Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    • Solusi
    • Knowledge
    • Voucher Belanja: Pengertian, Contoh, dan Cara Mendapatkannya

    Voucher Belanja: Pengertian, Contoh, dan Cara Mendapatkannya

    Mengenal Apa Itu Voucher Belanja

    Pernahkah kamu berbelanja di sebuah pusat perbelanjaan, namun tidak mengeluarkan uang tunai sama sekali? Alih-alih membayar menggunakan uang atau kartu debit, kamu menggunakan alat pembayaran berupa selebaran kertas, kupon, atau kartu.

    Itulah yang disebut dengan voucher belanja. Voucher belanja adalah salah satu alat pembayaran yang bisa digunakan di beberapa tempat untuk membeli barang. Biasanya dengan menerapkan beberapa syarat dan ketentuan.

    Pada umumnya, perusahaan atau brand yang mengeluarkan voucher belanja dengan tujuan agar konsumen atau pelanggannya agar tetap loyal dan kembali berbelanja di tempat tersebut. Voucher belanja juga umumnya diberikan oleh toko pada pelanggan sebagai bentuk promosi atau sebagai bagian dari strategi pemasaran.

    Voucher belanja biasanya berupa selebaran seperti kertas, tetapi sekarang ini juga sudah ada yang berbentuk digital atau disebut e-voucher. Karena penggunaannya yang praktis, voucher belanja bisa menjadi alternatif untuk berbelanja harian, mingguan, bahkan bulanan. Voucher belanja juga bisa digunakan untuk mendapatkan potongan harga atau diskon.

    Seperti halnya uang tunai, voucher belanja tersedia dalam beberapa nominal. Dari yang terkecil biasanya bernilai 50 ribu hingga 200 ribu. Selain itu, penggunaan voucher belanja harus memperhatikan tanggal kedaluwarsa. Biasanya voucher belanja hanya berlaku dalam waktu atau periode yang sudah ditentukan. Jika tidak sesuai, maka voucher belanja dianggap kedaluwarsa atau sudah tidak berlaku lagi.

    Sejarah Voucher Belanja

    Jika kamu gemar berbelanja, keberadaan voucher belanja tentu tidak asing lagi. Alat pembayaran ini memang sudah ada sejak lama.

    Dilansir dari Popbela.com, asal-muasal voucher belanja berawal dari promosi yang dilakukan perusahaan minuman ringan Coca-Cola pada 1887. Saat itu, Coca-Cola membagikan kupon kepada masyarakat yang berfungsi sebagai diskon. Jika masyarakat membeli segelas Coca-Cola lalu membawa kupon yang telah dibagikan, maka masyarakat bisa mendapatkan satu gelas minuman secara gratis.

    Aktivitas tersebut dilakukan sebagai salah satu strategi pemasaran dari Coca-Cola pada masa itu. Pada tahun 1913, tercatat Coca-Cola telah membagikan sebanyak 8.500.000 kupon minuman gratis. Seiring berjalannya waktu, strategi promosi itu dikenal dengan nama “diskon” dan mulai populer diterapkan di awal 1900-an hingga sekarang.

    Pembagian kupon kian gencar dilakukan di sekitar tahun 1930 saat krisis global melanda dunia pasca Perang Dunia I atau dikenal sebagai masa Great Depression (1929–1939). Banyak toko membagi-bagikan kupon potongan harga untuk menarik pelanggan agar mereka lebih sering berbelanja di tempat mereka. Kupon atau voucher belanja tersebut biasanya didistribusikan secara luas melalui surat, koran, majalah, atau langsung dari pengecer. Strategi kupon diskon inilah yang kemudian menjadi asal mula konsep voucher belanja yang digunakan berbagai perusahaan di seluruh dunia.

    Saat ini, voucher belanja dalam bentuk cetak semakin menyusut jumlahnya. Perusahaan mulai mengeluarkan voucher belanja elektronik atau biasa disebut e-voucher. E-voucher memiliki kelebihan yang tidak dimiliki voucher diskon cetak, yaitu dapat disebar melalui Internet sehingga lebih ramah lingkungan.

    Alasan Menggunakan Voucher Belanja

     Alasan Masyarakat Gemar Menggunakan Voucher Belanja

    Kehadiran inovasi teknologi menghadirkan ragam sistem pembayaran. Masyarakat tidak perlu lagi bergantung pada uang tunai dan kartu kredit atau debit. Kini, pembayaran transaksi bisa menggunakan e-wallet, uang elektronik, hingga voucher belanja. Hal ini merupakan salah satu semangat penerapan cashless society agar semakin luas digunakan di Indonesia.

    Baca juga: Mari Tinggalkan Uang Tunai dan Jadilah Generasi Cashless!

    Masyarakat yang bertransaksi menggunakan voucher belanja punya alasan-alasan tertentu. Dalam beberapa hal, berbelanja dengan menggunakan voucher merupakan cara yang dinilai paling praktis.

    Berikut beberapa alasan lain dalam menggunakan voucher belanja:

    1. Membantu dalam Mengatur Pengeluaran

    Dengan menggunakan voucher belanja, anggaran belanja akan lebih spesifik. Alasannya, kamu harus semaksimal mungkin berbelanja dengan menyesuaikan nominal yang tertera pada voucher. Jika belanjaan melebihi dari nominal yang tertera, maka kamu harus mengeluarkan uang tambahan. Dengan demikian, kamu bisa terhindar dari risiko membeli barang-barang yang tidak penting.

    2. Menjadi Hadiah Istimewa

    Voucher belanja adalah hadiah istimewa bagi semua orang. Alasannya, penerima hadiah berupa voucher belanja bisa membeli sesuatu sesuai dengan kebutuhan dan keinginan mereka.

    3. Menjadi Media Promosi yang Efektif

    Voucher belanja adalah salah satu media promosi yang efektif. Voucher bisa menjadi reward atau hadiah bagi pelanggan yang telah melakukan pembelian. Strategi ini akan menarik lebih banyak calon pelanggan bagi usaha yang sedang kamu jalankan.

    4. Lebih Aman Dibandingkan Uang Tunai

    Sebagian bagian dari alat pembayaran non-tunai (cashless), pembayaran menggunakan voucher belanja sudah pasti jauh lebih aman. Selembar voucher belanja bisa bernilai hingga Rp500.000. Cukup menyerahkan voucher belanja yang kamu miliki, pihak kasir akan langsung memproses transaksi kamu.

    Contoh Voucher Belanja

    Ada dua jenis voucher belanja yang banyak beredar, yakni voucher berupa nominal uang dan voucher berupa potongan diskon. Voucher belanja berupa nominal uang, lebih praktis tanpa membawa berlembar-lembar uang tunai. Sedangkan, voucher belanja berupa potongan diskon, lebih sering ditemukan digunakan saat berbelanja online.

    Baca juga: Tokopedia Paylater adalah Bentuk Kenikmatan Belanja Online

    Berikut beberapa contoh voucher belanja sesuai kategori merchant yang sering mengeluarkannya:

    1. Retail

    Merchant retail biasanya mencakup minimarket atau supermarket. Voucher belanja yang dikeluarkan oleh mereka bisa digunakan untuk membeli berbagai kebutuhan harian, mingguan, bahkan bulanan. Contoh voucher belanja retail adalah voucher belanja Indomaret, voucher belanja Alfamart, dan lain-lain.

    2. Fashion

    Merchant kategori fashion mengeluarkan voucher belanja untuk transaksi membeli pakaian, perawatan kulit, dan produk fashion lainnya. Voucher belanja ini berguna untuk mengendalikan anggaran sehingga terhindar dari pengeluaran berlebih. Contoh voucher belanja fashion adalah voucher belanja Sodexo, voucher belanja MAP, dan lain-lain.

    3. Hospitality Services

    Voucher dalam kategori ini mencakup untuk melakukan transaksi booking hotel atau transportasi. Untuk kategori ini, biasanya terdapat keterangan periode booking atau menginap. Contoh voucher belanja hospitality services adalah voucher Tiket.com, voucher Traveloka, dan lain-lain.

    4. Food & Beverages

    Voucher dalam kategori ini mencakup untuk melakukan transaksi pembelian makanan dan minuman. Untuk kategori ini, biasanya terdapat keterangan minimal pembelian untuk menggunakan voucher belanja. Contoh voucher belanja ini adalah voucher KFC, voucher Ismaya, dan lain-lain.

    Baca juga: Kenali Apa Itu Merchant dan Cara Kerjanya

    Kesimpulan

    Jika kamu hobi berbelanja, maka voucher belanja harusnya bukanlah hal baru untukmu. Dengan voucher belanja, kamu bisa mengatur keuangan dengan baik dan disiplin. Sebab, nominal yang tertera pada voucher belanja akan membantumu dalam menekan anggaran sehingga terhindar dari pengeluaran yang sia-sia.

    Untuk mengatur keuangan bisnis yang sedang kamu jalani, kamu bisa menggunakan aplikasi keuangan seperti majoo yang akan membantu kamu dalam hal pencatatan dan perhitungan akuntansi hingga penyusunan laporan keuangan. Sebab, pencatatan keuangan yang rapi akan memengaruhi kemajuan bisnis.

    Sekarang adalah saat yang tepat untuk mendapatkan banyak kemudahan dengan berlangganan majoo. Segera berlangganan, yuk!

    Pertanyaan Terkait

    • Voucher belanja adalah salah satu alat pembayaran yang bisa digunakan di beberapa tempat untuk membeli barang. Biasanya dengan menerapkan beberapa syarat dan ketentuan.
    • Voucher belanja bisa dibeli di outlet-outlet yang memberlakukan transaksi menggunakan voucher belanja. Sebagai contoh, kita bisa beli voucher belanja di Indomaret untuk digunakan berbelanja di outlet Indomaret mana pun, dan voucher belanja Gramedia untuk berbelanja di outlet Gramedia mana pun.

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Quick Ratio adalah: Kelebihan dan Kekurangannya
    Quick ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur likuiditas jangka pendek suatu perusahaan. Apa saja kelebihan dan kekurangan quick ratio?
    Newsletter adalah: Definisi, Manfaat, dan Tips Newsletter
    Newsletter adalah tools yang dapat menjembatani perusahaan dengan pelanggan untuk berbagi informasi penting dan menarik terkait perusahaan secara rutin.
    Benarkah Termin adalah Istilah untuk Cicilan atau Uang Muka?
    Termin adalah sistem pembayaran dengan jangka waktu berdasarkan kesepakatan, atau terkait syarat yang telah disepakati saat akad jual secara kredit.
    Payback Period Adalah: Dari Rumus Sampai Contohnya
    Sederhananya, pengertian payback period adalah jangka waktu yang diperlukan untuk mengembalikan nilai investasi yang telah dikeluarkan.