Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    • Solusi
    • Knowledge
    • Pengertian, Prinsip, serta Keunggulan Sistem Ekonomi Islam

    Pengertian, Prinsip, serta Keunggulan Sistem Ekonomi Islam

    Sistem ekonomi Islam adalah ilmu yang mempelajari masalah ekonomi rakyat yang berdasarkan nilai-nilai agama Islam.

    Ekonomi adalah ilmu sosial yang mempelajari tentang upaya yang dilakukan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya untuk mencapai kesejahteraan.

    Seperti halnya sistem ekonomi Islam. Tak sedikit orang belum memahami tatanan sistem ekonomi Islam. Sebenarnya peraturan di dalam sistem ekonomi Islam sangat memudahkan umat muslim dan nonmuslim dalam melakukan kegiatan berdasarkan hukum dan peraturan dari Allah. Hal ini akan menyebabkan hidup semua umat muslim akan lebih tertata dan berkah.

    Lalu, apakah sistem ekonomi Islam memiliki aturan khusus? Yuk, simak penjelasan lebih dalam mengenai pengertian, prinsip, keunggulan, hingga negara yang menganut sistem ekonomi Islam!

    Pengertian Sistem Ekonomi Islam Secara Umum

    Secara umum sistem ekonomi Islam adalah suatu peraturan yang pelaksanaan ekonominya  berdasarkan dengan hukum Islam, yaitu Al-Qur’an dan hadis. Kegiatan yang masuk ke dalam sistem ekonomi Islam ini meliputi kegiatan simpan pinjam, investasi, jual beli, dan lain sebagainya.

    Adanya sistem ekonomi Islam bertujuan agar umat Islam dapat melakukan kegiatan ekonomi yang benar dan terhindar dari beberapa sifat buruk, seperti riba, haram, zalim, ihtikar, dan lain-lain. Semua kegiatan ekonomi yang sifatnya baik dan buruk diatur dan dijelaskan secara detail dalam sistem ekonomi Islam.

    Baca Juga: Pengertian, Contoh dan Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Campuran

    Daftar negara yang menganut sistem ekonomi islam, antara lain:

    • Arab Saudi
    • Malaysia
    • Uni Emirat Arab
    • Kuwait
    • Qatar
    • Turki
    • Indonesia
    • Bahrain
    • Pakistan

    Pengertian Sistem Ekonomi Islam Menurut Para Ahli

    Pengertian sistem ekonomi Islam juga banyak dikemukakan para ahli. Berikut ini pengertian sistem ekonomi Islam menurut para ahli tersebut.

    1. Shidqi

    Menurut Shidqi, sistem ekonomi Islam adalah pendapat dari para pemikir Islam menghadapi tantangan ekonomi pada zamannya. Cara untuk menghadapinya dibantu dengan menggunakan Al-Qur’an dan hadis. 

    2. Hasanuzzaman

    Hasanuzzaman mengemukakan bahwa sistem ekonomi Islam merupakan suatu ilmu yang dapat mengimplementasi aturan syariah untuk mencegah ketidakadilan dalam memperoleh dan menggunakan sumber daya material. Ilmu ini yang akan memenuhi kebutuhan manusia supaya dapat menjalankan kewajibannya kepada Allah dan masyarakat.

    3. Syarifuddin Prawiranegara

    Syarifuddin Prawiranegara mengemukakan bahwa sistem ekonomi Islam adalah suatu sistem ekonomi yang dipengaruhi dan dibatasi oleh ajaran Islam. Bisa dikatakan sistem ekonomi Islam akan memengaruhi prinsip ekonomi konvensional yang menjadi pedoman bagi setiap kegiatan ekonomi dan memiliki tujuan menciptakan alat untuk memuaskan kebutuhan manusia.

    4. Dr. Muhammad Abdullah Al-‘Arabi

    Sistem ekonomi Islam menurut Dr. Muhammad Abdullah Al-‘Arabi adalah dasar umum ekonomi yang berdasar dari Al-Qur’an dan hadis untuk pembangunan perekonomian suatu negara.

    5. M.A Manan

    Menurut M.A Manan bahwa sistem ekonomi Islam merupakan salah satu ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah ekonomi rakyat yang sesuai dengan ajaran dan nilai-nilai Islam.

    Baca Juga: Kegiatan Ekonomi: Pengertian, Sejarah, dan Jenis

    Prinsip Sistem Ekonomi Islam

    Sistem ekonomi Islam terbagi menjadi beberapa prinsip yang menjadi dasar kegiatan ekonomi. Berikut ini prinsip sistem ekonomi Islam tersebut.

    1. Memberi Ruang pada Negara dan Pemerintah

      Di dalam sistem ekonomi Islam, tidak dibenarkan adanya penumpukan kekayaan oleh banyak orang. Sistem ekonomi Islam menjamin kekayaan yang dimiliki orang tertentu, yaitu bahwa kekayaan tersebut akan digunakan dan direncanakan untuk kepentingan bersama. Sistem ini juga memberi ruang kepada negara menjadi penengah bila terjadi suatu permasalahan.

    2. Larangan Riba

      Prinsip sistem ekonomi Islam selanjutnya adalah larangan riba. Arti dari riba menurut Wikipedia adalah melebihkan jumlah pinjaman saat pengembalian berdasarkan persentase tertentu dari jumlah pinjaman pokok yang dibebankan kepada peminjam.

    3. Tidak Melakukan Monopoli

      Di dalam sistem ekonomi Islam dilarang untuk memonopoli barang, seperti menimbun barang dalam jumlah banyak dan dalam rentang waktu lama, sehingga barang tersebut mengalami kelangkaan dan memiliki harga yang mahal.

    4. Memiliki Tanggung Jawab

      Setiap pelaku ekonomi harus memiliki tanggung jawab. Di dalam Islam, melakukan tanggung jawab sosial diibaratkan suatu kewajiban. Melaksanakan tanggung jawab sosial ini sama saja dengan bersedekah terhadap sesama manusia yang membutuhkan bantuan.

    5. Melaksanakan Sistem Bagi Hasil

      Prinsip sistem ekonomi Islam adalah mengutamakan keadilan. Maka setiap keuntungan yang didapat dari aktivitas ekonomi akan dibagi secara adil. Misalnya untuk kegiatan perbankan syariah, terdapat sistem bagi hasil antara bank dengan nasabah untuk setiap keuntungan yang didapat.

    6. Kebebasan Kegiatan Ekonomi Sesuai Ajaran Islam

      Allah memberikan jaminan kebebasan yang tidak mengikat selama kegiatan ekonomi berlangsung asalkan tetap sesuai dengan syariat dan nilai-nilai Islam.

    7. Memiliki Sifat Dualisme Kepemilikan

      Prinsip sistem ekonomi Islam memiliki sifat dualisme kepemilikan. Kepemilikan ini untuk pribadi dan bersama-sama. Tentunya sifat ini tidak terdapat di sistem ekonomi tradisional dan sistem ekonomi konvensional. Bisa dikatakan bahwa sistem ekonomi Islam adalah solusi dari permasalahan kedua sistem ekonomi tersebut. Kegiatan jual beli di dalam sistem ekonomi Islam ini tetap dilakukan secara wajar dan tidak boleh berlebihan.

    Baca Juga: Apa itu Wirausaha dan Pengertian Kewirausahaan dalam Bisnis

    Sistem ekonomi Islam memiliki asas utama yang wajib dipatuhi dan dijalankan yaitu asas keadilan.

    Ruang Lingkup Sistem Ekonomi Islam

    Di dalam ruang lingkup sistem ekonomi Islam terdapat tantangan dan hambatan yang nantinya akan membangun kegiatan ekonomi yang dijalankan. Berikut ini terdapat beberapa ruang lingkup sistem ekonomi Islam, yaitu:

    Ba’i

    Praktik jual beli antara benda dengan benda atau pertukaran benda dengan dengan benda lain.

    Akad

    Persetujuan atau kesepakatan antara kedua pihak atau lebih dalam melakukan jual beli.

    Syirkah

    Kerja sama terkait permodalan, keterampilan, atau kepercayaan dalam usaha tertentu antara dua orang atau lebih yang pembagian keuntungannya berdasarkan nisbah.

    Mudharabah

    Kerja sama dalam usaha tertentu yang pembagian keuntungannya berdasarkan nisbah. Kerja sama ini dilakukan antara pemilik dana dan pengelola modal.

    Muzaraah

    Kerja sama antara pemilik lahan dengan penggarap untuk mengerjakan tanah atau ladang yang mana imbalannya berupa seperempat atau sepertiga hasil dari lahan tersebut.

    Musaqah

    Kerja sama ini dilakukan oleh pemilik dan pemelihara tanaman yang pembagian nisbahnya telah disepakati kedua pihak.

    Khiyar

    Hak yang dimiliki penjual atau pembeli untuk meneruskan akad jual beli atau ingin membatalkannya.

    Ijarah

    Transaksi sewa barang dalam jangka waktu tertentu dengan melakukan pembayaran.

    Istishna’

    Kegiatan jual beli yang memiliki persyaratan tertentu dan sudah disepakati oleh pemesan dan penjual.

    Rahn (Gadai)

    Perjanjian utang piutang dengan dengan adanya barang sebagai jaminan atas utang.

    Wadi’ah

    Penitipan dana atau barang dari pihak pemilik dana ke pihak penerima titipan, yang menuntut penerima titipan menjaga dana atau barang tersebut.

    Wakalah

    Memberikan kuasa ke pihak lain untuk mengerjakan sesuatu.

    Ta’min (Asuransi)

    Usaha saling melindungi antara sejumlah orang atau pihak melalui investasi dalam bentuk aset yang memberikan pengembalian untuk menghadapi risiko tertentu melalui akad yang sesuai dengan syariat.

    Qardh

    Pinjaman yang wajib dikembalikan dengan jumlah yang sama dalam waktu tertentu, hal ini sudah disepakati bersama.

    Ba’i Al-Wafa

    Istilah Ba’i Al-Wafa artinya jual beli yang dilangsungkan dengan syarat. Barang yang dijual dapat dibeli kembali oleh penjual bila tenggang waktu yang disepakati telah datang.

    Baca Juga: Ekonomi Mikro Adalah: Pengertian, Tujuan, dan Contohnya

    Keunggulan Sistem Ekonomi Islam

    Sistem ekonomi Islam memang masih terbilang baru sebab baru dimulai pada pertengahan abad kedua puluh. Pada dasarnya praktik dan tujuan dari sistem ekonomi Islam sendiri sudah ada sejak lahirnya agama Islam.

    Berikut ini beberapa keunggulan dari sistem ekonomi Islam, yaitu:

    1. Menggunakan Moral dan Etika

    Sistem ekonomi Islam menggunakan serangkaian moral dan etika. Sistem ekonomi Islam mengajarkan untuk tidak cepat puas dalam pemenuhan kebutuhan sendiri saja, akan tetapi barang tersebut bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di dalam sistem ini juga terdapat norma yang harus ditaati oleh para pelaku kegiatan ekonomi.

    2. Berdasar pada Keadilan

    Sistem ekonomi Islam memiliki asas utama yang wajib dipatuhi dan dijalankan yaitu asas keadilan. Dalam Islam terdapat batasan fungsional untuk menciptakan kesetaraan dan kesejahteraan ekonomi.

    3. Kebebasan dalam Pengambilan Keputusan

    Keunggulan sistem ekonomi Islam selanjutnya adalah sistem ini mempunyai kebebasan dalam mengambil suatu keputusan yang mengacu pada nilai-nilai tauhid. Kebebasan ini besar harapannya untuk mengoptimalkan kemampuan hubungan ekonomi tanpa didasari paksaan siapapun.

    Baca Juga: Memahami Perbedaan Sistem Ekonomi Liberal dengan Campuran

    Kekurangan Sistem Ekonomi Syariah

    Selain memiliki keunggulan, sistem ekonomi Islam juga memiliki kekurangan, sebagai berikut:

    1. Perkembangan Literatur Ekonomi Islam Berjalan Lambat

    Perkembangan literatur Islam yang menggunakan teks bahasa Arab berjalan sangat lambat. Pandangan masyarakat tidak berubah ke literatur Islam karena banyak bermunculan literatur ekonomi konvensional. Pandangan tersebut menyebabkan masyarakat berpikir bahwa penyelesaian masalah ekonomi hanya dapat dilakukan dengan menggunakan sistem ekonomi konvensional. Akibatnya, seluruh perilaku manusia dipengaruhi oleh sistem ekonomi konvensional,

    2. Praktik Ekonomi Konvensional Lebih Dikenal Masyarakat

    Praktik ekonomi konvensional sudah dikenal terlebih dahulu dibanding ekonomi Islam. Aspek kehidupan manusia telah disentuh oleh ekonomi konvensional, mulai dari produksi, distribusi hingga konsumsi barang atau jasa.

    Sistem ekonomi Islam adalah sistem baru, pasti ada kesulitan dalam memasukkan paham ini ke kegiatan ekonomi.

    3. Tidak Ada Gambaran Ideal Negara yang Menggunakan Sistem Ekonomi Islam

    Walaupun beberapa negara di Timur Tengah sudah menggunakan sistem ekonomi Islam sebagai pedoman pemerintahannya, akan tetapi mereka belum mampu menjalankannya secara penuh dan profesional. Akibatnya negara-negara tersebut pertumbuhannya ekonominya lebih lambat dibanding negara-negara Eropa. Maka dari itu banyak negara yang masih menimbang-nimbang tentang penggunaan sistem ekonomi ini.

    Baca juga: 10 Prinsip Ekonomi dan Contohnya dalam kehidupan Sehari-hari

    Kesimpulan

    Sistem ekonomi Islam adalah ilmu yang mempelajari masalah ekonomi rakyat yang berdasarkan nilai-nilai agama Islam. Pada dasarnya prinsip dari sistem ini adalah keadilan dan kesejahteraan masyarakat, sehingga membuat perekonomian berjalan dengan baik dan berkembang pesat.

    Di dalam sistem ekonomi Islam ini terdapat kegiatan jual beli. Jual beli yang dilakukan ini pasti membutuhkan laporan keuangan agar bisnis dapat dipantau dengan baik. Maka dari itu, dibutuhkan aplikasi kasir online yang akan membantu segala operasional bisnis yang kamu jalani.

    Aplikasi majoo adalah aplikasi wirausaha lengkap yang mengusung ekosistem digital untuk mengelola bisnismu agar lebih maju.

    Keuntungan menggunakan aplikasi majoo, kamu dapat melakukan hal-hal berikut ini:

    • Pantau dan kontrol penjualan dari mana saja. Hal ini dapat mengurangi kecurangan atas transaksi yang berlangsung.
    • Dapat membuat laporan keuangan otomatis.
    • Mengontrol biaya usaha untuk memaksimalkan keuntungan.
    • Dapat meningkatkan loyalitas pelanggan yang diharapkan penjualan akan meningkat.

    Ingin bisnismu berkembang dengan lebih pesat? Yang kamu perlukan adalah melakukan analisis atas bisnismu. Hal ini untuk menentukan inovasi bisnis baru yang ingin kamu lakukan agar customer membeli produk yang kamu jual.

    Nah, apakah kamu ingin operasional bisnismu menjadi lebih mudah untuk dilakukan? Yuk, segera lakukan #langkahmajoo dengan menggunakan aplikasi majoo!

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    11+ Faktor Keberhasilan Wirausaha yang Wajib Dimiliki!
    Faktor keberhasilan wirausaha tidak terbatas pada modal uang saja, sehingga dibutuhkan adaptasi, inovasi, dan sikap wirausaha untuk mengembangkan usaha.
    Valuasi adalah: Pengertian dan Cara Menghitungnya
    Valuasi adalah perhitungan nilai sebuah perusahaan dengan mempertimbangkan berbagai faktor. Besar maupun kecil, valuasi menjadi hal yang sangat penting.
    Fair Value adalah: Tujuan dan Cara Menghitung
    Nilai Wajar atau Fair Value adalah alat yang sangat berguna untuk membantu pengguna memahami keuangan perusahaan, terutama situasi keuangan saat ini.
    Daftar UMKM Online: Syarat dan Manfaatnya
    Daftar UMKM online bisa dilakukan dengan praktis. Manfaatnya antara lain agar mudah mengembangkan usaha dan untuk mendapatkan bantuan dana dari pemerintah.