Pinjaman Syariah: Wajib Tahu! Syarat dan Cara Pengajuannya

Ditulis oleh Faiqotul Himma

article thumbnail
Semakin ke sini, kebutuhan manusia pun semakin beragam dan banyak. Kebutuhan ini tidak hanya berdasar pada hal yang telah direncanakan, tapi untuk kebutuhan yang tidak terduga. Untuk memenuhinya, kamu bisa meminjam uang dengan cara mengajukan pinjaman ke bank syariah. Pinjaman syariah berbeda dengan pinjaman pada bank konvensional karena dalam transaksinya menggunakan akad.

Pinjaman syariah adalah salah satu opsi pinjaman uang yang aman dan dijamin halal, tentunya bebas riba. Pinjaman syariah ini juga kerap dikenal dengan istilah Kredit Tanpa Agunan (KTA). Selain itu, pinjaman syariah juga telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Agar kamu lebih memahami lebih jauh mengenai pinjaman syariah hingga cara mengajukannya, baca artikel ini sampai habis, yuk! 

Apa Itu Pinjaman Syariah?

Pinjaman syariah adalah pinjaman dana dari lembaga keuangan dengan sistem pengembalian dana dan batasan waktu sesuai dengan prinsip syariah. Pada sistem syariah, bunga dianggap riba, sehingga pinjaman tidak dibebankan atas bunga, melainkan menggunakan akad.

Selain bebas bunga, pinjaman syariah juga harus bebas dari unsur berikut ini:

  • Dharar (bahaya);
  • Gharar (ketidakjelasan);
  • Maysir (judi);
  • Zulm (ketidakadilan);
  • Tadlis (penipuan).

Selain bisa meminjam pinjaman langsung ke bank syariah, kini pamor pinjaman online sedang naik daun. Pasalnya, pinjaman online ini pencairan cepat, mayoritas tanpa jaminan, dan membuat banyak orang tertarik menggunakannya. Bahkan saat ini terdapat pinjaman online syariah. Pinjaman online ini berprinsip syariah di dalam transaksinya. Tentu bagi kamu yang ingin mendapatkan dana tambahan dengan akad sesuai ketentuan agama Islam, pinjaman online syariah adalah jawabannya, ya.

 Pinjaman syariah menerapkan prinsip syariah dalam sistem transaksinya.

Akad Pinjaman Syariah

Sebelum kamu meminjam pinjaman syariah, kamu perlu mengetahui akad transaksi di dalamnya. Setiap transaksi syariah terdapat beberapa akad yang bisa digunakan, misalnya seperti di bawah ini. 

Akad Mudharabah

Akad pinjaman ini digunakan untuk pengembangan usaha nasabah. Pada akhir periode peminjaman, pihak nasabah akan memberikan pembagian keuntungan kepada lembaga keuangan pemberi pinjaman yang besarnya ditentukan pada awal akad peminjaman dana.

Akad Murabahah

Akad murabahah digunakan untuk transaksi jual beli, pemberi pinjaman memberikan barang terlebih dahulu kepada nasabah yang meminjam. Selanjutnya, nasabah akan membeli barang tersebut dengan cara mencicil.

Sebelum menjual kepada nasabah, harga barang biasanya akan dinaikkan terlebih dahulu oleh pemberi pinjaman. Apabila terjadi kesepakatan harga antara peminjam dan pemberi pinjaman, akad murabahah ini bisa dilanjutkan. 

Akad Musyarakah Mutanaqishah

Akad pinjaman musyarakah mutanaqishah digunakan ketika peminjam dan pemberi pinjaman memiliki posisi yang sama dalam kontribusi dana. Misalnya, terdapat nasabah yang akan membuka usaha. Lembaga keuangan syariah atau pihak yang memberikan pinjaman akan memberikan dana sebanyak 55% dari total modal usaha. Sementara sisanya sebanyak 45% disetorkan oleh nasabah. Nantinya, keuntungan dari hasil usaha tersebut akan dibagi berdasarkan kesepakatan, ya. 

Akad Ijarah Wa Iqtina

Pinjaman dengan akad ijarah wa iqtina digunakan untuk transaksi sewa menyewa. Namun, pada akhir masa penyewaan, barang yang disewa bisa dibeli oleh nasabah, sehingga status kepemilikannya berpindah dari pemberi pinjaman kepada nasabah.

Sebagai contoh, seorang nasabah ingin membeli satu unit komputer. Pihak pemberi pinjaman akan membeli komputer tersebut dan menyewakannya kepada nasabah sampai periode tertentu yang sudah disepakati keduanya. Ketika waktu jatuh temponya, nasabah bisa membelinya dan barang tersebut bisa menjadi miliknya.

Baca juga: Cara Dapat Bantuan Modal UMKM agar Bisnis Kian Maju 

Syarat Pinjaman Syariah

Sebelum kamu meminjam pinjaman syariah, kamu perlu mengetahui syarat yang harus dilengkapi. Syarat untuk mengajukan pinjaman syariah, antara lain.

  • Merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) dan menyiapkan bukti berkas identitas berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP);
  • Usia minimal 21 tahun dan memiliki status belum maupun sudah menikah;
  • Bisnis atau usaha yang dimiliki aktif dan sudah berjalan minimal 6 bulan;
  • Bisnis atau usaha yang dijalankan merupakan sektor dari industri pengolahan, perdagangan, atau jasa;
  • Tidak pernah mengalami kredit macet.

Baca juga: Ketahui Cara Menghitung Bunga Pinjaman Sebelum Ajukan Kredit

Cara Meminjam Pinjaman di Bank Syariah Tanpa Jaminan

Jika sudah memahami dan melengkapi berbagai persyaratan yang telah disebutkan di atas, berikut ini cara meminjam pinjaman di bank syariah tanpa adanya jaminan.

  • Melengkapi dan menyerahkan dokumen-dokumen administrasi, antara lain fotocopy KTP, KK, surat nikah (jika sudah menikah), bukti sewa usaha, buku tabungan 3 bulan terakhir, bukti bayar PBB 1 tahun terakhir, Faktur belanja barang, slip gaji, SKU, hingga NPWP. Selain itu, kamu juga harus melengkapi pas foto suami istri ukuran 4 x 6.
  • Apabila belum memahami program pinjaman syariah yang tersedia, kamu dapat mengunjungi lembaga keuangan syariah terdekat dan melakukan konsultasi secara langsung.
  • Memahami semua sistem yang ada pada pinjaman, mulai dari tenor tempo, jumlah minimal serta maksimal pinjaman, dan lain sebagainya.
  • Selanjutnya, bank akan memberikan sebuah surat perjanjian pinjaman bila seluruh persyaratan sudah terpenuhi dan melewati tahapan pengecekan. Surat perjanjian ini berisi berbagai peraturan, misalnya konsekuensi bila ada kecurangan hingga sistem bagi hasil yang nanti akan dilakukan. Setelah kamu menyetujui persyaratan tersebut, kamu perlu menandatangani surat kesepakatan pinjaman tersebut.
  • Setelah menandatangani surat kesepakatan tersebut, barulah bank akan mengirimkan uang pinjaman secara tunai kepada kamu.

Tenang, tak perlu bingung lagi! Bagi kamu yang mempunyai bisnis dan sedang membutuhkan modal untuk operasional maupun ekspansi bisnis, kini ada majoo capital.

majoo capital adalah pembiayaan usaha instan tanpa menggunakan agunan. Kamu bisa mendapatkan pendanaan bersama majoo sehingga bisnis bisa berkembang tanpa adanya batasan. Pendanaan ini bisa dicicil setiap bulan dengan tenor 36 bulan, bunganya pun rendah, sekitar 6% -– 18%, dan kamu juga bisa mengajukan pendanaan hingga Rp2 Miliar, lho!

Syarat untuk mengajukan pendanaan majoo capital ini juga mudah, kok! Kamu perlu berlangganan aplikasi majoo selama 3 bulan dengan minimal penjualan Rp5 juta. Setelah syarat ini kamu penuhi, kamu bisa mengajukan pendanaan majoo capital yang prosesnya sekitar 2 – 14 hari kerja. Wah, sangat mudah dan cepat, kan?

Kelebihan dan Kekurangan Pinjaman Syariah

Tidak sedikit lembaga keuangan yang menawarkan produk dengan prinsip syariah, termasuk pinjaman. Tujuannya untuk menawarkan produk kepada nasabah dan masyarakat yang sifatnya meringankan mereka. Berikut ini kelebihan dan kekurangan pinjaman syariah yang perlu kamu ketahui, yakni: 

Kelebihan Pinjaman Syariah

Pelayanan Lebih Intens

Fasilitas produk yang ditawarkan lembaga keuangan syariah tidak jauh berbeda dari fasilitas produk lembaga keuangan konvensional. Akan tetapi, nasabah dari lembaga keuangan syariah lebih sedikit dibanding konvensional, pelayanan yang akan kamu dapatkan pun lebih intens. 

Dijamin Halal

Prinsip pinjaman syariah memang bebas riba, sehingga dijamin halal oleh agama Islam. Tentunya prinsip tanpa riba ini sangat menguntungkanmu jika kamu ingin bertransaksi sesuai dengan tuntunan agama.

Sistem Akad yang Meringankan

Selain bebas riba, akad pinjaman syariah mengharuskan adanya pembagian risiko keuangan. Jika terjadi permasalahan di tengah proses pelaksanaan akad, pihak lembaga keuangan akan membantu nasabahnya dalam memecahkan masalah tersebut. 

Berzakat

Pada kenyataannya, keuntungan dari produk keuangan syariah akan dialokasikan untuk zakat. Alokasi keuntungan ini digunakan untuk kegiatan zakat dan sedekah yang besarnya sekitar 2,5% dari total keuntungan. Kamu tak hanya mendapat kemudahan finansial, tapi transaksi yang kamu lakukan juga akan menjadi pahala ibadah. 

Sistem Bagi Hasil

Sebagai pengganti bunga, lembaga keuangan syariah menggunakan sistem bagi hasil. Sistem bagi hasil ini berpedoman pada keadilan, baik saat untung maupun rugi.

Sebelum akad pinjaman diproses, lembaga keuangan syariah akan membuat perjanjian yang harus disepakati oleh kedua belah pihak. Dalam kesepakatan tersebut, tertera peran dan tanggung jawab yang dipegang oleh setiap pihak secara jelas. Adanya transparansi inilah yang akan menghindarkan kreditur dari gharar

Tidak Ada Biaya Administrasi

Biaya administrasi yang diberlakukan oleh lembaga keuangan konvensional dikategorikan sebagai riba. Oleh karena itu, ketika kamu membuka rekening atau mengajukan pinjaman, kamu tidak akan dikenakan biaya administrasi. Walaupun demikian, sebagai penggantinya, akan tetap ada biaya yang ditetapkan berdasarkan akad kaidah Islam. 

Lebih Banyak Pilihan Layanan

Kamu dapat memilih produk atau layanan yang disediakan oleh pihak lembaga keuangan syariah dan akadnya pun bermacam-macam. Untuk contoh layanan dan akad yang bisa kamu pilih di lembaga keuangan syariah adalah sebagai berikut.

  • Kebutuhan konsumtif bisa dipenuhi dengan beberapa akad ini, antara lain akad murabahah, qard dan ijarah, istisna, Ijarah Muntahiya bit Tamlik (IMBT), atau ijarah.
  • Pembiayaan modal kerja dapat menggunakan akad mudharabah, ijarah, salam, murabahah, ataupun istisna.
  • Penanaman modal investasi dapat menggunakan akad IMBT, salam, murabahah, dan istisna.
  • Pendanaan sindikasi dapat menggunakan akad musyarakah.
  • Pengalihan utang dapat menggunakan akad qardh atau hawalah.
  • Keperluan surat kredit (letter of credit) bisa bisa menggunakan beberapa akad, antara lain akad murabahah, wakalah, salam, istisna, musyarakah, hawalah, dan ba’i. 

Tersedia Offline atau Online

Siapa, sih, yang bilang pinjaman syariah tidak up to date? Banyak lembaga keuangan syariah di Indonesia tidak melayani offline saja, tapi melayani online. Keduanya pilihan layanan ini dapat disesuaikan dengan kepentingan kamu.

Jika kamu lebih nyaman melakukan pengajuan, pencairan, dan pembayaran secara offline, kamu bisa mengunjungi kantor lembaga keuangan atau bertransaksi lewat ATM terdekat. Apabila kamu lebih menyukai akses yang praktis, kamu cukup menggunakan gawai dan koneksi internet untuk menjalankan transaksi peminjaman ini. 

Minim Risiko

Saat kamu meminjam dana yang sesuai dengan syariat Islam, tentunya risiko yang akan kamu tanggung sangat minim. Pasalnya, setengah dari tanggung jawab kerugian akan dibebankan kepada lembaga keuangan syariah. Walaupun demikian, tetaplah memperhitungkan secara matang setiap pinjaman yang akan kamu ambil, agar kamu bisa melunasi pinjaman syariah dengan lancar, ya.

Baca juga: Pendanaan: Pengertian dan Jenis Pendanaan 

Kekurangan Pinjaman Syariah

Rawan Penipuan

Lembaga keuangan syariah rawan terhadap penipuan dari pihak nasabah, karena menganggap bahwa semua nasabah syariah memiliki itikad baik. Bisa saja terjadi penyalahgunaan dana pinjaman yang dilakukan nasabah, sehingga akan merugikan pihak lembaga keuangan. Adanya sistem bagi hasil yang menguntungkan merupakan peluang besar bagi nasabah untuk melakukan kecurangan. 

Rumitnya Perhitungan Bagi Hasil

Sistem bagi hasil di lembaga keuangan syariah yang merupakan pengganti bunga pinjaman, memerlukan perhitungan yang cukup rumit. Kemungkinan terjadi kesalahan dalam penghitungan sangatlah besar, sehingga butuh waktu untuk menentukan besarnya jumlah nominal yang akan menjadi kesepakatan kedua belah pihak. 

Proses Pinjaman Cukup Berbelit

Kebijakan pinjaman cukup berbelit dan sulit dibanding pinjaman konvensional. Tujuan adanya kebijakan yang dirasa cukup berbelit ini yaitu untuk melindungi nasabah dan lembaga keuangan penyedia pinjaman tersebut. Pasalnya, lembaga keuangan penyedia jasa pinjaman juga akan andil dalam menanggung risiko selama masa pinjaman berlangsung. 

Penutup

Nah, itulah penjelasan lengkap terkait pengertian, akad, serta syarat dan cara mengajukan pinjaman syariah. Selain itu, di atas juga dijelaskan kelebihan dan kekurangan pinjaman syariah yang nantinya bisa kamu jadikan pertimbangan ketika ingin mengajukan pinjaman.

Dalam menjalankan sebuah bisnis kamu tentu memerlukan tambahan modal agar seluruh operasional bisnismu berjalan dengan lancar atau untuk ekspansi bisnis. Untuk kemudahan dalam pengelolaan dan penghitungan nilai aset bisnismu sekaligus proses pembukuan yang efisien, kamu bisa menggunakan aplikasi majoo yang memiliki banyak fitur menarik untuk memudahkan segala proses operasional dalam bisnismu.

Selain memiliki banyak fitur menarik, kamu juga bisa mengajukan pembiayaan usaha instan tanpa agunan dengan menggunakan majoo capital. Dapatkan pendanaan mudah dengan majoo sehingga bisnismu bisa berkembang tanpa batasan.

Kamu bisa memperluas pengetahuanmu terlebih dahulu soal pinjaman atau pendanaan dengan membaca artikel tentang keuangan, bisnis, dan marketing di sini.

Yuk, segera wujudkan mimpimu dengan memiliki bisnis yang maju bersama majoo!

Baca Juga: Memahami Pinjaman Online dan Dampaknya bagi Finansial

Referensi

  • https://lifepal.co.id/media/pinjaman-bank-syariah-indonesia/
  • https://koinworks.com/blog/pinjaman-dana-tunai-syariah/#Jenis-Pinjaman-Syariah

 

Sumber Gambar

  • Freepik

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
whatsapp logo