Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    Anak atau Orang Tua? Manakah Segmen Pasar Target Pemasaran?

    Orang tua atau anak? Segmen pasar mana yang perlu dijadikan target pemasaran?

    Memilih segmen pasar yang sesuai sebagai target pemasaran merupakan kunci utama dalam meningkatkan angka penjualan. Wajar saja, dong, sebagus apa pun kualitas produk yang kita miliki, apabila tidak ditawarkan kepada segmen yang tepat, tentu tidak akan ada yang tertarik untuk membeli.

    Selain tak ada tambahan angka penjualan, bisnis pun terancam merugi karena melakukan suatu kegiatan pemasaran tentu membutuhkan biaya, kan? Masalahnya, bagaimana bila produk yang kita miliki ditujukan untuk anak-anak, mana yang harus ditarget? Orang tua yang memiliki uang, atau anak-anak yang memiliki kebutuhan?

    Baca juga: Merancang Promo yang Sesuai dengan Target Pasar Produk

    Mengapa Perlu Menarget Orang Tua?

    Idealnya, kegiatan pemasaran memang sebaiknya dilakukan dengan menyasar langsung penggunanya. Akan tetapi, untuk produk atau jasa yang ditujukan untuk segmen usia anak-anak, kondisi ideal ini bisa jadi berbeda jauh.

    Bagaimanapun juga, kegiatan pemasaran dilakukan untuk mendorong angka penjualan, dan untuk pelanggan anak-anak, besar kemungkinan yang melakukan pembelian adalah orang tuanya. Terlebih, ada beberapa manfaat lain dengan menarget orang tua, lho!

    • Memiliki Daya Beli

    Harus diakui bahwa orang tua merupakan pihak yang akan menjadi pembeli untuk produk maupun jasa yang ditujukan bagi anak-anak. Artinya, apabila kegiatan pemasaran yang dilakukan tidak dapat meyakinkan orang tua untuk mengeluarkan uangnya, transaksi pun tidak akan terjadi.

    Dari pertimbangan ini saja, menarget orang tua dalam setiap kegiatan pemasaran yang dilakukan sudah menjadi keputusan bisnis yang masuk akal sekali, kan? Inilah sebabnya banyak pelaku usaha yang menggeluti bidang bisnis ini lebih memilih untuk menarget orang tua, bukan secara langsung menarget anak, meski memang produk atau jasa yang ditawarkan itu nantinya akan digunakan oleh anak dan bukan orang tuanya.

    • Memilih Secara Rasional

    Dibandingkan dengan anak-anak, orang tua dapat memilih produk atau jasa terbaik secara rasional berdasarkan keunggulan dan kelemahan yang ditawarkan. Jadi, kita tidak perlu khawatir harus bersaing dengan produk atau jasa serupa lainnya yang ‘terlihat lebih keren’, sekalipun mungkin dengan kualitas yang lebih rendah.

    Dengan menyasar orang tua, kita dapat merancang informasi pemasaran yang benar-benar menunjukkan keunggulan yang dapat ditawarkan, sehingga orang tua sebagai audiens target pun dapat mempertimbangkan produk atau jasa tersebut dengan lebih objektif.

    Apabila pemasaran ditujukan untuk anak, bisa jadi yang harus kita fokuskan adalah seberapa keren produk atau jasa yang kita miliki.

    Baca juga: Lebih Mengenal Segmentasi dan Target Pasar bagi Bisnis Kamu

    • Memegang Keputusan Akhir

    Mau tidak mau, orang tua akan menjadi penentu akhir apakah mereka akan membeli produk maupun jasa yang kita tawarkan atau tidak, kan? Sekalipun bisnis kita menawarkan keunggulan yang tak tertandingi dan benar-benar dibutuhkan oleh anak, jika orang tua memutuskan untuk tidak membeli, produk atau jasa kita tak akan pernah bisa terjual.

    Nah, dengan beberapa alasan di atas, menargetkan kegiatan pemasaran untuk segmen orang tua pun berpotensi mendorong angka penjualan. Namun, bagaimana jika kita memilih untuk menarget segmen anak-anak?

    Segmen pasar orang tua maupun anak sama-sama bisa dijadikan target pemasaran.

    Tepatkah Menyasar Segmen Pasar Anak?

    Produk dengan usia anak-anak sebagai segmen pasar utama memang sedikit tricky. Bagaimanapun juga, tak banyak anak yang memiliki penghasilan sendiri, kan? Otomatis, saat ingin membeli suatu barang, mereka hanya bisa mengandalkan uang sakunya saja.

    Masalahnya, uang saku tersebut pun sebenarnya diberikan oleh orang tua, dan tak sedikit pula orang tua yang enggan memberikan uang saku berlebih sekadar untuk menuruti permintaan anaknya. Lalu, apakah kegiatan pemasaran sebaiknya tidak difokuskan pada segmen usia anak-anak?

    Eits, tunggu dulu! Menargetkan anak-anak juga memiliki manfaatnya sendiri, lho!

    • Menjadi Pengguna Akhir

    Karena produk atau jasa yang kita tawarkan ditujukan untuk anak-anak, sudah barang tentu merekalah pengguna akhir yang patut ditargetkan. Sederhana saja, sebagai pengguna akhir, segmen anak benar-benar tahu produk atau jasa apa yang sebenarnya mereka butuhkan.

    Baca juga: Mengapa Pelaku Usaha Perlu Memahami Karakter Gen Z?

    • Mampu Mendorong Pembelian

    Benar, memang, orang tua yang memiliki daya beli merupakan penentu akhir untuk membeli suatu produk atau jasa. Akan tetapi, bukan berarti suara anak menjadi tidak berarti.

    Bagaimanapun juga, orang tua cenderung ingin menyenangkan anak dan memenuhi segala permintaan yang mereka ajukan, sekalipun mungkin permintaan tersebut sebenarnya merupakan kebutuhan tersier yang tidak harus dipenuhi dengan segera.

    Tak jarang, kan, kita melihat orang tua membeli sesuatu karena anaknya terus merengek? Apabila kegiatan pemasaran yang dilakukan dapat mencuri minat anak, bukan tidak mungkin orang tua pun tetap akan melakukan pembelian.

    • Leluasa Mengakses Informasi

    Dewasa ini, memanfaatkan platform digital seperti media sosial sebagai saluran pemasaran merupakan alternatif yang relatif lebih terjangkau dengan hasil yang sama efisiennya. Pertanyaannya, di antara sekian banyak pengguna media sosial, segmen usia apa yang mendominasi?

    Yap, benar sekali! Generasi muda merupakan pengguna dominan media sosial. Artinya, dengan menargetkan anak-anak, potensi tersampaikannya tujuan pemasaran pun lebih besar, dan sebagai akibatnya, potensi pembelian pun lebih mungkin terjadi, kan? Jadi, sebenarnya tak ada salahnya pula menyasar anak-anak sebagai target utama kegiatan pemasaran, terlebih di media sosial.

    Sebenarnya, segmen pasar mana pun yang dijadikan target pemasaran tetap bisa efektif dalam mendorong angka penjualan. Bahkan, tak jarang pula kegiatan pemasaran dilakukan dengan menyasar kedua segmen ini secara sekaligus untuk memaksimalkan potensi terjadinya pembelian.

    Ingin menarget orang tua maupun anak, pelaku usaha tetap berkewajiban untuk menyuguhkan pengalaman berbelanja yang menyenangkan, misalnya saja dengan memanfaatkan seluruh fitur unggulan dalam aplikasi majoo yang dapat mempermudah pengelolaan bisnis secara maksimal.

    Yuk, segera berlangganan layanan aplikasi majoo!

    Baca juga: Menyasar Pengembangan bisnis yang Sesuai Kebutuhan Pasar

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Pentingnya Manajemen Inventory yang Efektif Bagi UMKM
    Manajemen inventory merupakan bagian krusial dari menguntungkan atau tidaknya sebuah bisnis, terlebih bagi UMKM.
    Awas! Jangan Coba-Coba Bisnis Kopi Sebelum Tahu 5 Hal Ini!
    Sempat diprediksi bakal meredup, bisnis kedai kopi nyatanya justru semakin merebak. Layakkah terjun ke bisnis kedai kopi?
    Tampilan Dashboard Baru dari majoo Hadir Memudahkan Bisnismu
    Tampilan dashboard baru majoo tidak hanya lebih rapi dan modern, tetapi menghadirkan fungsionalitas yang lebih optimal. Yuk, cari tahu highlight fiturnya!
    Pro Kontra Program Loyalty Pelanggan
    Sebelum mengimplementasikan program loyalitas pelanggan, pelajari dulu pro dan kontranya untuk bisnismu.