Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    Surat Perjanjian Hutang Piutang: Tujuan dan Manfaatnya

    Aktivitas hutang piutang perlu membuat surat perjanjian hutang piutang.

    Jika kamu menginginkan bisnismu berkembang dengan baik, kamu harus menyusun rencana sebaik mungkin dan menjalankannya dengan benar. Modal adalah salah satu fondasi penting yang perlu diperhatikan dan dimiliki untuk membuat bisnis milikmu sukses.

    Karena itu, kamu bisa mempertimbangkan pinjaman modal guna mengembangkan bisnismu. Perlu kamu ketahui bahwa meminjam modal tidak boleh mengabaikan adanya surat perjanjian hutang piutang.

    Apabila kamu meminjam uang ke institusi keuangan seperti bank, biasanya terdapat perjanjian utang piutang yang sudah disediakan oleh pihak bank dan kamu cukup menandatanganinya. Akan tetapi, berbeda halnya jika kamu memperoleh pinjaman modal usaha dari perusahaan lain dan kamu perlu membuat surat perjanjian hutang piutang dengan perjanjian yang sah untuk memperjelas hak dan kewajiban masing-masing pihak.

    Tanpa adanya surat perjanjian hutang piutang tanpa perjanjian, aktivitas utang piutang seringkali menimbulkan perselisihan di kemudian hari karena hanya didasari dengan perjanjian lisan yang tidak memiliki kekuatan hukum. Karena itu, bila kamu memiliki utang piutang dalam jumlah besar, diperlukan bukti pertanggungjawaban berupa surat perjanjian utang piutang.

    Yuk, pahami lebih lengkap mengenai surat perjanjian hutang piutang di artikel ini!

    Apa Itu Surat Perjanjian Hutang Piutang?

    Yang dimaksud dengan surat perjanjian hutang piutang adalah sebuah dokumen resmi terkait utang piutang yang dibuat secara tertulis. Fungsi surat perjanjian hutang piutang ini sebagai bentuk bukti adanya kegiatan peminjaman uang antara pihak kreditur (pemberi pinjaman uang) dan pihak debitur (penerima pinjaman).

    Isi dari surat perjanjian utang piutang berupa kesepakatan dan informasi terkait aturan atau ketentuan dari peminjaman uang tersebut. Mulai dari jangka waktu pengembalian pinjaman, besaran pokok pinjaman, hingga syarat dan risiko jika melanggar isi perjanjian surat perjanjian utang piutang tersebut.

    Jika perlu, kamu bisa menghadirkan saksi untuk memperkuat isi perjanjian tersebut. Intinya, dengan dibuatnya surat perjanjian utang piutang, kedua belah pihak telah sepakat mengenai isinya secara hukum.

    Fungsi surat perjanjian hutang piutang sebagai bentuk bukti adanya kegiatan peminjaman uang antara pihak kreditur dan debitur. 

    Tujuan Surat Perjanjian Hutang Piutang

    Pembuatan surat perjanjian utang piutang memiliki beberapa tujuan yang rasional bagi pihak peminjam dan pemberi pinjaman, yakni:

    1. Sebagai Konfirmasi Pihak- Pihak yang Terlibat

    Tujuan dan manfaat yang pertama diadakannya surat perjanjian utang piutang adalah untuk melakukan konfirmasi dengan semua pihak yang terlibat. Pihak-pihak yang terlibat ini, antara lain pihak peminjam, pemberi pinjaman, dan saksi jika ada. Dalam surat perjanjian ini terdapat data informasi pihak-pihak yang terkait seperti nama lengkap, nomor KTP, dan alamat tempat tinggal.

    Data-data tersebut digunakan untuk menghindari adanya kesalahan identitas atau untuk menyelesaikan masalah jika terjadi adanya pihak yang mengelak melunasi pinjaman.

    2. Sebagai Konfirmasi Besaran Utang dan Waktu Transaksi

    Selain mencantumkan data diri, di dalam surat perjanjian utang piutang juga memuat besaran nominal uang yang dipinjam. Pencantuman nominal pinjaman ini agar tidak ada pihak yang melakukan kecurangan untuk mengubah nominal perjanjian utang.

    Waktu transaksi juga harus tertulis secara jelas. Cara ini akan memperjelas transaksi utang piutang yang terjadi tanpa ada satu pihak pun yang merasa dirugikan.

    3. Menghindari Terjadinya Perselisihan

    Perselisihan di sini adalah perdebatan akibat perbedaan pendapat antara kedua belah pihak. Akibat adanya perselisihan antara kedua belah pihak ini bisa berakhir di jalur hukum karena antar pihak merasa saling benar dan tidak mau mengalah.

    Surat perjanjian ini dapat dijadikan sebagai bukti bila terjadi perbedaan pendapat sehingga dapat diselesaikan dengan cepat dan tepat.

    4. Menghindari Risiko Terburuk

    Risiko terburuk dari meminjamkan uang kepada pihak lain adalah adanya gagal bayar. Bisa saja debitur tidak bisa membayar atau mengembalikan uang yang telah dipinjam sehingga pihak tersebut kabur.

    Risiko lain yang bisa terjadi adalah pihak peminjam meninggal dunia sehingga tidak bisa membayar utangnya. Akan tetapi, dengan adanya surat perjanjian utang piutang ini, utang dapat ditagihkan kepada ahli waris debitur.

    Baca Juga: Utang adalah: Pengertian dan Jenis-Jenis Utang!

    Manfaat Surat Perjanjian Hutang Piutang

    Apa saja manfaat dari pembuatan surat perjanjian utang piutang bagi pihak kreditur dan debitur? Yuk, simak di bawah ini beberapa manfaatnya!

    1. Meningkatkan Kepercayaan Kedua Belah Pihak

    Dengan adanya pembuatan surat perjanjian pinjaman uang ini akan memberi kepercayaan pada kedua belah pihak, baik pihak kreditur dan debitur. Peningkatan kepercayaan ini karena terdapat bukti dan peraturan jelas secara tertulis dan berlandaskan hukum. Jika salah satu pihak bermasalah, akan diselesaikan melalui jalur hukum.

    2. Memberi Perlindungan Legal

    Surat perjanjian utang piutang ini akan memberi perlindungan legal bagi pemberi dan penerima pinjaman bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti piutang yang tak tertagih.

    Jika di kemudian hari terjadi sengketa, pihak terkait dapat melaporkan ke ranah hukum dengan membawa bukti surat perjanjian pinjaman yang telah disepakati kedua belah pihak.

    3. Memberi Rasa Tenang

    Adanya surat perjanjian utang piutang akan membuat kedua belah pihak merasa tenang. Bagi pihak kreditur tidak perlu melakukan penagihan atau khawatir uangnya tidak kembali karena adanya jaminan. Sedangkan pihak debitur juga akan merasa tenang karena tanggal jatuh tempo pembayaran tertulis secara jelas di surat perjanjian.

    Jenis Surat Perjanjian Hutang Piutang

    Berikut beberapa jenis surat perjanjian hutang piutang yang bisa kamu gunakan, yakni:

    1. Surat Perjanjian Hutang Piutang dengan Jaminan

    Pada dasarnya dalam meminjam uang, kamu bebas ingin memberi jaminan atau tidak. Jika menggunakan jaminan, di dalam surat perjanjian hutang piutang harus tertulis poin-poin mengenai aset yang dijadikan jaminan. Tujuannya agar tidak ada pihak yang menyalahgunakan jaminan tersebut karena aturan sudah tertulis jelas di dalam surat. 

    2. Surat Perjanjian Hutang Piutang Tanpa Jaminan

    Sedangkan jika kamu tidak memiliki jaminan, dalam isi surat perjanjian utang piutang tersebut perlu ditekankan poin-poin sanksi jika pihak bermasalah. Tujuannya agar pihak pemberi dan penerima pinjaman saling percaya satu sama lain.

    Baca Juga: Pendanaan: Pengertian dan Jenis Pendanaan

    Komponen Surat Perjanjian Hutang Piutang

    Terdapat beberapa komponen penting yang harus ada dalam perjanjian utang piutang, antara lain:

    1. Identitas Kedua Pihak yang Terlibat

    Di dalam surat perjanjian utang piutang harus dicantumkan informasi data diri kedua pihak yang terlibat, yang terdiri dari nama, nomor KTP, alamat, hingga pekerjaan dari peminjam atau yang memberikan pinjaman.

    2. Tanggal Perjanjian

    Tanggal perjanjian harus dinyatakan di dalam surat perjanjian, baik di awal dokumen atau langsung di atas tanda tangan masing-masing pihak.

    3. Jumlah Pinjaman

    Surat perjanjian utang piutang harus mencantumkan jumlah pokok pinjaman secara jelas, baik dalam bentuk angka atau penjelasan huruf. Jumlah pokok pinjaman biasanya dinyatakan dalam paragraf pertama.

    4. Tujuan Pinjaman

    Atas dasar kesepakatan bersama, tujuan pinjaman tersebut boleh dituliskan maupun tidak dalam sebuah surat perjanjian. Alasan dari penulisan tujuan pinjaman ini adalah agar kedua pihak merasa mendapatkan informasi yang jelas dan adil terkait dana pinjaman tersebut.

    5. Tingkat Bunga

    Tingkat bunga pinjaman biasanya dinyatakan dalam tingkat persentase tahunan. Terdapat pembatasan jumlah bunga yang dapat dibebankan. Di sisi lain, tidak mengenakan bunga juga dapat menimbulkan masalah pajak.

    6. Mekanisme dan Jangka Waktu Pembayaran

    Informasi yang tertulis seputar mekanisme dan jangka waktu pengembalian ini berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak. Bisa diartikan bahwa kedua belah pihak harus sama-sama menyetujui cara pengembalian uang yang dipinjamkan.

    Apabila terdapat kesepakatan pengembalian pinjaman dengan cara cicilan, waktu pembayaran cicilan harus jelas. Jangan lupa untuk mencantumkan batas waktu pengembalian pinjaman, berupa tanggal dan bulan serta tahun yang jelas.

    Ada tiga cara pinjaman dapat dilunasi, yaitu:

    • Pembayaran sesuai permintaan, pihak pemberi pinjaman dapat memutuskan untuk meminta pembayaran setiap saat yakni setelah memberikan pemberitahuan terlebih dahulu kepada pihak peminjam seperti yang diatur dalam surat perjanjian.
    • Pembayaran di akhir jangka waktu pinjaman, di dalam surat perjanjian menyatakan tanggal tertentu tentang jumlah pokok pinjaman dan bunga yang masih harus dibayar jatuh tempo.
    • Pembayaran angsuran, metode pembayaran yang paling umum dilakukan untuk membayar pinjaman terutama untuk pinjaman dalam jumlah besar. Karena pinjaman dalam jumlah besar, pihak peminjam melakukan pembayaran berkala sampai semua pokok dan bunga terbayar.

    7. Jaminan Pinjaman

    Dalam hutang piutang, jaminan akan memegang peran yang cukup penting. Karena pada dasarnya sebuah kegiatan pinjam meminjam uang tidak bisa berdasarkan kepercayaan saja.

    Silakan tulis jaminan yang diberikan atas transaksi pinjaman tersebut, misalnya berupa surat tanah, surat kendaraan atau BPKB, maupun aset berharga seperti perhiasan atau kendaraan. Fungsi dari jaminan ini sebagai barang penjamin yang akan diserahkan dari pihak peminjam kepada pihak pemberi pinjaman bila terjadi risiko gagal bayar.

    8. Ketentuan Wanprestasi

    Di dalam surat perjanjian pinjaman hutang piutang harus ada pernyataan pelanggaran kontrak (wanprestasi) dan menguraikan solusi pemberi pinjaman jika terjadi hal tersebut.

    Adanya ketentuan wanprestasi ini memungkinkan pihak pemberi pinjaman untuk mengajukan gugatan atas pelanggaran kontrak.

    9. Penyelesaian Perselisihan

    Informasi tentang penyelesaian perselisihan penting untuk dituliskan di dalam surat perjanjian untuk meminimalisasi risiko perbedaan penafsiran antara kedua belah pihak. Apabila terjadi suatu masalah, masalah tersebut dapat terselesaikan secara cepat dan adil bagi kedua pihak.

    10. Tanda Tangan dan Materai

    Harus ada tempat bagi masing-masing pihak untuk menandatangani surat perjanjian utang piutang. Selain tanda tangan pihak pemberi pinjaman dan pihak peminjam, surat perjanjian utang piutang juga harus ditanda tangani oleh saksi dan notaris. Surat perjanjian hutang piutang di atas materai juga perlu karena bukti sah atau legalnya sebuah perjanjian.

    Baca Juga: Pembiayaan adalah: Pengertian, Jenis, dan Cara Memperolehnya

    Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang Sederhana

    Setelah kamu mengetahui secara mendalam mengenai surat perjanjian utang piutang, mungkin dari kamu masih ada yang belum mengetahui bentuk surat perjanjian tersebut.

    Berikut ini contoh surat perjanjian hutang piutang sederhana yang sah dan dapat kamu gunakan.

     

    Pasal 1

    Perjanjian kerja sama untuk tujuan pembiayaan modal kerja sesuai dengan nominal yang dipinjam dan pada tanggal, bulan, dan tahun pinjaman diberikan.

    Pasal 2

    Jangka waktu pengembalian dana pinjaman yang telah disepakati kedua belah pihak beserta waktu tenggangnya jika diperlukan.

    Pasal 3

    Jaminan dan kompensasi, mencakup aset yang peminjam bisa jaminkan, misalnya rumah, mobil, atau perusahaan, dan besaran kompensasi yang diterima pemberi pinjaman, misalnya tingkat bunga pinjaman setiap bulan.

    Pasal 4

    Jangka waktu perjanjian surat tersebut akan berakhir atau sudah tidak berlaku lagi sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak.

    Pasal 5

    Penyelesaian perselisihan dengan cara yang telah disepakati kedua belah pihak.

    Kesimpulan

    Itulah informasi lengkap mengenai surat perjanjian hutang piutang yang diawali dengan pengertian, manfaat, komponen penting yang ada di dalam surat perjanjian, hingga contoh suratnya.

    Untuk mengembangkan bisnismu menjadi lebih maju dan sukses, tentunya kamu membutuhkan modal yang besar. Kamu bisa mengajukan pinjaman melalui fitur majoo capital yang disediakan oleh majoo untuk membantu proses pengembangan usaha milikmu.

    Proses pengajuannya cukup praktis dan mudah, besaran pendanaan yang bisa kamu dapatkan mencapai Rp2 miliar dengan perhitungan tenor yang fleksibel. Bagaimana? Pastinya layanan ini sangat recommended, kan? Tertarik mencoba?

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Quick Ratio adalah: Kelebihan dan Kekurangannya
    Quick ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur likuiditas jangka pendek suatu perusahaan. Apa saja kelebihan dan kekurangan quick ratio?
    Newsletter adalah: Definisi, Manfaat, dan Tips Newsletter
    Newsletter adalah tools yang dapat menjembatani perusahaan dengan pelanggan untuk berbagi informasi penting dan menarik terkait perusahaan secara rutin.
    Benarkah Termin adalah Istilah untuk Cicilan atau Uang Muka?
    Termin adalah sistem pembayaran dengan jangka waktu berdasarkan kesepakatan, atau terkait syarat yang telah disepakati saat akad jual secara kredit.
    Payback Period Adalah: Dari Rumus Sampai Contohnya
    Sederhananya, pengertian payback period adalah jangka waktu yang diperlukan untuk mengembalikan nilai investasi yang telah dikeluarkan.