Table of Content

    • Solusi
    • Knowledge
    • Memahami Perbedaan Sistem Ekonomi Liberal dengan Campuran

    Memahami Perbedaan Sistem Ekonomi Liberal dengan Campuran

    Kunci dari sistem ekonomi liberal adalah kebebasan yang diberikan dalam menjalankan kegiatan ekonomi

    Dalam dunia bisnis, sistem ekonomi liberal sudah bukan lagi sesuatu yang asing untuk diterapkan, terlebih dalam skala ekonomi suatu negara. Namun, justru karena skalanya yang terlalu besar tersebut, tak semua pelaku usaha benar-benar memahami sistem ekonomi yang satu ini; terlebih jika diminta untuk membedakannya dengan sistem ekonomi lainnya.

    Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan sistem ekonomi liberal? Apakah ada ciri-ciri khusus yang bisa membantu masyarakat awam untuk membedakan mana sistem ekonomi yang tergolong liberal, dan mana yang sebenarnya merupakan sistem ekonomi campuran?

    Pengertian dan Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Liberal

    Secara singkat, sistem ekonomi liberal adalah sebuah sistem ekonomi yang mengatur perekonomian suatu negara dengan memberikan kebebasan bagi masyarakatnya untuk melakukan setiap kegiatan ekonomi yang dibutuhkan.

    Karakteristik tersebut merupakan ciri utama yang membentuk sistem ekonomi liberal. Tidak hanya itu saja, sistem ekonomi yang satu ini juga memiliki sejumlah ciri-ciri lain yang mudah diperhatikan untuk menentukan apakah sebuah negara sebenarnya menggunakan sistem ekonomi ini atau justru menggunakan sistem ekonomi lainnya.

    Baca juga: Kegiatan Ekonomi: Pengertian, Sejarah, dan Jenis

    1. Harga Barang Tidak Ditentukan oleh Negara

    Dari pengertian sistem ekonomi liberal, tentu mudah untuk memahami bahwa pemerintah dari negara yang menganut sistem ini tidak akan mengatur secara ketat setiap kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh rakyatnya. Sebagai akibatnya, secara tidak langsung harga-harga barang yang beredar di pasaran pun akan sulit untuk dikontrol.

    Seperti yang kita ketahui bersama, harga barang ditentukan dari penghitungan rasio antara permintaan dan persediaan. Semakin banyak permintaan terhadap suatu barang, sementara persediaan barang tersebut tidak dapat memenuhi jumlah yang diminta, biaya yang harus dikeluarkan oleh mereka yang ingin membelinya juga akan semakin tinggi. Dalam bidang ekonomi, prinsip tersebut kerap disebut sebagai hukum kelangkaan barang.

    Nah, karena masyarakat dapat dengan bebas melakukan kegiatan ekonomi, termasuk dalam melakukan permintaan suatu barang atau menyediakan barang tersebut, secara otomatis harga barang akan ditentukan secara alami tanpa campur tangan negara. Ketika situasi tersebut terjadi, kita akan menyebutnya dengan istilah pasar bebas.

    Perbedaan sistem ekonomi liberal dengan sistem ekonomi campuran terkait harga barang di pasaran terletak pada kontrol yang dilakukan pemerintah maupun swasta terhadap setiap kegiatan ekonomi. Dengan demikian, dalam sistem ekonomi campuran, pemerintah suatu negara dapat mengeluarkan dapat mengeluarkan kebijakan-kebijakan ekonomi tertentu yang nantinya akan memengaruhi harga barang.

    2. Persaingan Tumbuh Secara Organik

    Ciri-ciri sistem ekonomi liberal yang berikutnya adalah tumbuhnya usaha serta kompetisi terkait bidang usaha tersebut secara alami.

    Karena masyarakat diberi kebebasan untuk melakukan setiap kegiatan ekonomi, pelaku usaha dapat dengan mudah untuk membuka usahanya. Namun, sebagai gantinya, tidak akan ada kontrol terhadap kompetitor di bidang usaha yang sedang ditekuni tersebut.

    Ingat selalu bahwa dalam sistem ekonomi yang satu ini, kebebasan masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi merupakan kunci utamanya. Oleh karena itu seseorang tak dapat melarang orang lain untuk memulai bisnis di bidang usaha yang sudah ditekuninya.

    Kebebasan yang diberikan kepada setiap pelaku usaha untuk memulai bisnisnya masing-masing ini tentu akan melahirkan kompetisi pada bidang-bidang usaha yang memang banyak diminati. Secara alami, setiap pelaku usaha yang menekuni bidang bisnis serupa akan saling bersaing untuk memastikan keberlanjutan bisnisnya.

    Salah satu yang menjadi perbedaan sistem ekonomi liberal dengan sistem ekonomi campuran adalah otoritas yang dimiliki pemerintah untuk mengelola sumber daya yang ada. Karenanya, dalam sistem ekonomi campuran, praktik monopoli mungkin sekali terjadi apabila pemerintah dari negara yang menerapkan sistem ekonomi tersebut bertujuan untuk menguasai sumber daya tertentu yang dibutuhkan dalam bidang usaha yang dimaksud.

    Dalam sistem ekonomi campuran, pemerintah akan dianggap sama seperti entitas bisnis lainnya; yang berarti pemerintah tersebut juga dapat membuat badan usahanya sendiri. Apabila pemerintah tersebut juga mengontrol dengan ketat sumber daya yang dibutuhkan, bukan tidak mungkin kompetisi tidak akan terjadi sehingga muncul praktik monopoli.

    3. Terbatasnya Kontrol dari Negara

    Sistem ekonomi liberal adalah sebuah sistem ekonomi yang unik karena seluruh kegiatan ekonomi sepenuhnya diserahkan pada skema pasar bebas. Sebagai akibatnya, pemerintah dari negara yang menerapkan sistem ekonomi ini tidak bisa dengan mudah melakukan kontrol atau intervensi terhadap suatu kegiatan ekonomi.

    Seluruh kontrol dalam sistem ekonomi ini dipegang oleh entitas bisnis yang terlibat di dalamnya. Dengan kata lain, seluruh keputusan bisnis yang akan diambil sepenuhnya berada di tangan pemilik usaha yang terlibat dan pemerintah tidak dapat melakukan intervensi atau campur tangan dalam keputusan tersebut.

    Ciri yang satu ini sesungguhnya bisa menjadi kelemahan serta kelebihan sistem ekonomi liberal. Di satu sisi, tidak adanya intervensi dari pemerintah dapat membuat pelaku usaha untuk lebih bebas dalam menentukan arah perkembangan bisnisnya tanpa memikirkan terlalu banyak risiko masalah. Namun, di sisi lain, tanpa adanya intervensi dari pemerintah, pelaku usaha tersebut juga akan kehilangan jaring pengaman dalam menjalankan bisnisnya ketika menghadapi risiko bisnis lainnya yang sebenarnya bisa dikontrol oleh pemerintah.

    Baca juga: 10 Prinsip Ekonomi dan Contohnya dalam kehidupan Sehari-hari

    4. Pemilik Usaha Dapat Memanfaatkan Setiap Alat Produksi

    Ciri-ciri sistem ekonomi liberal yang juga menarik adalah kebebasan yang dimiliki oleh pelaku usaha untuk memiliki alat produksi apa pun yang dibutuhkannya dalam memenuhi kegiatan ekonomi yang dijalankan.

    Dalam sistem ekonomi ini, pemerintah suatu negara tidak dapat melarang masyarakatnya untuk memiliki alat produksi apa pun, sehingga pelaku usaha tidak perlu bergantung pada pihak lain yang telah ditunjuk oleh negara dalam melakukan kegiatan ekonominya. Sama seperti ciri-ciri sebelumnya, karakteristik ini tidak hanya bisa menjadi kelebihan sistem ekonomi liberal, tetapi juga bisa menjadi kekurangannya.

    Apabila seorang pelaku usaha bebas memiliki alat produksinya sendiri, tentu akan ada banyak biaya produksi yang bisa dipangkas, baik secara materi maupun waktu dan juga tenaga. Akan tetapi, di saat yang sama, ketiadaan kontrol dari negara terhadap status kepemilikan alat produksi tertentu juga bisa menjadi sesuatu yang membahayakan negara itu sendiri.

    Bayangkan apabila pelaku usaha mana pun dapat memiliki generator nuklir yang dibutuhkan untuk memproduksi layanan yang menjadi komoditas bisnisnya tanpa adanya regulasi khusus dari pemerintah? Mungkin persediaan layanan yang dihasilkan akan lebih banyak jumlahnya dan kelangkaan terhadap layanan tersebut dapat dihindari, tetapi operasional bisnis tersebut secara keseluruhan dapat memunculkan kekhawatiran lain dalam benak masyarakat yang menjadi pasarnya, bukan?

    Baca Juga: 

    Persaingan bisnis dalam sistem ekonomi liberal akan tumbuh secara organik

    5. Modal dan Keuntungan Menjadi Penentu Kegiatan Ekonomi

    Kebebasan yang dimiliki oleh masyarakat dalam menjalankan kegiatan ekonomi bisa memicu banyak hal; baik yang berdampak positif maupun negatif. Salah satu efek yang muncul dan menjadi ciri-ciri sistem ekonomi liberal adalah adanya kegiatan ekonomi yang berorientasi sepenuhnya pada keuntungan.

    Karena dalam sistem ekonomi ini pemerintah suatu negara memiliki keterbatasan dalam melakukan intervensi atau kontrol terhadap kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh masyarakatnya, seluruh kegiatan ekonomi tersebut akan berjalan secara organik. Dalam situasi tersebut, prinsip utama ekonomi akan menjadi komponen yang sangat penting; yaitu memperoleh keuntungan sebesar-besarnya dengan biaya yang sekecil mungkin.

    Tanpa adanya kontrol dari negara, pelaku usaha akan cenderung lebih mengutamakan keuntungan bisnisnya dalam mengambil keputusan ekonomi apa pun. Hal ini pula yang menjadi perbedaan sistem ekonomi liberal dengan sistem ekonomi campuran.

    Dalam sistem ekonomi campuran, pelaku usaha perlu mempertimbangkan regulasi serta kebijakan ekonomi yang dicanangkan oleh pemerintah dalam mengambil keputusan ekonomi. Sekalipun sebuah langkah dirasa dapat menghasilkan keuntungan yang lebih baik jika dibandingkan dengan langkah-langkah bisnis lainnya, bisa jadi langkah tersebut tidak akan diambil jika terdapat regulasi atau kebijakan yang bertentangan, bukan?

    Oleh karena itu, dalam suatu negara yang menerapkan sistem ekonomi yang lebih liberal, regulasi-regulasi maupun kebijakan tersebut tidak ada karena negara memang tidak diperbolehkan untuk melakukan intervensi apa pun. Sebagai akibatnya, pemilik usaha dapat dengan mudah mengambil keputusan ekonomi yang paling menguntungkan bagi bisnisnya.

    Baca Juga: Ekonomi Maritim: Pengertian dan Contohnya

    Mengenali Negara yang Menganut Sistem Ekonomi Liberal

    Setelah mengetahui ciri-ciri sistem ekonomi liberal, tentu mudah untuk mengidentifikasi negara mana saja yang menganut sistem ini, dan mana saja negara yang lebih memilih untuk menerapkan sistem ekonomi campuran, kan?

    Namun, setelah memahami dengan benar setiap karakteristik yang umumnya ditunjukkan oleh sistem perekonomian yang liberal, mungkin akan ada yang bertanya-tanya pula apakah sistem ekonomi tersebut memang dapat benar-benar dilaksanakan. Pertanyaan yang wajar, sebenarnya, karena jika kita lihat ciri-ciri yang ada, penentu utama sistem ekonomi liberal adalah hadirnya negara dalam kegiatan ekonomi masyarakatnya.

    Setiap pemerintah dari negara mana pun tentu akan mengutamakan stabilitas negaranya; termasuk stabilitas ekonomi yang dimilikinya. Dengan demikian, sulit untuk membayangkan akan ada suatu negara yang sama sekali tidak melakukan intervensi apa pun terhadap kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh masyarakatnya; baik dengan secara langsung mengeluarkan kebijakan serta regulasi atau melakukan bentuk intervensi lainnya.

    Dari penjelasan tersebut, dapat dikatakan bahwa tidak ada negara yang menganut sistem ekonomi liberal secara utuh, karena dalam titik tertentu, negara tersebut pasti akan melakukan intervensi terhadap kegiatan ekonomi yang terjadi, khususnya yang dapat berdampak pada stabilitas negaranya. Namun, bukan berarti tidak ada negara yang sama sekali tidak menunjukkan ciri-ciri dari sistem ekonomi yang liberal.

    Sebaliknya, bisa dibilang sistem ekonomi liberal adalah sistem yang cukup banyak diadopsi oleh pemerintah suatu negara. Bagaimana tidak, sistem ekonomi yang satu ini memang memiliki berbagai kelebihan yang dianggap ideal untuk menjalankan setiap kegiatan ekonomi.

    Mana saja, sih, negara yang condong ke arah sistem ekonomi liberal dalam menjalankan pemerintahannya?

    Baca juga: Mengenal Apa yang Dimaksud Ekspor dan Eksportir

    Amerika Serikat

    Kata kebebasan dengan Amerika Serikat sebagai sebuah negara memang sulit untuk dipisahkan. Karenanya, dalam menjalankan kegiatan ekonomi yang ada pun negara adidaya ini bisa dibilang cukup condong ke arah liberal.

    Salah satu ciri-ciri sistem ekonomi liberal yang mudah ditemukan dalam praktik bisnis di Amerika Serikat adalah besarnya kebebasan yang dimiliki oleh setiap pelaku usaha yang ada di sana. Bahkan, kebebasan ini kerap merambah pada otoritas negara lain juga, lho!

    Praktik tersebut dapat dilihat dari banyaknya pemilik usaha asal Amerika Serikat yang kemudian mendirikan pabrik produksinya di negara lain. Salah satu alasan utamanya adalah murahnya biaya yang harus dikeluarkan untuk tenaga kerja yang ada di luar Amerika Serikat sendiri yang juga menjadi prinsip dari ekonomi: memperoleh keuntungan sebesar-besarnya dengan biaya sekecil mungkin.

    Jepang

    Praktik yang dilakukan oleh pelaku usaha dari Amerika Serikat tersebut sebenarnya juga dilakukan oleh Jepang, salah satu negara lainnya yang memiliki tingkat ekonomi tinggi.

    Tak jarang, bukan, kita menemukan pabrik-pabrik produksi di Indonesia yang sebenarnya dimiliki oleh pelaku usaha asal Jepang? Memang, salah satu kelebihan sistem ekonomi liberal adalah besarnya kebebasan yang dimiliki oleh pelaku usaha dalam menentukan keputusan ekonomi. Karenanya, praktik-praktik semacam ini mudah ditemukan pada negara yang condong ke arah liberal dalam menjalankan kegiatan ekonominya.

    Namun, bukan berarti Jepang sepenuhnya menerapkan sistem perekonomian yang liberal, lho! Di Jepang sendiri, pemerintah Jepang banyak mengeluarkan kebijakan ekonomi yang secara ketat mengatur berbagai proses bisnis yang ada, terlebih untuk mereka yang bergerak di industri barang konsumsi.

    Singapura

    Di antara negara-negara yang tergabung dalam ASEAN, Singapura merupakan salah satu negara yang juga condong pada sistem ekonomi liberal. Sama seperti kedua negara sebelumnya, ada banyak sekali praktik ekonomi yang dilakukan oleh pelaku usaha asal Singapura yang cukup bebas dalam menjalankan kegiatan ekonominya.

    Meski demikian, pemerintah Singapura juga tidak serta-merta memberikan kebebasan tersebut. Jika ditelusuri lebih dalam, ada banyak sekali regulasi yang mengatur bagaimana sebuah kegiatan ekonomi dapat dilakukan di Singapura. Jadi, meski condong ke arah liberal, sistem ekonomi yang diterapkan di Singapura sebenarnya merupakan sistem ekonomi campuran.

    Lalu, bagaimana dengan Indonesia?

    Meski Indonesia memiliki sistem ekonomi sendiri, yaitu sistem ekonomi pancasila, bukan berarti pelaku usaha yang berada di Indonesia tidak bisa menemukan kebebasan dalam mengelola bisnisnya seperti yang ditemukan dalam sistem ekonomi liberal. Bagaimana tidak, pelaku usaha di Indonesia dapat memanfaatkan aplikasi majoo untuk mengelola setiap bisnis yang dimilikinya dengan lebih mudah!

    Yuk, gunakan aplikasi majoo sekarang juga!

    Baca juga: Kenali Pengertian, Ciri, Jenis, dan Contoh Pasar Oligopoli

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    9 Cara Memulai Bisnis dari Nol, Perhatikan Di Sini!
    Diperlukan langkah dan strategi yang matang untuk memulai sebuah bisnis. Pertimbangan ini dapat membantumu melewati setiap hambatan yang mungkin terjadi.
    Tokopedia Paylater adalah Bentuk Kenikmatan Belanja Online
    Tokopedia Paylater membantu lebih dari 100 juta pelanggan aktif Tokopedia untuk beli sekarang bayar nanti. Mau mencoba? Baca dulu tipsnya!
    RAB adalah Rencana Anggaran Biaya, Bagaimana Cara Buatnya?
    RAB adalah singkatan dari rencana anggaran dan biaya, lalu mengapa dokumen yang satu ini sangat dibutuhkan oleh pemilik usaha dalam operasional bisnis?
    Stakeholder adalah: Pengertian, Fungsi, dan Jenis
    Operasional sebuah bisnis mustahil dijalankan tanpa adanya peran stakeholder. Namun, seberapa penting sebenarnya keberadaan peran ini dalam bisnis?