Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    Media Sosial, Langkah Pilihan UKM Go Digital. Mengapa?!

    Siapa sangka program UKM Go Digital bisa dicapai dengan mudah melalui pemanfaatan media sosial?

    Di antara banyak program yang dicanangkan oleh pemerintah, UKM Go Digital bisa dibilang salah satu program yang paling terasa manfaatnya, khususnya bagi pelaku usaha yang memang bergerak di sektor bisnis mikro, kecil, dan menengah.

    Wajar saja, sebenarnya, sebagai negara kepulauan dengan luas daerah yang cukup besar dan jumlah penduduk yang termasuk padat, Indonesia memang harus mengandalkan sektor-sektor usaha yang dapat diakses seluruh lapisan masyarakat untuk memastikan roda perekonomian terus bergerak, kan?

    Sebenarnya, sudah sejauh mana, sih, pelaksanaan program yang satu ini? Apa saja wawasan menarik yang mungkin bisa dikaji lebih dalam ketika program ini dijalankan? Kita bahas bersama-sama, yuk!

    Perlahan Menuju Target yang Diinginkan

    Pada bulan Juni lalu, Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, menyatakan bahwa sudah ada 19 juta pelaku UMKM yang sudah masuk ke dalam ekosistem digital.

    Jumlah ini memang masih belum sampai separuh total UMKM yang tercatat, yaitu sekitar 64 juta. Akan tetapi, dilihat dari laju peningkatannya, kita dapat melihat program go digital yang dicanangkan oleh pemerintah ini secara optimis, lho!

    Pasalnya, jumlah ini sebenarnya sudah mencapai setengah dari target yang ingin disasar, yaitu 30 juta pelaku UMKM diharapkan sudah masuk ke dalam ekosistem digital. Ditambah lagi, Teten Masduki juga menjelaskan bahwa omzet yang dicatatkan oleh 19 juta pelaku UMKM yang sudah go digital ini mencapai kisaran angka 500 hingga 600 triliun rupiah.

    Baca juga: 3 Pemilik Usaha UMKM yang Maju, Ini Kisahnya Memulai Bisnis

    Tren Berbisnis di Media Sosial

    Bicara tentang bisnis dalam ekosistem digital, mungkin banyak pelaku usaha yang membayangkan kegiatan jual beli yang dijalankan di marketplace maupun melalui situs web bisnis khusus, kan? Menariknya, seiring dengan semakin banyak pelaku usaha yang masuk ke dalam ekosistem digital, platform digital yang digunakan untuk berbisnis pun juga ikut berkembang dan tak hanya di situ-situ saja.

    Jika kita perhatikan lebih dalam, sebenarnya banyak pula pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang juga memanfaatkan platform media sosial sebagai media penjualan dan pemasarannya. Dengan demikian, sesungguhnya pilihan yang dimiliki pelaku usaha untuk memasukkan bisnisnya ke dalam ekosistem digital cukup beragam, lho!

    Pertanyaannya, mengapa banyak pelaku usaha, khususnya mereka yang bergerak di sektor mikro, kecil, dan menengah, yang memutuskan untuk berbondong-bondong menjajakan produk serta jasanya di media sosial, sih? Padahal, platform-platform ini, kan, sebenarnya tidak dirancang untuk berbisnis?

    Baca juga: Apa Saja Fitur Unggulan yang Dibutuhkan untuk Go Digital?

    • Persiapan yang Mudah dan Murah

    Masalah utama yang kerap dihadapi oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah adalah terbatasnya modal yang bisa dikumpulkan untuk memastikan bisnis tetap maju dan berkembang. Namun, dengan adanya platform social media, biaya ini dapat ditekan serendah-rendahnya.

    Dibandingkan membuka toko cabang secara fisik yang membutuhkan banyak biaya, pelaku usaha dapat memanfaatkan platform social media yang bisa digunakan secara gratis. Biaya iklan dan kegiatan pemasaran lainnya pun tergolong terjangkau, kan? Jadi, wajar saja jika platform yang sejatinya digunakan untuk bersosialisasi ini kemudian juga menjadi langkah andalan bagi pelaku UMKM yang ingin merambah pasar digital.

     Bantu wujudkan target UKM go digital melalui platform-platform media sosial.

    • Kontrol dan Evaluasi Kegiatan Pemasaran

    Dalam setiap bisnis, kegiatan pemasaran selalu dibutuhkan untuk mendorong angka penjualan, tak terkecuali bisnis yang dijalankan di platform digital.

    Masalahnya, dalam platform-platform marketplace digital yang ada saat ini, tak banyak informasi atau data yang bisa diolah oleh pelaku usaha untuk memaksimalkan kegiatan pemasaran yang dilakukan. Menariknya, platform media sosial yang awalnya tidak dirancang untuk bisnis justru menyediakan kemudahan ini, lho!

    Hampir di setiap platform sosial yang ada, pengguna dapat dengan mudah mengetahui beragam informasi terkait kegiatan pemasaran yang dilakukannya. Misalnya saja, cukup dengan beberapa klik, pelaku usaha sudah dapat mengetahui pukul berapa saja posting yang diterbitkannya dilihat oleh audiens, berapa besar tingkat interaksi serta ketertarikan yang ditunjukkan oleh audiens di setiap posting, bahkan informasi terkait usia dan jenis kelamin audiens.

    Dengan data yang cukup komprehensif ini, pelaku usaha dapat meracik kegiatan pemasaran terbaik yang dapat mendorong angka penjualan bisnisnya!

    Baca juga: Bagaimana Digital Marketing Bisa Membantumu Perluas Pasar?

    • Sesuai dengan Perkembangan Zaman

    Alasan lain mengapa banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang memilih memanfaatkan platform media sosial untuk pengelolaan bisnisnya adalah kesesuaian sifat platform tersebut dengan karakter pengguna yang ditargetkan.

    Mudahnya penyebaran informasi dengan topik yang beragam sangat cocok dengan karakteristik masyarakat masa kini yang ingin segalanya serba instan. Ditambah lagi, perkembangan perilaku masyarakat ini tidak hanya berpengaruh di sisi konsumen saja, lho, tetapi juga mencakup pengelola platform digital juga.

    Sebagai contoh, platform Instagram yang tadinya diperuntukkan untuk berbagi konten visual untuk bersosialisasi pun ikut berkembang di masa pandemi dengan menyajikan fitur Instagram Shop. Langkah serupa juga dapat dengan mudah kita temukan pada platform lain.

    Artinya, pengelola platform social media juga menyadari adanya pergeseran fungsi platformnya dari media bersosialisasi menjadi media bisnis, dan secara aktif menunjukkan dukungannya pada pelaku usaha dengan terus mengembangkan fitur yang mempermudah pengguna platformnya untuk berbisnis. Berjualan di platform ini pun terasa semakin seru dan mudah, kan?

    Nah, agar pengelolaan bisnis terasa lebih menyenangkan lagi, pelaku usaha juga dapat berlangganan aplikasi majoo yang sudah dilengkapi dengan beragam fitur unggulan untuk mempermudah operasional bisnis. Di samping itu, layanan aplikasi majoo juga sudah terintegrasi dengan berbagai platform digital yang memungkinkan pelaku UKM Go Digital!

    Menarik sekali, kan? Yuk, segera berlangganan aplikasi majoo!

    Baca juga: Ingin Jualan di Media Sosial? Kamu Wajib Baca Ini!



    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Migrasi Bisnis Menjadi Usaha Online saat Ramadan? Why not?!
    Migrasi bisnis menjadi usaha online tergolong praktik baru yang mulai dilirik. Apa alasan untuk melakukannya, terlebih di bulan Ramadan seperti sekarang?
    Ide Hampers Lebaran yang Unik dan Menarik untuk Dicoba!
    Ada banyak ide hampers lebaran yang unik dan menarik untuk dicoba guna meningkatkan pendapatan bisnis. Tertarik memanfaatkan salah satu ide berikut?
    Melirik Pasar Digital, Tren Bisnis bagi Pelaku UMKM
    Dengan situasi pandemi yang saat ini tengah dihadapi, menarget pasar digital menjadi salah satu tren bisnis baru yang sebaiknya tak dilewatkan oleh UMKM.
    Tren Bisnis yang Diprediksi Akan Mendominasi Pada 2022
    Perubahan dan tantangan global akan membentuk tren bisnis baru pada 2022. Jika kamu ingin usaha sukses, tentunya bisnis milikmu perlu beradaptasi.