Table of Content

    Menentukan Target Bisnis dengan Mengukur Performa Bisnis


    Mengukur performa bisnis dapat membantu meningkatkan target bisnis.

    Banyak yang mengira bahwa mengukur performa bisnis sebaiknya hanya dilakukan oleh bisnis-bisnis yang sudah besar saja. Sementara mereka yang menggeluti sektor usaha mikro, kecil, dan menengah tidak perlu melakukannya. Padahal, aktivitas yang satu ini sebaiknya justru dilakukan oleh pelaku usaha yang bergerak di UMKM, karena dari ukuran-ukuran yang sudah didapatkan tersebut, pelaku usaha dapat menentukan target bisnisnya sendiri.

    Pelaku usaha dapat menentukan terlebih dahulu target apa yang ingin dicapai pada periode yang akan datang, kemudian menjadikan hasil ukuran dari analisis performa bisnis tersebut untuk menentukan nilai target, sehingga operasional bisnis dapat diarahkan secara jelas dengan acuan yang juga tidak asal.

    Setidaknya, ada tiga ukuran yang bisa didapat dari performa bisnis yang dapat digunakan sebagai dasar penentuan target:

    1. Menjadikan Kepuasan Pelanggan sebagai Target Bisnis

    Banyak pelaku usaha mungkin berpikir bahwa performa bisnis hanyalah segala sesuatu yang secara langsung berkaitan dengan uang seperti keuntungan dan juga kerugian. Namun, sudah tidak dapat dipungkiri bahwa bisnis dengan performa yang bagus tentu akan diikuti dengan pelanggan yang merasa puas tatkala melakukan pembelian atau transaksi apa pun dengan bisnis tersebut.

    Dari situasi tersebut, umumnya performa bisnis akan bergerak seperti bola salju. Semakin banyak pelanggan yang merasa puas, akan semakin baik pula citra dari bisnis yang dibangun; dan selanjutnya dari citra yang baik, akan ada lebih banyak calon pelanggan yang kemudian tertarik untuk bergabung dalam pengalaman berbelanja yang ditawarkan.

    Mempertimbangkan hal tersebut, tak sedikit pelaku usaha yang kemudian menjadikan tingkat kepuasan yang dimiliki pelanggannya sebagai target yang harus dicapai atau ditingkatkan. Umumnya, pilihan ini berangkat dari beberapa pertanyaan mendasar: Seberapa puas pelanggan yang sudah pernah melakukan pembelian? Dari pertanyaan tersebut, pelaku usaha dapat menentukan dalam satu periode ke depan, berapa persen peningkatan yang dibutuhkan sebagai target untuk periode tersebut.

    Baca Juga: Tingkatkan Kepuasan Pelanggan Dengan Strategi Pemasaran Ini

    1. Melihat Selisih Laba atau Rugi dengan Modal Awal

    Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, performa bisnis erat kaitannya dengan seberapa baik bisnis yang dijalankan tersebut dalam menghasilkan pendapatan. Oleh karena itu, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengetahui performa bisnis adalah dengan mengukur berapa besar keuntungan atau kerugian yang berhasil dikembangkan dari modal awal.

    Dari hasil perhitungan tersebut, pelaku usaha dapat mengetahui seberapa sehat bisnis yang sudah dijalankannya untuk memperoleh pendapatan. Pelaku usaha juga dapat mempertimbangkan apakah strategi bisnis yang dijalankan pada periode tersebut bisa dibilang berhasil atau tidak, apakah perlu ada penyesuaian-penyesuaian khusus, atau semacamnya.

    Umumnya, target bisnis kemudian dapat diperkirakan dengan melihat seberapa jauh modal awal dapat dikembangkan menjadi laba pada satu periode. Bagaimanapun juga, dalam bisnis, target tak bisa ditentukan secara asal dan harus benar-benar memiliki dasar pertimbangan yang jelas.

    Apabila setelah mengukur tingkat pengembangan modal diketahui bahwa bisnis yang dijalankan berhasil memperoleh keuntungan bersih sekitar 20% dari modal yang ditanamkan, terlalu berlebihan apabila pelaku usaha menetapkan bahwa untuk periode berikutnya, target yang harus dicapai adalah peningkatan pendapatan hingga 50%; terlebih apabila memang tidak diikuti dengan perubahan strategi yang memadai.

    Apabila sudah diketahui bahwa dalam setahun, bisnis hanya dapat menghasilkan laba sebesar 20% dari modal awal, berarti dapat diasumsikan bahwa operasional bisnis dengan strategi yang sebelumnya diterapkan memang berada di batasan tersebut. Penyesuaian strategi dan operasional bisnis mungkin saja perlu dilakukan untuk memastikan angka tersebut dapat ditingkatkan.

    Baca Juga: Cara Menghitung Laba Rugi Bisnis dengan Laporan Laba Rugi


    Dengan mengukur performa bisnis, pelaku usaha dapat mengetahui seberapa sehat bisnis yang dijalankannya.

    1. Mempertimbangkan Arus Kas dalam Satu Periode

    Performa bisnis tidak hanya dapat dilihat dari besarnya laba atau rugi yang dialami di akhir periode, tetapi juga dari seberapa lancar perputaran arus kas yang dikelola setiap harinya. Apabila dalam sehari-hari lebih banyak arus kas yang keluar dibanding yang masuk, artinya bisnis sedang tidak sehat dan besar kemungkinan akan mengalami kerugian di akhir periode jika tidak ada perubahan.

    Mengukur seberapa baik performa bisnis dari hari ke hari dapat pula. Dengan model ini, pelaku usaha dapat dengan cepat melakukan penyesuaian apabila memang dibutuhkan, sehingga bisnis dapat dihindarkan dari potensi kerugian yang mungkin akan terjadi.

    Target bisnis yang ditetapkan secara harian umumnya tidak berorientasi langsung untuk memperoleh pendapatan sebesar-besarnya, tetapi untuk melakukan uji coba terhadap strategi bisnis yang mungkin ingin dijalankan. Performa bisnis setiap harinya akan menentukan apakah strategi yang sedang coba diimplementasikan memang mampu menjawab masalah bisnis yang dihadapi atau membutuhkan penyempurnaan lebih lanjut untuk dijalankan dalam jangka waktu yang lebih panjang.

    Memahami pentingnya mengukur performa bisnis, terutama untuk menentukan target yang ingin dicapai dalam menjalankan sebuah bisnis, merupakan salah satu kunci utama yang perlu dimiliki oleh setiap pelaku usaha untuk memastikan bisnisnya dapat terus berkembang. Jika memang diperlukan, pelaku usaha juga dapat memanfaatkan berbagai aplikasi POS seperti aplikasi majoo yang sudah dilengkapi dengan kapabilitas untuk melakukan pemantauan performa bisnis.


    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Bisnis Maju Dengan Aplikasi Toko Kelontong Modern
    Mengelola bisnis tradisional di tengah gempuran eCommerce tidaklah mudah. Kamu harus mulai mengadaptasi perkembangan teknologi, misalnya menggunakan aplikasi untuk mengelola toko kelontongmu.
    5 Hal Penting dalam Melakukan Market Research
    Informasi dari market research dapat membantumu menyampaikan kampanye pemasaran yang dapat menarik target pasar.
    Keuntungan Integrasi Online Bisnis F&B dengan GrabFood
    Di masa pandemi, integrasi online dengan layanan pesan antar seperti GrabFood bisa menjadi pilihan bijak. Nikmati program terbaru aplikasi majoo.
    Menentukan Jam Buka Restoran Terbaik selama Ramadan
    Apa saja yang perlu diperhatikan pelaku usaha di bidang kuliner saat menentukan jam buka restoran selama bulan puasa?