Punya pertanyaan tentang majoo? Kami dapat membantu!
Icon majoo chat
majoo fab
Hai, majoopreneurs!

Punya pertanyaan terkait fitur dan paket berlangganan majoo? Yuk, segera terhubung dengan kami!

Klik Ingin Berlangganan
majoo fab
Ingin Berlangganan majoo fab
Klik Hubungi CS
majoo fab
Hubungi CS majoo fab

Table of Content

    • Solusi
    • Knowledge
    • Rasio Aktivitas: Pengertian, Jenis, Rumus, dan Contohnya

    Rasio Aktivitas: Pengertian, Jenis, Rumus, dan Contohnya

    Rasio aktivitas adalah ukuran untuk melihat aset yang dikelola oleh perusahaan.

    Dalam menjalankan manajemen keuangan bisnis, terdapat banyak rasio yang digunakan. Hal ini untuk memastikan perencanaan keuangan dan realisasi bisnis dapat berjalan dengan optimal.

    Untuk melihat kemampuan suatu perusahaan dalam pengelolaan aset diperlukan rasio keuangan, salah satu caranya dengan menggunakan rasio aktivitas (activity ratio). Rasio aktivitas mempunyai istilah lain, yaitu rasio manajemen aset (asset management ratio), rasio solvabilitas (solvability ratio), rasio utilitas (utilization ratio), dan rasio perputaran (turnover ratio).

    Pada dasarnya rasio keuangan yang utama terbagi menjadi lima jenis, yaitu:

    • Rasio Leverage
    • Rasio Profitabilitas
    • Rasio Nilai Pasar
    • Rasio Likuiditas
    • Rasio Aktivitas

    Fungsi dari kelima rasio keuangan di atas adalah untuk mengambil keputusan strategis.

    Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang rasio aktivitas, seperti pengertian, jenis, contoh, hingga cara menghitung rasio aktivitas. Yuk, simak penjelasannya lebih detail!

    Pengertian Rasio Aktivitas

    Arti dari rasio utilitas (istilah lain dari rasio aktivitas) menurut Sherman (2015) adalah pemanfaatan aset perusahaan untuk menghasilkan profit, khususnya bagi shareholder yang telah mengeluarkan modal untuk membeli aset suatu perusahaan. Jika aset tidak dikelola dengan baik, akibatnya akan menimbulkan biaya (beban) dan menekan profit yang akan diperoleh. Begitu juga sebaliknya, aset yang digunakan secara efektif akan menghasilkan keuntungan yang optimal, sehingga dapat mengontrol beban.

    Ada satu lagi pengertian rasio manajemen (istilah lain dari rasio aktivitas) menurut Brigham & Houston (2013), yaitu ukuran untuk melihat aset yang dikelola oleh perusahaan. Tujuannya untuk meraih manfaat ekonomis.

    Di dalam evaluasi efisiensi bisnis, rasio aktivitas berperan dalam menganalisis persediaan, aset tetap, dan piutang. Rasio aktivitas juga untuk melihat kinerja suatu perusahaan bersaing dengan kompetitornya.

    Baca Juga: Contoh Neraca Saldo Untuk Pebisnis Pemula

    Cara menghitung rasio aktivitas dengan membagi akun di laporan laba rugi dengan akun neraca keuangan.

    Jenis dan Rumus Rasio Aktivitas

    Rasio aktivitas ini terbagi menjadi beberapa jenis yang perlu kamu ketahui. Setiap jenis rasio aktivitas juga memiliki rumus untuk menghitungnya. Cara menghitung rasio aktivitas relatif mudah. Kamu tinggal membagi akun di laporan laba rugi dengan akun neraca keuangan. Berikut ini penjelasan lengkap mengenai jenis dan rumus rasio aktivitas.

    1. Rasio Perputaran Total Aset (Total Asset Turnover Ratio)

    Rasio perputaran total aset gunanya untuk menghitung aktivitas aset dan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan penjualan melalui asetnya.

    Rumus rasio aktivitas ini adalah penjualan bersih (HPP) dibagi dengan total aset rata-rata.

    Rumus Rasio Perputaran Total Aset (Total Asset Turnover Ratio)

    Penjualan atau : Total Aset


    Bisa disimpulkan bahwa nilai rasio yang tinggi menunjukkan aktivitas perusahaan yang semakin baik. Hal ini karena perusahaan dapat menghasilkan lebih banyak penjualan dengan beberapa tingkat aset tertentu, begitu juga sebaliknya.

    2. Rasio Perputaran Aset Tetap (Fixed Asset Turnover Ratio)

    Rasio Perputaran Aset Tetap adalah rasio yang menunjukkan cara suatu perusahaan memanfaatkan aset tetapnya. Rasio ini bisa dikatakan rasio untuk mengukur efisiensi dan produktivitas aset tetap dalam menghasilkan pendapatan.

    Rumus Perputaran Aktiva Tetap Fixed Asset Turnover Ratio)

    Penjualan : Rata-rata Aset Tetap


    Angka rasio yang tinggi menunjukkan suatu perusahaan memanfaatkan aset tetapnya untuk menghasilkan pendapatan dengan tepat, begitu juga sebaliknya.

    Perusahaan akan beroperasi di luar kapasitasnya bila nilai rasio yang dihasilkan terlalu tinggi. Maka dari itu, untuk mendukung penjualan, perusahaan perlu berinvestasi aset modal, seperti pabrik, properti, serta peralatan.

    3. Rasio Siklus Konversi Kas (Cash Conversion Cycle Ratio)

    Rasio Siklus Konversi Kas adalah jumlah hari yang dibutuhkan suatu perusahaan untuk menghasilkan pendapatan. Istilah lain dari rasio ini adalah net operating cycle ratio.

    Rumus Siklus Konversi Kas (Cash Conversion Cycle Ratio)

    Periode Konversi Persediaan + Periode Konversi Piutang – Periode Konversi Hutang

     

    Perhitungan siklus konversi kas, terbagi menjadi tiga, meliputi:

    • Mengukur waktu yang dibutuhkan perusahaan untuk mendapatkan bahan, memproduksi dan menjual produk jadi.
    • Mengukur waktu yang dibutuhkan perusahaan untuk mengumpulkan kas.
    • Mengukur waktu yang dibutuhkan perusahaan untuk membayar hutang kepada kreditornya.

    4. Rasio Perputaran Modal Kerja (Working Capital Turnover Ratio)

    Rasio ini untuk mengukur jumlah uang tunai yang dibutuhkan untuk menghasilkan penjualan tertentu. Modal kerja yang tinggi, menghasilkan modal kerja yang menguntungkan perusahaan. Dapat diartikan bahwa penjualan yang didapat perusahaan harus mencukupi modal kerja yang tersedia.

    Rumus Rasio Perputaran Modal Kerja (Working Capital Turnover Ratio)

    Penjualan : Modal Rata-rata Kerja

    Contoh dan cara menghitung rasio aktivitas perputaran modal kerja

    Hitunglah rasio perputaran modal kerja Perusahaan FGX di bawah ini!


    Penjualan Bersih

    500.000

    Aset Lancar

    1.000.000

    Kreditor

    750.000

     

    Penjelasan:

    Modal Kerja = 1.000.000 – 750.000 = 250.000

    Rasio Perputaran Modal Kerja (Working Capital Turnover)

    = 500.000 : 250.000

    = 2

    5. Rasio Perputaran Persediaan (Inventory Turnover Ratio)

    Jenis rasio aktivitas ini untuk mengukur seberapa baik suatu perusahaan dalam mengelola persediaan yang dapat dilihat dari kesuksesannya mengkonversi penjualan dalam satu tahun.

    Rasio perputaran persediaan menunjukkan seberapa cepat suatu perusahaan menghabiskan persediaan barangnya per periode.

    Untuk menghitungnya kira memerlukan dua akun, yaitu harga pokok penjualan (Cost of Goods Sold atau COGS) dan persediaan. Kamu dapat menemukan kedua akun tersebut di laporan laba rugi dan neraca. Selanjutnya, bagilah COGS dengan rata-rata persediaan dalam dua tahun terakhir.

    Rumus Rasio Perputaran Persediaan (Inventory Turnover Ratio)

    Harga Pokok Penjualan (COGS) : Rata-rata Persediaan

    Manajemen persediaan yang efektif bisa dilihat dari nilai rasio yang tinggi. Hal ini menunjukkan perusahaan cepat dalam mengkonversi persediaan produknya menjadi penjualan.

    Beda halnya dengan nilai rasio yang rendah akan menunjukkan perusahaan tidak dapat menjual barangnya dengan cepat. Akibatnya, beban perusahaan meningkat karena persediaan menumpuk di gudang untuk waktu yang lama.

    Contoh dan cara menghitung rasio aktivitas perputaran persediaan

    Hitunglah rasio perputaran persediaan Perusahaan FGX di bawah ini!

     

    Persediaan awal

    50.000

    Persediaan akhir

    60.000

    Harga pokok penjualan (COGS)

    490.000


    Penjelasan:

    Biaya barang yang dijual

    = 50.000 + 490.000 – 60.000

    = 480.000

     

    Persediaan rata-rata

    = (50.000 + 60.000) : 2

    = 55.000

     

    Rasio Perputaran Persediaan (Inventory Turnover Ratio)

    = 480.000 ÷ 55.000

    = 8,73

    6. Rasio Perputaran Piutang (Accounts Receivable Ratio)

    Nilai dari Rasio Perputaran Piutang menunjukkan seberapa efektif perusahaan dalam mengelola penjualan secara kredit dan seberapa mudah perusahaan dalam memulihkan kredit dari pelanggan dalam periode pembayaran tertentu.

    Rumus Rasio Perputaran Piutang (Accounts Receivable Ratio)

    Pendapatan : Rata-rata Piutang

     

    Hasil nilai rasio yang tinggi menunjukkan kebijakan kredit dan penagihan di posisi yang baik, begitu juga sebaliknya.

    Contoh cara menghitung rasio aktivitas perputaran piutang

    Berikut ini hasil dari tahun keuangan sebelumnya Perusahan FGX.

     

    Debitur awal

    64.000

    Debitur akhir

    72.000

    Penjualan Kredit

    800.000


    Penjelasan:

    Debitur Rata-rata

    = (64.000 + 72.000) : 2

    = 68.000

     

    Rasio Perputaran Piutang

    = 800.000 : 68.000

    = 11,76

    7. Rasio Perputaran Utang (Accounts Payable Turnover Ratio)

    Rasio Perputaran Utang untuk melihat berapa kali perusahaan membayar kreditor dalam satu tahun.

    Rumus Rasio Perputaran Utang (Accounts Receivable Ratio)

    Perputaran Utang = Pembelian : Rata-Rata Utang

    Nilai rasio yang tinggi, perusahaan mengeluarkan uang lebih cepat. Hal ini dapat dikarenakan seperti berikut ini:

    • Agar perusahaan membayar lebih cepat, perusahaan meminta diskon demi mendapatkan keringanan fasilitas.
    • Ketatnya persyaratan kredit dari kreditur.

    Nilai rasio yang rendah dapat diartikan bahwa perusahaan akan lebih lama membayar kreditor. Alasannya bisa dikarenakan perusahaan menggunakan uangnya untuk keperluan lain sebelum melakukan pembayaran ke kreditur.

    Baca Juga: Mengenal Rasio Solvabilitas serta Manfaatnya dalam Bisnis

    8. Days Payable Outstanding (DPO)

    Penggunaan Days Payable Outstanding (DPO) untuk melihat berapa hari (rata-rata) perusahaan dapat membayar kreditornya.

    Rumus Days Payable Outstanding (DPO)

    365 : Perputaran utang usaha


    Hasil dari perhitungan DPO yang rendah dapat diartikan bahwa perusahaan cepat membayar krediturnya, begitu juga sebaliknya.

    9.    Days Of Sales Outstanding (DSO)

    Jenis rasio aktiva satu ini untuk mengukur berapa hari (rata-rata) perusahaan mengumpulkan pembayaran dari pelanggan.

    Rumus Days of Sales Outstanding (DSO)

    365 : Perputaran Piutang


    Nilai rasio DSO yang rendah akan menunjukkan pengumpulan uang yang cepat dari pelanggan. Misalnya, hasil rasio DSO sebesar 60. Maka, perusahaan membutuhkan waktu 60 hari untuk menagih pembayaran dari para pelanggannya.

    Baca Juga: Financial Statement: Pengertian dan Tujuan Pembuatannya

    Tujuan Rasio Aktivitas

    Suatu perusahaan memiliki beberapa tujuan yang hendak dicapai dengan menggunakan rasio aktivitas, antara lain:

    • Untuk menghitung lamanya perusahaan dalam menagih piutang ke kreditur selama satu periode.
    • Untuk menghitung rata-rata hari dari penagihan hutang (day of receivable).
    • Untuk menghitung beberapa hari rata-rata persediaan barang yang tersimpan di dalam gudang.
    • Untuk mengukur berapa modal kerja yang berputar dalam satu periode.
    • Untuk mengukur perputaran aktiva tetap dalam satu periode.
    • Untuk mengukur aktiva perusahaan dalam penjualan.

    Baca Juga: Pentingnya Memahami Manfaat Laporan Keuangan

    Manfaat Rasio Aktivitas

    Selain tujuan yang akan dicapai perusahaan, penggunaan rasio aktivitas ini juga memiliki manfaat, sebagai berikut:

    • Membantu dalam penafsiran kode (decoding) posisi keuangan perusahaan.
    • Penyederhanaan nomor akuntansi perusahaan.
    • Untuk menilai efisiensi operasi perusahaan.
    • Memberikan ide dalam aktivitas bisnis.
    • Untuk melihat kinerja perusahaan dan bisnisnya.
    • Dapat melihat aset bisnis perusahaan yang kuat.
    • Dapat melihat titik lemah bisnis suatu perusahaan.
    • Untuk melihat kerja bisnis dan prospek perusahaan di masa depan.
    • Investor dapat melihat data yang akurat dari hasil rasio aktivitas.

    Kesimpulan

    Pada dasarnya rasio aktivitas merupakan alat untuk mengukur efisiensi bisnis suatu perusahaan dalam mengubah asetnya menjadi penjualan.

    Nilai yang diperoleh dari rasio aktivitas ini akan menunjukkan apakah suatu perusahaan mampu membalikkan asetnya menjadi penjualan dan menghasilkan kas.

    Jenis rasio aktivitas yang yang paling populer adalah rasio perputaran persediaan dan rasio perputaran total aset. Disarankan untuk menganalisis dan membandingkan setiap rasio dengan bisnis lain di industri yang sama.

    Untuk memudahkan kamu dalam menganalisis semua rasio keuangan, kamu bisa menggunakan aplikasi majoo.

    Aplikasi kasir online one stop solution yang memiliki banyak fitur dan terdapat lebih dari 30 jenis laporan untuk membantu operasional bisnismu.

    Dengan menggunakan aplikasi majoo, kamu bisa menggunakan fitur kasir online, karyawan, CRM, akuntansi, analisa bisnis, owner, dan order online.

    Ekosistem digital yang diusung aplikasi majoo akan membantu bisnismu menjadi maju dan berkembang. Selain itu, operasional bisnismu juga dapat terbantu dengan menggunakan aplikasi satu ini.

    Apakah kamu sudah siap melakukan #langkahmajoo? Segera gunakan aplikasi majoo, ya!

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Daftar UMKM Online: Syarat dan Manfaatnya
    Daftar UMKM online bisa dilakukan dengan praktis. Manfaatnya antara lain agar mudah mengembangkan usaha dan untuk mendapatkan bantuan dana dari pemerintah.
    9 Contoh Surat Izin Tidak Masuk Kerja Singkat
    Berikut beberapa contoh surat izin tidak masuk kerja yang dibuat secara singkat dan ringkas. Bisa digunakan sebagai referensi.
    Notulen Rapat: Fungsi, Tujuan, dan Contohnya
    Notulen rapat adalah sebuah rekaman berupa catatan dari semua ide yang diusulkan dalam rapat serta hasil kesimpulan yang akan dibutuhkan oleh perusahaan.
    Debt to Equity Ratio (DER): Definisi dan Rumus Menghitungnya
    Debt to Equity Ratio adalah rasio utang terhadap ekuitas, yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan atas komposisi utang dan ekuitas perusahaannya.