima di awal, dengan kondisi jasa yang ditawarkan belum dilakukan atau barang yang dijual belum dikirimkan. Secara otomatis, dalam neraca akuntansi, transaksi semacam ini akan masuk ke dalam pencatatan kewajiban, bukan aset, sampai dengan jasa dilakukan atau produk dikirimkan kepada konsumen. Jika sudah demikian, barulah utang tersebut akan masuk ke dalam catatan pendapatan di dalam laporan laba rugi. 

     Apa saja jenis-jenis pasiva?

    Utang Gaji (Salaries Payable)

    Salaries Payable adalah jenis current liabilities yang menjadi suatu kewajiban bagi pihak perusahaan untuk membayarkan kepada karyawan, namun dalam kondisi perusahaan belum bisa membayarkan jumlah uang tersebut.

    Utang Dividen (Dividends Payable)

    Utang Dividen adalah jenis utang jangka pendek yang termasuk dalam bagian laba perusahaan untuk bisa diberikan kepada para pemilik saham dalam wujud dividen, namun belum bisa dibayarkan pada periode tersebut sehingga menjadi utang.

    Utang Pajak (Tax Payable)

    Tax Payable atau yang disebut juga sebagai utang pajak adalah utang jangka pendek dalam bentuk kewajiban yang harus dibayar oleh perusahaan pada setiap perhitungan pajak di seluruh aset perusahaan. Khususnya dalam bentuk bangunan yang sudah digunakan atau dipakai jasanya.

    Baca juga: Utang adalah: Pengertian dan Jenis-Jenis Utang!

    Utang Jangka Panjang (Long Term Liabilities)

    Jenis-jenis pasiva berikutnya adalah utang jangka panjang atau long term liabilities. Secara umum, akun yang termasuk ke dalam utang jangka panjang adalah jenis utang yang pelunasannya bisa dibayarkan dalam tenggang waktu yang cenderung lebih lama bila dibandingkan dengan utang jangka pendek. Beberapa di antaranya adalah: 

    Utang Bank (Bank Loan)

    Utang bank maksudnya adalah utang jangka panjang dalam bentuk pinjaman yang diperoleh perusahaan dari jenis bank atau lembaga keuangan tertentu yang bisa digunakan untuk operasional bisnis atau perusahaan.

    Utang Hipotek (Mortgages Payable)

    Mortgages Payable atau utang hipotek merupakan salah satu utang jangka panjang dalam bentuk pinjaman dengan jaminan berupa benda-benda tidak bergerak atau aset tetap milik perusahaan.

    Utang Obligasi (Bond Payable)

    Utang obligasi adalah jenis utang jangka panjang atau long term liabilities dalam bentuk suatu kewajiban sebuah perusahaan yang muncul setelah menerbitkan dan menjual obligasi.

    Obligasi adalah surat berharga yang berfungsi sebagai surat bukti bahwa pemegang surat obligasi sudah meminjamkan uangnya pada suatu perusahaan yang menerbitkan surat obligasi tersebut.

    Kredit Noveltasi (Long Term Loan)

    Kredit noveltasi mungkin merupakan istilah yang masih cukup asing. Biasa dikenal juga dengan istilah long term loan, jenis kredit ini adalah utang jangka panjang yang didapatkan perusahaan dari pihak bank atau lembaga keuangan lainnya dalam bentuk pinjaman jangka panjang.

    Utang Berdurasi (Subordinated Loan)

    Subordinated Loan adalah jenis surat utang jangka panjang para pemilik saham dalam perusahaan induk yang di dalamnya tidak memiliki bunga.

    Utang Sewa Dana (Payable Lease)

    Utang sewa dana adalah jenis long term liabilities dalam bentuk utang dari perusahaan milik asing yang bisa digunakan sebagai pembelian aset. Umumnya, sistem pembayarannya dilakukan secara mengangsur dalam kurun waktu yang lumayan lama.

    Utang Pemegang Saham (Holding Company Loan)

    Utang Pemegang Saham adalah jenis utang yang diberikan oleh pihak perusahaan induk ke perusahaan afiliasi atau anak perusahaan baru sebagai modal usaha untuk bisa dipergunakan dengan baik.

    Baca juga: Dalam Dunia Bisnis, Holding Artinya Apa? Ini Jawabannya!

    Contoh Pasiva

    Berikut beberapa contoh pasiva (liabilitas) adalah:

    • Uang yang dipinjam dari pihak lain
    • Giro yang belum dibayarkan
    • Cek yang belum dibayarkan
    • Pajak penjualan yang belum dibayarkan ke negara.

    Rumus Pasiva

    Untuk melakukan perhitungan pasiva, tentunya diperlukan rumus agar hasil perhitungan bisa didapatkan secara akurat. 

    Rumus pasiva yang biasa digunakan adalah: 

    Rumus Pasiva Utang Jangka Pendek 

    Utang usaha + utang Gaji + Utang listrik + Utang sewa + Utang wesel + Dan Lain-Lain

    Rumus Pasiva Utang Jangka Panjang

    Utang Bank + Utang Hipotik + Utang Obligasi

    Jurnal Pasiva

    Sesuai dengan namanya, pasiva dimasukkan ke dalam jurnal pasiva utang atau kewajiban pada pencatatan akuntansi. Neraca pasiva adalah kolom yang biasanya berada di sebelah kanan atau pada kolom kredit. 

    Komponen akun yang biasanya masuk ke dalam jurnal pasiva adalah modal (ekuitas) dan hutang. Selain itu, neraca pasiva yang ada dalam pencatatan tersebut dapat berbentuk skontro atau staffel yang menggambarkan posisi utang maupun modal. 

    Kesimpulan

    Pasiva adalah istilah untuk menunjukkan posisi modal dan utang yang dimiliki oleh perusahaan saat operasional usaha berlangsung. Bisa juga disimpulkan bahwa pengertian pasiva adalah sebuah bentuk pengorbanan finansial yang dilakukan oleh suatu perusahaan dengan pihak ketiga di masa depan, yang disebabkan oleh adanya suatu kegiatan atau aktivitas usaha. 

    Sebagai bentuk utang atau kewajiban perusahaan, banyak orang yang menganggap bahwa pasiva adalah beban tersendiri bagi jalannya bisnis. Padahal, perlu kamu tahu bahwa sebenarnya pengeluaran uang dalam bentuk pasiva mampu memberikan dampak positif pada bisnis yang sedang dijalankan. 

    Jadi, sebagai pebisnis, kamu tidak perlu menganggap pasiva adalah beban berkepanjangan yang harus terus menerus dibayar. Pikirkan beberapa dampak positifnya bagi bisnismu saja. 

    Itulah sebabnya kamu juga perlu untuk mampu mengelola keuangan perusahaan dengan baik agar anggaran dana pasiva yang sudah kamu keluarkan dapat memberikan banyak keuntungan di masa depan. Ragu dengan pengelolaan keuangan perusahaan secara manual? Sudah tidak zamannya!

    Sekarang ada fitur aplikasi owner dari majoo yang bisa memberikan semua bantuan untuk mengontrol bisnismu secara online. Bukan hanya soal keuangan, namun juga hal-hal operasional lainnya, seperti stok barang, inventory, sampai dengan manajemen karyawan. Praktis, kan? Kenapa harus ribet kalau ada yang praktis?

    Referensi:

    • http://komputerisasi-akuntansi-d4.stekom.ac.id/informasi/baca/Pasiva-Adalah-Pengertian-Lengkap-dan-Jenis-jenis-Pasiva/91f63785d31cd5a194092b87d8f70ad6034f328b



    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Kwitansi adalah: Pengertian, Contoh, Format
    Kwitansi adalah bukti pembayaran yang sah dari sebuah transaksi. Dalam bisnis, ternyata ada berbagai jenis dan contoh kwitansi yang biasa digunakan.
    Kliring adalah: Pengertian, Mekanisme, Jenis, Contoh
    Kliring adalah metode pemindahan uang dari satu rekening ke rekening lain kepada yang berhak dan menunggu 2-3 hari kerja setelah proses kliring diajukan. 
    Kenalan dengan Cloud Computing dan Fungsinya Bagi Bisnis
    Dalam dunia bisnis, kehadiran cloud computing adalah sebuah gerakan peralihan ke sistem kerja yang lebih praktis, efisien, dan terkomputerisasi.
    Apa Iya Micro Influencer adalah Andalan Pemasaran Digital?!
    Bagi yang belum tahu, micro influencer adalah salah satu andalan untuk menjamin berhasilnya kegiatan pemasaran digital. Kok, bisa?! Simak, yuk!